The World Emperor System

The World Emperor System
Masalah Di Kekaisaran Ling



Istana Kekaisaran Naga.


Di istana Kekaisaran Naga tengah terjadi reuni penuh haru antara Ibu dan Bibi Reinar, tetapi suasana haru seketika berubah menjadi suasana horor saat Reinar menceritakan keberadaan kedua kakaknya pada Ibundanya.


“Pria itu, dia selalu saja pergi dan tidak bertanggungjawab setelah menanam benih pada wanita yang dia sukai...” Ungkap Allea lalu dia menatap Reinar. “Kau jangan melakukan hal yang sama dengannya!.” Kata Allea menatap tajam kearah Reinar.


Reinar menganggukkan kepalanya. Selain takut melihat ekspresi ibunya saat tengah berkata padanya, dia mengangguk juga karena dia tak ingin melakukan apa yang sudah Ayahnya lakukan. “Setidaknya dia harus memberiku alasan yang jelas saat nanti dia bertemu denganku.” Batin Reinar.


Di sisi lain Allea menarik dua kakak Reinar ke pelukannya. “Kalian sekarang adalah putriku, dan mulai saat ini panggil aku Ibu...” Kata Allea pada dua putri barunya.


Kedua kakak Reinar akhirnya kembali merasakan kasih sayang seorang ibu, dan mungkin Reinar akan meninggalkan mereka berdua untuk tinggal di istana bersama Ibunya.


Menjelang malam reuni keluarga Reinar berakhir dan dia kini tengah berada di dalam kamar bersama kesembilan istrinya.


Sebagai seorang suami, Reinar sadar jika dia terlalu sering pergi meninggalkan istri-istrinya, dan waktu bersama istri-istrinya sangatlah kurang. Karena itu, di saat ada waktu berkumpul dengan istri-istrinya seperti sekarang, dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama mereka, dan dia ingin melakukan apapun yang menjadi keinginan para istrinya.


Dari arah ujung kanan, Reinar bergantian mengelus perut para istrinya yang sedikit membuncit, kecuali untuk Sally yang belum ada tanda-tanda jika dia akan hamil. Tanpa rasa lelah Reinar terus membelai perut istrinya sampai satu persatu dari mereka tertidur.


Mulai dari Sania dan berakhir di Bella, Reinar memberi mereka ucapan selamat malam dengan bergantian memberi kecupan mesra di masing-masing kening mereka. Sedangkan Sally, dia hanya tersenyum sambil menanti Reinar yang tengah berjalan mendekat ke arahnya.


Melihat seluruh istrinya sudah tertidur, Reinar mengambil posisi tidur di dekat Sally seperti yang di sarankan seluruh istrinya.


Tiba-tiba Reinar merasakan sebuah pelukan hangat dari Sally yang memasukkan tangannya di sela lengan Reinar.


“Jangan malam ini!...” Reinar mencubit hidung Sally.


“Aku tau, tapi apa suamiku tidak ingin mencium di sini?.” Kata Sally menunjuk keningnya.


“Istriku, baru saja aku ingin melakukannya...” Dengan senyum di bibirnya, Reinar memberikan ciuman lembut ke kening Sally.


“Entah kenapa sebuah ciuman selalu membuatku kurang...”


Reinar kembali tersenyum saat mendengar apa yang dikatakan Sally. “Ada waktunya kita untuk melakukan yang lebih, dan mungkin saja kita bisa melakukan bersama-sama dengan mereka.”


“Aku menantikan hari itu...” Kata Sally sambil melirik Freya yang ada di balik tubuh Reinar.


Sally tau jika para wanita belum ada yang benar-benar tertidur, tapi mereka sepertinya memang sengaja membiarkan dirinya untuk berduaan dengan Reinar.


Melihat istri-istri Reinar yang lainnya, Sally tau jika keberadaannya sudah mereka terima, dan sepertinya mereka ingin dirinya juga memiliki apa yang sudah mereka miliki. Mereka semua tengah mengandung, dan mereka berharap Sally juga segera mengandung anak keturunan dari Reinar.


