The World Emperor System

The World Emperor System
Musnahnya Keluarga Zhou



“Nak, kau terlalu sombong dan sangat meremehkan yang tua ini.” Kata leluhur keluarga Zhou.


BOOMMM...


Aura seorang abadi bumi keluar dari tubuh leluhur tuan dan memberi tekanan pada seluruh orang yang ada di kediaman Zhou Ziang.


“Keponakanku, biarkan Paman yang melawannya, kalian cukup menonton. Kalau perlu siapkan juga cemilan untuk menikmati pertunjukkan yang akan aku berikan pada kalian.” Kata Ling Duan sambil mengeluarkan aura seorang abadi bumi yang sebanding dengan aura leluhur keluarga Zhou.


“Jangan membuatku kecewa dengan kekuatan mu, leluhur tua.” Kata Ling Duan menatap leluhur keluarga Zhou.


“Teknik tingkat tinggi, pukulan singa api.” Teriak leluhur keluarga Zhou melesat kearah Ling Duan.


“Semoga menarik.” Kata Reinar yang tahu jika Ling Duan menahan setengah dari kekuatannya.


Leluhur keluarga Zhou melesat dengan cepat, kecepatan seorang abadi bumi sangat sulit untuk diikuti mata, hanya dalam dua kedipan mata, dia telah sampai di hadapan Ling Duan dan langsung menyerangnya.


Ling Duan hanya menggeser tubuhnya dan membuat serangan leluhur keluarga Zhou hanya mengenai udara kosong yang membuatnya semakin kesal.


“Kau sebenarnya siapa?. Dan kenapa kau mengacau di tempat keluargaku.” Tanya leluhur keluarga Zhou yang merasa tak akan mampu melawan Ling Duan.


“Aku Ling Duan, tetua agung keluarga Ling, dan aku kesini hanya ingin menerima tantangan kepala keluarga Zhou yang berencana menyerang keluargaku, tapi aku kecewa, ternyata kekuatan keluarga Zhou tak sebesar kata-katanya. Kalian sangatlah lemah!.” Teriak Ling Duan menghina keluarga Zhou di depan leluhurnya.


“Pria tua, lebih baik kau mati!.”


Tanpa menunggu serangan selanjutnya dari leluhur keluarga Zhou, Ling Duan langsung memberikan serangan balasan yang tak dapat dihindari leluhur keluarga Zhou.


Tendangan, pukulan, keduanya silih berganti mengenai tubuh leluhur keluarga Zhou dan membuatnya tak berdaya di hadapan Ling Duan.


BOOMMM...


BOOMMM...


Tubuh leluhur keluarga Zhou melayang dan menghantam beberapa bangunan saat pukulan berlapis energi Qi yang Ling Duan keluarkan menghantam dada leluhur keluarga Zhou.


“Uhuk... Uhuk...” Leluhur keluarga Zhou menyemburkan darah dari mulutnya saat dia mencoba bangkit.


Dengan cepat dia meminum sebuah pil yang sedikit meringankan luka dalamnya.


“Sialan, dia jauh lebih kuat dariku meskipun berada di tingkat yang sama denganku.” Gumam leluhur keluarga Zhou sambil menyeka darah di mulutnya.


Di sisi lain Zhou Ziang sudah ketakutan melihat keganasan Ling Duan. “Ini tidak mungkin, bagaimana keluarga lemah itu memiliki orang-orang kuat seperti mereka?. Mata-mata yang aku tempatkan di Kekaisaran bahkan tak pernah menyinggung tentang sosok mereka.” Kata Zhou Ziang.


Bukan hanya Zhou Ziang, tapi Zhou Lian dan para tetua tinggi keluarga Zhou juga merasakan ketakutan seperti apa yang dirasakan Zhou Ziang.


“Apa ini yang dimaksud Qin Yu tentang jangan membuat masalah dengan keluarga Ling, karena kekuatan keluarga Ling tak seperti apa yang terlihat.” Batin Zhou Lian mengingat pesan teman baiknya yang berasal dari keluarga Qin, satu-satunya keluarga di Kekaisaran Ling yang memiliki hubungan baik dengan keluarga Ling karena Permaisuri Qin Xia merupakan putri dari kepala keluarga Qin.


Zhou Lian menyesal akan keegoisannya, dan dia sadar semua masalah yang menimpa keluarganya, bermula dari dirinya yang sangat menginginkan Ling Zhe untuk menjadi istrinya.


“Mari kita lanjutkan.” Teriak Ling Duan yang kembali menyerang leluhur keluarga Zhou.


Kali ini Ling Duan terus menyerang leluhur keluarga Zhou tanpa memberi jeda pada lawannya itu walau hanya satu kedipan mata. Ling Duan bahkan menahan tubuh leluhur keluarga Zhou saat tubuh orang tua itu terpental karena pukulannya.


BOOMMM...


Tubuh leluhur keluarga Zhou yang tak berdaya jatuh melesat dari ketinggian dan menghantam tanah.


“Tubuhmu kuat juga, bagaimana kalau aku menggunakan senjata, dan lebih baik kau juga mengeluarkan senjata mu.” Kata Ling Duan lalu dia mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya.


