
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
“Tuan, aura tubuh bayangan tuan.” Kata Robert yang hanya bisa menggerakkan jari tangannya untuk menunjuk tubuh bayangan Reinar.
Aura seorang di tingkat Abadi Langit bukanlah aura yang bisa di anggap remeh, Robert bisa saja langsung bertemu penjaga alam kematian jika terlalu lama terkena dampak aura seseorang di tingkatan Abadi Langit.
Sepuluh orang di tingkat Abadi Bumi puncak bahkan bisa mati saat terkena tekanan aura seorang di tingkat Abadi Langit, apalagi Robert yang kekuatannya hanya berada di tingkat Kaisar Langit awal.
“Apa sekarang kau mempercayai kekuatanku?. Itu cuma kekuatan satu tubuh bayangan, sedangkan aku bisa membuat seratus tubuh bayangan sekuat dirinya.” Kata Reinar lalu dia menghilangkan aura tubuh bayangannya bersamaan dengan hilangnya sosok tubuh bayangan milik Reinar.
“Se... Se... Seratus tubuh bayangan?.” Kata Robert dengan mulut terbuka lebar.
“Jangan terlalu lebar membuka mulut mu, aku takut lalat akan membangun sarang di dalamnya.” Kata Reinar sambil tersenyum melihat Robert dengan cepat menutup mulutnya.
Robert hanya tertawa cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar apa yang dikatakan Reinar, lalu dengan sedikit usaha, dia bangun kembali duduk di tempatnya.
“Dengan kekuatan yang tuan miliki, kenapa tuan tidak langsung menghancurkan Kekaisaran Qing?.” Tanya Robert setelah nyaman dengan posisi duduknya.
“Kekaisaran Qing ya?. Bukannya lebih enak menghancurkan mereka secara perlahan daripada langsung menghancurkan mereka yang hanya tahu akan harta, kekuasaan, dan kesenangan.” Kata Reinar sambil tersenyum.
Robert benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Reinar, yang dia tahu orang di depannya sangatlah kuat dan dia hanya perlu mempercayai apa yang dia katakan.
“Kamu hanya perlu percaya padaku, lalu aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa aku menghancurkan Kekaisaran yang telah menghancurkan kehidupan kalian.” Kata Reinar tegas dengan sorot mata tajam menatap langit-langit gua.
Robert menganggukkan kepalanya. Setelah melihat kekuatan tubuh bayangan ciptaan Reinar, tak ada alasan bagi Robert untuk tidak mempercayai Reinar.
“Tamu kita akan segera datang, lebih baik kamu menyiapkan mental untuk melihat apa yang akan aku tunjukkan padamu.” Kata Reinar lalu dia mengeluarkan pedang berwarna putih terang miliknya, dan langsung melesat meninggalkan gua.
“Cepatnya!...” Gumam Robert mencoba mengikuti Reinar tapi dia tak mampu mengikuti kecepatan Reinar yang hanya melesat dengan kecepatan bisa.
“Ikuti saja auraku, karena kau tak akan mampu mengikuti kecepatan ku." Kata Reinar dari kejauhan tapi tetap dapat di dengar Robert yang jauh di belakangnya.
Robert lalu mengurangi kecepatannya untuk menghemat tenaga, dan dia bergerak dengan mengikuti aura tipis yang di tinggalkan oleh Reinar.
Sementara itu jauh di depan Reinar, Ling Feng dan sepuluh orang yang bersamanya tengah mengawasi pergerakan prajurit Kekaisaran Qing yang dipimpin langsung oleh Jenderal Qing Jun dan wakilnya, Qing Yan.
Ling Feng tak punya niatan untuk meminta bantuan dengan memanggil Reinar, karena dia yakin adik iparnya itu sudah merasakan pergerakan prajurit Kekaisaran Qing, dan mungkin saja dia telah menuju tempat di mana Ling Feng saat ini berada.
Wusshh... Sosok pemuda tampan dengan rambut berwarna hitam muncul di samping Ling Feng dan membuatnya tersenyum karena orang yang tunggu akhirnya datang.
“Jumlah mereka terlalu sedikit untuk membuatku berkeringat.” Kata Reinar kecewa.
Ling Feng hanya tersenyum dengan tingkah Reinar, tapi seorang pemuda dari ras Dark Elf yang bersama Ling Feng, dia tak terlalu menyukai kata-kata yang baru keluar dari mulut Reinar.
“Kau terlalu sombong...” Kata pemuda ras Dark Elf.
“Aku memang sombong, tapi aku memang pantas untuk sombong.” Kata Reinar dengan seringaian kejam di wajahnya yang membuat pemuda ras Dark Elf merasa jika dia tengah melihat dewa kematian berada di depan matanya.
***
Pasukan Kekaisaran Qing.
