
Aula Istana Kekaisaran Naga.
Seluruh orang telah berkumpul di aula istana Kekaisaran Naga, termasuk para tamu dari Kekaisaran lainnya. Mereka tengah menikmati semua makanan dan minuman yang memang sengaja disediakan untuk mereka.
Begitu mendengar kabar kehancuran Kekaisaran Langit dari mata-mata yang mereka kirim untuk mengawasi wilayah Benua Utara, seluruh Kaisar dari Kekaisaran yang ada di Benua Nebula dan Benua Zhongjian, semuanya pergi mendatangi Kekaisaran Naga, dan jadilah sekarang sebuah pesta diadakan secara mendadak di Aula Istana Kekaisaran Naga.
Semua orang yang tengah berpesta sejenak memberikan hormat saat melihat Reinar dan kesebelasan istrinya tiba di Aula Istana Kekaisaran secara bersamaan.
“Nikmati apa yang ada dan lanjutkan pesta kalian!...” Kata Reinar dengan senyum ramah yang menghiasi wajahnya.
“Yang Mulia Kaisar Dunia memang sangat baik, kalau begitu kami akan melanjutkan pestanya...” Kata Kaisar Ling Mou yang datang ke Kekaisaran Naga bersama dengan Permaisuri Qin Xia.
“Panggilan baru yang sangat luar bisa...” Kata Reinar. Dia tidak menolak di panggil sebagai Kaisar Dunia, karena tidak ada yang aneh dengan panggilan itu.
Pesta kembali berlanjut, dan saat ini Reinar telah duduk di tempat khusus dengan di kelilingi kesebelas istrinya. Banyak pria yang menatap iri kearah Reinar, bagaimanapun juga di Dunia Bawah mereka tak akan menemukan wanita secantik kesebelas istri Reinar, karena itu walau bekas, banyak pria menginginkan salah satu istri Reinar untuk menjadi istri mereka.
“Suamiku, sepertinya mereka sangat menginginkan salah satu dari kami!... Lihat, mereka bahkan dari tadi terus melihat ke arah kami secara bergantian!...” Kata Freya yang duduk tepat di samping Reinar.
“Selagi mereka tidak melakukan sesuatu yang berlebihan, lebih baik kita mengabaikan keberadaan mereka...” Ujar Reinar sambil melirik kearah sekumpulan pria yang terus mencuri pandang kearah para istrinya.
Mendengar itu, kesebelas istri Reinar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, lalu kembali mereka menikmati jalannya pesta.
Saat tengah menikmati makanan yang tersaji di depannya, Reinar melihat salah satu pria bangsawan datang mendekat ke arahnya. “Yang Mulia, apa di Kekaisaran ini tidak memiliki seorang Permaisuri?...” Kata pria itu sambil berlutut.
“Permaisurinya?... Kekaisaran ini memiliki Permaisuri, dan mereka semua adalah Permaisuri di Kekaisaran ini!...” Kata Reinar sambil menunjuk keberadaan kesebelas istrinya.
“Yang Mulia, apa anda sedang bercanda?... Bagaimana bisa sebuah Kekaisaran memiliki sebelas orang Permaisuri?...” Kata pria itu keras.
Suasana aula Istana Kekaisaran Naga seketika menjadi hening setelah terdengar suara keras dari pria yang ada di hadapan Reinar.
“Apa ada yang salah kalau Kekaisaran ku memiliki sebelas Permaisuri?...” Tanya Reinar dengan sorot mata tajam menatap pria yang ada di hadapannya.
“Tentu itu sebuah kesalahan, bagaimanapun juga di sebuah Kekaisaran seharusnya hanya memiliki seorang Permaisuri, dan yang lainnya hanyalah Selir...” Kata pria yang kini tengah di tatap seluruh orang yang ada di aula Istana Kekaisaran Naga.
“Hahaha... Kamu sangat lucu!... Kalau boleh tahu, darimana kamu belajar lelucon seperti itu?...” Kata Reinar setelah tertawa keras.
Mendengar itu, pria di hadapan Reinar menjadi geram. “Yang Mulia, saya tidak sedang melucu atau bercanda, tetapi itulah kenyataannya. Di dunia ini, setiap Kekaisaran biasanya hanya memiliki seorang Permaisuri, dan itu bagaikan peraturan tak tertulis yang harus dipenuhi seorang Kaisar...”
“Itu urusan Kekaisaran mereka masing-masing, sedangkan di sini adalah Kekaisaran ku. Kekaisaran Naga memiliki sebelas Permaisuri, dan tak ada tuh orang di Kekaisaran ini yang memprotesnya!...” Kata Reinar santai.
“Saya memprotesnya...” Kata pria bangsawan dari salah satu kota yang ada di Kekaisaran Naga.
“Begitu juga dengan saya...” Kata pria bangsawan lainnya.
Satu demi satu para pria bangsawan dan beberapa Kaisar yang belum mengenal secara dekat dengan Reinar, mereka mulai memprotes keputusan Reinar yang mengangkat sebelah orang Permaisuri di Kekaisarannya.
“Kalian sungguh lucu!... Kalian masih menggantungkan hidup pada Kekaisaran ku, dan lagi kalian berani memprotes keputusanku di saat jabatan kalian masih dalam masa percobaan?... Asal kalian tau, pemimpin kota kalian adalah orang-orang kepercayaan ku, dan hanya dengan satu perintah dariku, mereka dapat mengambil segalanya dari kalian!...