Leluhur keluarga Zhou juga mengeluarkan sebuah pedang, tapi terlihat jika dia tak lagi punya semangat untuk mencoba mengalahkan Ling Duan.


“Pedang yang sangat kuat, tapi itu tidak cocok berada di tanganmu, lebih baik pedang itu menjadi milikku.” Kata Ling Duan menginginkan pedang yang ada di tangan leluhur keluarga Zhou.


“Harta keluarga Ling akan selamanya menjadi milik keluarga Ling.” Kata Ling Duan dengan menggerakkan pedang di genggaman tangannya untuk menyerang leluhur keluarga Zhou.


Sringg...


Sringg...


BOOMMM...


“Arrggghhh....” teriakan leluhur keluarga Zhou terdengar saat Ling Duan memotong tangannya yang menggenggam sebuah pedang.


“Pedang ini aku ambil kembali.” Kata Ling Duan sambil menatap leluhur keluarga Zhou yang penampilannya sangat menyedihkan.


“Kalian....” Ling Duan melihat sembilan tetua keluarga Ling yang mengikutinya. “Bereskan sisanya.” Kata Ling Duan sambil tersenyum.


Sembilan tetua keluarga Ling bergerak dan mulai memburu seluruh anggota keluarga Zhou. Pria, wanita, tua, maupun anak-anak, mereka tak luput dari pemusnahan total yang dilakukan keluarga Ling pada keluarga Zhou.


“Menyisakan seorang dari keluarga kalian hanya akan menjadi duri kecil dalam daging. Duri kecil itu memang awalnya tak berasa, tapi kalau dibiarkan, duri itu bisa membunuh secara diam-diam.” Kata Ling Duan.


Reinar dan dua orang yang bersamanya benar-benar hanya menjadi penonton, mereka tak ikut membantai keluarga Zhou, tapi mereka menikmati apa yang mereka lihat.


“Argghhh....” Teriakan demi teriakan terdengar dari anggota keluarga Zhou yang diburu oleh sembilan tetua keluarga Ling.


Untuk anggota keluarga Zhou yang berada di luar kediaman Zhou Ziang, mereka telah di amankan oleh pasukan keluarga Ling, dan satu persatu dari mereka diberikan kematian cepat dengan cara hukum penggal.


Zhou Ziang dan Zhou Lian yang mencoba kabur, mereka tetap tertangkap dan menerima hukuman sederhana dari tetua kedua keluarga Ling.


Ledakan dan jeritan, kedua suara itu bagai lagu kematian yang sedang dinyanyikan oleh orang-orang yang berasal dari keluarga Ling untuk musuh mereka yang tak lain adalah seluruh orang di keluarga Zhou, dan malam itu keluarga Zhou dibantai dengan kejam tanpa ada satupun dari mereka yang dibiarkan selamat.


“Inilah akhir dari keluargamu, dan selamat berkumpul dengan keluargamu di alam kematian.” Kata Ling Duan sebelum dia mengakhiri hidup leluhur keluarga Zhou dengan menusuk jantungnya.


Menjelang matahari terbit, keluarga Zhou telah sepenuhnya musnah bersamaan dengan kediaman keluarga Zhou yang sudah dibakar bersama dengan tubuh tak bernyawa penghuninya.


Di atas kediaman keluarga Zhou yang tak lagi pantas di sebut sebagai kediaman, Reinar, Ling Duan, Ling Feng dan Ling Zhe, mereka sedikit menundukkan kepalanya untuk menghormati kebaikan keluarga Zhou yang dulu pernah berjasa pada Kekaisaran.


“Kalau mereka bereinkarnasi, semoga mereka menjadi orang yang lebih baik.” Batin Reinar yang.


Selesai berdoa, Ling Duan mengajak mereka kembali ke istana Kekaisaran Ling untuk memberi kejutan pada Ling Mou. Ling Feng adalah teman baik Ling Mou, saat Ling Feng dan Ling Yue menghilang, dia rela mengelilingi Benua Zhongjian untuk menemukan mereka, tapi pencariannya tak pernah mendapatkan hasil sampai akhirnya dia berhenti melakukan pencarian saat diangkat menjadi Kaisar di Kekaisaran Ling.


“Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi anak bodoh itu saat bertemu denganmu.” Kata Ling Duan menatap Ling Feng.


Ling Feng tersenyum karena dia tahu siapa orang yang dimaksud anak bodoh oleh Ling Duan.


***


Kota Bunga Api.


“Malam ini menjadi akhir dari keluarga Zhou, dan akhirnya kita bisa terbebas dari keluarga bermuka dua seperti mereka.” Kata penduduk kota Bunga Api.


“Sepertinya mereka telah menyinggung orang yang salah, dan aku berharap orang-orang itu tak mengacau Kekaisaran Ling kita.” Kata penduduk yang lainnya.


Seluruh penduduk kota melihat kobaran api yang membakar habis kediaman keluarga Zhou.


Tidak ada yang menangisi musnahnya keluarga Zhou, yang ada justru tawa bahagia penduduk kota Bunga Api yang kini terbebas dari keluarga lenguasa yang selama ini selalu menindas mereka.


“Kadang membunuh beberapa orang akan mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang lainnya.” Gumam Reinar melihat lenduduk kota Bunga Api saat dia terbang mengikuti Ling Duan.


***


Bersambung...