
Keadaan Kerajaan Yang semakin membaik setelah kemenangan dalam peperangan besar melawan kekuatan Kekaisaran Dewa Langit. Di bawah kepemimpinan Reinar, saat ini Kerajaan Yang memiliki lebih dari dua juta prajurit siap tempur, dan ada dua ratus ribu prajurit dan seorang Jenderal yang menjaga tiap benteng perbatasan yang dimiliki Kerajaan Yang. Selain kuat dalam segi prajurit, ada penambahan beberapa kota yang memutuskan untuk menjadi bagian dari Kerajaan Yang.
Dengan keberadaan Reinar, seorang Raja yang mampu mengalahkan Ratu Wei Luan yang dapat dikatakan sebagai orang terkuat di Dunia Immortal, banyak kekuatan yang semula berniat menaklukkan Kerajaan Yang, kini mereka membuang jauh-jauh niatan itu, dan tak sedikit dari mereka yang ingin menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Yang.
Namun dari banyaknya pihak yang ingin bekerjasama, hanya ada beberapa pihak yang keinginan kerjasamanya dikabulkan oleh Reinar setelah melakukan penyelidikan kepada pihak-pihak yang ingin menjalin kerjasama dengan Kerajaannya.
Kerajaan Qing, Rumah Dagang Dunia, dan Rumah Lelang Semester, tiga pihak yang kini memiliki hubungan kerjasama dengan Kerajaan Yang. Bahkan tanpa sungkan Kerajaan Qing mengatakan kalau mereka akan menjadi bagian dari Kerajaan pendukung saat Kerajaan Yang menyatakan dirinya sebagai sebuah Kekaisaran.
“Begitu urusan keamanan Kerajaan selesai, mungkin aku akan mengelilingi Dunia Immortal sebelum pergi ke Dunia Surgawi. Tetapi sebelum benar-benar pergi meninggalkan dunia ini, aku akan terlebih dahulu menjadikan Kerajaan Yang menjadi Kekaisaran terkuat di Dunia Immortal, dan mungkin kekuatan mereka dapat menyamai salah satu kekuatan yang ada di Dunia Surgawi. Aku masih punya banyak waktu untuk melakukan itu, setidaknya aku akan pergi ke Dunia Surgawi setelah salah satu putraku dapan menggantikan ku menjadi penguasa di dunia ini...” Gumam Reinar saat dia tengah sendirian di dalam ruang kerjanya.
Reinar dan seluruh istrinya telah sepakat akan meninggalkan putra dan putri mereka di Dunia Immortal di saat mereka nantinya akan pergi ke Dunia Surgawi mengikuti suami mereka. Bukannya mereka tidak ingin selalu bersama putra dan putri mereka, tetapi mereka ingin putra dan putri mereka tumbuh dan besar dengan kedewasaan, bukannya tumbuh besar dengan sikap manja.
“Karena seluruh pekerjaan hari ini telah selesai, lebih baik aku menghabiskan sisa hari ini dengan berkeliling...” Ujar Reinar.
Reinar pergi keluar dari istananya dan dia memutuskan untuk terlebih dahulu melihat keadaan Sekte Mawar Putih dan Akademi Surgawi yang kini telah berubah menjadi Sekte dan Akademi Kerajaan. Di kedua tempat itulah Reinar menaruh harapan besar akan peningkatan kekuatan tempur Kerajaannya.
Saat sampai di atas bangunan utama Sekte Mawar Putih, Reinar dapat melihat keberadaan beberapa istrinya yang tengah melatih murid mereka. Mereka melihat keberadaan Reinar, tetapi mereka hanya tersenyum dan melihat dari kejauhan lalu mereka kembali melanjutkan pelatihan para muridnya.
“Ada lebih dari lima puluh ribu murid yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, dan setidaknya ada lima ribu murid yang berada di tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati. Dua bulan lagi akan diadakan kompetisi Sekte di Benua Tengah. Dengan mengirim para murid istriku, aku yakin mereka dapat berbicara banyak dalam kompetisi itu...” Kata Reinar lirih saat dia teringat akan kompetisi Sekte yang akan segera dilakukan.
“Aku yang masih memiliki jabatan Tetua Agung Sekte Mawar Putih, aku tentunya akan menemani mereka saat nantinya berada di Benua Tengah...” Ujar Reinar yang kembali melihat pelatihan yang tengah dilakukan para istrinya.