“Cih, tempat ini sangat buruk untuk orang terhormat sepertiku.” Kata Qing Jun melihat hutan penuh lumpur, dan dia semakin kesal saat kudanya tak bisa dibawa memasuki hutan karena banyaknya ranting kering yang menumpuk di sepanjang jalan.
Di dalam hutan banyak ranting dan daun kering yang menghambat perjalanan Qing Jun dan pasukan yang dia bawa. Hujan yang semalaman turun juga semakin mempersulit perjalanan mereka yang tidak terlaku mengenali area hutan.
Qing Jun yang kesal dengan kondisi hutan, dia menyuruh Qing Yan untuk memimpin penyerangan, sedangkan dia akan menunggu di tempatnya dengan lima prajurit dan dua pelayan yang menemaninya.
Saat Qing Yan pergi memimpin prajuritnya, Qing Jun merasa ada beberapa pasang mata yang tengah mengawasinya, dan dia tak bisa merasakan seberapa kuat orang yang saat ini tengah mengawasinya dari tempat yang tersembunyi.
Tapi tak lama seorang pemuda muncul di dekat Qing Jun dengan sebuah pedang yang sudah berada di genggaman tangannya. Aura pemuda itu mampu menekan tubuh Qing Jun, dan saat itu juga Qing Jun merasa jika keputusannya memasuki hutan adalah sebuah kesalahan.
“Kau... Siapa kau?. Beraninya menggunakan aura kekuatanmu untuk menekan seorang Jenderal dari Kekaisaran Qing, apa kau tidak takut menjadi musuh Kekaisaran Qing?.” Kata Qing Jun menggunakan nama Kekaisaran Qing untuk mengancam Reinar.
“Kekaisaran Qing?. Aku justru akan semakin bersemangat saat mereka semua datang menemui ku.” Kata Reinar berdiri tenang dengan sorot mata tajam menatap Qing Jun, tapi tak lama dia menatap dua wanita ras Dark Elf dengan kaki terikat rantai yang berdiri di belakang Qing Jun.
[Tuan, token di tangannya adalah token teleportasi. Tuan harus menghentikannya sebelum dia menggunakan token itu.]
Mendengar peringatan Lilia, Reinar langsung berteleportasi di dekat Qing Jun dan mengambil token di tangannya. “Jangan mencoba lari dari hukuman yang akan aku berikan padamu.” Kata Reinar lalu dia memotong tangan kanan Qing Jun, dan menendang tubuhnya dengan sedikit kekuatannya.
BOOMMM...
Tubuh Qing Jun terpental puluhan meter, dan dia tak sempat berteriak saat rasa sakit terasa saat tangan kanannya terpotong.
Qing Jun mencoba bangkit dengan wajah menunjukkan gambaran seseorang yang tengah menahan sakit. “Kau akan diburu seluruh Kekaisaran Qing jika membunuhku!.” Kata Qing Jun yang tak bosan mengancam Reinar dengan nama besar Kekaisaran Qing.
“Aku tidak peduli.” Kata Reinar yang baru selesai membunuh lima prajurit yang mencoba melindungi Qing Jun. “Kalau pun leluhur tua Kekaisaran Qing mengunjungi ku, dengan senang hati aku akan menyiksanya.” Kata Reinar sambil mengibaskan pedangnya yang terdapat noda darah.
“Sial, siapa sebenarnya pemuda ini?. Dan kenapa tiba-tiba dia menyerangku?. Apa mungkin dia ada hubungannya dengan Ratu Sally?. Jika memang ada, aku yakin tak lama lagi Kekaisaran Qing akan menghadapi bencana besar saat pemuda ini mendatangi Kekaisaran.” Batin Qing Jun yang mulai putus asa akan nasibnya.
Di sisi lain Reinar menatap jijik pada Qing Jun yang terlihat pasrah akan nasibnya. “Kalian berdua, bunuh pria menjijikkan itu!.” Kata Reinar pada dua wanita ras Dark Elf yang baru dia bebaskan, dan tak lupa dia juga menyembuhkan luka kedua wanita itu.
Kedua wanita itu menatap Qing Jun dengan penuh kebencian. Tanpa rasa takut mereka mengambil pedang milik prajurit yang baru di bunuh Reinar, lalu dengan sisa-sisa kekuatannya, mereka berdua lari ke tempat Qing Jun berada. Qing Jun sendiri tak dapat menggerakkan tubuhnya setengah Reinar menggunakan aura seorang Abadi Langit puncak untuk menekan tubuh Qing Jun.
“Kau harus mati.” Kata wanita pertama, lalu dia mengayunkan pedang memotong kedua kaki Qing Jun.
“Benda menjijikkan milikmu telah menodai ku.” Teriak wanita kedua lalu dia menusuk tepat di bawah perut Qing Jun.
