The World Emperor System

The World Emperor System
Mencari Sisa Warisan Kaisar Naga



Tujuh hari lamanya Reinar berdiam diri di Istana Kekaisaran Ling, tetapi dalam waktu tujuh hari itu, dia telah mengirim lima tubuh bayangannya untuk menjelajahi Benua Zhongjian sambil mencari keberadaan tiga warisan Kaisar Naga yang tersisa.


Di hari kedelapan Reinar memutuskan untuk pergi menjelajahi Benua Zhongjian, tetapi sebelum pergi dia akan memulangkan kesembilan istrinya ke Kekaisaran Naga.


Kali ini Reinar ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat, karena itu dia memutuskan untuk pergi seorang diri.


Sebenarnya dia tak akan pergi seorang diri karena ada sepuluh bawahannya yang akan pergi kemanapun dia pergi.


Semua istri Reinar dapat mengerti akan keputusan yang diambil suami mereka. Dengan perut mereka yang semakin membesar, sedikit banyak itu akan membuat mereka membebani Reinar kalau tetap memaksakan diri mengikuti perjalanan Reinar.


Setelah sepakat, siang itu juga Reinar mengantar kesembilan istrinya sampai ke Istana Kekaisaran Naga.


“Kami akan senantiasa menunggu kabar baik dari suami...” Kata kesembilan istrinya sebelum Reinar meninggalkan Istana Kekaisaran Naga.


Sampai di bibir pantai yang merupakan wilayah Benua Zhongjian, dia sejenak menatap ke arah barat dimana di sana ada keberadaan Benua Nebula, dan dari tempatnya Reinar juga dapat melihat keberadaan dinding pembatas yang memisah kelima benua di dunia yang dia tempati.


“Tak lama lagi aku akan menghilangkan dinding itu, tetapi sebelum itu aku lakukan, terlebih dahulu aku harus mendapatkan ketiga warisan Kaisar Naga yang masih belum aku dapatkan...” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya berdiri.


Hanya dalam hitungan detik Reinar telah sampai di desa yang berada cukup jauh dari desa terdekat. Penampilan Reinar yang terlihat layaknya seorang kultivator bebas, membuat semua warga desa tak terlalu peduli dengan kedatangannya.


Kultivator bebas terkenal miskin dan suka meminta-minta, karena itulah warga desa terlihat acuh dan mengabaikan keberadaan Reinar.


“Tuan, apa di desa ini ada penginapan?...” Tanya Reinar pada sosok pria paruh baya yang dia temui saat tengah kebingungan mencari sebuah penginapan.


“Cih, di desa ini tidak akan ada penginapan yang mau menerima orang miskin seperti mu. Lebih baik kamu tinggalkan desa ini, atau kamu bisa tidur bersama binatang ternak kalau tetap ingin bermalam di desa ini...” Balas si pria paruh baya lalu dia segera pergi menjauhi Reinar.


Reinar tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Sungguh akting yang sangat buruk!...” Kata Reinar membatin setelah dia tahu pria yang baru dia tanya merupakan salah satu komplotan bandit yang tengah menyamar menjadi warga biasa


Lilia telah memberikan informasi tentang desa yang dia singgahi. Saat tadi dia bertanya, sebenarnya dia hanya ingin memastikan kebenaran jika pria paruh baya barusan adalah bagian dari komplotan bandit.


Setelah melihat ekspresinya saat menjawab pertanyaannya, dia sangat yakin jika pria paruh baya itu adalah bagian dari komplotan bandit, dan dengan tingkat kultivasinya yang berada di tingkat Kaisar Bumi puncak, setidaknya dia bukan anggota biasa di dalam kelompoknya.


“Lilia, apa kamu tidak ingin keluar dan berjalan-jalan denganku?...” Kata Reinar yang susah cukup lama tidak melihat wujud Lilia di luar jiwanya.


Lilia tak menjawab, tetapi sesaat kemudian cahaya muncul di dekat Reinar, dan saat cahaya itu menghilang muncul sosok wanita cantik yang kecantikannya bisa di setarakan dengan kesembilan istrinya. “Baiklah, sesekali aku juga ingin berjalan-jalan menemani tuan dalam wujud manusiaku...” Kata Lilia menjawab pertanyaan Reinar.


