The World Emperor System

The World Emperor System
Kekacauan Di Benua Kage



Reinar dan Lilia muncul di sebuah padang rumput yang sangat luas yang berada di wilayah barat Benua Kage.


Belum sempat menikmati indahnya padang rumput, ratusan prajurit tiba-tiba datang dan melakukan pengepungan pada mereka berdua.


Dari ratusan prajurit, ada seorang pria penunggang kuda yang maju mendekat ke arah Reinar dan Lilia. Pria itu memegang tombaknya dan mengarahkannya pada Reinar.


Baru juga tombak di tangannya terangkat, dua sosok bayangan muncul dan membuat hancur tombak di tangan pria penunggang kuda.


“Lancang, berani sekali manusia rendahan seperti mu mengarahkan senjata kearah tuan ku!...” Kata salah satu dari dua bawahan Reinar yang memang bertugas menjaga tuannya.


Pria penunggang kuda terlihat marah, tetapi dia bukan tipe orang yang akan menyerang lawan tanpa tahu siapa yang akan menjadi lawannya.


Maksud dia mendatangi Reinar dan Lilia sambil menghunuskan tombak juga bukan karena dia ingin menyerang, itu dia lakukan karena saat ini Kekaisarannya sedang dalam situasi perang, dan tentunya dia akan bersikap waspada pada pendatang yang asing di matanya.


“Jenderal!...” Lima pria berkuda lainnya mendekat dengan maksud menyerang dua orang yang telah menghancurkan tombak milik orang yang mereka panggil Jenderal.


Tetapi kelima orang itu segera berhenti saat sosok orang yang mereka panggil Jenderal mengangkat tangannya.


“Tahan!...” Orang itu berteriak dan lima orang lainnya berhenti menuruti keinginannya.


Pria berkuda yang dipanggil Jenderal lalu turun dari kudanya dan berjalan mendekat kearah dua bawahan Reinar yang selalu bersikap waspada. “Tuan-tuan dan nona muda, aku Jenderal Heisuke Hanzo, pemimpin pasukan kelima Kekaisaran Azuma...” Hanzo mengenalkan dirinya dengan sangat sopan.


“Salam tuan Hanzo, aku Reinar dan dia Lilia, kami seorang petualang yang kebetulan melewati tempat ini. Sedangkan mereka berdua adalah pengawal pribadi milik kami...” Kata Reinar memperkenalkan dirinya beserta orang-orang yang bersamanya.


Hanzo sedikit tidak percaya kalau Reinar dan Lilia adalah seorang petualang. Petualang pada umumnya memilik perilaku buruk dan tidak memiliki perilaku sopan santun pada semua orang.


Sedangkan Reinar dan Lilia, mereka terlihat seperti seorang pangeran dan putri dari suatu Kekaisaran, dan lagi mereka memiliki tutur kata halus serta sopan selayaknya orang-orang yang tinggal di lingkungan Kekaisaran.


Ditambah dua pengawal yang kekuatannya tidak bisa dia ukur, Hanzo semakin yakin kalau Reinar dan Lilia bukanlah seorang petualang seperti yang mereka katakan.


“Tuan Hanzo, apa telah terjadi sesuatu pada Kekaisaran Azuma sampai membuat kalian begitu waspada?...” Kata Reinar yang bisa melihat kecemasan di wajah Hanzo.


Hanzo terkejut mendengar pertanyaan Reinar. Seharusnya seluruh orang di Benua Kage tahu jika telah terjadi peperangan besar di setiap tempat yang ada di Benua Kage, tetapi setelah mendengar pertanyaan dan melihat dengan teliti penampilan Reinar dan yang lainnya, Hanzo mempunyai kecurigaan lainnya.


“Tu...tuan, apa anda bukan orang asli penduduk Benua Kage?...” Kata Hanzo memberikan pertanyaan pada Reinar.


