
Diperjalanan Reinar menyuruh seluruh bawahannya untuk kembali ke bayangannya. Sementara itu Reinar akan melanjutkan perjalanannya hanya dengan ditemani Lilia.
Saat Reinar dan Lilia baru sampai ke wilayah Kekaisaran Azuma yang kini telah dikuasainya Kekaisaran Shin, dia langaung merasa marah saat melihat tumpukan mayat penduduk kota yang dibiarkan membusuk.
“Mereka bukan lagi manusi!...” Kata Reinar yang langsung mengayunkan tangannya untuk membunuh lima prajurit Kekaisaran Shin yang tengah menyeret para wanita untuk menjadi pemuas nafsu mereka.
“Bruk... Bruk...” Dua prajurit jatuh dengan kepala menggelinding dan tak lama tiga lainnya juga terjatuh dengan kepala lebih dulu jatuh membentur tanah.
Kelima wanita yang mereka seret melotot antara terkejut dan ketakutan dengan apa yang baru mereka lihat. Tetapi saat melihag dua sosok bagaikan Dewa dan Dewi datang mendekat, mereka seperti melihat sosok yang akan menyelamatkan kehidupan mereka.
“Tenang lah, kami datang untuk menyelamatkan kalian...” Kata Lilia dengan suaara yang membuat mereka berlima merasa tenang.
“Mereka tak akan lagi bisa mengganggu kalian!...” Kata Ling sambil membakar lima mayat prajurit Kekaisaran Shin yang baru dia bunuh.
“Oh Dewa dan Dewi, terimakasih atas pertolongannya...” Kata kelima wanita yang baru Reinar selamatkan sambil berlutut dengan kening menyentuh tanah.
Reinar menggelengkan kepalanya lalu membantu mereka berdiri dan menyembuhkan semua luka-luka yang ada di tubuh mereka.
Kelima wanita itu ingin kembali berlutut setelah Reinar dengan mudah menyembuhkan luka-luka mereka, tetapi dengan cepat Reinar maupun Lilia menahan tubuh mereka agar tetap berdiri.
Swusshh... Swusshh... Swusshh...
Tiga orang sosok bertopeng hitam muncul dan mencoba menyerang Reinar dan Lilia, tetapi tindakan mereka segera di halangi oleh lima wanita yang baru di selamatkan Reinar.
Tiga sosok bertopeng hitam melompat mundur saat melihat lima wanita menghalangi apa yang akan mereka lakukan.
“Kenapa kalian menghalangi kami?... Mereka adalah musuh yang akan mencelakai kalian...” Kata salah satu sosok bertopeng dengan suara yang menunjukkan bahwa dia seorang wanita.
“Mereka berdua adalah penyelamat kami, dan kalian adalah pasukan yang selama ini mencoba melindungi kami. Kami tidak ingin ada pertumpahan darah di antara kalian, karena itu kami menghentikan apa yang kalian lakukan...” Kata salah satu wanita yang diselamatkan Reinar.
“Tuan muda ini juga telah membunuh lima prajurit Kekaisaran Shin yang akan memperkosa kami...” Kata wanita lainnya.
Ketiga sosok bertopeng hitam dengan hati-hati mengamati Reinar dan Lilia yang pakaiannya terlihat aneh bagi mereka, dan lagi mereka berdua memiliki aura yang menenangkan, berbeda dengan aura yang dimiliki oleh orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Shin.
“Nona sepertinya mereka bukan orang dari Kekaisaran Shin!... Aura dari tubuh mereka bahkan membuat aliran cakra di tubuh hamba mengalir lebih baik dari sebelumnya...” Suara berat seorang pria terdengar dari sosok bertopeng lainnya.
“Kali ini aku sependapat Kakek...” Sosok wanita bertopeng membuka topengnya dan menunjukkan wajah cantiknya walau tak secantik Lilia ataupun kesembilan istri Reinar.
Dia berjalan dan berhenti di jarak yang cukup dekat dengan Reinar dan Lilia. Saat berada di jarak yang cukup dekat dengan Reinar, dia merasa ingin menundukkan dirinya saat bertatap muka secara langsung dengan Reinar dan Lilia.
“Maaf aku barusan mencoba menyerang kalian tanpa melihat apa yang sudah kalian lakukan untuk saudara-saudara ku...” Kata si wanita dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Reinar tersenyum. “Aku tidak menganggap itu sebuah kesalahan dan lagi kalian juga belum sempat menyerang kami...” Balas Reinar dengan ketenangan yang dia miliki.
