The World Emperor System

The World Emperor System
Keinginan Para Istri



Keadaan Istana Kekaisaran Ling telah kembali seperti sedia kala, dan kabar hancurnya Sekte Racun Hati dan Sekte Kura-kura Hitam telah tersebar ke seluruh Benua Zhongjian.


Para kultivator pengelana yang tak sengaja melewati wilayah kedua Sekte yang telah hancur, merekalah yang menyebarkan berita kehancuran kedua Sekte besar aliran hitam ke segala penjuru Benua Zhongjian.


Sementara itu di kediaman khusus yang di tempati Reinar dan para istrinya, Reinar baru saja menyelesaikan makanannya dan dia merasa begitu kenyang. Masakan para istrinya membuatnya selalu puas saat memakannya.


“Jadi apa yang sekarang kalian inginkan?...” Tanya Reinar dengan begitu lembut pada kesembilan istrinya.


Kesembilan istrinya tersenyum lalu mereka mulai mengatakan secara bergantian apa yang saat ini mereka inginkan. Tak hanya satu keinginan, setidaknya mereka masing-masing punya tiga keinginan dan Reinar harus mengabulkan semua keinginan mereka.


Reinar yang sedang meminum air seketika tersedak saat mendengar keinginan Freya, dan Bella. Dengan wajah polosnya mereka berdua meminta Reinar untuk mencari istri yang kesepuluh, dengan alasan untuk melengkapi jumlah mereka.


“Apa mereka tidak berpikir seberapa aku sudah kewalahan menghadapi mereka bersembilan?... Sekarang mereka meminta aku menambah satu lagi istri, sepertinya mereka ingin membuatku terpenjara di dalam kamar...” Kata Reinar membatin dengan ketidakberdayaannya.


Sedangkan di dalam jiwanya, Lilia tak bisa menahan tawanya saat mendengar apa yang baru dikatakan Reinar, dia sangat ingin keluar dari dalam jiwa Reinar dan memberi dukungan pada kedua istri Reinar.


“Kau sangat kejam, tuanmu sedang ketakutan kau justru tertawa di atas penderitaan tuanmu...” Ucap Reinar dalam pikirannya.


[Hahahaha... Tuan, kamu sangat lucu...] Lilia terus saja menertawakan Reinar.


Reinar hanya menghela nafas panjang saat terus menerus mendengar tawa Lilia, dan pada akhirnya dia kembali berfokua pada keinginan kesembilan istrinya. Satu persatu keinginan mereka dapat Reinar penuhi berkat bantuan toko sistem yang menyediakan segalanya.


“Apa ada lagi yang kalian inginkan?...” Tanya Reinar menatap bergantian kesembilan istrinya.


Semua istri Reinar mengangguk, dan dengan satu suara mereka meminta Reinar untuk mencari istri yang kesepuluh, mereka bahkan telah menyiapkan kriteria khusus untuk wanita yang akan menjadi istri kesepuluh Reinar. Bibir Reinar seketika berkedut saat mendengar kriteria istri kesepuluh yang disampaikan oleh Ling Yue.


Karena tidak bisa melawan keinginan istrinya, Reinar hanya bisa mengatakan iya, tetapi dia sangat yakin jika tidak akan ada istri kesepuluh setelah mendengar wanita seperti apa yang masuk kriteria mereka.


“Wanita dari ras immortal, sepertinya aku tidak akan pernah menemukannya, dan selamanya hanya mereka yang akan menjadi istriku...” Kata Reinar membatin sambil menunjukkan senyum kemenangannya.


[Di dunia ini memang tidak ada wanita dari ras immortal, tetapi di alam immortal mungkin kita bisa menemui satu atau dua wanita yang berasal dari ras immortal...]


