
Tak seperti Evolusi pertamanya yang membuat dia pingsan setelah tersambar petir kehidupan, kali ini Reinar sepenuhnya sadar dan menyaksikan daya hancur luar biasa dari petir surgawi yang baru saja menyambar dirinya.
Namun anehnya Reinar tidak merasakan sakit setelah tersambar petir surgawi, dan itu sangatlah aneh baginya. Dengan daya hancur yang sangat mengerikan, seharusnya dia akan mengalami kesakitan dan luka, tapi dia benar-benar tak merasakan sakit ataupun terluka.
“Lilia, apa kamu tahu kenapa petir itu tidak menyakiti tubuhku, bahkan aku sama sekali tidak terluka?.”
[Ada kekuatan asing yang menyelimuti tubuh tuan saat petir surgawi menyambar. Selain melindungi tubuh tuan, kekuatan asing itu juga menyerap kekuatan petir surgawi dan menjadikannya sebagai kekuatan tuan.]
“Kekuatan asing?. Apa kamu tahu dari mana datangnya kekuatan asing itu?.” Tanya Reinar penasaran.
[Maaf tuan, aku tidak mengetahuinya, tapi biarpun aku tidak tahu siapa pemilik energi asing yang menyelimuti tubuh tuan, aku merasakan energi itu tidak merugikan tuan dan justru menguntungkan bagi tuan.]
Reinar tidak meneruskan mencari tahu pemilik energi asing yang melindunginya. Dia memang penasaran, tapi mendengar energi itu baik untuknya, Reinar hanya bisa berterimakasih pada siapapun yang memberikan energi itu kepadanya.
“Lilia, apa ada yang baru setelah aku berevolusi?.”
[Tuan bisa langsung melihat ke tabel status yang tuan miliki.]
“Kalau begitu, tolong tampilkan tabel statusku!.” Dengan cepat muncul tabel status di depan Reinar.
[Nama] : [Reinar Alfonsius]
[Umur] : [17 Tahun]
[Ras] : [Imortal]
[Tingkat] : [Pahlawan >> Level 10.500 ] next level [72.150/100.000]
[Job] : [ Ruler Of The World ]
[Elemen] : [Cahaya] [Api Putih] [Es] [Petir] [ Kegelapan Murni] [?]
[Strength] : [ 25.000 ]
[Agility] : [ 25.000 ]
[Vitality] : [ 25.000 / 25.000 ]
[Stamina] : [ 25.000 / 25.000 ]
[Luck] : [ 100% ]
[Mana] : [ 50.000 / 50.000 ]
[Point] : [ 0 ]
[Skill] : [Penciptaan]
[Coint] : [10.00.000.000]
[Shop] :
> Senjata
> Armor
> Skill
> Umum
[Inventori] :
[Pedang tingkat Dewa]
[Armor tingkat Dewa]
Mata Reinar melotot melihat perubahan statusnya yang sangat mencolok, terutama pada kolom skill.
“Lilia, kemana perginya semua skill ku, dan kenapa hanya tersisa satu skill?. Skill penciptaan, apa juga kegunaan skill itu?.” Reinar memberondong Lilia dengan berbagai pertanyaan saat melihat banyak skillnya menghilang.
[Skill tuan yang lainnya telah di lebur, dan cukup dengan skill penciptaan tuan bisa menciptakan segala macam skill, tapi tuan tetap tidak bisa menciptakan makhluk hidup, kecuali makhluk bayangan.]
“Apa dengan skill penciptaan aku bisa menciptakan skill hanya dengan membayangkannya?.”
[Tuan benar...]
Reinar tersenyum mendengar kebenaran yang baru dia dengar dari Lilia.
Puas melihat statusnya termasuk perubahan Tingkat kekuatannya, Reina menghilangkan tabel statusnya karena dia merasakan tiga orang mendekat ke arahnya.
Wushhh...
Wushhh...
Wushhh....
“Tuan, apa sebenarnya yang telah terjadi?.” Tanya Freya.
“Aku hanya baru mengalami peningkatan kekuatan.” Kata Reinar.
Evolusi adalah sesuatu yang tabu di dunia yang Reinar tempati, karena itu dia tak mengatakan proses Evolusi yang baru dia alami.
“Tuan, apa semua kerusakan ini karena skill yang tuan keluarkan?.” Tanya Helena melihat kerusakan hutan di sekitar Reinar berada.
“Bisa di bilang seperti itu, tapi ini tak sepenuhnya akibat dari skill yang aku keluarkan. Mungkin kalian melihat petir yang tadi muncul di langit. Kalau kalian melihat, petir itulah yang memberikan kerusakan besar di tempat ini.” Jawab Reinar.
Mereka bertiga melihat petir yang di katakan Reinar. Kekuatan petir itu bahkan membuat mereka tertekan, jadi wajar jika hanya sekali menyambar, petir itu bisa menghilangkan setengah wilayah luar dan tengah hutan kematian.
