
Reinar, Qinyu dan Yang Yifei tengah menikmati keindahan Kota Bulu Angsa. Ketiganya bisa melihat keindahan Kota Bulu Angsa yang merupakan Kota terbesar kedua di Kerajaan Tang.
Seorang wanita mendekat menghampiri Reinar yang tengah berjalan dengan kedua istrinya. “Hei, kau pria tampan, aku menginginkanmu menjadi budak ku!... Tinggalkan kedua wanita buruk rupa itu, dan aku akan memberimu kenikmatan selama aku belum bosan denganmu...”
Sudut bibir Reinar berkedut mendengar apa yang dikatakan wanita bermake-up tebal yang wajahnya terlihat mirip badut. Perkataan nya cukup bisa memancing keributan, dan benar saja, tak lama Reinar sudah dapat merasakan hawa membunuh keluar dari tubuh kedua istrinya.
Tapi saat mereka berdua ingin menerkam wanita badut yang telah seenak jidatnya berbicara pada Reinar, muncul tiga pria muda dengan belasan pengawal yang berdiri di belakang wanita yang kini tengah menunjukkan senyum lebarnya.
Wanita badut itu menatap remeh Yang Yifei dan Qinyu yang menggunakan cadar untuk menutupi separuh wajah mereka. “Kalian bawa kedua wanita itu!... Rusak mereka dan setelahnya kalian boleh membunuhnya!...”
Tiga pria muda di belakang wanita badut tersenyum seraya bergerak mengelilingi Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei. Mereka memang tidak bisa melihat wajah Qinyu ataupun wajah Yang Yifei, tetapi mereka sangat tergiur dengan lekukan tubuh keduanya. “Sejelek apapun wajah kalian, setidaknya tubuh kalian akan membuat kami puas!...” Kata salah satu pria muda yang langsung melesat untuk menangkap Qinyu.
Keberanian pria muda itu cukup membuat Reinar terkejut, tetapi dia sangat menyayangkan keberanian pria muda itu yang hanya akan membuatnya celaka. “Bod*h...” Gumam Reinar.
Bukannya menangkap Qinyu, pria muda yang melesat kearah Qinyu kini justru jatuh dengan kepala terpisah dari tubuhnya. Bukan hanya kepala, tetapi tangan dan kaki pria itu juga telah terpisah dari tubuhnya.
Qinyu menyeringai sambil melihat dua pria muda dan belasan pengawal yang masih tercengang dengan apa yang baru mereka lihat. “Aku bukan wanita yang baik terhadap orang yang berani menyinggung ku, dan kebetulan hari ini aku juga ingin sedikit melemaskan otot-otot tubuh ku yang sudah terasa kaku. Kalian bisa menyerangku secara bersamaan kalau kalian tidak ingin bernasib sama dengan salah satu dari kalian yang baru aku bunuh!...”
Kata-kata Qinyu sedikit membuat ketakutan orang-orang yang tengah mengepungnya dari berbagai arah. Mereka sudah melihat bukti kekuatan Qinyu, dan kini mereka merasa telah salah memilih musuh. Bukannya mendapat apa yang diinginkan, mereka hanya akan mendapat kematian kalau masih memaksa melawan wanita yang ingin mereka tangkap.
Ditambah adanya dua orang lainnya yang belum bergerak, semakin membuat yakin kalau mereka hanya akan mati konyol kalau tidak segera pergi melarikan diri. Setidaknya mereka hanya akan mendapatkan malu saat nantinya berhasil melarikan diri.
Qinyu membuat belasan tombak petir saat melihat belasan orang yang mengepungnya memiliki niatan untuk melarikan diri, sementara itu di sisi lainnya, Yang Yifei saat ini tengah mencengkeram wanita badut yang tak lain adalah Putri Mahkota Kerajaan Tang.
“Kalian tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini, dan seperti yang tadi aku katakan, aku saat ini ingin sedikit melemaskan otot-otot tubuh ku. Karena itu, lebih baik kalian mati dan menjadi tumbal otot-otot tubuh ku yang sedikit kaku...” Kata Qinyu sambil melambaikan tangannya dan bersamaan dengan itu belasan tombak melesat dan membunuh semua orang yang menjadi targetnya.
Reinar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kekejaman Qinyu, dan lagi Reinar mendapatkan pertunjukan yang menarik saat Yang Yifei memberi hukuman pada wanita badut yang telah mengganggu pandangan matanya.
Dengan langkah santai Reinar mendekati Yang Yifei lalu dia mengatakan sesuatu kepadanya. “Kamu tidak perlu membunuhnya sekarang, lebih baik lepaskan dia dan biarkan dia pergi. Lihat, tangan mu yang bersih akan dipenuhi kotoran saat kamu membunuhnya!...”
