
* Jangan lupa kasih 👍
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Reinar yang telah meninggalkan kota Glory, dia pergi kearah selatan, ke arah Kekaisaran Caracal, Kekaisaran terlemah, dari tiga Kekaisaran ras manusia yang ada di benua Nebula.
Dengan kecepatan yang sangat cepat Reinar menuju kota di Kekaisaran Caracal yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Gloria. Dengan kecepatan Reinar yang sekarang, butuh tiga hari untuk mencapai kota yang ingin dia tuju.
Karena belum pernah mengunjungi kota yang ingin dia tuju, Reinar tidak bisa menggunakan skill teleportasi, karena skill teleportasi hanya bisa di lakukan untuk bepergian ke tempat yang sudah pernah dia kunjungi.
Setelah melewati rimbunnya hutan dan beberapa gunung, Reinar bertemu dengan rombongan kereta kuda mewah yang tengah di hadang perampok.
Prajurit yan menjadi pengawal kereta kalah jumlah dengan jumlah perampok yang menghadang mereka. Tanpa di mintai pertolongan, Reinar datang membantu prajurit pengawal kereta dan setelah kehadiran Reinar, kondisi segera berbalik.
Banyak anggota perampok yang mati, dan ada beberapa yang melarikan diri. Prajurit pengawal kereta juga kehilangan beberapa rekan mereka, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari anggota perampok yang mati.
“Terimakasih atas pertolongan tuan.” Kata pemimpin prajurit pengawal.
“Aku cuma kebetulan lewat, dan sudah sewajarnya kita saling menolong." Kata Reinar memasang sikap tenang.
Pemimpin prajurit pengawal memberikan beberapa coint emas pada Reinar, tapi dengan sopan Reinar menolak pemberian pemimpin prajurit.
“Lebih baik berikan coint emas itu pada mereka yang membutuhkan.” Kata Reinar kemudian pergi meninggalkan pemimpin prajurit pengawal kereta kuda.
Sesaat setelah kepergian Reinar, muncul sosok wanita muda dari dalam kereta kuda. Penampilan wanita itu tak ada bedanya dengan manusia pada umumnya, tapi wanita itu terlihat lebih cantik dan anggun. Satu perbedaan yang paling mencolok dari wanita itu jika di bandingkan dengan manusia, wanita itu memiliki daun telinga runcing, dan sedikit lebih panjang dari telinga manusia pada umumnya.
“Manusia yang lumayan kuat, tapi dia tetap bukan tandingan ras mulia seperti diriku.” Kata sinis wanita yang setelahnya kembali masuk kedalam kereta kudanya.
***
Tak lama setelah berpisah dengan rombongan kereta kuda, Reinar akhirnya sampai di sebuah kota yang tidak terlalu ramai, tapi kota yang di datangi Reinar cukup makmur dan memiliki penjagaan yang lumayan kuat.
Saat ingin memasuki gerbang kota, Reinar harus melewati berbagai pemeriksaan dan membayar satu koin emas.
“Lebih baik aku mencari penginapan terdekat dari tempat ini.” Kata Reinar begitu memasuki kota.
Kemudian Reinar melihat penginapan yang letaknya dekat dengan gerbang kota. Penginapan itu tak terlalu mewah, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk tempatnya menginap.
“Selamat datang tuan muda.” sambutan pelayan penginapan yang bertugas menyambut kedatangan tamu.
Reinar hanya mengangguk dan langsung pergi menemui resepsionis untuk menyewa satu kamar untuk dua hari. Setelah mendapatkan kunci kamar, Reinar tak memesan apapun karena dia masih trauma akan kejadian di penginapan Black Rose.
Begitu masuk ke dalam kamar, dia cukup kagum dengan desain kamarnya. Biarpun sederhana, tapi kamar yang dia tempati sangat elegan.
[Tuan, apa yang akan kita lakukan setelah ini?. Dan kenapa kita pergi ke kota ini, bukannya tuan ingin melihat tiga kota yang baru tuan dapatkan?.]
Reinar tak langsung menjawab pertanyaan Lilia , dia lebih dulu merebahkan diri dan berpikir tentang apa yang akan segera dia lakukan.
Reinar sebenarnya sudah punya sebuah rencana, tapi dia masih ingin merahasiakan Rencananya pada semua orang.
***
Kota Babylon....
Keadaan kota Babylon dari hari ke hari semakin ramai, Freya yang memegang penuh kendali kota Babylon selama kepergian Reinar, dia merasa puas dengan kemajuan kota Babylon.
