The World Emperor System

The World Emperor System
Peperangan Di Benteng Perbatasan [III]



Jenderal Wei Kuo menatap puluhan ribu prajuritnya yang menjadi korban dari keganasan aray penyerang yang melindungi benteng perbatasan Kerajaan Yang. Dia tidak pernah menyangka, selain adanya aray pelindung yang tidak bisa tembus, benteng perbatasan Kerajaan Yang juga dilindungi oleh aray penyerang yang mampu membuat tubuh kultivator tingkat Dewa Sejati berubah menjadi abu.


Setelah cukup lama menatap puluhan ribu prajurit yang dia pimpin telah berubah menjadi abu, Jenderal Wei Kuo memutuskan untuk menarik mundur prajuritnya ke tempat yang cukup jauh dari benteng perbatasan Kerajaan Yang. Begitu merasa berada di tempat yang aman, Jenderal Wei Kuo mengirim bawahannya untuk memberi kabar pada Ratu Wei Luan tentang apa yang terjadi di benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Dari tempat persembunyiannya Reinar dapat melihat mundurnya prajurit Kekaisaran Dewa Langit yang dipimpin oleh seorang kultivator yang cukup kuat. “Kenapa juga mereka tidak langsung kembali ke perkemahan?... Apa mereka masih ingin melakukan serangan lanjutan setelah mengetahui adanya aray yang dapat melenyapkan mereka?... Kalau mereka benar-benar ingin melakukan serangan lanjutan, berarti aku harus mengakui kalau pemimpin mereka sangatlah bod*h...” Kata lirih Reinar.


Di sisi Ratu Wei Luan, dia terlihat semakin geram dan marah saat mendengar kabar yang disampaikan oleh salah satu bawahan Jenderal Wei Kuo. “Siapkan seluruh prajurit!... Hari ini juga aku akan maju ke medan perang dan aku akan menunjukkan kepada orang itu seberapa kuat kekuatan Kekaisaran Dewa Langit...” Ujar Ratu Wei Luan.


Tiga Jenderal yang berada di dalam tenda sang Ratu hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka segera menyiapkan prajurit mereka untuk melakukan serangan penuh ke wilayah Kerajaan Yang. Memiliki jutaan prajurit dan ratusan orang kuat di sisinya, membuat Ratu Wei Luan yakin dapat mengalahkan Kerajaan Yang.


Kalau kekuatan yang dia bawa belum juga mampu menaklukkan Kerajaan Yang, dia masih punya kartu truf yang dia yakini dapat membuatnya memiliki semua yang dia inginkan, sekalipun dia harus mengorbankan cukup banyak nyawa kalau ingin menggunakannya.


Ratu Wei Luan yang melihat seluruh prajuritnya telah siap untuk turun ke medan pertempuran, dia segera memakai armor kebesarannya lalu memimpin pergerakan dua juta prajuritnya menuju benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Sementara itu di tempat persembunyiannya, Reinar baru menerima kabar dari bawahannya tentang pergerakan seluruh kekuatan tempur Kekaisaran Dewa Langit yang langsung dipimpin oleh Ratu mereka. Dengan kecepatan pergerakan prajurit Kekaisaran Dewa Langit, kemungkinan dalam waktu dua jam mereka akan sampai di benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Dengan banyaknya musuh yang akan datang, Reinar menyiapkan seluruh prajuritnya untuk membantu prajurit yang sebelumnya sudah turun tangan mengamankan benteng perbatasan.


“Saatnya menunjukkan kepada mereka, seberapa mengerikan prajurit yang aku miliki...” Kata Reinar setelah kepergian seluruh prajuritnya, namun tak lama muncul seratus ribu prajurit di belakang Reinar dengan aura yang sangat kuat dan mendominasi.


Seorang wanita muncul di samping Reinar bersama dengan munculnya seratus ribu prajurit yang kini berdiri di belakang Reinar. “Tuan, aku dapat merasakan kalau musuh yang datang jauh lebih kuat dari seluruh musuh yang dulu pernah tuan hadapi, dan lagi masih ada satu sosok kuat yang masih bersembunyi di balik bayang-bayang. Sosok yang bersembunyi dalam bayang-bayang bukanlah sosok makhluk hidup, aku merasa kalau sosok itu adalah sebuah roh, dan itu bukan sesuatu yang baik...” Ujar Lilia yang keluar dari tubuh Reinar dengan wujud manusianya.


