
Setelah membereskan keberadaan lima sosok berjubah putih yang selama ini menjadi penghalang orang-orang yang akan pergi ke Dunia Surgawi, Reinar dan Freya bersiap memasuki sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat gerbang yang akan mengantarkan mereka menuju Dunia Surgawi.
Ada perasaan familiar saat Reinar menginjakkan kakinya di sebuah bangunan tua yang terlibat begitu terjaga, walau tak terlihat adanya sosok yang menjaga ataupun merawat bangunan itu.
“Tuan, di dalam bangunan ini terdapat lima gerbang, dimana setiap gerbang akan mengantarkan tuan ke salah satu Benua yang ada di daratan Dunia Surgawi. Di Dunia Surgawi sendiri terdapat lima Benua besar. Benua Bumi di bagian timur, Benua Langit di bagian barat, Benua Angin di bagian selatan, Benua Es di bagian utara, dan yang terbesar adalah Benua tengah, atau biasa orang-orang menyebutnya sebagai Benua Dewa. Dan kalau tuan ingin tahu, di Benua Dewa lah letak itana penguasa tiga dunia, atau aku bisa mengatakan kalau di tempat itulah yang menjadi tempat tinggal Ayah tuan....” Ujar Lilia menjelaskan tentang seluk beluk Dunia Surgawi.
Reinar menganggukkan kepalanya mengerti, setelah dirinya mendengar penjelasan yang diberikan oleh Lilia. Dari penjelasan Lilia dia dapat menyimpulkan kalau keadaan Dunia Surgawi tak jauh berbeda dengan keadaan Dunia Immortal yang akan segera dia tinggalkan.
Setelah mengerti seluk beluk tentang Dunia Surgawi, Reinar lalu menanyakan tentang keberadaan kedua kakak wanitanya yang dua tahun yang lalu tiba-tiba mengatakan akan kembali ke Dunia Surgawi. “Lilia, apa menurutmu kedua kakakku juga di ganggu oleh lima orang tadi saat mereka ingin menggunakan gerbang yang ada di tempat ini?....”
Reinar dapat mendengar tawa Lilia sebelum dia mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. “Tuan, kalo benar kelima sosok yang telah tuan lenyapkan pernah menyinggung kedua kakak tuan, mungkin kita tadi tak akan bertemu dengan mereka. Seharusnya tuan tahu sekejam apa kedua wanita yang merupakan kakak tua, tentunya kedua wanita itu tak akan membiarkan hidup orang-orang yang berani menyinggung mereka....” Jawab Lilia.
Menyinggung kedua kakaknya adalah sebuah perbuatan yang menunjukkan kalau orang itu telah bosan hidup, dan tentunya dia tidak akan menyinggung kedua kakaknya karena dia masih ingin hidup untuk waktu yang lama.
Tetapi yang namanya wanita, sekuat apapun mereka, tetap saja mereka memiliki kelemahan yang sulit mereka tutupi, dan itu juga yang membuat Reinar sempat khawatir dengan kedua kakaknya kalau memang benar mereka sebelumnya pernah bertemu dengan lima sosok berjubah putih yang telah dia lenyapkan.
Mudah baginya untuk membunuh lima sosok berjubah putih, tapi tentunya itu akan sulit dilakukan oleh kedua kakaknya.
“Kelima sosok tadi sempat menyebarkan serbuk pemikat, beruntung aku mengetahuinya dan dengan cepat menghapus keberadaan serbuk pemikat yang mereka sebarkan. Entah apa yang akan terjadi kalau aku telat menyadari keberadaan serbuk pemikat yang mereka sebar!....” Kata Reinar dalam hati.
“Suamiku, apa yang sedang kamu pikirkan?.... Aku lihat, sejak memasuki bangunan ini kamu terus diam, bahkan kamu tak menjawab semua pertanyaanku!....” Keluh Freya yang seketika menyadarkan Reinar dari lamunannya.
“Ah itu, Aku cuma teringat tentang kedua kakakku yang dua tahun yang lalu telah lebih dulu kembali ke Dunia Surgawi. Aku penasaran, apa nantinya setelah kembali bertemu meret telah memiliki pasangan hidup seperti yang mereka janjikan sebelum kembali ke Dunia Surgawi....”
Freya menganggukkan kepalanya. “Dengan kecantikan yang dimiliki mereka, tentunya akan sangat mudah menemukan pria yang sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan....”
Reinar hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia dan Freya kembali menyusuri jalan yang ada di depan mereka. Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di ujung jalan yang mereka susuri, dan kedatangan mereka langsung disambut oleh keberadaan lima gerbang yang akan membawa mereka menuju Dunia Surgawi.
“Lima gerbang yang menghubungkan Dunia Immortal dengan kelima Benua yang ada di Dunia Surgawi. Dari aura yang merembes keluar dari kelima gerbang, aku dapat merasakan adanya energi yang begitu besar di balik lima gerbang yang ada di hadapan kita....” Kata Reinar sambil memperhatikan satu demi satu gerbang yang ada di hadapannya.
“Suamiku, dari kelima gerbang ini, gerbang mana yang akan kita masuki?....” Tanya Freya penasaran.
“Kamu bisa memilih gerbang mana yang ingin kamu masukin, dan tentunya aku akan mengikuti pilihan dari istriku yang cantik ini....” Kata Reinar yang masih sempat-sempatnya menggoda Freya.
Freya tersenyum malu saat digoda oleh Reinar, dan dengan malu-malu Freya langsung menyeret Reinar ke sebuah gerbang yang akan membawa mereka ke wilayah Benua Langit.