Reinar mengangguk. “Aku baru saja datang dari Benua Zhongjian, dan aku sama sekali tidak tahu apa yang tengah terjadi di Benua Kage...” Kata Reinar menjawab pertanyaan Hanzo.


Hanzo dan yang lainnya segera berlutut begitu mendengar jawaban Reinar. “Kami memberi hormat pada Penguasa!...”Kata Hanzo dan seluruh prajurit yang bersamanya.


Reinar kebingungan melihat apa yang dilakukan Hanzo, berbeda dengan Lilia yang justru senyum-senyum sendiri melihat ekspresi wajah Reinar yang terlihat imut saat kebingungan.


“Apa yang kalian lakukan?... Jenderal Hanzo bangunlah, dan kalian semua juga bangun!...” Kata Reinar tegas dengan sedikit aura yang merembes keluar dari tubuhnya.


Aura yang keluar dari tubuh Reinar membuat Hanzo dan prajurit nya segera bangun karena mereka tidak ingin membuat marah seorang Penguasa.


“Hah, apa kalian tahu tentang Kaisar di masa lalu yang berhasil menguasai dua Benua yang ada di dunia ini?...” Tanya Reinar tenang setelah Hanzo dan prajuritnya bangun, tetapi mereka masih menundukkan kepalanya.


Hanzo mengangguk. “Kaisar dua Benua sebenarnya bukan hanya menguasai dua Benua, tetapi sebenarnya seluruh benua di dunia ini adalah wilayah kekuasaannya, dan Yang Mulia Kaisar adalah pelindung dari dunia ini...


Kaisar dua Benua terlahir di Benua Nebula, tetapi tumbuh dan besar di Benua Zhongjian. Aura yang keluar dari tubuh tuan sama dengan aura yang dikeluarkan oleh Yang Mulia Kaisar dua Benua...” Kata Hanzo menjawab pertanyaan Reinar.


Lalu setelah menjawab Hanzo mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi setelah dunia yang dia tinggali kehilangan pelindungnya.


Hanzo mengatakan jika dirinya seorang kultivator dan dia dulu merupakan salah satu orang kepercayaan Kaisar Dua Benua. Umur panjang yang dimiliki Hanzo juga berasal dari teknik keabadian yang diajarkan oleh tuannya di masa lalu.


Asalkan tubuhnya masih utuh, dia tak akan pernah mati sampai kapanpun. Sedangkan untuk Kaisar dua Benua, kematiannya disebabkan oleh pengorbanan yang dia lakukan untuk melindungi seluruh dunia.


Pada akhirnya Kaisar dua Benua mengorbankan nyawanya untuk menyegel musuh sekaligus membuat dinding yang memisahkan seluruh benua, dan sampai sekarang musuh yang tidak bisa di kalahkan oleh Kaisar dua Benua masih hidup dan hanya tersegel di wilayah Benua Utara.


Reinar puas dengan cerita Hanzo, kini dia tahu sejarah lebih lengkap tentang dunia yang dia tempati, dan untuk musuh terkuat Kaisar dua Benua, mungkin makhluk itulah yang akan terakhir dia hadapi sebelum pergi ke alam immortal.


“Lalu, apa yang sekarang tengah terjadi dengan Benua Kage?... Aku merasa ada kekuatan aneh yang hampir menyelimuti seluruh wilayah Benua ini...”


“Semua kekacauan di Benua Kage bermula saat Kekaisaran Shin yang berada di wilayah tengah Benua menemukan sumber kekuatan yang dengan cepat mampu meningkatkan kekuatan mereka. Dengan kekuatan besar dan seorang Kaisar yang haus akan kekuasaan, Kekaisaran Shin mulai menyerang empat Kekaisaran lainnya...


Perang besar mulai pecah sekitar satu tahun yang lalu, dan setelah setahun berperang, empat Kekaisaran yang lain termasuk Kekaisaran Azuma telah kehilangan setengah wilayahnya yang kini dikuasai oleh Kekaisaran Shin...” Kata Hanzo menjawab pertanyaan Reinar sekaligus menjelaskan situasi Benua Kage.