Reinar menganggukkan kepalanya karena samar-samar dia juga merasakan apa yang dirasakan oleh Lilia. “Seseorang dengan tingkat kultivasi di tingkat Dewa Immortal tahap awal ada diantara mereka. Tetapi bukan orang itu yang perlu aku waspadai, aku justru lebih waspada pada sosok tak terlihat yang ikut bersamanya...”


“Tuan, kita harus mencegah sosok itu mengambil wujud di Dunia Immortal!... Sekalipun tuan kuat, aku tidak yakin kalau tuan dapat mengalahkan sosok itu. Sebenarnya aku bisa saja membantu tuan, tetapi aku tidak bisa melakukan itu karena adanya kekuatan yang membatasi kekuatanku. Kalau aku memaksakan diri menerobos pembatas kekuatanku, ada kemungkinan aku akan lenyap dari tubuh tuan!...” Kata Lilia menjelaskan situasi yang kemungkinan akan terjadi setelah kedatangan musuh yang tengah bergerak menuju benteng perbatasan Kerajaan Yang.


Apa yang dikatakan Lilia adalah sebuah informasi penting yang harus di ketahui nya, dan berkat informasi itu dia dapat memperkirakan sekuat apa musuh yang akan dia hadapi. Berkaca dari informasi yang dikatakan Lilia, dia tentu tidak ingin kehilangan sosok Lilia, dan karena itu dia akan bekerja ekstra keras untuk mengalahkan semua musuhnya.


Sekalipun Lilia mengatakan dirinya tidak akan bisa mengalahkan sosok musuh yang akan datang, dia tetap punya keyakinan kalau dirinya akan tetap menang. Beberapa bulan ini Reinar telah berhasil menguasai sebuah teknik yang bahkan tak dijual di toko sistem, bahkan Lilia tidak mengetahu kalau dia memiliki teknik yang mungkin akan menjadi teknik terkuatnya seiring dengan peningkatan kekuatannya.


Reinar menoleh ke arah Lilia, lalu dia melihat wajah Lilia yang menunjukkan ekspresi kekhawatirannya. “Kamu tenang saja, aku pasti akan menang, dan aku akan menunjukkan sebuah kejutan kepada mu!...”


Lilia merasa aneh dengan kejutan yang dimaksud Reinar, karena dia selama ini tahu semua tentang semua yang dilakukan, dan dimiliki oleh tuannya itu. Namun sesaat kemudian Lilia tersadar akan sesuatu yang beberapa bulan terakhir sering dia alami. Terkadang dia merasa kalau waktu di Dunia Immortal ini berhenti, tetapi selama ini dia meyakini kalau itu hanya perasaannya saja.


Merasa tidak adanya kejutan yang menarik dari tuannya, Lilia hanya dapat menunggu apa yang nantinya akan ditunjukkan Reinar kepadanya, tetapi dia saat ini tetap merasa khawatir karena dia belum juga dapat menemukan cara untuk mengalahkan musuh yang akan segera datang.


Reinar tersenyum melihat ekspresi wajah Lilia yang tak mengalami perubahan. Dia tahu kalau Lilia sangat mengkhawatirkannya, tetapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan apa yang dia miliki. Dia akan menunjukkan kejutan itu di saat dia memang harus menunjukkannya, dan kejujuran itu akan terus menjadi kejutan di saat dia merasa tidak perlu menggunakannya. Sebagai calon penguasa, akan sangat luar biasa kalau dia masih menyimpan berbagai teknik kuat yang mampu mengejutkan musuhnya.


Lilia hanya menganggukkan kepalanya, tetapi sebelum dia kembali kedalam tubuh Reinar, dia mengatakan sesuatu kepada tuannya itu. “Tuan jangan terlalu memaksakan diri!... Kalau tuan tidak mampu melakukannya seorang diri, masih ada jutaan orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk membantu tuan mengalahkan seluruh musuh yang akan datang...”


Reinar menganggukkan kepalanya mengerti. “Kamu tenang saja, aku memang tidak akan terlalu memaksakan diriku, tapi yakinlah aku akan memenangkan peperangan kali ini walau harus sedikit mengalami luka...” Kata Reinar dan tak kemudian dia melihat Lilia yang telah kembali menyatu dengan tubuhnya.