“Aku tidak menyangka akan menemukan wanita yang rela berbagi seperti mereka. Biasanya seorang wanita tidak akan rela berbagi apa yang menjadi milik mereka, tapi mereka justru membaginya sama rata, dan aku beruntung menjadi bagi dari mereka.” Kata Sally membatin lalu dia membalas ciuman Reinar dengan mengecup bibirnya.


Saat malam semakin larut, Sally memilih untuk tidur bersama para wanita lainnya.


Di dalam kamarnya, Reinar memilih menjaga jarak dengan istrinya dan dia memilih melakukan peningkatan kekuatan dengan cara menyerap energi jiwa dari kristal jiwa yang dia beli di toko sistem.


***


Istana Kekaisaran Naga.


Seluruh istri Reinar tengah menyiapkan sarapan pagi untuk suami mereka, dan tak lupa mereka juga menyiapkan makanan untuk Ibu, Bibi, dan Kakek Reinar.


Dari arah pintu ruang makan tiba-tiba Reinar datang bersama Argust, Ling Feng, dan Ling Zhe. Tak lama setelah mereka masuk, Alice sang Ratu mermaid datang bersama dua wanita mermaid lainnya.


“Suamiku, dan kalian semua, mari sarapan pagi bersama!...” Kata Freya sambil menaruh berbagai jenis makanan di atas meja makan.


“Yang Mulia, kami hanya pelayan, dan kami rasa tak pantas rasanya kami duduk satu meja dengan Yang Mulia.” Kata Alice yang langsung berlutut dengan begitu hormat.


Di sisi Alice ada Argust yang juga berlutut sama persis dengan apa yang di lakukan Alice.


“Bangunlah!... Kalian adalah keluargaku, dan sudah wajar sebuah keluarga menikmati makanan yang sama serta di tempat yang sama pula.” Kata Reinar sambil memegang bagu Argust dan Alice.


“Tapi tuan, kami hanyalah pelayan...”


“Tidak ada tapi tapian, dan tak ada istilah pelayan atau bawahan. Kita adalah keluarga, dan selamanya akan seperti itu...” Kata Reinar dengan senyuman yang menghias wajahnya, lalu seketika Reinar sedikit membungkuk dan memberikan hormat saat Ibu, Bibi, serta kakeknya memasuki ruang makan.


“Putraku, istrimu sangat pandai memanjakan perut penghuni istana ini...” Kata Allea tersenyum lembut melihat istri-istri Reinar yang tengah menyajikan makanan di atas meja.


“Mereka adalah istri tebaik...” Kata Reinar memuji para istrinya.


Allea dan Alya menatap istri-istri Reinar, kemudian mereka beralih menatap Reinar, lalu tak lama mereka menggelengkan kepala secara bersamaan.


“Putraku, apa kamu ada keinginan untuk menambah istri lagi?.” Tanya Allea.


Reinar menggelengkan kepalanya dengan pasti.


“Semoga tidak ada yang kesepuluh!. Aku takutnya kamu akan kewalahan menghadapi mereka saat di atas ranjang...”


“Apa menurut mereka sembilan istri tidak membuatku kewalahan?.” Batin Reinar.


Allea tersenyum saat melihat wajah masam putranya.


Wusshh... Wushh... Tiba-tiba dua tubuh bayangan Reinar muncul. Dua tubuh bayangan yang muncul adalah dua tubuh bayangan ciptaan Reinar yang dia tinggal di Kekaisaran Ling, dan kedatangan mereka pastilah bukan sesuatu yang baik.


“Tuan, ada kabar kurang baik dari Kekaisaran Ling...” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar.


Semua orang seketika terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan oleh tubuh bayangan Reinar. “Kabar kurang baik?. Kabar kurang baik seperti apa yang kalian maksud?.”