“Lebih baik sekarang aku melihat keadaan Akademi Surgawi...”
Meninggalkan Sekte Mawar Putih, Reinar langsung pergi ke Akademi Surgawi yang kini letaknya agak berjauhan dengan wilayah Sekte Mawar Putih.
Di Akademi Surgawi Reinar juga melihat keberadaan beberapa istrinya yang tengah melatih beberapa murid Akademi. Selain melihat keberadaan Istrinya, Reinar juga melihat keberadaan Ibunya yang kini telah menjadi ketua Akademi Surgawi menggantikan posisi yang dia tinggalkan.
Puas berkeliling, Reinar memutuskan untuk kembali ke kediamannya untuk membersihkan diri.
Saat sampai di kediamannya, Dia sudah di sambut Freya dan Luna yang kali ini akan menjadi pelayan khususnya saat dia membersihkan diri. Dengan keberadaan dua istrinya, Reinar dengan penuh semangat masuk ke dalam kamar mandi, dan tentu tangannya saat ini sudah bergerilya di tubuh kedua istrinya yang tengah mengapit dirinya.
°°°
Tak jauh dari benteng perbatasan Kerajaan Yang, sebuah rombongan yang berjumlah belasan orang tengah berjalan kearah gerbang benteng perbatasan yang kini dijaga lebih dari dua ratus ribu prajurit, dan rata-rata dari mereka memiliki kekuatan di atas tahap awal kultivator tingkat Dewa Surgawi.
Saat rombongan itu sampai di gerbang benteng perbatasan Kerajaan Yang, mereka dibuat terkejut saat melihat keberadaan prajurit penjaga benteng yang kekuatannya sangatlah luar biasa. Di mata mereka, mereka semua dapat melihat keberadaan ribuan kultivator tingkat Dewa Sejati tahap menengah yang saat ini tengah melakukan penjagaan di atas benteng.
Tetapi keterkejutan mereka seketika lenyap saat mereka teringat akan kekuatan benteng ini yang menjadi kuburan untuk Ratu Wei Luan beserta jutaan prajurit serta ratusan Jenderal yang ikut bersamanya.
Rombongan itu mendapatkan izin memasuki wilayah Kerajaan Yang setelah mereka menjelaskan maksud tujuan mereka mendatangi Kerajaan Yang kepada Jenderal yang memimpin prajurit perbatasan. Tetapi akan ada dua puluh prajurit yang akan melakukan pengawalan terhadap kelompok itu, setidaknya para prajurit akan mengawal kelompok itu sampai ke Kota Bulu Angsa yang menjadi Ibukota dari Kerajaan Yang.
“Kakek, kekuatan kerajaan ini sangat mengerikan!... Bagaimana mungkin seorang Jenderal dengan tingkat kultivasi berada di tingkat Dewa Pencipta hanya bertugas menjadi penjaga benteng perbatasan?... Jenderal itu setidaknya akan memiliki jabatan penting kalau mengabdi kepada Kekaisaran kita...”
Sekeras apapun Wei Kong mencari jawaban untuk pertanyaan yang mengganjal di pikirannya, dia sama sekali tidak menemukan jawabannya. Dia benar-benar dibuat bingung akan besarnya kekuatan Kerajaan Yang di saat mereka berada di Benua terlemah diantara lima Benua yang ada di Dunia Immortal.
“Mungkin pertanyaan itu akan terjawab saat kita telah bertemu dengan Raja mereka, karena itu mari kita sedikit mempercepat kecepatan kita!... Aku sangat yakin para prajurit yang mengawal kita dapat mengikuti kecepatan yang kita miliki!...” Ujar Wei Kong yang langsung meningkatkan kecepatannya.
“Apa kakek lupa kalau ini adalah kecepatan tercepat ku?... Aku bukan Wei Jian yang tingkat kultivasinya sudah cukup tinggi, aku masih berada di tingkat Dewa Sejati tahap awal, dan ini adalah kecepatan tercepat yang bisa aku lakukan...” Kata Wei Luaning sambil memanyunkan bibirnya.
Wei Kong hanya bisa tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sesaat yang lalu dia benar-benar melupakan tingkat kultivasi Wei Luaning yang merupakan orang terlemah diantara orang-orang yang ikut bersamanya pergi ke Kerajaan Yang.