“Tak lama lagi kota ini akan berkembang menjadi kota besar. Aku harap tuan segera kembali dan melihat kemajuan kotanya.” Gumam Freya.
Tok... Tok... Tok...
“Masuklah, aku sudah menunggumu.” Kata Freya pada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
Pintu pun terbuka dan Freya dapat melihat Helena yang memasuki ruangannya dengan sedikit buru-buru.
Freya melihat Helena tak seperti biasanya. Biasanya dia adalah wanita yang cukup tenang, tapi kali ini dia terlihat begitu buru-buru saat menemuinya, sampai rambut panjangnya terlihat berantakan.
“Helena, apa yang membuatmu begitu buru-buru menemui ku?.” Tanya Freya sambil bangkit dari tempat duduknya.
“Seharusnya kamu juga sudah tahu. Di luar benteng kota ada ribuan prajurit Kekaisaran Gloria yang di pimpin seorang Jenderal. Mereka memaksa masuk, dsn ingin menemui pemimpin kota. Karena tuan tak ada di kota, berarti kamu yang harus menggantikan tuan menemui mereka.”
Tentu Freya tahu apa yang terjadi di luar benteng kota Babylon, karena dia dapat merasakan niatan buruk dari orang-orang itu. Kalau Reinar ada di kota, tentu dia akan tahu siapa Jenderal yang memimpin prajurit Kekaisaran Gloria, dan tentu dia juga tahu tujuan Jenderal itu mendatangi kotanya.
“Bawa perwakilan mereka menuju aula pertemuan, aku akan menemui mereka di sana.” Kata Freya.
Helena mengangguk mengerti, dan dia segera pergi menjalankan perintah Freya. Biarpun mereka sedang bersaing dalam satu hal, demi kota Babylon dan kota lainnya yang di kuasai Reinar, mereka akan mengesampingkan persaingan mereka, dan mereka akan bekerjasama melakukan yang terbaik untuk menjaga milik tuannya.
Setelah Helena meninggalkan ruangannya, Freya bersiap pergi menuju aula pertemuan.
“Jika maksud kedatangan mereka baik, aku akan menyambut dengan baik juga. Tapi jika tujuan mereka datang untuk mencari masalah, dengan senang hati aku akan mengirim mereka pulang. Tentunya pulang ke neraka.” Gumam Freya sambil menyeringai.
***
Aula pertemuan kediaman Walikota kota Babylon.
Di dalam ruangan aula telah hadir Freya, Helena, Argust, dan beberapa orang penting lainnya. Mereka semua sedang duduk saling berhadapan dengan orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Gloria.
“Aku tidak suka ber tele-tele. Sekarang cepat katakan apa tujuan kalian mendatangi kotaku?.” Tanya Freya dengan tegas.
“Kau wanita j*l*ng murahan, beraninya kau tidak sopan pada seorang Jenderal Kekaisaran. Apa kamu ingin kotamu ini aku hancurkan?.” Balas Jenderal Kekaisaran Gloria dengan tatapan merendahkan.
“Hanya seorang Jenderal berani membentak dan menghinaku. Apa kau tidak tahu sekuat apa orang-orang di sekitarmu?.” Freya melirik Argust dan Helens. “Bahkan jika Kaisar mu yang datang, aku akan tetap memperlakukannya sama dengan cara ku memperlakukanmu.” Lanjut Freya.
Sang Jenderal marah tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, Dia sadar jika orang-orang di sekitarnya jauh lebih kuat dari dirinya.
“Setelah membunuh salah satu bangsawan, kalian sekarang berani menghina Kaisar ku. Kalian tunggu saja, aku akan melaporkan ini semua pada Kaisar, dan aku pastikan saat aku kembali ke kota ini, kalian semua akan musnah.”
Tiba-tiba Freya dan dua bawahan Reinar yang lain tertawa lepas menatap kebodohan Jenderal Kekaisaran Gloria yang ada di depannya. “Kau benar-benar orang terbodoh yang pernah aku temui. Kau ingin melaporkan kami dan akan datang kembali menghancurkan kota ini. Tapi lihat, sekarang dimana dirimu, dan apa kamu pikir kami akan membiarkan mu pergi setelah kamu mengancam kami?.”
Wajah Jenderal Kekaisaran Gloria seketika menjadi pucat pasi menyadari kesalahan besar yang dia lakukan.
“Kalau kau dan seluruh prajurit di luar sana mati, tentu Kaisar kalian tidak akan tahu apa yang terjadi di tempat ini.” Kata Freya sambil tersenyum, tapi siapapun pasti merinding saat melihat senyum Freya.
***
***Lanjut gak?.***