Aaaarrghh.... Qing Jun meraung kesakitan, tapi seperti sedang kerasukan sifat Reinar, kedua wanita itu terus menyiksa Qing Jun, bahkan mereka merobek perut Qing Jun dan mengeluarkan isinya saat Qing Jun masih bernafas, dan akhir dari hidup Qing Jun terjadi saat kedua wanita itu menusukkan pedang mereka ke arah mata Qing Jun.
Reinar bertepuk tangan atas aksi mereka, sedangkan Robert yang melihat dari kejauhan, dia sudah memuntahkan isi perutnya saat melihat kekejaman dua wanita yang berasal dari ras yang sama dengannya.
“Apa itu yang akan aku dapatkan saat membuat marah seorang wanita?.” Batin Robert yang tak lagi mampu melihat adegan horor yang membuatnya terus memuntahkan isi perutnya.
***
Di sisi hutan yang lain, Ling Feng tengah bersenang-senang dengan membantai seluruh prajurit Kekaisaran Qing.
Qing Yan yang merasakan bahaya dari satu orang yang menghadang perjalanannya, dia segera menggunakan token teleportasi untuk pergi ke titik teleportasi yang berada di ibukota Kekaisaran Qing.
Ling Feng menggelengkan kepalanya melihat seorang pemimpin yang kabur meninggalkan pasukannya. “Hanya orang dengan mental lemah berani berurusan dengan sosok Dewa Kematian!. Kekaisaran Qing, dinasti yang kalian jaga selama ribuan tahun akan segera berakhir, dan aku cukup prihatin dengan Sekte aliran putih yang membantu kalian.” Gumam Ling Feng saat memenggal prajurit terakhir yang dibawa Qing Yan.
Sementara itu sepuluh pemuda ras Dark Elf yang mengikuti Ling Feng, mereka hanya bisa terpaku di tempatnya melihat aksi pembantaian yang di lakukan Ling Feng seorang diri.
“Ras manusia naga, mereka memang mengerikan, dan tidak salah jika dulu mereka menguasai daratan ini. Hanya dengan satu orang dari ras mereka, ribuan prajurit Kekaisaran Qing bahkan tidak membuatnya berkeringat.” Batin salah satu pemuda pemiliki teknik khusus yang mampu melihat ras orang lain, tapi anehnya dia tidak bisa mengetahui ras Reinar. Matanya akan terasa panas dan perih saat dia memaksakan matanya melihat jenis ras Reinar.
Wusshh... Reinar muncul di dekat Ling Feng bersama dua wanita yang baru dia selamatkan. Dua wanita itu terus menempel pada Reinar setelah dirinya mengembalikan kesucian mereka.
Tak lama Robert muncul dengan raut wajah menahan tawa karena dia melihat Reinar yang ketakutan dengan dua wanita yang selalu menempel pada dirinya.
Ling Feng menatap Reinar, kemudian dia menatap dua wanita yang terus menempel pada Reinar. “Apa kamu tidak bisa menghilangkan ingatan mereka?.” Tanya Ling Feng.
Reinar menggelengkan kepalanya. “Mereka bukan ras Dark Elf murni, melainkan mereka memiliki setengah darah ras imortal di dalam tubuhnya, dan kesalahan ku, akulah yang membuka segel kekuatan mereka saat aku mengembalikan kesucian mereka.” Kata Reinar yang merasa risih dengan mereka berdua yang tak bisa lepas darinya.
[Darah tuan dan kedua wanita itu memiliki kecocokan, mungkin saja mereka berdua hasil dari kenakalan Ayah tuan di masa lalu.]
“Kalau begitu, bukannya mereka adalah kakak ku?.”
[Tuan benar, mereka sepertinya memang kakak tuan. Lihatlah mata mereka, mata itu bukan mata yang tertarik pada lawan jenis, tapi mata itu adalah mata kerinduan pada sosok yang sangat mereka nantikan.]
Baru juga selesai mendengar penjelasan Lilia, kedua wanita di sisi Reinar melonggarkan pelukannya pada lengan Reinar, dan mereka menatap Reinar dengan mata berkaca-kaca. “Kau adik kami.” Kata wanita pertama.
“Bau tubuhmu sama dengan Ayah, jadi kau pasti adik kami.” Kata wanita kedua.
Dengan gerakan ringan Reinar menganggukkan kepalanya, lalu dia menghela nafas panjang saat mendapati kenyataan dia memiliki dua orang kakak dari ibu yang berbeda.
“Aku tidak bisa membayangkan seperti apa reaksi Ibunda saat melihat kenyataan ini.” Batin Reinar sambil tersenyum saat menatap kedua wanita yang tak lain adalah kakaknya.
Tapi seketika emosi Reinar memuncak begitu mengingat apa yang baru dialami kedua kakaknya. “Kekaisaran Qing, aku akan membuat kalian sama tingginya dengan tanah yang kalian injak karena kalian berani melakukan buruk pada kedua kakak ku!.” Teriak Reinar, lalu dia memeluk kedua kakaknya yang kini menangis haru di pelukannya.
***
Bersambung...