Tak lama setelah Lilia kembali menyatu dengan tubuhnya, Reinar dapat melihat jutaan prajurit Kekaisaran Dewa Langit yang berbaris rapi di tanah luas yang ada di depan gerbang perbatasan Kerajaan Yang. Alih-alih ketakutan, Reinar justru tersenyum lebar melihat jumlah prajurit musuh yang mungkin dapat meningkatkan tingkat kultivasinya.


Reinar dan seratus ribu prajuritnya keluar dari tempat persembunyiannya dan muncul di depan gerbang benteng perbatasan yang dijaga ketat oleh prajuritnya. “Kalian semua serang dan bunuh mereka semua!...” Teriak Reinar pada seratus ribu prajurit di belakangnya yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Pencipta tahap menengah.


“Maju dan bunuh semua musuh tuan!...” Teriak prajurit di belakang Reinar, dan bersamaan dengan itu tiga ratus ribu prajurit tingkat Dewa Sejati tahap puncak melakukan serangan dari arah belakang prajurit Kekaisaran Dewa Langit.


Melihat prajuritnya telah bergerak, Reinar melihat seorang wanita yang dia yakini sebagai pemimpin dari prajurit Kekaisaran Dewa Langit. Kekuatan wanita itu hanya dua tahap di bawahnya, walau terlihat lemah di mata Reinar, wanita itu tetaplah sosok terkuat di Dunia Immortal sebelum kedatangan Reinar beserta orang-orangnya.


Reinar tiba-tiba menghilang dari tempatnya, lalu detik berikutnya dia muncul di depan Ratu Wei Luan yang tengah di jaga oleh empat Jenderal Kekaisarannya. “Senang rasanya melihat Yang Mulia Ratu telah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kerajaan ku, tetapi sayangnya aku tidak menyukai cara Yang Mulia berkunjung!...” Kata Reinar sambil menatap tajam ke arah Ratu Wei Luan.


Ratu Wei Luan merasakan dingin di belakang punggungnya saat dia melihat bagaimana cara Reinar menatap keberadaannya. Aura yang secara samar keluar dari tubuh Reinar membuatnya yakin kalau pemuda yang dia inginkan bukanlah orang yang bisa dia gertak dengan kekuatannya.


Namun dengan adanya sosok kuat yang masih bersembunyi di balik bayang-bayang nya, Ratu Wei Luan tak sedikitpun merasa takut atau merasa terintimidasi oleh aura kekuatan Reinar. Dia masih berdiri tegak di tempatnya, dan dia menunjukkan tatapan angkuh yang dia tujukan kepada Reinar.


Ratu Wei Luan percaya kalau dia bisa menaklukkan Reinar yang merupakan Raja dari Kerajaan Yang, tetapi dia melakukan sebuah kesalahan besar saat dirinya tidak menyadari akan apa yang saat ini tengah dilakukan Reinar.


Reinar telah melakukan sesuatu yang tak disadari oleh Ratu Wei Luan. Senyum lebar terlihat di bibir Reinar saat dia mendapatkan hasil dari apa yang baru dia lakukan.


“Sosok itu merupakan roh dari salah satu Ras Iblis Kuno. Dia memang kuat, dan akan sangat sulit untuk mengalahkannya...” Gumam lirih Reinar yang hanya dapat didengar oleh Lilia yang berada di dalam tubuhnya.


“Kalau tuan ingin mengalahkannya, tuan hanya perlu membunuhnya sebelum dia bangkit dan menyebabkan kerusuhan di Dunia Immortal...” Ujar Lilia yang kini sudah mengenali sosok yang membuatnya takut kehilangan tuannya.


“Sekalipun dia bangkit, aku akan tetap bisa mengalahkannya, dan lebih baik kita memulai pertunjukkannya!...” Reinar mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu dia mulai menyerang empat Jenderal yang tengah menjaga keamanan Ratu mereka.


Reinar melihat ke arah Ratu Wei Luan sebelum mengayunkan pedangnya ke arah para Jenderal Kekaisaran Dewa Langit. “Lihatlah seberapa mudah aku membunuh para Jenderal mu!...” Kata Reinar lalu dia mulai mengayunkan pedang di genggaman tangannya.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...