“Kalau aku boleh tahu, kalian berdua berasal dari mana dan kemana tujuan kalian?...” Kata si wanita yang masih merasa aneh dengan pakaian yang digunakan dua orang yang ada di depannya.
“Kami berasal dari pos Kekaisaran Azuma di bawah pimpinan Jenderal Hanzo, dan tujuan kami adalah mencari informasi langsung ke Kekaisaran Shin...” Kata Reinar dengan menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Pergi ke wilayah Kekaisaran Shin, bukannya itu sangat bahaya?... Dengan hanya dua orang, kalian bahkan tak akan sampai ke wilayah dalam Kekaisaran Shin...” Kata si wanita dengan kerutan di keningnya.
Saat Reinar ingin mengatakan sesuatu pada di wanita, ekspresi wajah Reinar seketika menjadi waspada saat merasakan aura puluhan orang yang mendekat ke arahnya. Reinar langsung melihat langit yang mulai gelap, dan saat itu juga bermunculan puluhan orang dari kegelapan langit malam.
“Hahaha... Jangankan sampai ke wilayah dalam, bahkan diantara kalian tidak akan ada yang akan meninggalkan tempat ini, karena di sinilah kuburan kalian!...” Kata seseorang yang berasal dari Kekaisaran Shin.
“Kuburan untuk ku?... Bukannya itu terbalik?... Kalianlah yang akan mati di tempt ini, dan sayangnya tidak akan ada yang menguburkan tubuh busuk kalian...” Kata Reinar yang merasa dejavu dengan aura orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Shin.
Puluhan orang dari Kekaisaran Shin masih tertawa mendengar apa yang dikatakan Reinar, bagi mereka kata-kata Reinar hanyalah omong kosong dan tak akan pernah terwujud.
“Kamu cukup menghibur ku, tapi sayangnya kamu harus mati, dan untuk wanitamu, mungkin aku akan membunuhnya setelah puas menikmati tubuhnya...” Kata seseorang yang sepertinya merupakan pemimpin dari pasukan Kekaisaran Shin yang sekarang mulai turun dan mengepung keberadaan Reinar dan yang lainnya.
“Silahkan bermimpi, tapi kematian tak akan pernah datang dalam mimpimu, karena kematian mu akan datang secara nyata!...” Kata Reinar membalas perkataan pemimpin pasukan Kekaisaran Shin.
Belum sempat pemimpin pasukan Kekaisaran Shin mengatakan apa yang ingin dia katakan, dia melihat satu persatu pasukannya terjatuh dengan anggota badan tak utuh.
Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...
“Tuan, kami telah menyelesaikan tugas yang tuan berikan kepada kami...” Kata salah satu bawahan Reinar setelah mereka menghabisi seluruh prajurit Kekaisaran Shin dan hanya menyisakan pemimpinnya.
Reinar tersenyum dan mengangguk lalu dia menyuruh seluruh bawahannya untuk kembali ke bayangannya.
Melihat tak ada yang tersisa dari pasukan yang dia bawa, pemimpin pasukan Kekaisaran Shin mencoba melarikan diri setelah sadar jika lawannya bukan orang yang bisa dia atasi, dan lagi ada pasukan aneh yang di miliki lawannya.
Jelas dia akan mati kalau memaksakan diri melawan orang yang semula dia remehkan. Kabur adalah pilihan terbaik yang saat ini bisa dia lakukan.
Tetapi rencananya untuk kabur tak semulus seperti apa yang dia bayangkan. Tiga sosok bertopeng telah mengepungnya, dan lagi ada sosok pemuda yang tengah berjalan mendekat ke arahnya.
“Jangan berpikir kamu bisa kabur dari tempat ini!... Tadi aku sudah mengatakan padamu, tempat ini akan menjadi tempat kematianmu tetapi tidak akan ada pemakaman untuk orang sepertimu!...” Kata Reinar yang hanya berjarak tiga langkah dari pemimpin pasukan Kekaisaran Shin yang kini semuanya telah mati.
“Kalian berani membunuhku artinya kalian berani menentang Kekaisaran Shin. Hari ini kalian membunuhku, tapi lihatlah, tak lama lagi kalian akan musnah oleh pasukan Kekaisaran Shin yang lebih kuat dariku...” Kata pemimpin pasukan Kekaisaran Shin dengan menunjukkan senyuman meremehkan di wajahnya.
Reinar hanya tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh pemimpin pasukan Kekaisaran Shin. Jangankan takut, Reinar justru merasa jijik dengan orang yang bisanya hanya mengancam.
