
Setelah Reinar menuntaskan pertarungannya dengan Qinyu, dia segera membeli tiga pakaian baru dari toko sistem untuk dia berikan pada Qinyu dan dua orang wanita yang masih belum membuka matanya. Pakaian Qinyu sendiri rusak saat Reinar mengoyak dan menikmati apa yang ada di balik pakaian yang digunakan Qinyu.
Sebelum Reinar pergi meninggalkan tempat pertarungannya dengan Qinyu, sebuah tangan dengan cepat menahannya untuk tetap diam di tempatnya. “Tunggu di sini, dan kamu baru boleh keluar setelah aku panggil!...” Kata Qinyu tegas dengan mata melotot menatap Reinar.
Mendengar itu Reinar hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menuruti keinginan Qinyu, tetapi diam-diam Reinar melirik kearah yang dituju Qinyu. Reinar baru benar-benar diam di tempatnya dan tidak melirik ke arah lain saat Qinyu mengetahui apa yang tengah dilakukannya.
Di tempat Qinyu, dia segera memakaikan pakaian yang dibawanya kepada dua wanita yang masih pingsan sambil mengawasi Reinar. Selesai memakaikan pakaian pada mereka berdua, barulah dia memanggil Reinar. “Keluarlah, aku sudah selesai memakaikan pakaian pada mereka!...” Teriak Qinyu memanggil Reinar.
Reinar yang mendengar teriakan Qinyu segera pergi menghampirinya. Saat sudah berada di dekat Qinyu, dia dapat melihat tubuh dua wanita yang sudah tertutup dengan pakaian lengkap. Reinar bernafas lega melihat mereka sudah berpakaian, kalau saja masih sama seperti tadi, kemungkinan dia akan menyeret Qinyu untuk memulai ronde kedua.
Banyak pertanyaan yang ingin Reinar tanyakan pada dua wanita Ras Malaikat yang masih belum sadar dari pingsannya. Reinar juga sangat penasaran dengan mereka berdua yang tidak memilih kabur saat bertarung dengan enam pria dari Ras Iblis.
Beberapa saat menunggu, Reinar dan Qinyu melihat tubuh mereka mulai bergerak dan tak lama mereka berdua mulai kembali membuka matanya.
Seorang pria dan seorang wanita yang ada di depan mereka menjadi hal pertama yang mereka lihat setelah tersadar dari pingsannya. Mereka merasa ada yang aneh dari dua sosok yang tengah menatap mereka, tetapi seketika mereka menjadi panik saat teringat kejadian di detik-detik terakhir sebelum mereka pingsan.
Berbagai pikiran buruk segera menghantui mereka, apalagi setelah mereka melihat pakaian baru yang mereka gunakan, dan pakaian lama mereka yang tergeletak sembarangan tak jauh dari tempat mereka saat ini berada. Melihat semua itu mereka merasa kalau kehidupan mereka telah berakhir, dan mereka sendiri merasa jijik pada tubuh yang mereka miliki karena mereka mengira para iblis telah menodai tubuh mereka.
Reinar dan Qinyu merasa tak tega membiarkan mereka bersedih tanpa tahu kejadian yang sesungguhnya. Karena itu, Reinar mulai menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi pada mereka. “Tenanglah, para Iblis itu telah aku bunuh sebelum mereka berhasil menyentuh tubuh kalian...” Kata Reinar menjelaskan.
“Dan untuk pakaian kalian, akulah yang memakaikannya...” Imbuh Qinyu sambil tersenyum.
Mereka berdua seketika merasa lega dan merasa beruntung karena bertemu dua orang yang memperlakukan mereka dengan sangat baik. “Ehm itu, apa tuan sebelumnya sempat melihat tubuh kami yang tanpa tertutup pakaian?...” Tanya salah satu wanita.
Reinar menganggukkan kepalanya dengan sedikit kaku. “Bukannya aku sengaja saat melihatnya, tetapi aku melihat itu saat menoleh kearah kalian setelah aku berhasil membunuh enam Iblis yang menjadi lawan kalian...” Kata Reinar menjawab yang ditujukan kepadanya.
Keduanya mengangguk dan tak ingin membahas lebih lanjut, karena mereka masih merasa malu setelah tahu ada seorang pria yang telah melihat tubuh mereka yang tengah tidak menggunakan pakaian.
°°°
Hutan yang saat ini Reinar tempati berjarak cukup jauh dari Kota Sungai Bambu yang beberapa saat yang lalu sempat disinggahi olehnya. Reinar sendiri masih bersama Qinyu, tetapi ada Jasmin dan Rose yang saat ini ikut menemani perjalanannya.
Mereka berdua telah bersumpah akan menjadi pelayan Qinyu, dan akhirnya mereka juga menjelaskan kenapa mereka tidak langsung melarikan diri saat berurusan dengan enam iblis yang menghadang mereka.
Mereka sudah dalam kondisi kelelahan saat bertemu dengan enam Iblis yang menghadang perjalanan mereka. Sebelum bertemu dengan para Iblis, mereka sebelumnya sudah mati-matian melarikan diri dari kejaran orang-orang Sekte Gagak Perak yang ingin menangkap mereka.
