The World Emperor System

The World Emperor System
Pembicaraan Di Istana Kekaisaran Arkana



Kota Touloun.


“Freya, suruh yang lainnya berkumpul di aula pertemuan!.” Kata Reinar yang baru tiba di kota Touloun dan langsung menemui Freya


“Baik tuan.” Jawab Freya.


Sambil berjalan melihat keadaan kota Touloun, tanpa terasa Reinar akhirnya melihat bangunan aula pertemuan, dan dia segera menuju bangunan itu.


“Selamat datang, tuan.” Sambutan seluruh bawahan Reinar yang telah berkumpul di aula pertemuan.


Swusshh... Swusshh...


Argus yang baru datang segera memberi penghormatan pada Reinar dan setelah itu dia duduk di tempat yang tersedia untuknya.


“Tuan, apa ada sesuatu yang darurat sampai tuan mengumpulkan kami semua?.” Tanya Argust, bawahan yang pertama kali Reinar panggil.


“Tidak ada sesuatu yang darurat, semua baik-baik saja. Aku mengumpulkan kalian di tempat ini, karena aku ingin mengajak kalian semua pergi ke Kekaisaran Arkana.” Jawab Reinar menjelaskan tujuannya.


“Apa sudah saatnya Kekaisaran itu kita hancurkan?.” Tanya Rhea.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Kita tidak akan menghancurkan Kekaisaran itu, tapi kita justru akan mendiskusikan sesuatu yang penting di sana.” Kata Reinar.


“Apa ini ada kaitannya dengan tuan yang tiba-tiba menghilang bersama Kaisar Denis?.” Kata Rhea.


Reinar mengangguk. “Kita akan kesana sekarang, dan untuk keamanan kota, suruh seluruh prajurit keamanan kota untuk selalu waspada.” Balas Reinar.


Semua orang mengangguk, melihat itu Reinar segera membuat portal yang langsung tertuju ke aula istana Kekaisaran Arkana.


Satu persatu bawahan Reinar memasuki portal dan dalam satu kedipan mata mereka sampai di aula istana Kekaisaran Arkana, dan Reinar menjadi orang yang sampai.


Melihat kedatangan Reinar dan para bawahannya di aula istana, Kakek dan Ibunda Reinar mempersilahkan mereka semua untuk duduk di kursi yang tersedia.


“Silahkan duduk dan nikmati jamuan kami.” Kata Kakek Reinar dengan senyum cerahnya.


Sambil menikmati jamuan yang di sediakan pihak Kekaisaran Arkana, Reinar mengutarakan maksud mengajak semua bawahannya berkumpul di aula istana Kekaisaran.


“Karena semua orang telah berkumpul, aku akan memulai pembicaraan yang akan menentukan masa depan Kekaisaran ini.” Kata Reinar menatap semua orang.


“Kalian seluruh rekanku, lima petinggi Kekaisaran, Kakek Kaisar, serta Ibunda Permaisuri, aku dan Kakek Kaisar telah memutuskan masa depan Kekaisaran Arkana. Kekaisaran Arkana akan melebur menjadi satu dengan Kekaisaran yang akan aku bentuk, dan kelima petinggi Kekaisaran akan menjadi penjaga kota ini. Untuk Kakek dan Ibu, mereka akan ikut bersamaku menuju kota Sky Dragon, begitu juga dengan seluruh rekan ku.” Kata Reinar menjelaskan.


Semua orang mengangguk, dan tak ada yang keberatan dengan keputusan yang Reinar ambil.


“Tuan, lalu bagaimana dengan keamanan kota yang kita tinggal?.” Tanya Argust mewakili setiap orang yang ingin menanyakan hal yang sama.


Reinar tersenyum. “Kalian tenang saja, aku mempunyai ini untuk alat komunikasi kita.” Reinar menunjukkan bola kristal seukuran genggaman tangan yang berfungsi sebagai alat komunikasi.


[Tuan, bola kristal komunikasi dapat di gunakan untuk berkomunikasi dari jarak sejauh apapun.]


Reinar mengangguk. “Tapi harganya kenapa sangat mahal?.” Tanya Reinar pada Lilia.


[Harga setara dengan fungsinya, tuan.]


Balas Lilia yang membuat Reinar hanya bisa menghela nafas panjang, dan dia mulai membagikan kristal komunikasi kepada semua orang tanpa terkecuali.


“Takai dan kau Matoi, antarkan dua kristal komunikasi ini ke kota Avalon, dan jika kalian bertemu dengan Lyon, suruh dia segera kembali ke kota Sky Dragon.” Kata Reinar menyerahkan dua kristal komunikasi untuk walikota kota Avalon dan putranya.


“Baik Tuan.” Jawab Takai dan Matoi.


“Kakek, dan Ibunda, aku berharap kalian segera bersiap, dan untuk kalian kelima pemimpin pelindung kota, aku ingin kalian mengumumkan hasil pertemuan ini ke seluruh penduduk kota besar Arkana, dan umumkan juga di semua kota yang merupakan bagian dari Kekaisaran Arkana....


