
“Yang mulia, seluruh prajurit yang berasal dari keluarga Zhou telah mendapatkan hukumannya, dan hamba yakin mereka tak akan lagi bisa melakukan apa-apa pada keluarga Kekaisaran.” Kata Jenderal Qin Junda, Jenderal tertinggi di Kekaisaran Ling sekaligus kakak dari Qin Xia.
“Bereskan semua kekacauan di istana, dan kirim pasukan untuk membereskan sisa-sisa kekacauan di kota Bunga Api.” Kata Ling Mou yang duduk di singgasananya.
“Baik Yang Mulia.” Kata Qin Junda lalu dia pergi untuk melakukan tugas yang diberikan Ling Mou padanya.
“Ayahanda benar-benar membereskan keluarga Zhou, dan dia tak menyisakan satu orangpun dari keluarga itu. Zhou Ziang, dulu kau sahabat baikku, tapi semakin kesini aku semakin tahu betapa licik sifat mu.” Kata Ling Mou mengingat kejadian di masa lalu.
“Itulah manusia, dia tak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah di milikinya.” Kata Qin Xia yang duduk di sebelah Ling Mou.
“Tapi, tak semua manusia seperti itu. Di luar sana masih banyak manusia berhati mulia, biarpun jumlahnya tak sebanyak manusia munafik bermuka dua.” Kata Ling Mou lembut pada Qin Xia.
“Sekarang apa yang akan kita lakukan pada wilayah kekuasaan keluarga Zhou yang jatuh ketangan kita?.” Tanya Qin Xia.
Ling Mou sejenak berpikir, lalu setelahnya dia tersenyum dan menatap Qin Xia. “Kita akan mengolah wilayah itu. Kamu tahu sendiri bukan jika wilayah keluarga Zhou memiliki tanah yang subur, dan banyak tambang berharga yang ada di bawah tanah wilayah itu.” Kata Ling Mou menjawab pertanyaan Qin Xia.
Qin Xia hanya mengangguk dan tersenyum karena dia juga tahu betapa kaya wilayah yang dulunya milik keluarga Zhou itu.
***
Satu malam telah berlalu, Reinar dan tiga orang lainnya akhirnya sampai di kediaman Ling Duan yang ada di wilayah khusus keluarga Ling.
Muncul dari atas langit, sembilan tetua yang berdiri di halaman kediaman Ling Duan tersenyum melihat keda empat orang yang sedang mereka tunggu kedatangannya.
Dengan penuh hormat, ke sembilan tetua keluarga Ling memberi hormat pada empat orang yang baru menginjakkan kaki di atas tanah.
“Whushh... Whushh...” Suara angin yang terbelah terdengar saat Ling Mou dan Qin Xia mendekati kediaman Ling Duan.
Sosok Kaisar Ling dan Permaisuri Qin Xia muncul bersama dengan sosok Jenderal Qin Junda yang mengawal mereka.
Ling Mou terkejut melihat sosok pria yang ada di samping Ling Duan. Beberapa kali dia mengucek matanya tapi apa yang dia lihat tak sedikitpun mengalami perubahan.
Secara perlahan Ling Mou berjalan mendekati sosok yang begitu dia rindukan.
Melihat Ling Mou berjalan mendekatinya, Ling Feng hanya tersenyum, tapi sesuatu yang tak terduga terjadi saat Ling Duan ingin memeluk Ling Feng.
BOOMMM...
Ling Feng memukul Ling Mou dan membuat orang itu terpental sejauh puluhan meter.
“Aku pria normal, dan jangan bermimpi untuk memeluk ku.” Kata Ling Feng tak sedikitpun berbelas kasih pada Ling Mou.
“Kau Ling Feng sialan!. Bukannya menyambut ku dengan pelukan hangat, tapi kau justru memukulku.” Kata Ling Mou yang telah bangkit lalu dia menghampiri Ling Feng untuk melihat wajah teman lamanya yang selalu memberinya pukulan saat dia ingin memeluknya.
“Apa pukulan ku belum cukup untuk menghangatkan mu?.” Tanya Ling Feng.
