The World Emperor System

The World Emperor System
Peperangan Di Benteng Perbatasan [II]



Wei Luan, Ratu Kekaisaran Dewa Langit marah begitu mendengar kabar musnahnya seluruh prajurit garis depan beserta para Jenderal yang memimpin mereka hanya dalam waktu beberapa jam setelah peperangan di mulai. “Sosok pria bertopeng hitam dengan tingkat kultivasi yang tak dapat di ukur, serta keberadaan seratus ribu prajurit dengan tingkat kultivasi di tingkat Dewa Sejati tahap puncak?... Bagaimana mungkin di Benua Selatan yang merupakan Benua terlemah ada begitu banyak kultivator kuat?...”


“Yang Mulia Ratu, sepertinya kita harus menurunkan prajurit terkuat kita untuk memusnahkan prajurit musuh, dan biarkan hamba yang memimpin mereka!... Sekalipun mereka memiliki seratus ribu kultivator tingkat Dewa Sejati, mereka tak akan bertahan dari serangan satu juta prajurit utama Kekaisaran kita...” Ujar Wei Kuo, salah satu Jenderal utama pelindung Kekaisaran Dewa Langit.


Ratu Wei Luan menganggukkan kepalanya lalu dia berkata. “Tingkat kultivasi mu sudah berada di tingkat Dewa Pencipta tahap awal, aku rasa itu sudah cukup pantas untuk membuatmu menjadi pemimpin dari lima ratus ribu prajurit utama milik Kekaisaran...”


Setelah memberi hormat kepada Ratunya, Jenderal Wei Kuo undur diri dari tenda yang ditempati Ratu Wei Luan, lalu dia segera menyiapkan prajurit yang akan dia pimpin untuk melakukan serangan ke benteng perbatasan Kerajaan Yang. “Hanya sebuah Kerajaan kecil tetapi banyak bertingkah!... Begitu aku berhasil menaklukkan Kerajaan itu, aku akan mengambil seluruh wanita cantik di Kerajaan itu untuk menjadi penghangat ranjang ku!...” Kata Jenderal Wei Kuo dalam hatinya.


Sementara itu, di tenda besar yang di tempati Ratu Wei Luan, sepuluh sosok bertopeng merah muncul di tenda itu tak lama setelah kepergian Jenderal Wei Kuo. “Kalian pergilah menyusup ke dalam wilayah Istana Kerajaan Yang, dan tugas kalian adalah menculik beberapa wanita yang merupakan istri dari Raja Kerajaan Yang. Kalau dari para wanita itu ada yang melawan, kalian boleh melenyapkan mereka...” Kata Ratu Wei Luan memberi tugas kepada sepuluh sosok bertopeng merah yang langsung menghilang dari tempatnya begitu menerima tugas darinya.


Ratu Wei Luan memamerkan senyum lebarnya setelah kepergian sepuluh sosok bertopeng merah. “Karena kau menolak penawaran ku, jangan menyalahkan aku akan apa yang akan menimpa Kerajaan mu. Mungkin aku masih akan mengampuninya kalau nantinya dia mau menuruti keinginan ku...” Gumamnya lirih.


Ratu Wei Luan berjalan keluar dari tendanya saat dia mendengar pergerakan prajurit dalam jumlah besar yang bergerak meninggalkan perkemahan yang dia buat tak terlalu jauh dari benteng perbatasan Kerajaan Yang. Di luar tenda, dia dapat melihat kegagahan Jenderal Wei Kuo yang tengah memimpin barisan prajurit berzirah lengkap berwarna kuning keemasan yang berjalan tepat di belakangnya.


“Sepertinya cukup dengan kekuatan Jenderal Wei Kuo dan prajurit yang dia pimpin, aku akan dapat menaklukkan Kerajaan Yang sekalipun ada orang-orang kuat di sisi mereka...” Kata Ratu Wei Luan lirih sambil menatap kepergian Jenderal Wei Kuo beserta prajurit yang di pimpinnya.


Lima ratus ribu prajurit utama Kekaisaran Dewa Langit yang merupakan sekumpulan kultivator di tingkat Dewa Sejati, mereka semua telah meninggalkan perkemahan, dan tengah berjalan dengan gagah berani menuju medan peperangan. Dengan membawa harapan besar dari Ratu mereka, para prajurit yang berada di bawah kepemimpinan Jenderal Wei Kuo bertekad untuk menaklukkan Kerajaan Yang dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki.


