The World Emperor System

The World Emperor System
Warisan Kaisar Naga Kegelapan



Reinar terus melesat menuju pusat aura yang dia rasakan, dan akhirnya dia sampai di sebuah danau yang ada di dasar lembah.


“Kenapa ada danau di dalam lembah, dan entah kenapa danau ini tidak seperti dana pada umumnya yang memiliki air berwarna bening?.” Ungkap Reinar yang melihat jika danau yang ada di depannya memiliki air berwarna merah kehitaman.


[Tuan, aku merasa pusat aura yang begitu kuat berada tepat di tengah-tengah danau ini.]


“Aku juga merasakan itu, tapi aku juga merasa ada yang sedang mengawasi keberadaan ku di tempat ini.” Kata Reina dengan menunjukkan ekspresi seriusnya.


[Mereka bukan mengawasi, lebih tepatnya mereka sedang menilai kelayakan tuan.]


“Hemmm, mereka sedang meilai kelayakanku, tapi untuk apa juga mereka menilai ku, sedangkan aku tidak tahu siapa mereka.” Kata Reinar penasaran.


Merasakan daya tarik dari aura yang berada di bagian tengah danau, Reinar pun kembali melesat kearah tengah danau dengan melompati bebatuan yang tersusun rapi menuju tengah danau.


“Semakin ke tengah danau, aku merasa suhu di sekitar ku menjadi lebih hangat.” Kata Reinar sambil terus meloncati bebatuan menuju bagian tengah danau.


Sampai di tengah danau, Reinar melangkahkan kakinya di daratan berpasir yang berada di tengah danau. Terus berjalan, Reinar menemukan gua dengan ruangan luas yang merupakan bagian dalam gua.


Reinar ragu apa dia harus masuk ke dalam gua atau tidak, sedangkan skill divine eye nya tidak bisa melihat apa yang ada di dalam gua dengan jelas, tapi dia tahu aura yang kuat berada di dalam gua yang ada di depannya.


“Masuklah pemilik jiwa ganda.” Kata sebuah suara.


Terkejut dengan suara yang baru dia dengar, Reinar begitu fokus melihat ke sekitarnya, tapi sayang dia tak menemukan apapun di sekitarnya.


“Masuklah jika kau ingin melihatku.” Kembali Reinar mendengar suara.


Mau tak mau Reinar melangkahkan kakinya memasuki gua karena dia begitu penasaran dengan pemilik suara yang baru berbicara dengannya.


Wushhh...


Angin yang hangat bertiup di sekitar Reinar, dan setelah angin berlalu, Reinar dapat melihat lampu-lampu menyala dan membuat terang gua yang dia masuki.


“Selamat datang di istanaku.” Kata sebuah suara, tapi Reinar benar-benar tidak menemukan si pemilik suara.


Sepanjang mata memandang seluruh isi gua, Reinar hanya menemukan dua kerangka berwarna hitam yang berada di tengah-tengah gua. Kerangka itu berdiri kokoh dan ada kerangka yang membentuk menyerupai sayap. Dari bentuk kerangkanya, Reinar menyimpulkan jika itu adalah sebuah kerangka dua ekor naga.


“Istriku, sepertinya kita sudah menemukan pengganti yang tepat untuk menjaga benua ini.” Kata suara yang terus menerus Reinar dengar.


“Siapapun yang bicara, tolong tunjukkan wujud mu!.” Teriak Reinar yang di sambut gelak tawa yang menggema di dalam gua.


“Anak muda, kerangka di depanmu adalah wujud ku dan istriku semasa aku masih hidup, dan sekarang yang kau dengar hanyalah kekuatan jiwa yang aku tinggal di duniamu.” Kata suara yang merupakan jiwa dari kerangka naga di depan Reinar.


“Tunggu dulu!. Kau bukan hantu kan?.” Tanya Reinar yang tubuhnya tiba-tiba merasa dingin.


Reinar sedikit trauma akan hantu. Di masa kecilnya dia pernah melihat hantu di kamarnya dengan wajah dan bau yang begitu menjijikkan. Reinar bukannya takut, dia hanya merasa jijik dengan wujud hantu itu. Biarpun dia sudah sering melihat mayat yang hancur, tapi baginya hantu sangatlah berbeda dengan mayat yang bisa dia sentuh dan bisa dia singkirkan.


“Tidak pernah ada yang namanya hantu, itu hanya karangan orang tua untuk menakut-nakuti anak mereka. Yang ada di dunia ini hanyalah jiwa yang belum sempurna, seperti halnya dengan jiwaku.”


Reinar mengangguk, dunia yang saat ini dia tempati dan dunianya yang dulu memang jauh berbeda. Hantu di sana benar adanya, tapi di dunia ini hantu hanyalah kata-kata untuk menakut-nakuti anak kecil.


“Tuan jiwa naga, apa yang membuat jiwa tuan belum sempurna?.” Tanya Reinar.


“Karena aku masih menunggu pewaris kekuatanku, dan akhirnya hari ini dia datang.” Kata jiwa naga.


“Pewaris?. Tapi aku tidak melihat siapapun di tempat ini selain diriku.” Ungkap Reinar.