Huang Dan sebagai Tetua Agung Sekte Gagak Perak menginginkan mereka berdua untuk menjadi istrinya. Bukan sekedar istri yang hanya bertugas melayani keinginan suami, tetapi Huang Dan ingin mereka menjadi istri yang melahirkan banyak keturunan untuknya, dan tubub mereka juga akan bebas dinikmati oleh siapapun asalkan orang-orang itu memiliki kekuatan yang setara dengan Huang Dan.
Jasmin dan Rose adalah Ras Malaikat, walaupun kekuatan mereka lemah karena jarang berlatih, mereka tetaplah ras yang jauh lebih baik dari Ras Manusi, dan karena itu juga Huang Dan mengincar mereka. Memiliki keturunan dari Ras Malaikat diyakininya akan meningkatkan kekuatan keluarganya.
Saat ini mereka berhasil melarikan diri dari Huang Dong dan orang-orangnya, tetapi mereka bingung ingin meminta perlindungan kepada siapa. Kembali ke Kekaisaran Ras Malaikat tidak mungkin bisa mereka lakukan karena keluarga mereka sendiri sudah membuang mereka, dan juga kekuatan mereka yang hanyalah seorang ahli di tingkat Dewa Bumi menengah, akan membuat mereka langsung di tendang keluar dari wilayah Ras Malaikat.
Wilayah Ras Malaikat hanya bisa dihuni oleh mereka yang memiliki kekuatan di tingkat Dewa Langit ke atas, dan setiap anak yang lahir setidaknya harus mencapai tingkatan itu sebelum usia mereka menginjak 17 tahun.
Setelah melewati usia 17 tahun dan belum mencapai tingkat Dewa Langit, maka mereka akan terusir dari wilayah Ras Malaikat, dan mereka diizinkan untuk kembali saat mereka telah mencapai tingkat Dewa Langit puncak.
Banyak generasi muda yang terusir dari wilayah Ras Malaikat, tetapi hanya sedikit yang bisa kembali, itupun butuh waktu puluhan tahun untuk mereka dinyatakan layak menjadi penghuni di wilayah kekuasaan Ras Malaikat.
Mereka berdua terus menceritakan perjalanan hidup mereka sampai akhirnya harus berurusan dengan Huang Dan. Tanpa sengaja Huang Dan menemukan keberadaan mereka di tempat yang selama ini mereka jadikan sebagai tempat persembunyian, dan sejak hari itu mereka menjadi buronan Huang Dan beserta orang-orangnya.
“Aku punya firasat kalau orang yang kalian maksud cepat atau lambat pasti akan menemukan keberadaan kita, karena itu lebih baik kita mencari tempat persembunyian yang aman, dan secepatnya kita harus meningkatkan kekuatan...” Kata Reinar.
“Tuan, sebenarnya kami tahu tempat yang aman untuk bersembunyi dan di tempat itu kits juga dapat meningkatkan kekuatan. Tetapi tempat itu sangat berbahaya, setidaknya kita butuh dua orang ahli di tingkat Kaisar Dewa untuk menjadi jaminan keamanan kita di tempat itu...” Ujar Jasmin.
“Dengan menjadi pelayan Istriku, aku akan menjamin keselamatan kalian. Katakan saja tempat apa yang kalian maksud dan kita akan langsung pergi ke tempat itu. Jujur saja saat ini kekuatanku telah berada di tingkat Kaisar Dewa puncak...” Kata Reinar lalu sedikit dia mengeluarkan aura kekuatannya.
“Huta yang sangat sempurna untuk meningkatkan kekuatan kita. Dengan berburu di tempat itu mungkin aku bisa meningkatkan kekuatan ke tingkat Dewa Penguasa. Bahkan kalau aku memiliki cukup banyak keberuntungan, mungkin aku dapat meningkatkan kekuatan sampai ke tingkat puncak Dewa Penguasa...”
Jasmin kemudian bergantian dengan Rose untuk menjelaskan di mana lokasi Hutan Roh. Hutan Roh tak terlalu jauh dari tempat mereka berada, setidaknya butuh 1 hari perjalanan kalau mereka terbang tanpa henti. Rose dan Jasmin sudah pernah mendatangi Hutan Roh, karena itu mereka tahu dimana letak hutan itu.
Mendengar Rose mengatakan kalau dirinya dan Jasmin pernah pergi ke Hutan Roh, Reinar bermaksud menggunakan teknik teleportasi nya untuk pergi langsung ke Hutan Roh. Dengan meminta sedikit ingatan Rose tentang Hutan Roh, dirinya akan dengan mudah membawa mereka langsung menuju tempat yang ingin mereka tuju.
Saat Reinar akan menggunakan teknik teleportasi nya, tiba-tiba tujuh orang berjubah datang menyergap mereka. Dengan lambang Gagak Perak yang tercetak jelas di jubah mereka, Reinar tahu kalau mereka adalah orang-orang dari Sekte Gagak Perak.
Tujuan orang-orang dari Sekte Gagak Perak adalah Jasmin dan Rose, itu terbukti dengan mereka yang langsung mencoba menangkap Jasmine yang berada di posisi paling dekat dengan mereka.