Tiga sosok bertopeng hitam yang bersembunyi di balik lebatnya hutan tersebut di balik topeng mereka saat melihat jumlah musuh mereka berkurang. Melihat adanya kesempatan untuk menyerang, ketiga sosok itu segera menyiapkan seluruh prajurit mereka untuk menyerang perkemahan besar yang didirikan oleh Kekaisaran Dewa Langit.


Begitu yakin prajurit yang meninggalkan perkemahan telah pergi menjauh, tiga ratus ribu prajurit yang merupakan prajurit yang selama ini berlatih di kalung dimensi milik Reinar, mereka dengan teratur mengikuti arahan dari para pemimpin mereka. “Serang dan hancurkan mereka!...” Teriak salah satu bawahan Reinar.


Tanpa banyak bicara, tiga ratus prajurit langsung menyerang prajurit Kekaisaran Dewa Langit yang tak pernah menyangka kalau ada ratusan prajurit musuh yang langsung menyerang perkemahan mereka. Tiga ratus ribu prajurit dengan cepat berhasil membunuh puluhan ribu prajurit yang mencoba menghadang mereka, dan begitu ada pergerakan dari prajurit utama musuh, tiga sosok bertopeng hitam dengan cepat mereka menarik mundur prajuritnya.


Para prajurit utama Kekaisaran Dewa Langit tak dapat mengikuti kecepatan prajurit musuh yang baru menyerang, dan pada akhirnya mereka lebih memilih untuk menyelamatkan ratusan rekan mereka yang masih dapat di selamatkan, dan kini penjagaan di sekitaran area perkemahan semakin di perketat dengan melibatkan ratusan ribu prajurit.


Sementara itu, Ratu Wei Luan menggebrak mejanya saat mendengar ada prajurit musuh yang menyerang perkemahannya, dan serangan itu membuatnya harus kehilangan puluhan ribu prajurit yang dimilikinya.


Ratu Wei Luan memerintahkan dua Jenderal dan beberapa prajurit khusus untuk menyisir wilayah hutan di sekitar area perkemahan. Mereka harus menyisir seluruh area hutan di dekat perkemahan, dan memastikan kalau prajurit musuh sudah pergi jauh dari area hutan di sekitar perkemahannya.


Begitu kedua Jenderal dan beberapa prajurit khusus pergi untuk mengerjakan perintahnya, Ratu Wei Luan memanggil empat sosok bertopeng merah untuk membantu menjaga keamanan perkemahannya. “Pergi ke empat arah yang berbeda, dan segera laporkan kepadaku kalau kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan!...”


Lima sosok bertopeng merah menganggukkan kepalanya lalu mereka melesat pergi berpencar ke arah empat penjuru mata angin, namun sayangnya salah satu dari mereka menuju arah yang salah, dan dia justru langsung bertemu dengan sosok bertopeng hitam yang merupakan salah satu bawahan Reinar.


“Sepertinya ada yang salah jalan, atau memang kamu sengaja datang untuk menemuiku?... Kalau kamu memang sengaja datang untuk menemuiku, setidaknya katakan padaku alasan kenapa kamu menemuiku?...” Bukannya menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya, sosok bertopeng merah justru langsung menyerang bawahan Reinar yang sudah cukup sopan mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya.


Sosok bawahan Reinar yang menggunakan topeng berwarna hitam untuk menyembunyikan identitasnya, dia dengan mudah menghindari semua serangan yang dilakukan musuhnya. Meskipun sosok bertopeng merah kuat, tetapi dia masih terlalu lemah untuk melukai sosok bertopeng hitam yang menjadi lawannya.


“Kamu cukup kuat, tapi kamu salah memilih lawan. Ingin mengalahkan ku?... Mungkin satu juta tahun lagi kamu bisa melakukannya, itu pun dengan syarat aku tak meningkatkan kekuatan selama satu juta tahun, dan itu tidak mungkin terjadi. Aku akan selalu bertambah kuat karena ada tuan yang harus aku lindungi...” Ujar sosok bertopeng hitam yang masih saja bermain-main dengan lawannya yang terlihat mulai kelelahan.


Sampai berada di titik terlemah nya, dengan gerakan yang sangat cepat akhirnya dia mengkonsumsi sebuah pil terlarang yang dia miliki, dan tak lama setelah mengkonsumsi pil, tiba-tiba saja aura kekuatannya kembali meningkat dan sedikit lebih kuat dari yang sebelumnya.