Reinar hanya mengangguk dan kemudian mereka berjalan mengelilingi desa yang bisa dikatakan cukup luas dan megah untuk ukuran sebuah desa. Ada banyak penginapan yang letaknya saling berjajar di sepanjang jalan desa.


“Desa ini berada di jalur perdagangan, jadi sangat wajar jika desa ini lebih maju dari desa biasanya...” Kata Lilia.


“Dan pantas saja para bandit mengincar desa ini...” Imbuh Reinar saat dia melihat banyaknya kereta kuda mewah yang terparkir di depan beberapa penginapan.


Lilia menganggukkan kepalanya. “Kebanyakan mereka adalah pedagang dan bangsawan. Dengan penjagaan yang sangat lemah, tentu mereka akan menjadi sasaran empuk para bandit...”


Reinar diam sejenak dan dia berpikir apakah dia perlu membantu mereka atau tidak. Setelah berpikir, Reinar memutuskan akan membantu mereka tapi dia tidak akan melakukan dengan kedua tangannya. “Biarkan mereka bersepuluh yang membereskan keberadaan bandit yang mengincar desa ini...” Kata Reinar membatin.


Reinar dan Lilia lalu kembali melanjutkan perjalanannya, dan akhirnya perjalanan mereka terhenti saat Reinar melihat penginapan sederhana yang terlihat begitu sepi. Hanya terlihat satu atau dua orang tamu yang berpenampilan sama dengan dirinya.


“Kita akan menginap di tempat itu...” Kata Reinar menunjuk penginapan sederhana yang lingkungan terlihat begitu asri dengan adanya taman bunga di sekitar bangunan penginapan.


Lilia mengangguk lalu dia mengikuti kemanapun Reinar akan membawanya. “Tempatnya memang sangat sederhana, tetapi keberadaan taman bunga ini cukup untuk menambah mewah tempat ini...”


Reinar mengiyakan apa yang di katakan Lilia. “Setidaknya aku akan menghabiskan dua atau tiga hari di tempat ini. Sambil mengawasi keberadaan bandit, aku juga ingin mencari tahu sumber dari aura aneh yang muncul di hutan yang tak terlalu jauh dari tempat ini...”


“Maaf, aku tidak bisa mengidentifikasi aura apa yang tuan rasakan. Mungkin tuan harus meningkatkan kekuatan sampai ke tingkat Kaisar Dewa supaya aku bisa melihat semua hal yang ada di dunia ini...”


“Aku akan berusaha...” Kata Reinar sambil tersenyum lalu dia memasuki penginapan yang menjadi tujuannya.


“Selamat datang tuan dan nona...” Pelayan wanita dengan ramah menyambut kedatangan Reinar dan Lilia.


Walaupun penampilan Reinar dan Lilia bisa dikatakan cukup sederhana, tapi penampilan mereka tidak bisa menutupi ketampanan dan kecantikan yang mereka miliki. Bahkan sejak mereka berjalan mengelilingi desa, ada banyak orang yang mengincar mereka berdua untuk dijadikan budak dan dijual ke bangsawan yang berkunjung ke desa.


“Aku ingin menyewa satu kamar untuk dua hati...” Kata Reinar.


Reinar memberikan satu koin emas pada wanita pelayan. “Ambil kembaliannya untuk mu...” Kata Reinar lalu dia pergi bersama Lilia menuju kamar yang akan mereka tempati.


Lilia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur saat dia dan Reinar sudah berada di dalam kamar. Reinar melihat Lilia yang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. “Lilia, sepertinya malam ini ada yang akan mencari masalah dengan kita...” Kata Reinar lalu dia membuka jendela kamar dan melihat tanaman bungan yang ada di luar kamarnya.


Bukannya khawatir, Lili justru acuh pada apa yang dikatakan Reinar. “Mereka tidak tahu sedang berurusan dengan siapa!... Wilayah Kekaisaran Wei sepertinya masih banyak dihuni manusia berhati busuk...” Kata Lilia dengan mata terpejam.


Reinar tak terlalu berani menatap Lilia karens dia takut tergoda saat melihat bukit kembar Lilia yang tumbuh besar, bahkan hampir menyamai milik Luna.


“Aura di hutan itu terasa sangat familiar, karena itulah aku mendatangi tempat ini...” Kata Reinar membatin lalu duduk sambil menikmati pemandangan yang terlihat dari jendela kamarnya.