“Jenderal Hanzo, kekuatan aneh seperti apa yang mereka temukan?...”


Hanzo sejenak mengingat pertempuran terakhirnya dengan pasukan Kekaisaran Shin, lalu dia menjawab pertanyaan Reinar. “Mereka memiliki aura layaknya seorang iblis yang sangat menjijikkan, dan mereka semua kebal terhadap segala jenis senjata tajam...”


Jawaban Hanzo mengingatkan pada aura menjijikkan yang dimiliki orang-orang dari Sekte Lembah Tengkorak dan organisasi Lembah Kematian.


“Tuan, aku tidak merasakan keberadaan makhluk dari Alam Immortal di Benua ini. Kemungkinan sumber kekuatan yang mereka temukan adalah artefak tingkat tinggi yang sengaja dilempar ke Benua ini oleh salah satu Iblis Penguasa di Alam immortal...” Kata Lilia dengan berbisik.


“Ternyata kedatanganku ke Benua Kage justru menambah tugas yang harus aku selesaikan...” Kata Reinar membatin sambil menatap langit yang mulai menggelap.


“Jenderal Hanzo, aku akan melakukan penyelidikan langsung ke wilayah Kekaisaran Shin, dan secepatnya aku akan membawa kabar baik untuk kalian...” Kata Reinar.


“Tu..tuan, masuk ke wilayah musuh akan sangat berbahaya. Setidaknya bawalah hamba dan kelima wakil hamba untuk menemani tuan...” Kata Hanzo memohon.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Kalian keluarlah!...” Kata Reinar.


Delapan bawahan yang berada di bayangannya keluar, dan kini jumlah mereka genap bersepuluh.


Reinar menyuruh mereka sedikit membocorkan aura kekuatan yang mereka miliki. Walau hanya sedikit aura mereka keluarkan, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat tubuh Hanzo dan seluruh bawahannya bergetar menahan aura yang menekan mereka.


“Kaisar Dewa awal, dan ada sepuluh...” Gumam Hanzo yang terkejut dengan sepuluh pengawal yang di miliki Reinar.


Dia ingat jika dulu hanya Kaisar dua Benua lah yang memiliki kekuatan di tingkat Kaisar Dewa, sedangkan pengawal terkuatnya hanyalah sepuluh ahli di tingkat Dewa Langit puncak.


“Keberadaan mereka sudah lebih dari cukup untuk mengawal ku, dan percayalah aku lebih kuat dari Kaisar terdahulu...” Kata Reinar.


“Jenderal Hanzo, lebih baik sekarang kamu memperkuat penjagaan di pos penjagaan yang kamu jaga...” Kata Reinar lalu dia pergi dengan menggandeng tangan Lilia, sementara itu sepuluh bawahannya mengikuti tepat di belakangnya.


Hanzo yang melihat Reinar telah menghilang dari pandangannya, dia segera melakukan apa yang diperintahkan Reinar.


“Kalian sudah mendengar apa yang di perintahkan oleh Penguasa, perketat penjagaan di setiap pos yang harus kita jaga, dan kalian berdua pergilah ke istana dan laporkan kedatangan Penguasa pada Yang Mulia Kaisar...” Kata Hanzo memberi perintah pada seluruh prajurit serta kedua wakilnya.


“Kalian bertiga akan ikut denganku menjaga pos utama!...”


Hanzo dan pasukannya membubarkan diri, mereka menuju ke tempat yang menjadi tujuan mereka.


Kedatangan Reinar membuat semangat mereka kembali berkobar setelah semangat itu sempat padam.


“Semoga Penguasa segera kembali dan membawa kabar baik untuk kita semua...” Kata Hanzo memacu kudanya ketempat pos utama yang harus dia jaga.


***


Bersambung...