
Istana Kekaisaran Ling.
Ling Mou merobek surat yang baru diberikan kepala keluarga Zhou padanya setelah dia membaca isi dari surat itu.
Aura seorang Kaisar Langit puncak meledak dari dalam tubuh Ling Mou dan membuat istana Kekaisaran Ling bergetar.
Qin Xia yang merasakan aura penuh amarah milik suaminya, dia segera muncul di samping Ling Mou, lalu dia mencoba menenangkan suaminya sebelum hal buruk menimpa istana Kekaisaran.
“Istriku, sepertinya aku selama ini terlalu lembut pada keluarga Zhou sampai mereka kira kita benar-benar takut pada mereka.” Kata Ling Mou yang masih memegang sobekan kertas surat pemberian Zhou Ziang.
“Lalu apa yang ingin kamu lakukan pada mereka?. Memusnahkan mereka tentu akan berdampak buruk pada kesetabilan di Kekaisaran Ling, bagaimanapun juga separuh prajurit di Kekaisaran Ling berasal dari keluarga Zhou.” Ungkap Qin Xia.
Semirik kecil Ling Mou membuat Qin Xia merinding. “Dengan hanya seribu orang prajurit khusus keluarga Ling ku, itu sudah lebih dari cukup untuk meratakan kekuasaan keluarga Zhou.” Kata Ling Mou.
Qin Xia tidak bisa menyangkal perkataan Ling Mou. Dia tahu seberapa kuat kekuatan asli keluarga Ling yang selama ini disembunyikan oleh Ling Mou, dan selama ini semua orang juga telah tertipu oleh Ling Mou.
Keluarga Ling yang selama ini mereka lihat sebenarnya adalah keluarga Yu yang telah melebur menjadi satu dengan keluarga Ling, sedangkan keluarga Ling yang asli, mereka berada di tempat khusus untuk berlatih dan memperkuat diri. Selama ini hanya Ling Mou, Qin Xia dan kepala keluarga Ling yang tahu akan kebenaran itu.
***
Wilayah tersembunyi keluarga Ling.
Dua orang sosok muncul di gerbang masuk wilayah tersembunyi keluarga Ling yang menempati sebuah tempat yang di sebut sebagai hutan bambu kematian.
Nama wilayah tersembunyi keluarga Ling bukan hanya sebuah nama seram untuk menakuti orang lain. Adanya ilusi di wilayah tersembunyi keluarga Ling akan membuat takut siapapun yang ingin memasuki wilayah itu. Selain bagian dari kekuatan tersembunyi keluarga Ling, tak pernah ada yang kembali dengan selamat setelah memasuki wilayah hutan bambu kematian.
“Yang Mulia.” Dua orang penjaga berlutut di hadapan dua sosok yang muncul di depan mereka.
Dua sosok itu adalah Ling Mou dan Qin Xia, mereka berdua baru saja sampai di gerbang masuk wilayah tersembunyi milik keluarga Ling.
Ling Mou mengangkat tangan kanannya. “Bangunlah dan lanjutkan pekerjaan kalian.” Kata Ling Mou.
Kedua penjaga bangun, lalu mereka membukakan pintu gerbang dan membiarkan Ling Mou dan Qin Xia memasuki wilayah tersembunyi keluarga Ling.
Ling Mou dan Qin Xia kembali melanjutkan perjalanannya, dan tak lama mereka sampai kediaman milik tetua agung keluarga Ling. Dari luar Ling Mou tahu jika tetua agung Ling Duan telah menanti kedatangannya.
“Yang Mulia silahkan masuk, tetua agung sudah menunggu.” Kata penjaga kediaman tetua agung mempersilahkan Ling Mou dan Qin Xia memasuki kediaman Ling Duan.
Di dalam kediaman Ling Duan, Ling Mou segera mengajak Qin Xia menuju ruang pertemuan di mana Ling Duan telah menunggunya.
Wusshh.... Ling Mou dan Qin Xia sampai di ruangan pertrmuan di kediaman Ling Duan. “Hormat pada Ayahanda.” Kata keduanya sedikit membungkukkan badan saat melihat sosok Ling Duan.