“Cih, lihat saja, setelahnya aku yang akan memukuli mu.” Kata Ling Mou menjawab pertanyaan Ling Feng.
Orang lain yang tidak mengenal mereka, mungkin orang itu akan menilai hubungan mereka sangatlah buruk, tapi bagi yang sudah lama mengenal mereka, hal yang seperti sekarang dilihat adalah hal biasa di dalam persahabatan mereka.
Setelah sedikit berbasa-basi, Ling Duan mengajak semua orang masuk ke dalam kediamannya.
Kehadiran Ling Feng dan Reinar menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kediaman Ling Duan, terutama sosok Reinar yang terasa begitu asing tapi tubuh mereka tiba-tiba bergetar dan mereka ingin sekali berlutut saat merasakan aura samar yang keluar dari tubuh Reinar.
Ling Mou sendiri merasa jika Reinar tak sesederhana yang dia lihat, tapi dia tak berani terlalu lama mengamati Reinar karena dia merasa aura yang berbahaya saat dia pertama kali beradu tatapan mata dengan Reinar.
“Aura dan tatapan matanya mengingatkanku pada Yang Mulia Kaisar penguasa Benua Zhongjian.” Batin Ling Mou yang kepekaannya masih kurang.
Di ruangan khusus untuk menerima tamu penting, Ling Duan mempersilahkan Reinar untuk menduduki kursi yang biasa dia tempati. Reinar duduk di kursi yang di tunjuk Ling Duan karena dia sama sekali tak tahu siapa yang biasanya duduk di kursi yang dia duduki.
“Senang rasanya bisa berkumpul dengan kalian semua.” Kata Reinar yang bingung harus mengatakan apa saat semua mata menatap ke arahnya.
“Yang Mulia, apa anda ingin mengambil alih kekuasaan Kekaisaran Ling?.” Tanya Ling Duan yang mengejutkan Ling Mou dan dua orang di sisinya.
Reinar menggelengkan kepalanya dan tersenyum, lalu dia menatap Ling Duan yang tengah kebingungan. “Aku tidak ingin mengambil apa yang kalian miliki, dan Paman Ling Duan, lebih baik Paman ceritakan apa yang belum di ketahui Kaisar Ling Mou dan Permaisuri Qin Xia.” Kata Reinar.
Ling Duan mengangguk lalu menceritakan kebenaran sosok Reinar pada putra dan menantunya. Ling Duan juga menceritakan apa saja yang dilalui Ling Feng dan Ling Yue saat mereka dinyatakan hilang.
Selesai mendengarkan cerita Ling Duan, Ling Mou, Qin Xia serta Qin Junda, mereka bangkit berdiri lalu berlutut menghadap ke Reinar. “Hormat kami pada Yang Mulia.” Kata mereka bertiga.
“Bangunlah dan jangan berlutut di hadapanku karena aku tidak menyukainya.” Kata Reinar tegas.
Tiga orang yang berlutut bangun lalu mereka kembali duduk di tempat yang semula mereka duduki.
“Paman Ling Duan dan Kaisar Ling Mou, aku harap kalian menjada rahasia tentang keberadaan ku, dan ini juga berlaku untuk kalian yang ada di tempat ini.” Kata Reinar.
Semua orang mengangguk dan berjanji akan melakukan apa yang diminta Reinar.
“Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dari tempat ini dan mencari penginapan sebelum besok aku melanjutkan perjalananku mengelilingi Benua Zhongjian.” Kata Reinar lalu dia bangun dan bersiap pergi.
Ling Mou mencoba menahan kepergian Reinae dengan menawarinya untuk menginap di istananya, tetapi karena tidak ingin membuat kecurigaan orang di istana Kekaisaran Ling, Reinar tetap memutuskan menginap di sebuah penginapan, dan keesokan harinya dia akan kembali melanjutkan perjalanannya.
“Kakak ipar, kalau kamu masih ingin bersama mereka, tinggallah di Kekaisaran ini dan sekalian kamu bisa melatih adik ipar.” Kata Reinar melihat mata Ling Feng yang memancarkan aura kerinduan pada anggota keluarganya dan para sahabatnya.