Namun kekecewaan harus dirasakan oleh orang-orang Sekte Gagak Perak saat orang yang mereka incar tiba-tiba menghilang bersama dua orang yang bersama mereka. “Kami akan segera kembali!... Tetapi perlu kalian tahu, saat kami kembali itu akan menjadi akhir dari kalian!...” Kata Reinar sebelum dia menghilang dari tempatnya berdiri.
Hanya dalam satu kedipan mata mereka telah kehilangan target yang menjadi incaran mereka, tetapi pesan dari pemuda yang kekuatannya sangat misterius, cukup membuat tubuh mereka merinding.
“Kita akan melaporkan semuanya pada Tetua Agung, hanya Tetua Agung yang bisa menentukan apa yang kedepannya akan kita lakukan, dan soal ancaman itu, sepertinya kita juga perlu melaporkannya...” Kata pemimpin kelompok kultivator yang merupakan murid Sekte Gagak Perak.
Tak ada yang membalas perkataan pemimpin mereka. Semua orang mengangguk dan mengikuti apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka.
°°°
Saat Reinar, Qinyu dan dua pelayan mereka sampai di wilayah pinggiran Hutan Roh, mereka dapat merasakan aura menakutkan dari dalam hutan yang terlihat begitu tenang.
Melihat begitu tenangnya keadaan Hutan Roh, Reinar yakin kalau hutan yang akan dia masuki cukup berbahaya. Dia dan yang lainnya akan celaka kalau tidak berhati-hati dan menganggap remeh hutan yang akan mereka masuki.
Sementara itu, tak jauh dari tempat Reinar ada dua wanita berpakaian merah tengah mengawasi keberadaan Reinar. Mereka dapat menyembunyikan kekuatan mereka dengan baik, tetapi tetap saja Lilia dapat mengetahui keberadaan mereka, tetapi dia tidak memberitahukannya pada Reinar.
“Entah kenapa aku selalu senang saat melihat tuan tersiksa karena kenikmatan yang di berikan banyak wanita...” Kata Lilia yang tentunya tidak dapat didengar oleh Reinar.
Yang Zi dan Yang Mi, dua wanita berpakaian merah masih terus mengawasi pergerakan Reinar dari tempat yang lumayan jauh. “Kakak Zi, aku merasakan aura pemuda itu sama dengan aura yang dimiliki oleh Patriak Yang Yifei, bahkan sorot matanya sama tajamnya dengan sorot mata Patriak...” Kata Yang Mi yang memiliki rasa kepekaan cukup tinggi terhadap aura seseorang.
Mendengar itu Yang Zi menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan adiknya. Walaupun tingkat kepekaannya tak sebanding dengan Yang Mi, tetapi Yang Zi dapat melihat banyak persamaan dari wajah yang dimiliki Reinar dengan orang yang mereka panggil Patriak.
Reinar sejenak terdiam saat dia merasakan ada beberapa sosok yang tengah mengawasi gerak-gerik nya. Dia mengawasi sekitarnya, tetapi dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Walaupun tidak menemukan apa yang dia cari, Reinar tetap bersikap waspada karena perasaannya selama ini tidak pernah salah.
Qinyu kembali memeluk lengan Reinar saat dia melihat wajah suaminya yang terlihat seperti orang yang tengah gelisah memikirkan sesuatu. “Tenang saja, aku akan selalu ada di samping mu apapun yang terjadi...” Kata Qinyu.
Wajah Reinar kembali terlihat tenang setelah mendengar apa yang dikatakan Qinyu. Ketika menoleh dan melihat wajah Qinyu, dia semakin merasa tenang karena saat dia melihat ke arah Qinyu, dia dapat melihat senyum Qinyu yang selalu bisa membuatnya merasa tenang. “Terimakasih...” Kata Reinar lalu dia mencium kening Qinyu.
Wajah Jasmin dan Rose memerah saat melihat kemesraan dua orang yang ada di depan mereka. Mereka saling melirik dan setelahnya tersenyum setelah melihat tingkah kedua tuan mereka.
Reinar mengajak semua orang memasuki wilayah Hutan Roh dengan dirinya berada di bagian depan memimpin kelompok kecilnya. Tepat di belakang Reinar ada tiga wanita yang berjalan sejajar dengan Qinyu diapit oleh Jasmin dan Rose.
Hutan yang tenang dan sedikit gelap karena rimbunnya pohon, segera menyambut kedatangan Reinar dan tiga wanita yang mengikutinya. Namun ketenangan bisa saja menjadi tanda akan datangnya mara bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang.
Reinar dan Qinyu merasakan ada beberapa makhluk hidup yang berjalan mendekat kearah mereka. Keduanya segera meningkatkan kewaspadaan yang mereka miliki, sementara itu Jasmin dan Rose telah bersiap sebagai kekuatan pendukung.
Reinar melihat arah dimana pepohonan bergerak-gerak lalu dia tersenyum. “Kalian datang untuk memangsa kami, tetapi sayangnya kami datang justru untuk memburu kalian!...”
°°°
Jangan lupa memberikan like dan komentarnya 😊😊😊....