The World Emperor System

The World Emperor System
Musnahnya Sekte Gagak Merah



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Lima leluhur Sekte Gagak Merah mati dengan cara yang mengerikan di tangan Reinar, seorang pemuda yang bahkan usianya lebih muda dari cicit mereka.


“Lima leluhur telah dia kalahkan.” Kata salah satu murid Sekte Gagak Merah lalu dia menjatuhkan pedangnya dan berlutut mengakui kekalahannya.


“Kenapa baru sekarang kalian menyerah dan mengakui kekalahan?. Lalu, apa kalian pikir kami akan mengampuni kalian?.” Kata Reinar menatap tajam murid Sekte Gagak Merah yang wajahnya telah memucat.


“Tuan, tolong ampuni mereka!. Mereka hanyalah murid yang mengikuti perintah Patriak Sekte.” Kata seorang tetua yang berlutut di hadapan Reinar memohon ampun untuk murid-muridnya.


“Apa benar kalian ingin pengampunan dariku?.” Tanya Reinar.


Tetua yang ada di depan Reinar mengangguk. “Apapun yang tuan inginkan akan kami lakukan, asalkan tuan memberi pengampunan pada kami.”


Reinar tiba-tiba tertawa dengan keras. “Bunuh Patriak Sekte kalian, dan tinggalkan sebelah tangan kalian di medan perang ini.” Kata Reinar sambil menunjuk Zhang Fujian yang tengah mendapat siksaan dari Ling Feng.


Tetua di depan Reinar terdiam sambil melihat kearah murid-muridnya yang mengangguk dalam waktu bersamaan.


“Kami akan melakukannya.” Kata tetua di depan Reinar tegas.


Wusshh... Reinar menghilang dan muncul di dekat Ling Feng. “Kakak ipar, biarkan aku yang mengurus orang ini, lebih baik kakak ipar menbantu Kaisar Ling Mou bersenang-senang dengan Kaisar Han Liong.” Kata Reinar.


“Ambillah, dia sangat membosankan.” Ling Feng menyerahkan Zhang Fujian pada Reinar, dan dengan senang hati Reinar membawa Zhang Fujian ke tempat para murid Sekte Gagak Merah yang ingin menghabisi Patriak Sekte nya demi sebuah pengampunan dan kebebasan.


Reinar melempar tubuh Zhang Fujian di hadapan murid Sekte Gagak Merah.


“Apa yang kalian tunggu?. Cepat bunuh dia dan potong tangan kalian jika kalian benar-benar ingin pengampunan dariku.”


Seorang murid maju mendekati tubuh Zhang Fujian yang sudah penuh dengan luka, tapi dia masih sadar. “Karena Patriak, kami harus berakhir menyedihkan seperti ini.”


BOOMMM...


Tubuh Zhang Fujian terpental belasan meter setelah sebuah tendangan menghantam tubuhnya.


“Potong salah satu tanganmu, dan setelahnya kamu boleh pergi.” Kata Reinar menatap pemuda murid Sekte Gagak Merah yang dengan berani memukul orang yang membuatnya terjebak dalam masalah.


Sring....


Tangan kiri pemuda itu terpotong dan setelahnya dia pergi meninggalkan medan peperangan. “Tangannya akan kembali tumbuh, tapi setidaknya dia harus mencapai tingkat Abadi, dan itu masih puluhan atau bahkan ratusan tahun lagi, itu juga kalau dia masih hidup.” Batin Reinar.


Setelahnya bergantian murid Sekte Gagak Merah menyerang Zhang Fujian demi kebebasan mereka, tapi setelah dua puluh orang murid memukulnya, Zhang Fujian telah kehilangan kesadarannya, dan Reinar memberi kesempatan pada sang tetua untuk memenggal kepala Zhang Fujian.


“Penggal kepalanya, dan biarkan dia mati di tanganmu” Kata Reinar.


“Tu... Tuan, kenapa harus aku yang melakukannya?.” Tanya tetua di depan Reinar.


“Lakukan sekarang juga kalau kamu ingin selamat!. Atau kamu lebih memilih aku membunuhmu lebih dulu sebelum aku membunuhnya?.” Kata Reinar sambil mengeluarkan aura membunuh yang seketika menbuat keringat dingin bercucuran membasahi tubuh tetua Sekte Gagak Merah yang wajahnya semakin pucat.


“Aku tidak ingin mati!.” Teriak tetua di depan Reinar lalu dia mengeluarkan pedangnya dan melesat kearah Zhang Fujian.


Sringg...


Srek...


Blugh...


Kepala Zhang Fujian menggelinding setelah terpisah dari lehernya.


“TIDAAKKK... Saudara Fu!.” Teriak Han Liong melihat saudara sumpahnya mati di tangan salah satu tetua Sekte Gagak Merah.


“Kau... Kau... MATI...” Han Liong bangkit dengan sisa kekuatannya dan langsung menyerang tetua yang telah memenggal kepala Zhang Fujian.


BOOMMM...


“Aku tidak membunuhnya seperti apa yang aku janjikan, tapi dia mati oleh amarah Kaisar Han Liong.” Kata Reinar.


“Tuan, apa sekarang kami boleh pergi?.” Tanya murid Sekte Gagak Merah yang telah memotong sebelah tangannya.


“Siapa yang akan mengizinkan kalian pergi?. Apa kalian tuli?. Bukannya tadi aku mengatakan untuk membunuh Patriak Sekte kalian, kalau kalian ingin pengampunan dariku. Lalu lihatlah, Patriak Sekte kalian sudah mati, artinya tak ada pengampunan untuk kalian.”