Benua Langit bukanlah pilihan yang buruk, karena di Benua Langit dia bisa saja bertemu dengan beberapa sosok Kaisar Naga yang mungkin akan langsung datang menyambut kedatangannya, begitu dia menginjakkan kakinya di daratan Benua Langit.
Berdiri di depan gerbang tinggi besar yang terlihat begitu kokoh, Reinar mencoba berkomunikasi dengan Lilia untuk menanyakan apa yang harus dia lakukan supaya gerbang di hadapannya terbuka.
Reinar menunjukkan senyum puasnya saat Lilia memberi tahu apa yang ingin dia ketahui, lalu dengan mengedarkan seluruh kekuatannya, Reinar membiarkan gerbang di hadapannya menyerap kekuatan miliknya.
SWUSSHH....
Lima sosok pria bertopeng hitam yang merupakan bawahan Reinar muncul. “Biarkan gerbang ini menyerap kekuatan yang kalian miliki!....”
Reinar dan Freya dapat melihat gerbang di hadapan mereka yang perlahan mulai terbuka, dan seiring berjalannya waktu serta semakin banyaknya kekuatan yang dis gkerap oleh gerbang penghubung dua Dunia, perlahan gerbang di hadapan mereka semakin terbuka lebar.
Reinar dan kelima bawahannya menghentikan mengalirkan kekuatan ke arah gerbang penghubung dua Dunia, di saat gerbang telah sepenuhnya terbuka, dan kini mereka semua dengan jelas melihat apa yang ada dibalik pintu gerbang. Dengan mata terpejam, mereka sangat menikmati aliran energi murni yang mulai memasuki tubuh mereka.
Tak lama memejamkan mata, Reinar meminta kelima bawahannya kembali ke kalung dimensi, lalu dia mengajak Freya untuk berjalan memasuki gerbang penghubung dua Dunia yang telah terbuka lebar. “Ini benar-benar energi yang jauh berbeda dengan energi yang ada di Dunia Immortal. Dunia ini benar-benar seperti surga....”
Reinar dan Freya telah menginjakkan kakinya di Benua Langit yang berada di Dunia Surgawi, dan tak lama setelah mereka melewati gerbang penghubung dua Dunia, Tiba-tiba saja gerbang itu menghilang.
“Sekalipun tanpa gerbang penghubung dua Dunia, aku sekarang dapat dengan mudah pergi ke Dunia Immortal karena aku telah memiliki hubungan dengan dunia ini....”
Reinar mengajak Freya untuk menikmati perjalanan awal mereka di Benua Langit, namun sebelum pergi jauh, sejenak dia melihat ke tempat kemunculannya di Dunia Surgawi. “Dengan begini petualangan baruku akan segera dimulai....”
°°°
Jauh dari tempat kemunculan Reinar dan Freya, seorang pria berjubah emas tersenyum lebar saat merasakan keberadaan aura milik seseorang yang sudah cukup lama dia tunggu kedatangannya.
“Tuanku telah melangkahkan kakinya di Dunia ini, dan kini saatnya aku mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya. Semoga saja dengan keberadaan tuan, Dunia ini dapat kembali seperti dulu!....” Gumamnya.
Pria itu tak lain adalah Kaisar Naga Cahaya, yang sebelumnya telah mewariskan kekuatan jiwa sisanya yang berada di Dunia Bawah. Dan dia adalah satu dari lima Kaisar Naga yang telah berjanji akan menjadi bawahan dari Reinar, walau saat ini dia jauh lebih kuat dari orang yang akan menjadi tuannya.
°°°
Di Istana Penguasa Tiga Dunia, Shen Li Quan tersenyum saat merasakan kehadiran putranya di Dunia yang sama dengan Dunia yang ditempatinya.
Lalu dia tersenyum dan setelahnya dia memanggil beberapa orang kepercayaannya. “Pergi ke Benua Langit dan jaga putra serta menantu ku!.... Aku ingin kalian menjaga keberadaan mereka tanpa sepengetahuan mereka, dan aku tidak ingin mendengar sebuah kegagalan dari tugas ini!....” Kata Shen Li Quan tegas.
Keadaan di Dunia Surgawi dari hari ke hari semakin memburuk. Peperangan, dan perebutan kekuasaan terjadi di mana-mana. Shen Li Quan sebagai Penguasa Tiga Dunia tak bisa begitu saja ikut campur dalam peperangan yang terjadi di Dunia Surgawi, selama peperangan itu tak membahayakan kestabilan Dunia Surgawi.
Peperangan dan perebutan kekuasaan hanya melibatkan orang-orang yang memiliki kekuatan, dan apa yang mereka lakukan tak sedikitpun berdampak pada kehidupan rakyak yang tinggal di kawasan mereka. Dan itu jugalah yang membuat Shen Li Quan tak turun tangan dalam kekacauan yang saat ini tengah melanda Dunia Surgawi.
“Aku memang tak bisa turun tangan langsung dalam kekacauan yang saat ini tengah melanda Dunia Surgawi, tetapi dengan kehadiran putraku, aku yakin dia dapat menghentikan semua kekacauan yang tengah terjadi di Dunia ini....”
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....
°°°
Novel ini akan berlanjut di Novel baru yang akan author up dua atau tiga hari lagi...
Dan dengan berakhirnya episode kali ini, author mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan yang selama ini teman-teman berikan untuk mendukung Novel ini.
Jangan lupa untuk kembali memberi dukungan pada Novel yang akan melanjutkan kisah petualangan Reint dan kesebelas istrinya.