Mereka sebenarnya ingin bertanya tentang kondisi Reinar, tapi saat melihat tuannya dalam keadaan baik-baik saja bahkan pakaiannya utuh dan bersih, mereka segera mengurungkan niat untuk bertanya.
***
Wilayah terdalam hutan kematian
Sebuah kota dan istana peninggalan dari masa Kekaisaran di masa lalu.
Di depan kota, Reinar dan ketiga wanita yang mengikutinya menunggu prajurit keamanan kota yang sedang membukakan gerbang kota.
Begitu gerbang sepenuhnya terbuka, Reinar dapat melihat Ling Feng dan Ling Yue yang tengah menunggu kedatangannya.
“Selamat datang kembali, tuan.” Sambut Ling Feng dan Ling Yue.
“Jangan terlalu formal, kita semua adalah Rekan." Kata Reinar tersenyum, lalu dia mengenalkan Freya dan yang lainnya dengan dua saudara Ling.
Setelah acara perkenalan singkat, Ling Yue membawa para wanita kebagian istana yang khusus untuk tempat tinggal para putri, sedangkan Reinar, dia pergi bersama Ling Feng ke sisi lain kota, tepatnya sisi kota yang berhadapan dengan hutan kematian yang masuk wilayah Kekaisaran Caracal.
Dari atas benteng kota yang belum sempat dia beri nama, Reinar melihat ribuan orang memasuki wilayah hutan kematian dengan rasa takut yang menghantui mereka.
Dari ribuan orang yang mendekat ke tempatnya berdiri, Reinar melihat sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Adapun selain wanita dan anak-anak, di antara mereka cuma ada puluhan pemuda yang sepertinya mengawal pergerakan mereka.
“Saudara Ling Feng, apa sebenarnya yang telah terjadi di seberang sana, kenapa banyak orang pergi ke tempat ini dan mereka terlihat seperti pengungsi?.” Tanya Reinar yang penasaran akan apa yang tengah terjadi jauh di seberang sana.
“Kekaisaran Caracal akan mengeksekusi seluruh manusia yang memiliki darah iblis setelah putra keduanya di lukai salah satu anak dari ras manusia setengah iblis. Kemungkinan mereka yang datang ke tempat ini adalah para pengungsi yang mencoba menghindari hukuman mati.” Jawab Ling Feng memberi penjelasan.
“Hanya sebuah luka kecil seorang Kaisar ingin memusnahkan suatu ras?.” Ungkap Reinar dengan kecewa.
Ling Feng juga menyadari jika Kaisar Kekaisaran Caracal sudah sangat keterlaluan, dan melewati batas, tapi dia tak bisa melakukan apapun tanpa seizin Reinar, tuan barunya.
“Saudara Ling Feng, sambut kedatangan mereka, karena aku mengizinkan mereka masuk, dan siapkan tempat tinggal untuk mereka.” Kata Reinar tegas.
Ling Feng tersenyum dan mengangguk. “Tuan tetap sama, dia tetap peduli pada orang-orang yang tak bersalah.” Batin Ling Feng dan dengan cepat pergi menjalankan perintah Reinar.
***
Wilayah inti hutan kematian.
Ribuan orang semakin mendekati kota milik Reinar, tapi karena adanya pelindung tak kasat mata, mereka tak ada yang melihat keberadaan kota itu.
Wushhh....
Pria berbaju putih dan 10 orang yang mengikutinya muncul di depan ribuan orang yang membuat satu kelompok besar untuk saling melindungi satu sama lain.
Kedatangan pria berbaju putih dan bawahannya yang tiba-tiba, membuat beberapa pemuda yang mengawal rombongan segera bersikap waspada dan bersiap melakukan serangan.
“Perkenalkan, aku Ling Feng dan mereka adalah bawahanku. Karena tuanku mengizinkan kalian masuk ke kotanya, aku datang ke tempat ini untuk menyanbut kalian.” Kata pria berbaju putih yang tak lain adalah Ling Feng.
Semua orang masih terdiam tapi mereka tidak punya pilihan lain selain percaya pada Ling Feng.
“Tuan, kami semua adalah ras manusia setengah iblis yang sedang diburu Kekaisaran Caracal. Apa tuan yakin ingin menampung kami?.” Kata seorang pemuda.
“Tuan, bisa jadi prajurit Kekaisaran yang mengejar kami sampai di tempat tuan dan tentu itu akan merugikan tuan.” Lanjut pemuda lainnya.
Bukannya khawatir mendengar yang di katakan dua pemuda di depannya, Ling Feng justru menunjukkan senyum dan ketenangannya. “Yakinlah mereka tidak akan bisa menemukan kalian, dan keamanan kalian terjamin asalkan kalian tidak membuat keributan.” Ungkap Ling Feng.
Dua orang pemuda yang terlihat paling kuat dari yang lain, mereka melihat kearah ribuan orang yang ada di belakangnya. Saat melihat orang-orang di belakang mereka mengangguk, dua pemuda itu menyetujui untuk ikut Ling Feng.
“Yakinlah kalian akan aman di tempatku....” Gumam Reinar yang mengawasi dari kejauhan.
***
***Lanjut besok...***