Suasana riuh ruang makan istana Kekaisaran Naga seketika berganti dengan suasana hening.


Di tengah keheningan Reinar menatap Ling Zhe yang masih curi-curi pandang dengan Argust. “Adik Zhe, apa kamu mengenal Putra Mahkota Kekaisaran Tang?.”


Ling Zhe menganggukkan kepalanya. “Aku mengenalnya, tapi setahuku dia selama ini hanya menyukai kakak Ling Yue...”


Reinar menganggukkan kepalanya. “Ada kemungkinan dia ingin melamar mu setelah mendengar kabar tentang kakak mu yang telah menjadi istriku...” Ungkap Reinar yang memiliki firasat kurang baik akan niatan Kekaisaran Tang yang tiba-tiba melayangkan lamaran untuk Ling Zhe.


“Kita selesaikan dulu sarapan pagi kita, baru setelah itu kita pergi ke Kekaisaran Ling.”


“Baik suamiku....” Jawab istri-istri Reinar, sedangkan yang lain, mereka hanya menganggukkan kepalanya.


***


Menyelesaikan sarapan pagi dengan cepat, Reinar akan pergi ke Kekaisaran Ling dengan mengajak seluruh istrinya, tak lupa dia juga membawa Argust, Ling Feng, Ling Zhe, serta Alice.


Untuk keamanan istana Kekaisaran Naga, Reinar menyerahkan keamanan kepada Bibi dan kedua kakaknya. Reinar yakin mereka bisa dengan mudah menjaga keamanan Istana Kekaisaran Naga selama kepergiannya.


Tak butuh waktu lama Reinar beserta rombongan besarnya telah sampai di Istana Kekaisaran Ling, dan mereka langsung di sambut oleh Kaisar Ling Mou dan leluhur keluarga Ling, Ling Long.


Dari kejauhan tiba-tiba muncul Kaisar Tang Hui beserta Putra Mahkota Tang Yuan. Mereka berdua tampak kaget dan terkejut melihat belasan orang yang keluar melalui sebuah portal.


Di bandingkan Kaisar Tang Hui, Putra Mahkota Tang Yuan di buat lebih terkejut saat melihat wanita yang selama ini dia cintai muncul tak jauh darinya. Tanpa mempedulikan keberadaan orang lain, Tang Yuan melesat kearah Ling Yue dan mencoba memeluk wanita yang sudah membuatnya gila setelah dia tak kunjung menemukan keberadaannya walau dia sudah mengelilingi Benua Zhongjian.


“Sayang, akhirnya kamu kembali!...” Tang Yuan hampir menyentuh pinggang Ling Yue, tapi sebelum tangannya berhasil mendarat di pinggang ramping Ling Yue, sebuah tangan yang begitu kuat mencengkeram tangannya.


“Jangan gunakan tangan kotor mu untuk menyentuh istriku!...” Kata Reinar dengan aura yang begitu dingin keluar dari tubuhnya.


Tang Yue tertegun dalam diamnya melihat sosok pemuda yang tiba-tiba datang dan mengakui Ling Yue sebagai istrinya. Bukannya menarik tangannya dan pergi menjauh, Tang Yuan justru tersenyum sinis sambil menatap Reinar yang juga tengah menatapnya.


Di sisi lain Ling Feng hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat nasib buruk yang akan segera menimpa Tang Yuan.


“Sekali lagi aku tegaskan padamu, jangan gunakan tangan kotor mu untuk menyentuh istriku!...”


Tang Yuan tak sedikitpun mengindahkan peringatan Reinar, dia masih tetap pada pendiriannya. Ling Yue adalah miliknya, dan selamanya akan seperti itu.


“Pemuda yang asal usulnya tidak jelas seperti mu berani mengakui wanitaku sebagai istrimu!... Apa kau buta sehingga tidak melihat sedang berurusan dengan siapa?. Dengar, aku Tang Yuan, Putra Mahkota Kekaisaran Tang, dan asal kau tau, semua yang aku inginkan akan menjadi milikku, dan tak akan pernah ada yang mampu menghalangiku...”