Kalau mereka menolak bergabung dan melebur menjadi satu dengan Kekaisaran ku biarkan mereka menentukan masa depannya sendiri.” Kata Reinar tegas.


Kelima petinggi Kekaisaran yang Reinar tunjuk menjadi pemimpin pelindung kota mengangguk bersamaan.


“Takai dan Matoi, kalian kembalilah ke kota Touloun dan bawa prajurit kalian kembali ke kota Babylon.” Kata Reinar dan dia membuat portal yang langsung tertuju ke kota Touloun.


“Kalian kembalilah lebih dulu ke kota Sky Dragon, aku akan pergi kesana setelah Kakek dan Ibunda bersiap." Kata Reinar menatap Freya dan tiga wanita lainnya, sedangkan Serena dan Scarla, mereka berdua akan Reinar kirim langsung ke kota Babylon sesuai permintaan mereka.


“Baik, kami pergi duluan.” Jawab para wanita, dan mereka segera memasuki portal yang menuju ke kota Sky Dragon.


“Argust, kamu akan menemaniku di kota ini.” Kata Reinar.


“Baik tuan.” Balas Argust.


Di saat Reinar mengatur seluruh bawahannya. Kakek dan Ibundanya merasa takjub akan setiap keputusan yang Reinar ambil. Mereka merasa jika Reinar akan menjadi pemimpin besar di masa depan.


“Putraku benar-benar mewarisi semua yang di miliki Ayahnya.” Kata Ibu Reinar dalam hati.


“Kalian ambil juga bola kristal komunikasi ini dan gunakan alat komunikasi ini jika kalian atau kota ini dalam bahaya, dalam waktu singkat aku dan yang lainnya akan datang dan membantu kalian.” Kata Reinar.


Kelima orang yang tengah di tatap Reinar mengangguk, sebelum mereka pergi meninggalkan aula istana yang kini menjadi aula pertemuan kota Arkana.


Swusshh... Swusshh...


Dua sosok wanita muncul di aula pertemuan kota Arkana saat hanya tersisa Reinar, Argus, sera Kakek dan Ibu Reinar.


Dua wanita cantik bersamaan menatap Reinar, dan mereka mengabaikan orang lainnya.


“Kau lihat Ratu Vexia, dia adalah pria ku.” Kata wanita berambut kuning dengan mahkota indah yang terbuat dari rangkaian berbagai jenis bunga.


Reinar menatap dua wanita yang tiba-tiba datang, dan dia mengenali mereka semua.


Wanita yang baru berkata adalah Luna, sang Ratu roh, dan satu lagi wanita yang sedang menatap tajam kearahnya, Reinar mengenalnya sebagai Ratu Kekaisaran Demones, Ratu Vexia.


Biarpun mengenal mereka, tapi Reinar taj mengetahui tujuan mereka tiba-tiba datang ke tempatnya.


Luna tanpa mempedulikan tatapan kebingungan Kakek dan Ibu Reinar, dia begitu saja menghilang dan muncul di pangkuan Reinar dan membuat semua orang melotot saat melihatnya.


“Nah, aku sudah menunjukkan pria ku, sekarang giliran mu menunjukkan mana pria yang tidak bisa kamu lupakan.” Kata Luna yang tengah berada di pangkuan Reinar.


Vexia menunjuk Reinar. “Sekarang kau ada di pangkuan pria itu.” Balas Vexia sambil memanyunkan bibir mungilnya.


Luna kembali menghilang dan muncul di samping Vexia. Luna tersenyum melihat ekspresi lucu Vexia, dan dia mendorong Vexia mendekat kearah Reinar.


“Suamiku adalah pemilik wanita dari berbagai ras, aku akan lebih bahagia jika salah satunya adalah sahabatku.” Kata Luna tersenyum.


Kedua wanita itu terlihat asik sendiri, sedangkan yang lainnya justru sedang kebingungan, termasuk Reinar.


“Apa sebenarnya yang kalian lakukan di tempat ini?.” Tanya Reinar.


“Aku hanya ingin menemui pria ku, dan kebetulan sahabatku memiliki tujuan yang sama. Aku pun baru tahu jika dia menyukai pria yang sama dengan pria yang ditakdirkan untuk menjadi pendamping ku.” Balas Luna.


Reinar ternganga lebar mendengar balasan Luna, dia merasa salah dengar, tapi melihat ekspresi semua orang, Reinar jadi yakin jika dia tak salah dengar.


“Ternyata putraku begitu terkenal di kalangan para wanita cantik.” Kata Allea Ibunda Reinar berjalan mendekati putranya.


“Apa yang ibu katakan?. Aku saja baru mengenal dan baru satu kali bertemu dengan mereka berdua.” Kata Reinar tersenyum.


“Aawww....”


Reinar menjerit saat Ibu nya mencubit pinggangnya.


“Jangab terlalu memilih!. Ambil saja semuanya, dan beri Ibu banyak cucu....” Kata Ibu Reinar tersenyum, dan dia menghampiri Vexia dan Luna.


***


***Bersambung...***


Jangan lupa kasih like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊😊....