
Hari, minggu, bulan, serta tahun terus berlalu, dan selama itu juga Reinar telah menyelesaikan seluruh permasalahan di Dunia Immortal. Kini seluruh orang tahu kenyataan tentang dirinya yang merupakan Penguasaan Dunia, dan dalam waktu singkat dia berhasil membuat Kerajaan Yang menjadi sebuah Kekaisaran terkuat dan terbesar di seluruh Dunia Immortal.
Kekuatan besar Benua Timur yang pada awalnya diperkirakan akan menuntut balas akan kematian Kaisar Xiao Luo, mereka tidak pernah menuntut balas. Kekuatan besar Benua Timur justru mengirimkan perwakilannya untuk mengucapkan terimakasih kepada Reinar karena dia telah memusnahkan sosok yang selama ini membuat sengsara kehidupan banyak orang di Benua Timur.
Putra dan putri Reinar juga telah tumbuh menjadi sosok yang selalu membuat kagum banyak orang, bahkan Reon sang putra tertua telah ditunjuk Reinar sebagai Kaisar baru Kekaisaran Yang, menggantikan dirinya yang kini hanya berfokus pada tugasnya sebagai Penguasa Dunia Immortal.
Bukan hanya Reon, tetapi putra dan putrinya yang lain juga telah dia beri tanggung jawab yang sama beratnya denga tanggung jawab yang diemban oleh Reon. Dan kini mereka lah yang akan menjadi pilar utama kekuatan Kekaisaran Yang.
Sekalipun usia mereka belum genap menginjak usia tujuh belas tahun, tetapi berkat pelatihan keras yang diberikan oleh Reinar dan para ibu mereka, semua putra dan putri Reinar mereka telah menjadi sosok yang sangat dikagumi atas prestasinya, sekaligus mereka juga sangat ditakuti karena kekuatannya.
°°°
Berdiam diri di dalam ruang kerjanya, Reinar tengah disibukkan dengan banyaknya laporan yang diberikan oleh para Jenderalnya. Sekalipun banyak laporan yang diberikan kepadanya, tak ada satupun laporan yang melaporkan tentang permasalahan yang mengharuskan dirinya turun tangan menyelesaikan permasalahan itu.
“Akhirnya Dunia ini menjadi jauh lebih baik dari belasan tahun yang lalu. Kejahatan adalah bagian dari kehidupan, sekalipun kejahatan di dunia ini masih ada, tetapi kini mereka sangat mudah di musnahkan oleh orang-orang yang memang harus memusnahkan keberadaan kejahatan di dunia ini....” Gumam lirih Reinar setelah dia selesai melihat seluruh laporan yang diberikan kepadanya.
Kalau memang Dunia Immortal telah menjadi tempat yang damai, bukannya saat ini adalah waktu yang tepat untuknya memulai perjalanan menuju Dunia Surgawi?....
Dia sudah terlalu lama bersantai, dan selama itu juga hanya terjadi sedikit peningkatan pada kekuatannya, bahkan kini kekuatannya hanya berada di tingkat yang sama dengan para istrinya. Energi yang ada di Dunia Immortal sudah tak terlalu banyak membantunya dalam meningkatkan kekuatan, dan karena itulah dia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bersantai sambil menyelesaikan permasalahan Dunia Immortal.
Karena Dunia Immortal tak lagi memberi banyak manfaat untuknya, dia yakin kalau saat inilah waktu yang tepat untuknya menyeberang ke Dunia Surgawi, dunia dimana dia bisa kembali memulai kerja kerasnya untuk meningkatkan kekuatannya yang susah cukup lama tersendat.
Lagipula sudah tidak ada yang perlu dia lekukan di Dunia Immortal, dan lagi putra tertuanya juga telah siap untuk menggantikan posisinya sebagai Penguasa Dunia Immortal.
“Kalau begitu, aku akan segera mempersiapkan diri untuk pergi ke Dunia Surgawi....” Kata Reinar setelah dia yakin kalau tak lagi ada masalah serius di Dunia Immortal.
°°°
Hari telah berganti, pagi ini setelah menikmati sarapan pagi bersama, Reinar mengatakan kepada putra dan putrinya kalau dirinya akan pergi meninggalkan Dunia Immortal, dan Dunia Surgawi lah yang menjadi tujuannya. Tentunya dia akan pergi bersama seluruh istrinya, Ibu, dan juga kakeknya. Walaupun berat, putra dan putrinya harus merelakan kepergian Ayah dan Ibu mereka, dan lagi di masa depan mereka juga bisa menyusul pergi ke Dunia Surgawi.
Reinar juga memberitahukan tentang Reon yang akan menggantikan dirinya sebagai Penguasa baru Dunia Immortal, dan untuk siapa yang akan menggantikan posisi Kaisar di Kekaisaran Yang, Reinar mempercayakan itu semua kepada Reon.
Awalnya Reon menolak keinginan Ayahnya, namun setelah dia tahu alasan Ayahnya menunjuk dirinya sebagai penerusnya, Reon hanya bisa menghela nafas, dan pada akhirnya dia hanya bisa pasrah dan melakukan apa yang menjadi keinginan Ayahnya.
“Ingat, lima tahun yang lalu hanya kamu yang diakui oleh kursi singgasana Penguasa Dunia Immortal, dan itu menunjukkan kalau hanya kamu lah yang berhak menggantikan posisi Ayah....” Kata Reinar yang membuat Reon menyakinkan dirinya untuk menjadi seorang Penguasa baru Dunia Immortal.
°°°
Hari ini Dunia Immortal kembali memiliki seorang Penguasa baru, yang artinya Dunia Immortal harus kehilangan seorang Penguasa yang telah memberikan perubahan besar-besaran kepada Dunia Immortal yang telah lama berada di dalam masa kekacauan.
Setelah pengangkatan Reon sebagai Penguasa baru Dunia Immortal dan Ling Xiang sebagai Kaisar baru Kekaisaran Yang, Reinar beserta para istri, Ibu, dan Kakeknya, mereka bersiap meninggalkan Dunia Immortal. Dari kesebelas istrinya, hanya Freya lah yang akan menemani Reinar, sedangkan yang lainnya, mereka lebih memilih tinggal di dimensi cincin bersama Ibu dan Kakek Reinar.
Sesaat setelah meninggalkan Istana Kekaisaran Yang, Reinar sedikit melebarkan kedua matanya saat melihat sosok Ma Huang, leluhur keluarga Ma yang telah lama mengasingkan diri setelah runtuhnya Kekaisaran Dong Ma. “Apa yang membawa Kakek Leluhur jauh-jauh datang menemuiku?....” Tanyanya.
Ma Huang berlutut di hadapan Reinar setelah dia berada tepat berada di hadapannya. “Tuan, apa yang tua ini dapat meminta izin untuk pergi mengikuti kemana pun tuan pergi?.... Dunia ini sudah tak lagi memerlukan keberadaan orang tua ini, karena itu yang tua ini meminta izin untuk pergi mengikuti tuan!....”
Reinar dapat melihat ketulusan dari apa yang dikatakan oleh Ma Huang, dan dia merasa kalau Ma Huang cocok untuk menjadi teman Kakeknya. “Hah, baiklah-baiklah, Kakek Leluhur bisa ikut denganku, dan lagi aku merasa Kakek Leluhur akan menjadi teman yang tepat untuk Kakekku....” Ujar Reinar lalu dia mengirim Ma Huang menuju ke tempat Kakek nya, di saat itu juga dia mengirimkan pesan kepada Kakek nya tentang kedatangan Ma Huang.
Tak ada lagi yang menghambat perjalanan Reinar setelah Ma Huang yang telah dia kirim ke tempat Kakek nya.
Meninggalkan Istana Kekaisaran Yang, Reinar mengajar Freya menuju tempat yang mana ditempat itu terdapat sebuah gerbang yang menghubungkan Dunia Immortal dan Dunia Surgawi.
Bagaimana Reinar tahu akan keberadaan tempat itu?.... Dia tahu keberadaan tempat itu tentunya dari Lilia, dan dari Lilia juga dia tahu kalau dia belum bisa menggunakan teknik teleportasinya untuk pergi ke Dunia Surgawi karena dia belum memiliki hubungan dengan Dunia Surgawi, sekalipun dia adalah pemilik takdir Penguasa Galaksi.
Sepanjang perjalanan, Reinar sesekali melihat kearah Freya yang memakai pakaian cukup terbuka, namun dia menggunakan sebuah jubah panjang untuk menyamarkan bentuk tubuhnya yang selalu membuat Reinar ingin menerkam nya.
Reinar menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia berkata lirih. “Aku tak akan membiarkan tubuh indah itu di lihat dan dinikmati oleh mata pria lain!....”
“Karena aku tahu tempat yang kita tuju, lebih baik aku menggunakan teknik teleportasi untuk mempercepat perjalanan kita ke tempat itu, bagaimanapun juga kita harus segera sampai di Dunia Surgawi....” Kata Reinar.
Freya menganggukkan kepalanya, lalu dia memeluk lengan Reinar. “Kita memang harus secepatnya sampai di Dunia Surgawi dan meningkatkan kekuatan kita....”
Senyum lembut Reinar terlihat di wajahnya sebagai balasan dari perkataan Reinar, lalu dengan sebuah lambaian tangan, dia membuat gerbang teleportasi yang akan langsung membawanya ke tempat yang menjadi tujuannya.