Ling Duan tahu kedatangan Ling Mou ke tempatnya pasti ada hubungannya dengan keluarga Zhou yang sudah sejak lama telah membuat goyah kekuasaan keluarga Ling sebagai pendiri Kekaisaran Ling. “Ling Mou, apa waktunya sudah tiba?.” Tanya Ling Duan yang merupakan Ayah dari Ling Mou, dan dia adalah Paman dari Ling Zhe.
Ling Mou hanya mengangguk, tapi Ling Duan tahu jika putranya tengah menyimpan amarah yang tak lagi bisa dia tahan.
“Putraku, tidak baik menyimpan amarah yang berlebihan.” Kata Ling Duan.
“Ayahanda, keluarga Zhou sudah semakin keterlaluan, bahkan saat ini mereka menjadikan Ling Zhe sebagai buronan karena menolak lamaran tuan muda pertama mereka.” Ungkap Ling Mou.
“Mereka menjadikan keponakanku sebagai buronan, apa mereka sudah bosan hidup?.” Teriak Ling Duan dengan aura seorang abadi keluar dari tubuhnya.
Ling Mou dan Qin Xia merasa tertekan oleh aura yang Ling Duan keluarkan, tapi mereka bisa bernafas lega setelah Ling Duan menarik auranya. “Apa sebenarnya yang mereka rencanakan?.” Tanya Ling Duan setelah dia menarik auranya.
“Itu, mereka mengancam akan menyerang keluarga Ling kalau kita tidak menyerahkan Ling Zhe pada mereka, dan kita di suruh membunuh dua orang pria yang telah membunuh prajurit keluarga Zhou yang ditugaskan mengejar dan menangkap Ling Zhe.” Kata Ling Mou menyampaikan isi surat Zhou Ziang yang telah dia musnahkan.
Ling Duan menghela nafas saat mendengar Ling Zhe membawa dua pria asing dan menyeret mereka kedalam masalahnya.
“Keluarga Zhou biar aku yang mengurusnya, dan kerahkan prajurit Ling di Kekaisaran hanya untuk menjaga wilayah Kekaisaran. Untuk Ling Zhe, hubungi dia dan katakan apa yang akan kita lakukan, kalau bisa suruh dia kembali.” Kata Ling Duan tak terbantahkan.
Ling Mou hanya mengangguk dan tersenyum, lalu dia mengajak Qin Xia untuk kembali ke istana.
***
Pagi hari di penginapan tempat Reinar dan Ling Feng menginap, di penginapan itu juga ada Ling Zhe yang saat ini tengah berada di kamar Reinar, tentu Ling Feng juga ada di tempat yang sama dengannya.
Ling Zhe menceritakan isi pesan Ling Mou yang dikirimkan padanya kepada Ling Feng dan Reinar.
“Adik ipar, bukannya lebih baik kila langsung mendatangi keluarga Zhou daripada kembali ke Kekaisaran?.” Kata Reinar menyampaikan pendapatnya.
“Hahaha.... Adik ipar, bilang saja kamu ingin ikut kesenangan tetua agung keluarga Ling yang ingin memusnahkan keluarga Zhou.” Kata Ling Feng yang sangat tahu apa isi pikiran Reinar.
Reinar tersenyum. “Sungguh kakak ipar mulai mengerti keinginan ku.” Kata Reinar senang lalu dia menatap Ling Zhe dan menunggu keputusannya.
Ling Zhe tak lagi terkejut dengan Reinar yang sangat menggilai pertarungan. Setelah melihat dia membunuh dan membuat cacar orang-orang yang berasal dari keluarga Zhou, Ling Zhe masih sangat penasaran dengan kekuatan Reinar, dan dia juga sangat penasaran dengan kekuatan kakaknya yang dulu hampir menembus ketingkat abadi.
“Kakak, bagaimana menurut mu?.” Tanya Ling Zhe pada Ling Feng.
“Aku sangat ingin memukul tuan muda pertama mereka yang membuatmu dalam masalah, jadi tak ada salahnya kita pergi mendatangi kediaman keluarga Zhou.” Kata Ling Feng menjawab pertnyaan Ling Zhe.