Setelah beberapa waktu berdiam diri tanpa melakukan apa-apa, Reinar dikejutkan dengan kedatangan salah satu tubuh bayangannya yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


“Apa yang ingin kamu laporkan?...” Kata Reinar bertanya setelah menormalkan detak jantungnya.


“Tuan, kami telah menemukan tempat yang kami perkirakan merupakan tempat yang menyimpan peninggalan dari salah satu Kaisar Naga...”


Reinar tersenyum mendengarnya. “Kamu jaga tempat itu dan jangan biarkan ada yang mendekatinya!... Setelah urusanku di tempat ini selesai, aku akan langsung mengunjungi tempat itu...” Kata Reinar memberi perintah.


Tubuh bayangan Reinar yang baru memberikan laporan segera menganggukkan kepala, lalu dia segera kembali ke tempat yang harus dia jaga.


Dengan teknik teleportasi yang dikuasai seluruh tubuh bayangannya, itu membuat mereka bisa pergi kemanapun yang mereka mau dengan cepat, dan Reinar juga dapat menemukan keberadaan seluruh tubuh bayangannya hanya dengan merasakan aura keberadaan mereka.


Ketika tubuh bayangannya telah pergi, Reinar dapat merasakan keberadaan dua orang yang terus mengawasi kamarnya. “Hanya dua orang di tingkat Raja Bumi awal tetapi berani mengawasi tempatku!...” Gumam Reinar lalu dia menghilang dari kamarnya dan langsung membunuh dua orang yang tengah mengawasi kamarnya.


“Wanita itu ingin bermain-main denganku, maka aku akan senang hati bermain dengannya...” Kata Reinar lalu dia kembali ke kamarnya dan melihat Lilia yang tengah menatap tajam kearahnya.


“Tuan, kalau ada lagi pengganggu yang datang, biar aku yang menghabisi mereka...” Kata Lilia dengan bibir cemberut.


Reinar mengacak-acak rambut Lilia sambil tersenyum saat melihat wajah lucu lilia yang mengingatkan dengan salah satu teman pantinya yang harus pergi setelah diadopsi sepasang suami istri yang belum dikaruniai keturunan.


“Hua, rambutku!...” Lilia berteriak lalu dia melompat menjauhi Reinar.


Reinar tertawa melihat tingkah konyol Lilia yang baru dia lihat, tetapi Reinar segera menghentikan tawanya saat Lilia kembali menatap kearahnya dengan sorot mata yang begitu tajam.


Tangan Reinar bergerak menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat Lilia terus menatap ke arahnya.


Reinar menggelengkan kepalanya dan menunjukkan senyuman di wajahnya sambil mencoba menghibur Lilia.


Setelah ekspresi Lilia terlihat normal dan dia kembali merebahkan tubuhnya, detik itu juga Reinar bisa bernafas lega. “Dia sangat mirip dengannya, apa lagi saat marah. Aku juga memberikan nama Lilia sama dengan namanya karena saat pertama mendengar suaranya, aku merasa seperti tengah mendengar kak Lilia...” Kata Reinar membatin lalu dia kembali duduk di kursi menikmati waktu santainya.


Waktu berjalan dengan cepat dan tak lama malam yang gelap mulai menyelimuti dunia yang Reinar tempati.


Malam ini Reinar akan menginap dengan seorang wanita yang bukan dari salah satu istrinya. Meski bermalam di kamar yang sama, tetapi Reinar memilih tidur di lantai denhan beralas selimut yang dia beli dari toko sistem.


Swusshh...


Reinar membuat satu tubuh bayangan. “Kamu akan berjaga selama kami tidur!...” Kata Reinar memberi perintah.


“Baik tuan...” Tubuh bayangan Reinar lalu berjaga di luar kamar.


Dengan menyerahkan penjagaan pada tubuh bayangan, membuat Reinar bisa menikmati tidur malamnya, dan dia tidak perlu merasa khawatir akan keselamatan Lilia.


Cukup lama Reinar berbaring namun belum juga dapat memejamkan matanya. Barulah dia mulai memejamkan mata saat cahaya rembulan yang masuk melalui jendela yang terbuka menerpa wajahnya.


Saat Reinar telah terlelap dalam tidurnya, Lilia bangun dan melihat wajah Reinar yang begitu tenang saat tertidur. “Selamay tidur adik kecilku...” Kata Lilia lalu dia kembali ke tempat tidurnya untuk melanjutkan tidur selayaknya seorang manusia.


***


Bersambung...