The World Emperor System

The World Emperor System
Kaisar Naga Cahaya



Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


Selamat membaca...


***


Tiga hari lagi akan digelar pesta besar di Kekaisaran Ling. Undangan telah di sebar ke seluruh kekuatan berpengaruh yang ada di Benua Zhongjian.


Pesta pernikahan sendiri juga akan diadakan di Kekaisaran Naga, bagaimanapun juga Argust dan Alice merupakan petinggi di Kekaisaran Naga.


Di saat seluruh orang di kedua Kekaisaran tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan. Reinar yang tak tahu harus melakukan apa dia memilih melanjutkan perburuan orang-orang yang tengah mencari keberadaannya.


Setelah meninggalkan Istana Kekaisaran Ling, dalam waktu singkat Reinar telah sampai di hutan yang cukup jauh dari kota Tengkorak Hitam.


Dengan menyebar kesadaran jiwanya yang mampu menjangkau area seluas puluhan ribu kilometer, Reinar mencoba mencari keberadaan kelompok dari Sekte Lembah Tengkorak, ataupun orang-orang yang memiliki aura yang sama dengan mereka.


Dan dengan sedikit bantuan dari Lilia, Reinar dengan cepat menemukan apa yang tengah dia cari, tetapi dia tidak menyangka jika susah terlalu banyak orang yang auranya tercemari oleh aura yang begitu menjijikkan.


“Aura dari ras Dewa Iblis memang sangat menjijikkan...” Kata Reinar yang telah tahu banyak apa saja yang ada di alam immortal berkat buku pengetahuan alam semesta pemberian Lilia.


“Swusshh... Swusshh...” Reinar pergi ke tempat belasan orang dengan aura yang membuatnya ingin segera menghancurkan mereka.


Setidaknya akan ada lima ahli di tingkat Dewa Bumi menengah, dan sepuluh ahli tingkat Dewa Bumi awal yang akan menyambut kedatangan Reinar.


BOOMMM...


Ledakan keras terdengar saat Reinar memukul empat ahli di tingkat Dewa Bumi awal di waktu yang hampir bersamaan. Keempat ahli tingkat Dewa Bumi awal langsung jatuh tak sadarkan diri tetapi mereka masih bernafas.


“Sialan, siapa yang berani menyerang kelompok ku?...” Teriak ahli terkuat yang kekuatan puncaknya mampu menyamai kekuatan ahli di tingkat Dewa Langit awal.


Dia tidak melihat atau merasakan keberadaan Reinar, karena orang yang dia cari sudah berada di tempat persembunyiannya setelah dia menyerang empat orang ahli tingkat Dewa Bumi awal yang kondisinya saat ini sangat memprihatikan.


“Apa orang ini yang membuat hilangnya ratusan murid Sekte Lembah Tengkorak?...” Kata ahli terkuat membatin dengan wajah serius memperhatikan sekelilingnya.


Tapi wajah serius si ahli terkuat tiba-tiba berganti menjadi wajah terkejut saat dia kembali kehilangan ahli tingkat Dewa Bumi awal yang ada di kelompoknya. Kini yang tersisa di kelompoknya hanyalah lima ahli yang kekuatannya sedikit lebih lemah darinya.


“Swuusshh...” Reinar muncul di depan lima orang ahli tingkat Dewa Bumi puncak dengan sebagian wajah tertutup topeng berwarna hitam.


Melihat sosok yang baru saja menunjukkan wujudnya, ahli terkuat dari lima ahli Dewa Bumi yang tersisa terkejut dan semakin bersikap waspada. Dia tidak bisa melihat tingkat kekuatan sosok yang ada di depannya, karena itu dia yakin jika sosok itu lebih kuat darinya.


“Dia kuat...” Kata ahli Dewa Bumi puncak lainnya yang merasa was-was pada Reinar yang masih diam di tempatnya.


Reinar sendiri dengan tenang berdiri di tempatnya dengan sorot mata tajam menatap lima orang yang seketika berkeringat dingin saat Reinar menatap mereka.


Tubuh kelima orang itu semakin di banjiri keringat dingin saat Reinar mengangkat tangannya dan tak lama sebuah kursi cantik muncul dan menjadi tempat duduk Reinar.


Reinar ingin tertawa melihat kelima ahli tingkat Dewa Bumi puncak ketakutan hanya dengan dia menciptakan sebuah kursi untuk dia duduki.


“Apa kalian ingin bertarung denganku?... Atau kalian memilih menyerahkan diri padaku?... Tetapi intinya kalian tetap akan mati...” Kata Reinar bertanya pada lima ahli Dewa Bumi puncak yang masih terdiam di tempat mereka.


“Tuan pendekar, kami merasa kita tidak ada permasalahan selama ini, lalu kenapa tuan pendekar tiba-tiba menyerang kami?... Apa tuan pendekar tidak takut akan kekuatan Sekte Lembah Tengkorak?...” Kata seorang ahli tersenyum sinis kearah Reinar.


Reinar hanya menunjukkan senyumnya sambil menatap ahli Dewa Bumi puncak yang baru menunjukkan senyuman sinis di hadapannya. Dengan senyuman di wajahnya Reinar mengayunkan tangannya, dan ahli yang baru saja menunjukkan senyuman sinis terpental dan tak sadarkan diri dengan organ dalam sepenuhnya telah hancur.


“Terlalu kuat!...” Kelima ahli Dewa Bumi puncak merasakan kengerian yang begitu besar pada Reinar yang dapat membunuh seorang ahli Dewa Bumi puncak hanya dengan lambaian tangan.