“Hanya orang lemah tak berguna yang suka mengancam orang lain dengan kekuatan yang ada di belakangnya, tetapi ancaman mu tidak akan berlaku untuk ku...” Kata Reinar dengan sorot mata tajam menatap pemimpin pasukan Kekaisaran Shin yang seketika merasakan dingin di sekujur tubuhnya hanya dengan di tatap oleh Reinar.
Bukan hanya orang yang Reinar tatap, tetapi tiga sosok bertopeng hitam juga merasa tubuh mereka dingin hanya dengan melirik mata Reinar.
“Ka..kalian hanyalah manusia biasa, sedangkan kami telah mendapatkan anugerah dari Dewa, dan asal kalian tahu Kaisar kami telah menjadi Dewa itu sendiri. Kalian pasti mati!... Ya, kalian akan mati!...” Kata pemimpin pasukan Kekaisaran Shin.
“Apa yang perlu ditakutkan dari Dewa yang bahkan belum bisa pergi ke Benua lainnya?...” Kata Reinar acuh.
Mendengar perkataan Reinar, wanita yang kembali memakai topengnya yakin jika pemuda yang tadi ingin dia serang bukanlah pemuda biasa. Dia dalam diam berani mengambil kesimpulan kalau pemuda itu mungkin berasal dari Benua lain.
“Kau hanyalah bocah ingusan yang belum tahu seberapa kejamnya dunia ini, yang kamu lihat di tempat ini bukanlah apa-apa kalau kamu melihat apa yang terjadi di kota besar yang kami kuasai. Kami pasukan Kekaisaran Shin akan membunuh pemberontak seperti kalian!...” Kata pemimpin pasukan Kekaisaran Shin.
“Mereka sungguh kejam...” Kata Lilia dengan aura merah di sekeliling tubuhnya yang menunjukkan kalau dia sedang marah.
Semua orang merasa tercekik dengan aura yang tiba-tiba keluar dari tubuh Lilia, bahkan Reinar sendiri tak menyangka jika Lilia memiliki kekuatan yang bahkan lebih kuat dari dirinya.
“Tenanglah, aku pasti membuat mereka membayar apa yang sudah mereka lakukan...” Kata Reinar yang muncul di dekat Lilia dan dia langsung menarik Lilia ke pelukannya untuk membuatnya tenang.
“Mereka harus membayarnya!... Nyawa di bayar nyawa, dan mereka harus lebih menderita...” Kata Lilia yang merasa tenang saat berada di dalam pelukan Reinar.
“Tuan, apa kita akan membunuhnya sekarang?...” Kata wanita bertopeng hitam.
“Bunuh saja kalau kalian menginginkannya...” Balas Reinar.
Wanita bertopeng tersenyum di balik topengnya. “Tuan, izinkan kami menyiksanya sebelum mengakhiri hidupnya!...” Kata wanita bertopeng sambil mengeluarkan belatinya.
“Lakukan itu, dan buat kami semua terhibur...” Kata Reinar lalu dia menunggu apa yang akan dilakukan tiga sosok bertopeng yang masing-masing telah mengeluarkan sebuah belati.
“Semoga tuan terhibur dengan apa yang kami lakukan...” Ketiga sosok bertopeng maju menyerang pemimpin pasukan Kekaisaran Shin.
Reinar hanya diam di tempatnya sambil melihat pemimpin pasukan Kekaisaran Shin yang menjadi bulan-bulanan tiga sosok bertopeng yang terus menyerang tanpa memberi jeda.
“Aargh...” Pemimpin pasukan Kekaisaran Shin berteriak saat kehilangan kedua tangan dan sebelah kakinya.
Tak berhenti sampai di situ, ketiga sosok bertopeng menusukkan belati mereka ke dada pemimpin pasukan Kekaisaran Shin.
Kekejaman mereka berakhir saat wanita bertopeng menusukkan belati telat ke jantung pemimpin pasukan Kekaisaran Shin dan seketika membuatnya mati.
Melihag orang-orang dari Kekaisaran Shin yang teah mati, Reinar segera membakar mereka dengan api penyucian nya.
Walaupun aura di tubuh mereka ikut menghilang bersama dengan kematian mereka, Reinar tetap membakar mereka karena sampah memang pantasnya di bakar.
“Kekaisaran Shin, kalian memang tidak pernah bersinggungan langsung denganku, tetapi kalian telah melakukan kekejaman di luar batas. Semoga tidak terdengar suara teriakan kesakitan saat nanti aku bertindak kejam pada kalian!...” Gumam Reinar sambil membakar mayat pasukan Kekaisaran Shin.
***
Bersambung...