Ekspresi wajah Reinar seketika menjadi jelek setelah mendengar informasi yang baru di sampaikan Lilia. Perubahan ekspresi Reinar yang tiba-tiba membuat kesembilan istrinya merasa heran, tapi tak lama mereka tersenyum karena mereka yakin jika suaminya telah menemukan petunjuk wanita yang masuk dalam kriteria mereka.


“Aku harap tidak bertemu dengan wanita dari ras immortal, dan kalaupun bertemu, semoga saja dia sudah memiliki suami jadi aku tidak perlu menikah dengannya...” Reinar kembali hanya bisa membatin kata-katanya.


[Wanita dari ras immortal hanya bisa menikah dengan pria dari ras yang sama dengannya. Jika pria yang bukan berasal dari ras immortal memaksa menikahinya, dia akan langsung mati saat melakukan intim. Kesucian wanita dari ras immortal bahkan tak bisa di renggut oleh ras lain walaupun mereka sudah melakukan hubungan intim...]


Reinar ingin sekali membungkam mulut Lilia yang terus menyampaikan informasi yang tidak ingin dia ketahui, tapi dia tidak mungkin bisa melakukan itu karena Lilia telah menyatu dengan jiwanya.


“Karena keinginan kalian sudah terpenuhi, sekarang apa ada diantara kalian yang bisa menemani ku jalan-jalan?...” Tanya Reinar dengan lembut sambil melihat para istrinya yang terlihat hanya ingin bermalas-malasan di dalam kamar.


Melihat tak ada yang ingin menemaninya, Reinar hanya menghela nafas panjang dan dia pun akhirnya memutuskan untuk pergi jalan-jalan seorang diri, tapi baru beberapa langkah keluar dari kamar, Sally datang dan langsung memeluk lengan tangannya sambil tersenyum.


Reinar membalas senyum Sally dan akhirnya mereka berjalan bersama meninggalkan kediaman yang menjadi tempat tinggal mereka selama menetap di Kekaisaran Ling.


“Oh iya, kenapa kamu tiba-tiba ingin menemaniku?... Bukannya lebih enak merebahkan diri di dalam kamar...” Kata Reinar pada Sally yang masih memeluk lengan tangannya.


“Aku hanya ingin selalu dekat dengan suamiku, sehari saja kita jauh aku sudah sangat merindukan mu. Sebenarnya aku selalu ingin ikut dengan mu kemanapun kamu pergi...” Kata Sally.


“Aku bisa membawamu kemanapun aku pergi, tapi mengingat kamu sedang hamil, aku tidak bisa membawamu pergi ketempat yang berbahaya...” Kata Reinar.


Reinar menggerakkan tangannya yang tak dipeluk Sally, dan dalam waktu singkat muncul sebuah portal yang akan membawa mereka langsung ke tengah-tengah kota Nianling, kota yang merupakan Ibukota dari Kekaisaran Ling.


Portal yang dibuat Reinar membawa mereka ketempat yang sepi, jadi kemunculan mereka tak akan membuat kegaduhan yang memancing kedatangan banyak orang.


Setelah berjalan-jalan di tengah keramaian kota sambil menikmati cemilan yang di inginkan Sally, Reinar mengajak Sally mengunjungi taman yang berada di pusat kota Nianling untuk sejenak beristirahat, dan menikmati keindahan taman yang dipenuhi bunga yang bermekaran.


“Bagaimana keadaan kandungan mu?... Apa semua baik-baik saja?...” Reinar bertanya dengan lembut sambil membelai perut Sally yang belum menunjukkan tanda-tanda akan membuncit.


“Semuanya baik-baik saja. Bukannya kamu selalu menanyakan hal itu pada aku dan yang lainnya hampir di setiap waktu...” Kata Sally yang tahu jika suaminya bukanlah tipe orang yang bisa mengawali sebuah obrolan.


Reinar hanya tersenyum dan mengecup kening Sally. “Aku bertanya karena aku selalu khawatir akan keadaan kalian dan calon anak anak-anak kita...”