Detik berikutnya Reinar menghilang bersamaan dengan tubuh keempat ahli yang terpental ke berbagai arah.


BOOMM... KREKK... BOOMM... BRAAK...


Keempatnya terpental dan baru berhenti setelah menghantam tanah, maupun pohon. Tetapi ada satu dari mereka yang berhenti terpental setelah tersangkut di ranting-ranting pepohonan.


“Dewa Langit sekalipun belum tentu menang darinya. Siapa sebenarnya pria bertopeng itu?...” Kata ahli Dewa Bumi terkuat yang lebih dulu bangkit setelah tubuhnya menghantam batang pohon dan membuat pohon itu seketika roboh.


Merasa tidak akan mampu melawan Reinar, keempatnya mencoba melarikan diri setelah bangkit dari serangan kuat yang baru dilakukan Reinar, tapi sayangnya Reinar tahu apa yang ingin mereka lakukan.


“Jangan berharap bisa melarikan diri setelah kalian bertemu denganku...” Kata Reinar lalu empat rantai muncul dari kedua telapak tangannya dan langsung mengikat keempat ahli Dewa Bumi puncak yang merasa jika kekuatan mereka mulai menurun saat terikat rantai yang dikeluarkan Reinar.


“Sialan, rantai ini menyerap kekuatan kita...” Teriak ahli terkuat sambil mencoba meloloskan dirinya begitu juga dengan tiga ahli lainnya. Tetapi apa yang mereka lakukan hanyalah perbuatan sia-sia karena rantai Reinar tak akan mengendor dan melepaskan mereka.


Dari ahli Dewa Bumi puncak, kekuatan mereka menurun dengan sangat cepat. Hanya dalam sepuluh tarikan nafas mereka telah berubah menjadi manusia biasa, dan setelahnya api berwarna putih membakar mereka di saat mereka masih mempertahankan kesadarannya.


Suara rintihan dan teriakan permintaan pertolongan terdengar saat tubuh keempat ahli mulai terbakar api berwarna putih. Tapi suara mereka hilang saat tubuh mereka telah menjadi abu bersamaan dengan musnahnya aura menjijikkan yang mereka miliki.


Ahli Dewa Bumi awal yang sudah berada di puncak kekuatannya sadar dari pingsannya dan menatap Reinar yang berjalan mendekat ke arahnya. “Siapa kau?...” Katanya dengan suara yang terdengar begitu lemah.


“Aku hanya Dewa Kematian yang kebetulan ingin menyabut nyawamu...” Kata Reinar lalu dia segera menyerap kekuatan dari seluruh ahli yang dia buat pingsan, termasuk satu ahli yang sudah sadarkan diri dan menatap penuh ketakutan kearah Reinar.


Cahaya berwarna keemasan keluar dari tubuh Reinar saat dia selesai menyerap kekuatan seluruh ahli yang merupakan kumpulan tetua dan murid elite Sekte Lembah Tengkorak.


“Tubuhku rasanya ingin meledak. Mungkin ini waktu yang tepat untuk menerobos ke tingkat yang lebih tinggi...” Gumam Reinar lalu dia segera duduk bersila dan mengambil sikap berkultivasi.


Empat tubuh bayangan Reinar muncul saat tubuh aslinya sedang mencoba untuk menerobos. Mereka menyebar ke empat arah dalam radius 50 kilometer dan akan meniadakan ancaman yang berpotensi mengganggu proses kultivasi Reinar.


Tapi di suatu tempat ada sosok yang begitu agung merasakan aura Kaisar Naga Kegelapan yang keluar dari tubuh Reinar saat dia berusaha menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.


“Aura ini?... Sang pewaris sepertinya sudah datang, bahkan aku merasa kekuatannya hampir melebihi kekuatan seluruh Kaisar Naga di masa jayanya...” Kata roh Kaisar Naga Cahaya sambil membuka pelindung istana Kekaisarannya agar sang pewaris dapat menemukan keberadaannya.


Kaisar Naga Cahaya selama ini menyembunyikan keberadaan istananya untuk mencegah orang dengan niat buruk menemukan warisannya. Tetapi setelah merasakan keberadaan sosok sang pewaris, Kaisar Naga Cahaya meniadakan pelindung istananya untuk memancing kedatangan Reinar.


“Dengan begini aku yakin dia akan segera menemukan keberadaan ku...” Kata Kaisar Naga Cahaya saat melihat tubuh bayangan Reinar melayang di atas istananya.


Kaisar Naga Cahaya tersenyum puas saat merasakan aura Kaisar Naga Kegelapan merembes keluar dari tubuh bayangan yang saat ini tengah menjaga istananya.


BOOMMM... BOOMMM...


Tanah bergetar dan awan hitam muncul saat Reinar menerobos ke tingkat Jenderal Dewa puncak. Kekuatan besar keluar dari tubuh Reinar dan aura yang begitu menindas dapat di rasakan hampir di setengah bagian daratan Benua Zhongjian.


Dengan kekuatannya yang sekarang, sepuluh Raja Dewa awal sekalipun tak akan mampu melawannya. Mereka justru akan musnah dan menjadi sumber kekuatannya.


Mata Reinar yang terpejam perlahan terbuka, dan dia melirik awan hitam di atasnya yang seketika lenyap saat aura Reinar menghempas awan yang terlihat jelek baginya.


“Hah...” Reinar menghela nafas lalu tersenyum sambil melihat ke arah salah satu tubuh bayangan ciptaannya.


“Akhirnya aku menemukan salah satu dari mereka....” Kata Reinar yang melesat pergi ke tempat tubuh bayangannya yang tengah menjaga apa yang tengah dia cari.


***


Bersambung...