Yang Yifei menganggukkan kepalanya setuju saat dia melihat senyum lembut Reinar yang menghiasi wajahnya. Tetapi setelah wanita badut yang nyatanya seorang Putri Mahkota Kerajaan Tang dilepaskan Yang Yifei dan dia mencoba kamu, hanya dengan lambaian tangan Reinar membuat wanita itu berubah menjadi kabut darah.
Setelah membereskan kekacauan yang membuang-buang waktu, mereka berdua melanjutkan perjalanan dan mengabaikan orang-orang yang terus menerus menatap kearah mereka setelah melihat apa yang baru saja mereka bertiga lakukan.
Berjalan cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk singgah di salah satu restoran untuk menikmati makan siang.
“Selamat datang di restoran kami, tuan dan nyonya, apa kalian ingin terlebih dahulu memilih tempat?...” Sapa ramah pelayan restoran yang menyambut kedatangan Reinar dan kedua istrinya.
Melihat keadaan lantai satu yang terlalu ramai dan jauh dari kata nyaman, Reinar memilih mengeluarkan 1000 koin emas supaya mereka bisa menikmati kenyamanan lantai tiga restoran bersama dengan pelayanan eksklusif yang hanya bisa didapatkan pelanggan yang menyewa ruangan di lantai tiga.
Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei menikmati makanan mewah yang telah mereka pesan dengan harga yang tidak murah. Setidaknya makanan yang mereka pesan satu porsinya memiliki harga 200 koin emas, dan mereka masing-masing telah menghabiskan dua porsi makanan yang membuat kenyang perut mereka.
Setelah selesai makan dan membayar tagihan biaya makanan yang dia makan bersama kedua istrinya, Reinar mengajak kedua istrinya berbelanja perhiasan di toko perhiasan yang berada tepat di samping restoran.
Namun saat berada di luar restoran, seorang pria tua dan puluhan prajurit menghentikan langkah mereka bertiga. “Itu, mereka adalah orang-orang yang telah membunuh Putri Mahkota Tang Yin dan tiga putra bangsawan yang bersamanya!...” Pria tua yang berada di barisan para prajurit berteriak dan menunjuk-nunjuk kearah Reinar dan kedua istrinya.
Puluhan prajurit bergerak mendekat ke arah Reinar, sedangkan semua orang yang tengah berlalu lalang segera menjauhi tempat dimana Reinar dan kedua istrinya berdiri, mereka semua takut akan menjadi korban dari pertikaian yang mungkin akan segera terjadi.
Selain puluhan prajurit yang mendekat kearah Reinar, ada juga tiga prajurit yang segera pergi melapor kepada Raja Tang Hei saat mereka telah menemukan pelaku yang sudah membunuh Putri kesayangan Raja Tang Hei.
°°°
Di Istana Kerajaan Tang, Raja Tang tengah menyambut tamu yang datang dari wilayah kekuasaan Ras Malaikat Jatuh. Zaha, kakak dari Diablo datang mengunjungi Kerajaan Tang untuk meminta Putra Mahkota Tang Yu menunjukkan orang yang telah membunuh adiknya.
Saat tengah menyambut kedatangan Zaha, Raja Tang menerima kabar tentang sekelompok orang yang telah membunuh Putrinya di dekat sebuah restoran di kota Bulu Angsa.
“Tuan Zaha, kebetulan saya juga ada urusan di kota Bulu Angsa, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi bersama?...” Kata Raja Tang Hei yang telah bersiap pergi bersama Putra Mahkota Tang Yu dan empat Jenderal Kerajaannya.
Zaha hanya mengangguk dan secara bersamaan mereka pergi keluar meninggalkan Istana Kerajaan Tang dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju Kota Bulu Angsa yang tak terlalu jauh dari Istana Kerajaan Tang.
Reinar dan kedua istrinya tidak beranjak pergi dari tempatnya setelah belasan menit mereka tertahan oleh puluhan prajurit yang tengah melakukan pengepungan terhadap mereka.
Hari sudah menjelang sore saat rombongan Raja Tang Hei sampai di tempat Reinar dan kedua istrinya. Raja Tang Hei dan Putra Mahkota Tang Yu melihat tiga orang yang tengah dikepung para prajuritnya, dan hanya sekali melihat, mereka langsung mengenali siapa saja mereka.
Reinar tidak menganggap keberadaan Raja Tang Hei sebagai ancaman, tetapi dia cukup penasaran dengan pria asing yang aura dan kekuatannya sedikit lebih kuat dari Diablo, Ras Malaikat Jatuh yang belum lama ini telah dia kalahkan.
Melihat Reinar dan dua wanita yang di inginkan nya, Raja Tang Hei mencoba memanfaatkan keberadaan Zaha yang kebetulan tengah mencari pelaku pembunuh adiknya. “Tuan, pria itulah yang telah membunuh adik tuan, dan dia juga baru membunuh putriku...”