“Tapi tuan, bukannya kami telah memotong sebelah tangan seperti permintaan anda.”


Reinar tersenyum menatap murid Sekte Gagak Merah. “Jika aku yang ada di posisi kalian, aku ragu kalian akan mengampuni ku biarpun aku telah menotong kedua kaki dan tanganku.” Kata Reinar.


Wusshh... Wusshh... Wusshh... Ratusan elang hitam terbang menukik ke arah murid Sekte Gagak Merah. “Nikmati makanan kalian.” Kata Reinar melihat elang hitam mulai menyerang dan memakan hidup-hidup murid Sekte Gagak Merah yang telah kehilangan sebelah tangannya.


“Arrkk... Tolongg... Tidakk... Tolongg...” Teriakan dan jeritan menggema di medan perang, tapi tak satupun mereka memperhatikan murid Sekte Gagak Merah, karena mereka semua tengah sibuk melindungi satu-satunya nyawa yang mereka miliki.


Dalam waktu singkat, ribuan murid Sekte Gagak Merah di habisi oleh elang hitam yang begitu buas memangsa mereka. Dua puluh murid Sekte Gagak Merah yang mengira akan selamat setelah mendapat ampunan Reinar, mereka akhirnya juga menjadi makanan rajawali perak yang bertugas mengejar siapapun yang lari meninggalkan medan peperangan.


Di tempat pertempuran Kaisar Ling Mou.


Han Liong jatuh tak berdaya setelah membunuh tetua yang menghabisi nyawa saudara sumpahnya. “Saudaraku, kau jadi seperti ini karena salahku. Lihatlah, kebodohan ku membuat kita terlihat sangat menyedihkan, dan kau, kau mati dengan sia-sia karena membantuku, membantuku mendapatkan sesuatu yang bukan milikku.” Kata Han Liong berputus asa, dibunuh sekalipun dia tak akan melawan.


Swusshh... Ling Mou muncul di depan Han Liong, tak lama datang leluhur keluarga Han yang langsung berlutut di belakang Ling Mou.


Medan peperangan seketika menjadi hening setelah prajurit Kekaisaran Han menjatuhkan senjataya mengakui kekalahan, dan mereka menanti hukuman yang akan segera di dapatkan.


“Yang Mulia Kaisar Ling Mou, hamba bersujud dan akan menuruti semua keinginan Yang Mulia demi keselamatan penduduk Kekaisaran Han.” Kata leluhur tertua keluarga Han.


Ling Mou membalikkan badannya setelah mendengar apa yang dikatakan leluhur keluarga Han.


“Kalian cukup membayar ganti rugi dalam peperangan ini, dan berikan hukuman yang semestinya untuk Kaisar kalian.” Kata Ling Mou menatap leluhur keluarga Han yang masih berlutut. “Semoga kedepannya kita bisa saling bekerjasama.” Lanjut Ling Mou lalu dia pergi dari tempat itu.


“Kau masih terlalu baik seperti biasanya.” Ujar Ling Feng menyambut kedatangan Ling Mou.


Setelah Ling Mou pergi, Reinar dan Ling Long menghampiri leluhur keluarga Han. “Kami akan membawa seluruh prajirit Kekaisaran kalian menjadi tawanan perang, dan kami menunggu kabar baik dari kalian tentang hukuman orang itu.” Kata Ling Long pada leluhur keluarga Han, lalu dia menunjuk Han Liong yang tak peduli lagi dengan apa yang ada di sekitarnya.


Leluhur keluarga Han yang tau dengan siapa yang berbicara pada mereka, tubuh mereka seketika kaku dan hanya bisa mengangguk.


Ling Long tersenyum. “Padahal dulu Kekaisaran kita memiliki hubungan yang sangat baik.” Kata Ling Long lalu mengajak Reinar pergi menemui yang lainnya.


Di sisi lain medan peperangan, seorang wanita tengah menghitung kristal jiwa yang berhasil dia kumpulkan.


“Ini lebih dari cukup untuk membuat kekuatanku meningkatkan ke tingkat puncak Kaisar Langit.” Kata wanita cantik yang tak lain adalah Ling Zhe, dan saat ini dia tengah duduk diatas punggung elang hitam tunggangannya mengitari medan pertempuran sambil mengawasi prajurit Kekaisaran Han yang telah menjadi tawanan perang.


***


Sekte Gagak Merah.


BOOMMM...


BOOMMM...


Bangunan Sekte Gagak Merah hancur saat ratusan binatang buas tingkat Abadi Bumi dan Abadi Langit menyerang Sekte yang hanya dijaga ribuan murid tingkat Raja Bumi, dan lima tetua tingkat Kaisar.


Tetua Agung Sekte Gagak Merah, dia menjadi orang pertama yang melarikan diri saat melihat ratusan binatang buas menyerang Sektenya.


“Hancur, semuanya telah hancur. Sekte Gagak Merah telah musnah.” Kata tetua Agung Sekte Gagak Merah yang sebelumnya telah melihat pecahan giok jiwa milih Patriak serta leluhur Sekte hancur berkeping-keping yang menandakan mereka telah mati.


“Kekaisaran Han, kalian yang menyeret kami dalam pelerangan, dan kalian juga yang menyebabkan kehancuran Sekte ku. Kekaisaran Han dan Kekaisaran Ling, aku pasti akan menghancurkan kalian.” Teriak Wanita yang sebelumnya menjabat tetua Agung Sekte Gagak Merah, sekte besar aliran hitam yang kini telah hancur lebur rata dengan tanah.


***


Bersambung...