“Kenapa harus ada orang lain jika kamulah yang akan mewarisi kekuatanku, dan sepertinya tubuh mu juga mampu menerima warisan dari Kaisar naga lainnya.”


“Kaisar naga?.”


“Benar, aku adalah Kaisar naga terkuat di masa itu, karena aku memiliki elemen kegelapan murni dan elemen itu sekarang ada di tubuhmu.”


Reinar terkejut dan sedikit mengerti kenapa aura yang dia rasakan di tempat ini mirip dengan aura Zein dan Zet.


“Apa tuan orangtua dari Zein dan Zet?.” Tanya Reinar.


“Oh, dua telur yang saat ini telah menjadi naga peliharaan mu. Mereka memang putraku.”


“Mereka bukan peliharaan ku, tapi rekanku.” Bentak Reinar.


“Hahahaha.... Kau benar-benar berbeda dari manusia lainnya. Biasanya mereka akan menganggap ras kami sebagai binatang peliharaan, tapi kamu justru menganggap ras kami sebagai rekan.”


Reinar tak membalas apa yang dikatakan jiwa Kaisar naga. Bagaimanapun juga dia memang berbeda dari manusia pada umumnya. Seorang budak pun akan dia angkat menjadi saudara jika dia menginginkannya.


“Apa tidak ada orang lain?. Kenapa juga harus aku?.”


“Karena cuma kamu pemilik tubuh dengan dua jiwa, biarpun jiwamu yang satu telah mati. Dari satu jiwamu yang telah mati, di tubuhmu ada bagian yang kosong dan itu dapat menampung warisan dariku dan warisan Kaisar naga lainnya.”


Reinar terkejut mendengar penjelasan jiwa Kaisar naga. Dia benar-benar tidak menyangka jika tubuhnya menyimpan sedikit misteri yang baru dia ketahui.


“Lalu, apa yang harus aku lakukan sebagai penerima warisan mu?.” Tanya Reinar.


“Kau cukup melindungi dunia ini dari makhluk yang datang dari benua lain. Konon katanya, perisai yang membatasi semua benua akan menghilangkan dalam 10 tahun lagi.”


“Apa perisai itu benar-benar akan menghilangkan?. Bukannya perisai itu abadi, dan akan selamanya ada?.”


“Di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk dengan perisai yang membatasi setiap benua.”


Reinar mengangguk, dia seumur hidup juga belum pernah melihat sesuatu yang abadi. “Kalau hanya melindungi benua ini, aku akan berusaha melakukannya, dan lagi aku memang memiliki rencana menguasai seluruh benua ini.” Kata Reinar.


“Itu rencana yang luar biasa, dengan menjadi penguasa, kamu bisa dengan mudah melindungi banua ini.”


“Anak muda, terimalah warisanku. Seluruh skill dan kekuatanku akan menjadi milikmu, dan ingat, skill yang aku wariskan padamu bukanlah skill tingkat tinggi, tapi skill tingkat Dewa.” Kata jiwa Kaisar naga.


[Kaisar naga kegelapan ingin mewariskan semua yang dia miliki pada tuan]


[Terima >> Ya/Tidak]


“Tentu aku terima.”


[Menerima warisan Kaisar naga Kegelapan.]


[Skill Transformation]


[Skill Black Hole]


[Skill Dragon Troop]


[+1.000.000.000 exp]


[+10.000.000.000 coin platinum]


[Istana kematian kaisar naga kegelapan menjadi milik tuan.]


“Anak muda, aku percayakan keamanan benua ini kepadamu, dan tolong jaga kedua putraku.” Kata terakhir jiwa Kaisar naga kegelapan sebelum suaranya menghilang dan seketika aura yang kuat masuk kedalam tubuh Reinar.


[Peringatan, kekuatan besar memasuki tubuh tuan. Karena tubuh tuan tak akan mampu menahan kekuatan ini, untuk sementara waktu aku akan mengambil alih tubuh tuan dan menyimpan kekuatan berlebihan sebagai kekuatan cadangan.]


“Lilia, lakukan yang terbaik untuk ku.” Kata Reinar.


Begitu selesai berkata, Reinar langsung kehilangan kesadarannya, dan saat ini kesadaran Reinar sepenuhnya diambil alih oleh Lilia.


“Huh, Kaisar naga terlalu berlebihan. Kalau aku biarkan tuan akan terlalu cepat kuat dan menjadi pemalas.” Kata Lilia yang mengambil alih kesadaran tubuh Reinar.


Lagi-lagi Lilia membohongi Reinar. Sebenarnya tubuh Reinar lebih dari mampu untuk menampung seluruh kekuatan pemberian Kaisar naga kegelapan, tapi karena Lilia tidak ingin tuannya kuat secara instan, dia memutuskan kembali membohongi tuannya.


...*****...


Di tempat yang berbeda-beda, jiwa Kaisar naga lainnya yang merasakan Jiwa Kaisar naga kegelapan menghilang, mereka semua tersenyum.


“Akhirnya dia datang.” Kata mereka di tempat yang berbeda.


...*****...


....*Tbc*....


...* Jangan lupa kasih 👍...


...* Rate ⭐ 5...


...* Vote / Kado seikhlasnya 😊...


...Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!......


...Terimakasih.....😊😊...