Mendengar itu, Zaha seketika menatap Reinar lalu dia mengajukan pertanyaan kepadanya. “Apa benar kau adalah orang yang telah membunuh adikku, Diablo?...”
Reinar tanpa banyak berpikir dia langsung menganggukkan kepalanya dan menunjukkan senyum meremehkan ke arah Zaha. “Kalau yang kamu maksut adik adalah pria lemah dari Ras terkutuk yang beberapa hari yang lalu aku bunuh, aku bisa mengatakan kalau memang benar aku yang membunuhnya...”
Urat-urat kemarahan muncul di kening Zaha, dan dengan kekuatan penuhnya dia melesat menerjang kearah Reinar dengan niat membunuh yang cukup kuat.
Bukan hanya niat membunuh, tetapi aura elemen kegelapan nya membuat tanah bergetar dan tak sedikit prajurit atau penduduk Kota Bulu Angsa yang mati karena tak kuat menahan aura yang dilepaskan oleh Zaha.
Saat Reinar terus menghindari serangan Zaha, Qinyu dan Yang Yifei melompat menjauh tetapi mereka tetap mengawasi Raja Tang Hei yang terkenal sangat licik.
“Kau cukup lumayan berhasil menghindari semua serangan ku, tetapi setelah ini jangan harap kau bisa menghindarinya!...” Zaha mengeluarkan pedang sihir dengan ukuran yang lumayan panjang.
Setelah melapisi pedang sihirnya dengan elemen kegelapan nya, dengan memegang erat pedang dengan kedua tangannya, Zaha kembali menyerang Reinar dengan sedikit meningkatkan kecepatannya, dan kal ini serangannya lebih mematikan saat dia menggunakan pedang untuk memotong-motong tubuh Reinar.
Serangan Zaha yang mengandalkan kecepatan yang setara kecepatan kultivator di tingkat Dewa Surgawi tahap awal, tak sedikitpun dapat menggores tubuh Reinar. Jangankan menggores tubuh, pakaian yang digunakan Reinar bahkan tak sedikitpun mengalami kerusakan saat dia terus menghindari serangan Zaha.
Reinar tersenyum sinis melihat musuhnya yang terlihat semakin emosi saat serangannya tak sedikitpun mengenai dirinya, tetapi Reinar tetap berhati-hati karena dia merasa ada seseorang yang akan melakukan sesuatu saat dirinya tengah berhadapan dengan Zaha.
Bosan terus menghindar, Reinar mulai membalas serangan Zaha dengan menciptakan sebuah pedang dari elemen cahaya yang merupakan lawan sepadan untuk elemen kegelapan milik Zaha.
Zaha merasakan bahaya saat melihat musuhnya ternyata merupakan pengguna elemen cahaya, satu-satunya elemen yang menjadi kelemahan elemen kegelapan miliknya.
“Sial, bagaimana ada pengguna elemen cahaya di Kerajaan kecil ini?... Kalau tahu begini, aku akan mengerahkan seluruh pasukan ku untuk membunuhnya...” Teriak Zaha dalam hati sambil terus mengimbangi permainan pedang Reinar yang jauh lebih kuat darinya.
Wajah ketakutan yang ditunjukkan Zaha membuat Reinar tak bisa menahan tawanya. “Elemen kegelapan mu memang kuat, tetapi di hadapan pengguna elemen cahaya sepertiku, kau bukanlah apa-apa sekalipun kau memiliki elemen kegelapan murni...”
Reinar lalu mengeluarkan Zein dan Zet untuk menunjukkan pada Zaha tengang kekuatan elemen kegelapan murni yang lebih kuat dari elemen kegelapan milik Ras Malaikat Jatuh.
Melihat kemunculan dua ekor naga kegelapan pemilik elemen kegelapan murni membuat tubuh Zaha bergetar karena ketakutan. Raja Tang yang berniat melemparkan serbuk racun kearah Reinar segera mengubur dalam-dalam niatnya, dan dia lebih memilih memikirkan cara melarikan diri saat melihat kemunculan dua ekor naga yang tentu bukan lawan yang bisa dia kalahkan.
SWUSSHH...
Aura Kaisar Naga Penguasa yang keluar dari tubuh Reinar membuat tubuh semua orang bergetar, ditambah dengan aura Zein dan Zet yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Penguasa menengah, membuat semua orang jatuh berlutut termasuk Zaha dan Raja Tang Hei.
Kepakan sayap dan hembusan nafas api hitam yang keluar dari mulut Zein dan Zet langsung membakar habis rombongan Raja Tang Hei dan hanya menyisakan sosok Raja Tang Hei yang matanya terbuka lebar saat melihat kematian Putra Mahkota Tang Yu di depan kedua matanya.