“Mengakui milik ku sebagai milik mu?. Apa kau sudah bosa hidup?.” Kata Reinar dengan aura gelap yang begitu dingin mulai keluar dari dalam tubuhnya.


Aura yang keluar dari tubuh Reinar membuat tubuh Tang Yuan bergetar sebelum akhirnya dia jatuh berlutut di depan Reinar.


BOOMMM...


Aura seorang Dewa Rendah menengah muncul dan mencoba menekan balik aura yang di keluarkan Reinar.


“Kau melukai Putraku, kau harus mati!...” Teriak Kaisar Tang Hui yang langsung menerjang maju kearah Reinar.


Belum juga Kaisar Tang Hui berhasil menyentuh Reinar, aura yang begitu kuat menekan tubuh Kaisar Tang Hui dan membuatnya terjatuh dengan memuntahkan seteguk darah.


“Uuh.... Aura ini?. Aura Dewa Bumi puncak...” Kaisar Tang Hui melihat kearah leluhur keluarga Ling, Ling Long.


“Berani menyentuh keluargaku, lebih baik kau musnah bersama Kekaisaran mu!...” Kata tegas Ling Long yang membuat merinding siapapun yang mendengarnya.


Dua sosok manusia muncul dari bayang-bayang dan membantu Kaisar Tang Hui untuk bangkit, begitu juga dengan Putra Mahkota Tang Yuan yang juga di bantu oleh dua sosok yang keluar dari bayang-bayang nya.


“Maafkan aku tuan leluhur Ling Long, aku terbawa suasana setelah melihat ada yang berani melukai Putraku...” Kata Kaisar Tang Hui.


“Putramu terluka karena kesalahannya sendiri. Siapa suruh dia main ingin menyentuh istri orang.” Balas Ling Long menatap jijik Tang Yuan yang sudah menjaga jarak dengan Reinar.


Kaisar Tang Hui menggertak-kan giginya mendengar balasan Ling Long, tapi dia sadar kekuatannya tak akan mampu membuat pria tua itu berlutut di hadapannya.


“Tuan Leluhur, aku meminta maaf untuk kelakuan putraku...”


Ling Long menganggukkan kepalanya. “Baiklah, kalau begitu kamu bisa kembali ke kediaman tamu, dan aku harap kamu bisa mengajari sopan santun pada putramu itu...”


Kaisar Tang Hui menganggukkan kepalanya kemudian dia berbalik dan membawa Tang Yuan kembali ke kediaman khusus yang di siapkan Kekaisaran Ling untuk tamu khusus Kekaisaran.


Kaisar Ling Mou dan Ling Long kemudian mengajak Reinar dan yang lainnya menuju aula keluarga yang ada di Istana Kekaisaran Ling.


“Keponakanku, apa mereka semua para istri mu?.” Tanya Kaisar Ling Mou pada Reinar.


“Yang Mulia, mereka semua adalah istriku, dan delapan dari mereka tengah mengandung.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Kaisar Ling Mou.


“Kau memang luar biasa keponakanku, seandainya aku bisa seperti itu, mungkin hidup ku akan lebih sempurna..." Balas Kaisar Ling Mou sambil berbisik, dan tak ketinggalan dia memberi dua jempol pada Reinar.


Reinar tersenyum kecut melihat tingkah Kaisar Ling Mou yang dia tunjukkan di depannya. “Seandainya dia tahu betapa liarnya mereka, mungkin dia akan menyesal setelah memiliki banyak istri..." Batin Reinar.


Reinar tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Kaisar Ling Mou kalau dia memiliki istri seperti para istrinya. Dia saja yang seorang immortal selalu dibuat kewalahan akan nafsu para istrinya saat di atas ranjang, apa lagi Kaisar Ling Mou yang hanya seorang manusia setengah naga, mungkin dia akan pingsan setelah seluluh ronde...


***


Bersambung...