Semua istri pasti senang saat suami mereka mengatakan seperti yang di katakan Reinar, begitu juga dengan Sally. “Semua akan baik-baik saja selama kamu ada di dekat kami...” Balas Sally sambil mencubit hidung Reinar.


Reinar kembali tersenyum dan membelai perut Sally, dan kemesraan mereka telah membuat iri beberapa pasangan muda yang juga tengah menikmati keindahan taman kota.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan, masih ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi...” Kata Reinar lalu dia berdiri dan Sally yang juga berdiri dia langsung memeluk kembali lengan tangan Reinar.


“Kali ini kita akan kemana?..” Tanya Sally yang sama sekali belum pernah berkeliling di kota Nianling.


“Ikuti saja langkahku, dan aku akan membawamu ketempat terindah yang ada di Kekaisaran Ling...” Kata Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Sally terlihat senang dan dia tak menyesali keputusannya mengikuti Reinar, dia yakin saudarinya yang lain akan iri saat tahu apa yang tengah dia lakukan dengan Reinar. Jalan-jalan dan bermesraan di sepanjang jalan, sebuah kesempatan langka yang tak akan di sia-siakan oleh Sally.


Sally hari ini memang beruntung, dan dia benar-benar menikmati hari keberuntungannya dengan terus menempel dengan sang suami.


Senyum di wajah Reinar tak pernah pudar saat dia melihat kebahagiaan yang terpancar dengan jelas dari ekspresi wajah Sally. Sebenarnya dia ingin mengajak semua istrinya dan membuat mereka bahagia seperti yang tengah Sally rasakan. Namun sayang hanya Sally yang ikut dengannya, dan kebahagian ini hanya bisa dia bagi dengan Sally.


“Apa aku jahat karena menikmati kebahagiaan ini hanya dengan salah satu istriku?...” Kata Reinar membatin sambil mengingat kedelapan istrinya yang perutnya mulai membesar seiring dengan bertambahnya usia kandungan mereka.


Setelah berperang dengan batinnya, Raka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan dia akan menikmatinya hanya berdua dengan Sally.


Terus berjalan menuju area pinggiran kota Nianling. Dari kejauhan, Reinar dan Sally sudah dapat melihat keindahan bukit yang dipenuhi bunga yang tengah bermekaran.


Sampai di bukit yang mereka tuju, Sally langsung duduk di tengah-tengah lautan bunga beraneka warna yang sangat indah saat dipandang.


“Ini sangat indah, benar-benar indah...” Kata Sally .


“Aku baru semalam menemukan tempat ini, dan aku tidak menyangka jika bunga-bunga di tempat ini sudah bermekaran...” Ungkap Reinar.


“Saudari yang lain pasti akan senang melihat keondahan ini. Suamiku, apa kamu tidak ingin menjemput dan membagi keindahan ini dengan mereka?...” Tanya Sally sambil mengambil beberapa bunga yang baunya begitu menyegarkan.


Reinar sejenak berpikir lalu dia memutuskan untuk membuat portal dan menjemput kedelapan istrinya yang masih berada di Istana Kekaisaran Ling. “Semoga mereka tidak terlalu malas untuk datang ke tempat ini...” Gumam Reinar lalu dia mengirim satu tubuh bayangannya untuk menjemput kedelapan istrinya.


Wusshh... Wusshh... Wusshh...


Kedelapan istri Reinar keluar dari portal di dekat dekat Reinar dan Sally yang tengah menikmati lautan bunga yang tengah bermekaran.


Mata kedelapan istri Reinar yang baru datang seketika melebar dengan sempurna melihat pemandangan di depan mereka.


“Ini sangat indah!...” Teriak kedelapan istri Reinar dan segera mereka menarik Sally untuk ikut mereka berlarian di tengah lautan bunga.


“Kebahagiaan ini lah yang ingin aku jaga...” Gumam Reinar sambil melihat para istrinya yang tertawa lepas berlarian di tengah lautan bunga.


***


Bersambung...