Melihat kedua naga Reinar menuju ke arahnya, Zaha mengeluarkan sepasang sayapnya terbang ke langit, dan tak lama muncul burung Gagak Hitam sebesar Zein dan Zet dari atas langit yang berubah warna menjadi hitam. “Aku akan membunuh kalian semua!...” Teriak Gagak Hitam raksasa yang merupakan perubahan wujud dari Zaha.
Dalam wujud Gagak Hitam, Kekuatan Zaha meningkat satu tingkatan, dan kini Zein dan Zet bukanlah lawan yang tepat untuk melawannya. Dengan cepat Reinar meminta Zein dan Zet kembali, dan pada akhirnya dia mengeluarkan ular giok hijau yang telah selesai berevolusi menjadi Naga Daun setelah kekuatannya meningkat ke tahap menengah tingkat Dewa Surgawi. Selain Naga Daun, muncul juga Naga berkepala tujuh yang semula hanyalah ular berkepala tujuh.
Dua naga dengan aura dan bentuk yang mengerikan muncul, bahkan Zaha yang semula merasa berada di atas angin, kini dia merasa hanya tinggal menunggu waktu sebelum kematian mendatangi nya.
ROOAAAARRRRR...
ROOAAAARRRRR...
Kedua naga yang merupakan Spirit Beast kontrak milik Reinar mengamuk saat melihat makhluk terkutuk yang memiliki niat membunuh kepada tuan mereka.
Mereka berdua melesat kearah Zaha yang kali ini hanya bisa bertahan dari serangan mereka. Gigi dan kuku tajam mengoyak dan mencabik-cabik tubuh Zaha, dan hanya dalam beberapa detik, tubuh Zaha terhempas jatuh menghantam bumi.
Melihat pertarungan yang sudah hampir pasti dapat dimenangkan Reinar, Raja Tang Hei melihat kesempatan dan mencoba melarikan diri, tetapi belum juga pergi jauh, didepannya muncul sosok Qinyu dan Yang Yifei yang menatap tajam penuh niatan membunuh yang ditujukan kepadanya.
“Ka.. kalian, apa yang ingin kalian lakukan padaku?...” Tanya Raja Tang ketakutan sambil menggerakkan kakinya untuk berjalan mundur.
Kedua wanita itu tersenyum. “Kami tidak ingi melakukan apa-apa kepadamu, tetapi kami cuma menginginkan kematian mu...” Kata Yang Yifei lalu dia mulai menyerang Raja Tang Hei sementara Qinyu mengawasi pergerakan Raja Tang Hei yang bisa saja melakukan hal buruk pada saudarinya.
Belajar dari kesalahannya di masa lalu, Yang Yifei menggunakan serangan jarak jauh untuk menumbangkan Raja Tang Hei, dan serangan jarak jauhnya sangat efektif untuk melukai Raja Tang Hei.
BOOMMM...
BOOMMM...
AAARGHH...
Raja Tang Hei mengerang kesakitan saat tangan dan kakinya hancur terkena serangan jarak jauh yang dilakukan Yang Yifei.
Tak menghiraukan erangan kesakitan Raja Tang Hei, Yang Yifei menggunakan elemen es nya untuk mengakhiri hidup Raja Tang Hei. Seluruh tubuh Raja Tang Hei membeku, dan setelah membeku menjadi balok es, Yang Yifei menghancurkan balok es itu menjadi butiran es yang bercampur dengan bagian-bagian tubuh Raja Tang Hei.
Pertarungan ditempat lain juga telah berakhir saat Zaha yang dalam wujud Gagak Hitam, dijadikan makanan oleh dua naga yang menjadi lawannya, dan hanya dalam beberapa waktu, keadaan Kota Bulu Angsa menjadi sangat sepi walau ada banyak orang yang berdiri cukup jauh dari tempat pertarungan.
Naga berkepala tujuh dan Naga Daun telah kembali ke tempatnya, dan saat itu juga dari kejauhan muncul ratusan murid Sekte Mawar Putih yang dipimpin Yang Zi dan Jasmin.
Penduduk Kota Bulu Angsa merasa senang saat melihat kemunculan orang-orang dari Sekte Mawar Putih, karena selama ini Sekte Mawar Putih adalah pelindung utama yang selalu melindungi Kota Bulu Angsa.
Namun semua orang segera terkejut saat orang-orang dari Sekte Mawar Putih berlutut di depan wanita dan pria yang sebelumnya telah membuat keributan di Kota Bulu Angsa, dan mereka semakin terkejut saat tahu kebenaran siapa tiga orang yang sebelumnya telah membuat keributan di Kota Bulu Angsa.
Semua penduduk kota ikut berlutut karena baru kali ini mereka melihat Patriak Sekte dan Tetua Agung Sekte Mawar Putih yang selama ini tidak pernah menunjukkan diri mereka.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya 😊😊😊....