Bawahan Reinar hanya tersenyum melihat kekuatan lawannya yang meningkat, namun dia tetaplah sosok lemah di mata bawahan Reinar yang kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Immortal tahap menengah. Tingkat kekuatan bawahan Reinar di Dunia Immortal hanya kalah dari Reinar, dan hanya Reinar jugalah yang dapat mengalahkan mereka.


Sosok bertopeng merah menatap tajam kearah lawannya saat dia melihat lawannya tak terpengaruh akan tekanan aura kekuatannya. Tetapi dengan keyakinan dapat mengalahkan lawannya dengan kekuatan yang telah meningkat, sosok bertopeng merah kembali melakukan serangan ke arah lawannya.


Bawahan Reinar kali ini tak lagi ingin bermain-main, dan dengan gerakan yang sangat cepat, dia mendaratkan sebuah pukulan yang langsung menghancurkan topeng yang digunakan lawannya. “Ras Iblis Kuno?... Aku tidak menyangka kalau Kekaisaran terkuat di Dunia Immortal memperkerjakan orang-orang dari Ras Iblis Kuno!...” Ujar bawahan Reinar saat melihat wajah dibalik topeng berwarna merah yang dipakai lawannya.


Mengetahui penyamarannya telah terbongkar, sosok bertopeng merah yang telah kehilangan topengnya, dia tanpa basa-basi lagi segera mengeluarkan aura Iblis nya, dan sekali lagi dia berhasil meningkatkan kekuatannya.


Bawahan Reinar mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya saat melihat aura kekuatan lawannya. “Karena kau Iblis, aku tak akan segan-segan lagi untuk membunuh mu!...” Menghilang dari tempatnya, sosok bawahan Reinar tiba-tiba muncul tepat di depan lawannya.


Dua tiga kali serangan dapat di hindari lawannya, tetapi serangan selanjutnya terus mengenai lawannya, dan tak butuh waktu lama dia berhasil menumbangkan sosok yang berasal dari Ras Iblis Kuno, yang diperkerjakan olen Kekaisaran Dewa Langit.


“Kekaisaran terkuat di Dunia Immortal justru bekerjasama dengan Ras terkutuk yang telah menyebabkan banyak kematian orang-orang tak bersalah dimana pun mereka berada!... Begitu tuan mengetahui kebenaran tentang Kekaisaran Dewa Langit yang memperkerjakan Ras Iblis Kuno, aku yakin tuan akan dengan senang hati menghancurkan keberadaan Kekaisaran Dewa Langit di tanah Dunia Immortal...” Ujarnya lalu dia membakar mayat Iblis yang baru dia bunuh.


°°°


Sementara itu peperangan kembali terjadi di depan benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Jenderal Wei Kuo beserta lima ratus ribu prajurit yang dia pimpin, saat ini tengah melakukan serangan besar-besaran ke benteng perbatasan milik Kerajaan Yang, tetapi serangan mereka belum membuahkan hasil karena adanya aray pelindung yang melindungi benteng perbatasan Kerajaan Yang.


“Sial, aray di tingkat apa yang melindungi benteng ini?... Seluruh kekuatan yang aku kerahkan bahkan tak mampu menimbulkan kerusakan!...” Kata Jenderal Wei Kuo yang terus berusaha menghancurkan aray pelindung yang melindungi benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Sosok bertopeng hitam muncul di langit saat Jenderal Wei Kuo dan prajuritnya masih berusaha menghancurkan aray pelindung benteng perbatasan Kerajaan Yang. “Sepertinya akan sangat menarik kalau aku juga membuat aray penyerang untuk meramaikan keadaan!...” Kata sosok bertopeng hitam lalu dia menjentikkan jarinya, dan bersamaan dengan itu, aray lain muncul dan langsung menyelimuti benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Jenderal Wei Kuo secara samar dapat melihat aray lain yang melapisi aray pelindung yang coba dia hancurkan. “Aray penyerang?... Sial, ini jauh lebih buruk dari aray pelindung yang belum bisa aku hancurkan...” Gumam lirih Jenderal Wei Kuo.


Jenderal Wei Kuo memerintahkan prajuritnya untuk secepatnya pergi menjauhi benteng perbatasan Kerajaan Yang, namun perintahnya datang cukup terlambat karena aray penyerang sudah bereaksi pada serangan para prajuritnya.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...


Author sedang kurang sehat, jadi maaf kalau hanya bisa up 1x sejak kemarin...