Bukannya menambah kecepatan, Wei Kong akhirnya justru mengurangi kecepatannya saat melihat Wei Luaning cukup kelelahan karena harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengimbangi kecepatan pergerakannya. Kalau saja cucunya itu tidak memaksa untuk ikut pergi bersamanya, mungkin dia saat ini tidak akan tersiksa dalam perjalanan.
“Apa nona memerlukan bantuan?... Kami bisa memanggilkan kereta kuda kalau nona menginginkan, tetapi kita akan sedikit lebih lama untuk sampai ke Kota Bulu Angsa, tempat keberadaan Istana Kerajaan Yang...” Kata kepala prajurit yang memimpin prajurit pengawal rombongan Wei Kong.
“Cucuku, apa kamu ingin menerima tawaran dari kepala prajurit?...” Tanya Wei Kong kepada cucunya yang terlihat semakin kelelahan.
“Aku tidak membutuhkan kereta kuda, saat ini aku hanya butuh istirahat sejenak untuk memulihkan tenagaku!...” Jawab Wei Luaning yang menunjukkan sisi keras kepalanya.
Mendengar jawaban cucunya, Wei Kong dengan cepat mencarikan tempat yang layak untuk dijadikannya sebagai lokasi peristirahatan sementara. Setelah melihat-lihat, Wei Kong akhirnya menemukan sebuah desa di pinggiran hutan yang terlihat cocok untuk dia singgahi, dan cucunya bisa beristirahat serta memulihkan tenaganya di tempat itu.
Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di depan gerbang desa. Prajurit penjaga desa dengan ramah menyambut kedatangan mereka saat para prajurit itu melihat keberadaan puluhan prajurit penjaga yang terlihat tengah melakukan rombongan pada sekelompok orang.
“Bahkan di sebuah desa kecil, ada puluhan prajurit kuat yang bertugas menjadi penjaga gerbang!...” Kata Wei Luaning dalam hati saat melihat kekuatan kepala prajurit penjaga desa yang tak lebih lemah dari kekuatannya.
Saat masuk kedalam desa, rombongan yang dipimpin oleh Wei Kong dapat melihat kehidupan penduduk Desa yang dipenuhi kebahagiaan, dan lagi desa yang mereka singgahi juga terlihat jauh lebih maju dari desa-desa yang ada di dekat Ibukota Kekaisaran mereka.
“Apa benar kita baru memasuki desa yang berada di sebuah wilayah Kerajaan baru, yang baru beberapa minggu ini berdiri?... Aku sulit mempercayainya, aku lebih percaya kalau saat ini kita berada di desa yang berada dalam wilayah Kekaisaran yang jauh lebih baik dari Kekaisaran Dewa Langit...” Kata salah satu prajurit Kekaisaran Dewa Langit yang bertugas mengawal tuan Putri Kekaisaran.
Mendengar apa yang dikatakan oleh salah satu rekannya, beberapa prajurit pengawal Wei Luaning hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan oleh salah satu rekan mereka. Kalau memang saat ini mereka berada di sebuah Kerajaan yang baru berdiri, mereka akan lebih percaya kalau saat ini mereka tengah berada di sebuah kota kecil yang masih dalam tahap perkembangan.
Wei Kong dan Wei Luaning tak terlalu memperhatikan prajurit penjaga yang ikut dalam rombongan mereka. Daripada memikirkan prajurit mereka, keduanya saat ini justru tengah menikmati keramahan penduduk desa yang tengah memberikan sambutan kepada mereka.
Kepala Desa bahkan datang menyambut mereka, lalu dia membawa rombongan Wei Kong menuju kediamannya untuk menikmati jamuan makan yang sudah disiapkan oleh keluarganya.
Sebelumnya Kekaisaran mereka datang sebagai musuh, tetapi melihat bagaimana sambutan penduduk desa yang merupakan bagian dari Kerajaan Yang, mereka benar-benar mengutuk tindakan Ratu Wei Luan yang sebelumnya menyatakan perang dengan Kerajaan Yang.
“Wanita Iblis itu, dia benar-benar membuat buruk nama Kekaisaran Dewa Langit!...” Kata Wei Kong dalam hati saat dia menikmati jamuan makan di kediaman keluarga kepala Desa.
°°°
Jangan lupa like, vote dan sertakan komentar setelah selesai membaca, terimakasih...