Ling Feng tersenyum menanggapi perkataan Reinar. “Aku bisa menemui mereka kapanpun aku mau saat dinding pembatas dunia hancur. Untuk melatih Ling Zhe, aku bisa melatihnya di perjalanan.” Kata Ling Feng yang kekeh mengikuti Reinar, begitu juga dengan Ling Zhe.
“Paman, Kaisar Ling Mou, Permaisuri Qin Xia, serta kalian semua, jaga Kekaisaran ini dengan baik, dan hubungi aku jika kalian dalam masalah.” Kata Reinar melemparkan dua kristal komunikasi masing-masing satu pada Ling Mou dan Ling Duan, lalu dia pergi dengan cepat meninggalkan kediaman Ling Duan bersama dua orang yang mengikutinya.
Setelah kepergian Reinar, Ling Duan mengingatkan semua untuk tetap menjaga rahasia Kaisar Benua Zhongjian yang telah kembali, lalu Ling Duan menyuruh semua untuk kembali ke tempatnya masing-masing dan melakukan apa yang menjadi tugas mereka.
***
Dua minggu telah berlalu....
Kabar musnahnya keluarga Zhou membuat heboh seluruh wilayah Kekaisaran Ling. Selain membuat kebebohan di wilayah Kekaisaran Ling, kabar itu juga membuat beberapa Kekaisaran mulai menyusun kekuatan untuk mengambil secara paksa wilayah Kekaisaran Ling yang mereka kira akan melemah setelah kehilangan keluarga Zhou, keluarga terbesar di Kekaisaran Ling.
Banyak mata-mata di kirim untuk memata-matai Kekaisaran Ling, tapi hampir semua mata-mata yang dikirim tak ada yang kembali setelah memasuki wilayah Kekaisaran Ling. Jika ada yang kembali, mereka hanya akan kembali dengan keadaan yang sangat buruk dan pada akhirnya mereka juga akan mati tanpa sempat memberi informasi apapun pada Kekaisaran yang mengirimnya.
Melihat kekuatan aneh yang melindungi Kekaisaran Ling, banyak Kekaisaran yang mengurungkan niatnya untuk mengambil wilayah Kekaisaran Ling, tetapi masih ada satu Kekaisaran yang ngotot ingin mengambil alih beberapa wilayah Kekaisaran Ling, bahkan Kekaisaran itu memiliki niat untuk menghapus keberadaan Kekaisaran Ling dari daratan Benua Zhongjian.
Istana Kekaisaran Han, Kekaisaran terkuat kedua di Benua Zhongjian setelah Kekaisaran Wei.
“Musnahnya keluarga Zhou merupakan kabar baik bagi kita, dengan begini kita akan lebih mudah menguasai wilayah Kekaisaran Ling.” Kata Kaisar Han Liong yang tengah mengadakan pertemuan dengan para petinggi Kekaisaran Han.
“Yang Mulia, bagaimana dengan mata-mata Kekaisaran yang sampai sekarang tidak ada kabarnya?. Bukannya ini sangat aneh karena kita sudah mengirim banyak mata-mata ke Kekaisaran Ling, tetapi tak satupun dari mereka kembali.” Kata Menteri pertahanan Kekaisaran Han.
Kabar tentang mata-mata Kekaisarannya yang tak pernah kembali sudah dia dengar, tapi itu tak menggoyahkan niat Han Liong untuk menyerang dan menguasai Kekaisaran Ling.
“Dengan atau tanpa mata-mata, aku tetap pada rencanaku, dan secepatnya Kekaisaran itu akan jatuh ke tanganku, lalu aku akan mengambil Qin Xia menjadi Permaisuri di Kekaisaran ku.” Kata Han Liong.
Semua orang yang menghadiri pertemuan tahu jika Han Liong sangat menginginkan Qin Xia untuk menjadi Permaisurinya, dan itulah alasan utama Han Liong ingin menguasai Kekaisaran Ling.
“Apapun yang aku inginkan harus menjadi milikku.” Gumam Han Liong membayangkan Qin Xia duduk di sebelahnya menjadi Permaisuri Kekaisaran Han.
***
Bersambung....