Reinar dan Freya yang baru keluar dari gerbang teleportasi dan ingin masuk ke sebuah bangunan yang menjadi tujuan mereka, seketika keduanya menghentikan langkah kaki saat mendengar suara seseorang.
“Makhluk rendahan seperti kalian dilarah memasuki bangunan itu!....”
Lima sosok berjubah putih muncul dan menghadang perjalanan Reinar dan Freya. Dengan aura yang sangat mendominasi, kelima sosok itu mencoba menguasir Reinar dan Freya dari bangunan yang akan mereka tuju, namun sayangnya mereka berlima telah berhadapan dengan sosok yang tak seharusnya mereka ganggu.
Reinar dengan tenang berdiri menatap lima sosok berjubah putih yang berdiri tepat di hadapannya. “Siapa yang kalian maksud dengan makhluk rendahan?....” Tanya sinis Reinar kepada para sosok berjubah putih.
“Cih, karena hari ini kami sedang baik, kami akan menjawab pertanyaan mu....” Salah satu sosok berjubah putih menjawab pertanyaan Reinar. “Kami adalah lima sosok suci yang menjaga gerbang menuju Dunia Surgawi, dan tentunya makhluk rendahan seperti kalian tak akan kami izinkan untuk memasuki tempat yang kami jaga!....”
Reinar merasa ada yang janggal dengan jawaban yang diberikan kepadanya. Dari informasi Lilia, tak ada sosok yang menjaga gerbang menuju Dunia Surgawi, lalu siapa lima sosok berjubah putih yang mengaku sebagai sosok penjaga gerbang menuju Dunia Surgawi?....
“Tuan, mereka hanyalah ahli tua yang ingin menghalangi orang-orang dari Dunia Immortal yang ingin pergi ke Dunia Surgawi. Dan selama ini orang-orang inilah yang menyebabkan banyaknya orang yang mengurungkan niatnya untuk bepergian ke Dunia Surgawi....” Kata Lilia di pikiran Reinar.
Reinar tersenyum setelah dia mendengar perkataan Lilia. “Kalau kami makhluk rendahan, lalu apa nama yang tepat untuk menjuluki para penipu seperti kalian?....”
Kelima sosok berjubah putih mengeram geram begitu mendengar apa yang menjadi pertanyaan Reinar. Mereka tidak menyangka kalau ada orang yang dengan mudah mampu mengungkap identitas asli mereka.
Selama ini tak ada yang mampu mengungkap identitas asli mereka. Kebanyakan orang-orang yang mereka hadang, biasanya mereka memutuskan untuk pergi dan mengurungkan niat mereka untuk pergi ke Dunia Surgawi. Kalaupun orang-orang itu memaksa memasuki gerbang yang akan membawa mereka ke Dunia Surgawi, mereka harus membayar kelima sosok berjubah putih dengan harta berharga mereka, bahkan tak jarang para ahli wanita yang ingin pergi ke Dunia Surgawi harus melayani ***** bejat mereka berlima sebelum mendapatkan izin untuk pergi ke Dunia Surgawi.
Mereka berlima mencoba melayangkan serangan secara bersamaan kearah Reinar dan Freya, namun belum juga berhasil melakukan sebuah serangan, mereka berlima begitu saja terpental mundur puluhan meter saat sosok pria di hadapan mereka melambaikan tangannya.
Seumur hidup mereka, baru kali ini ada yang berhasil menyerang mereka berlima, bahkan serangan itu hanyalah sebuah serangan lambaian tangan.
Melihat sebuah kenyataan kalau mereka berlima berhasil dipukul mundur hanya dengan sebuah lambaian tangan, membuat mereka yakin kalau dua sosok di hadapan mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang mereka miliki. “Sial!.... Lebih baik kita pergi dari tempat ini....” Ujar salah satu sosok berjubah putih.
SWUSSHH....
Sosok Reinar tiba-tiba muncul di hadapan mereka. “Aku tak menginkan kalian pergi dari tempat ini, tetapi aku mengizinkan kalian pergi menuju alam kematian!....”
BOOMM... BOOMM... BOOMM... BOOMM...
Kelima sosok dirubah menjadi kabur darah oleh Reinar, setelah kekuatan mereka diserap habis oleh Reinar.
Di tempatnya berdiri, Freya bergumam lirih saat melihat apa yang tengah dilakukan oleh suaminya. “Entah kenapa kekejamannya justru membuatku semakin tidak ingin berjauhan darinya?.....”
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....
Novel ini tinggal menyisakan satu part yang akan up di sore hari ini, dan novel ini akan berlanjut di novel baru, jadi jangan lupa untuk tetap mendukung author....
Novel baru akan up dua hari lagi.....