Ling Zhe tak ada pilihan lain selain menyetujui keinginan dua kakaknya, lalu mereka pergi meninggalkan kota Bulan Perak dan Ling Zhe mengarahkan mereka menuju kediaman keluarga Zhou.
Malam harinya.
Ling Zhe, Reinar, serta Ling Feng telah sampai di kota Bunga Api, kota tempat kediaman keluarga Zhou berada.
Saat mereka bertiga ingin memasuki kota Bunga Api. “Aku merasakan keberadaan Paman Ling Duan di sekitar kota ini.” Kata Ling Feng yang masih sangat familiar dengan aura Ling Duan.
Reinar mencoba merasakan aura yang mirip dengan aura Ling Feng dan Ling Zhe di sekitaran kota Buna Api. Tak lama dia bisa merasakan aura ratusan orang yang mirip dengan aura dua orang di dekatnya, lalu Reinar mengajak mereka berdua ke tempat pemilik aura terkuat dari ratusan aura yang dia rasakan.
“Sepertinya pemilik aura ini adalah orang yang kalian panggil Paman.” Kata Reinar.
“Aku rasa juga demikian.” Ungkap Ling Feng yang merasa semakin akrab dengan pemilik aura yang dia tuju.
***
Hutan di utara kota Bunga Api.
Suasana hutan terlihat tenang, dan hanya terlihat sepuluh orang yang tengah duduk melingkar, dan satu orang dari mereka melihat kearah selatan dimana dari arah itu dia merasakan pergerakan dari tiga orang yang semakin mendekat kearahnya.
Tiba-tiba Reinar dan dua orang yang mengikutinya muncul di depan orang yang segera tersenyum lebar melihat kedatangan mereka.
“Hormat pada tetua agung.” Kata Ling Feng dan Ling Zhe sambil berlutut, sedangkan Reinar tak melakukan apa yang di lakukan dua orang di sampingnya. Dia hanya sedikit menunduk dan kembali berdiri tegap seperti biasa.
“Hormat kalian aku terima, berdirilah.” Kata Ling Duan lalu dia menatap Ling Feng dengan perasaan rindu setelah lama tak melihat keponakannya yang seharusnya menggantikan posisi kakaknya menjadi kepala keluarga Ling, dan Ling Feng juga berhak atas posisi Kaisar di Kekaisaran Ling.
Tapi saat melihat Reinar, Ling Duan segera berlutut. “Hormat pada Yang Mulia Kaisar.” Kata Ling Duan yang bisa merasakan aura jiwa Kaisar dua benua di dalam diri Reinar.
Reinar tersenyum dan meminta Ling Duan untuk kembali berdiri. “Aku hanya reinkarnasi nya.” Kata Reinar singkat.
“Yang Mulia, biarpun anda hanya jiwa reinkarnasi, tapi kami tetaplah pelayang anda.” Kata Ling Duan.
Sembilan orang lainnya ingin berlutut saat merasakan apa yang di rasakan Ling Duan, tapi Reinar segera mencegahnya sebelum mereka berlutut.
“Kalian bukan lagi seorang pelayan, tapi kalian sekarang adalah keluargaku. Paman, aku adalah suami dari keponakan mu Ling Yue, apapun yang terjadi di masa lalu, saat ini kita adalah keluarga.” Kata Reinar menjelaskan status hubungan nya denga Ling Yue pada Ling Duan dan sembilan orang lainnya.
“Yang mulia, apa anda benar telah menjadi suami dari Ling Zhe?. Lalu di mana sekarang keponakan hamba itu?.” Tanya Ling Duan.
“Ling Yue sekarang ada di istana ku yang ada di Benua Nebula, dan dia tengah mengandung. Mungkin aku akan membawanya ke Benua Zhongjian setelah kondisi di tempat ini telah stabil.” Kata Reinar.
Ling Duan dan sembilan orang yang bersamanya tersenyum bahagia. Selain melihat Ling Feng yang merupakan tuan muda satu-satunya yang dimiliki keluarga Ling, mereka juga mendapatkan kabar baik dari Ling Yue, tuan putri pertama keluarga Ling.
***
Bersambung...