Dan untuk kalian para Kaisar yang juga memprotes keputusanku, lebih baik kalian enyah dari tempat ini!... Keberadaan kalian hanya akan mengganggu jalannya pesta di Kekaisaran ku!...” Kata Reinar tegas.
Reinar menatap remeh kearah mereka berlima, begitu mendengar perkataan salah satu dari mereka. “Hanya lima Kaisar lemah mencoba menggertak Kekaisaran ku?... Asal kalian berlima tahu, sekalipun seluruh Dunia ini menyatakan perang terhadap Kekaisaran ku, dengan senang hati aku akan melenyapkan semuanya!...”
Orang-orang yang mengetahui seberapa mengerikannya sosok Reinar, mereka memilih melanjutkan pesta dan mengabaikan keberadaan orang-orang bod*h yang tengah mencari gara-gara dengan Reinar.
Mendengar mereka berlima dipanggil Kaisar lemah oleh Reinar, kelima Kaisar itu sangat marah, dan secara bersamaan mereka mengeluarkan aura kekuatannya untuk menekan Reinar.
“Pria sombong!... Sekalipun kamu dirumorkan adalah sosok yang telah menghancurkan Kekaisaran Langit, jangan kamu pikir kami takut dengan mu!... Kekaisaran kami hanya sedikit lebih lemah dari Kekaisaran mu, tetapi saat kami bersatu, seluruh dunia ini akan tunduk dibawah kaki kami!...” Teriak penuh amarah salah satu Kaisar sambil mengeluarkan aura kekuatannya yang seorang kultivator tingkat Jenderal Dewa tahap puncak.
Orang-orang yang mengetahui seberapa kuat Reinar hanya menatap kasihan kearah lima orang itu. Mereka tahu kalau Reinar bukanlah sosok yang bisa mereka singgung, sekali mereka menyinggungnya, hanya kehancuran lah yang akan mereka terima.
“Lima Kaisar dengan tingkat kultivasi di tingkat Jenderal Dewa puncak. Apa kalian kira aura kekuatan selemah itu akan berpengaruh padaku?... Jawabannya tentu tidak...” Kata Reinar meremehkan.
Melihat Reinar yang masih bersikap santai walau mereka berlima telah mengeluarkan aura kekuatan untuk menekannya, tiba-tiba saja mereka mulai merasa ketakutan, dan kini kelimanya sadar kalau kekuatan mereka berbeda jauh dengan kekuatan yang dimiliki oleh Reinar.
Namun kelima Kaisar masih punya keyakinan dapat mengalahkan Reinar kalau mereka mengerahkan seluruh kekuatan Kekaisarannya. “Cih, kau memang tidak terpengaruh oleh aura kekuatan kami, dan itu mungkin karena kamu memiliki sebuah artefak pelindung. Tetapi dengan kekuatan seluruh Kekaisaran kami, kau pasti akan hancur!...” Kata salah satu Kaisar menunjukkan sifat angkuhnya.
“Entah kenapa tiba-tiba saja aku ingin tertawa setelah mendengar lelucon mu yang tak terlalu lucu!...” Kata Reinar semakin meremehkan kekuatan mereka.
“Kamu!... Dasar Kaisar sombong, lebih baik kamu mati!...” Teriak salah satu Kaisar, dan mereka berlima bersiap melakukan serangan ke arah Reinar.
Semua orang di sekitar lima Kaisar itu memilih menjauh karena mereka tidak ingin terkena dampak dari apa yang akan menimpa lima Kaisar yang telah menyinggung sosok Kaisar Kekaisaran Naga.
Kaisar yang lain termasuk Kaisar Ling Mou, mereka hanya bisa tersenyum kecut melihat kebod*han mereka berlima. “Aku turut berduka untuk apa yang akan menimpa mereka?...” Gumam lirih Kaisar Ling Mou.
“Hari ini akan menjadi hari dimana kau ditakdirkan mati di tangan kami, dan sayangnya tak ada ada yang bisa merubah takdir itu!...” Salah satu dari lima Kaisar ingin menyerang, tetapi gerakannya tertahan saat dia mendengar perkataan Reinar.
“Kenapa juga kalian berlima tidak menyerangku secara bersamaan?... Maju satu persatu hanya akan membuang-buang waktu berhargaku!...” Kata Reinar yang telah bangkit berdiri dari tempat duduknya.
“Karena kau yang meminta, kami tak akan lagi sungkan untuk memberikan kematian untukmu!...” Ucap salah satu Kaisar.
“Karena kalian ingin membunuhku, jadi jangan ada penyesalan kalau kalian semua mati di tanganku!...” Kata Reinar saat dia melihat lima sosok Kaisar melakukan serangan yang menjadikan dirinya sebagai target serangan mereka.
BOOMM... BOOMM... BOOMM...
Suara ledakan terdengar saat beberapa tubuh manusia berubah menjadi kabut darah yang langsung lenyap tertiup angin.
Kelima sosok Kaisar yang melakukan serangan ke arah Reinar telah lenyap dari pandangan mata semua orang hanya dalam satu kedipan mata.
“Terlalu lemah, bahkan aku hanya menggunakan pukulan biasa dan itu sudah dapat menghancurkan seluruh bagian tubuh mereka!...” Kata Reinar sambil membersihkan punggung tangannya.
Aula Istana Kekaisaran Naga terasa semakin hening setelah mereka mendengar apa yang baru di katakan Reinar. “Sebenarnya, sekuat apa dia saat ini?...” Kata Kaisar Ling Mou dalam hati saat dia tak lagi dapat mengukur kekuatan yang dimiliki oleh Reinar.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...