The World Emperor System

The World Emperor System
Membersihkan Hama



Di depan bangunan pagoda sembilan lantai, Reinar, Yang Yifei, dan Qinyu, mereka bertiga mengantarkan empat orang yang akan melakukan ujian pagoda sembilan lantai untuk dapat meningkatkan kekuatan ke tingkat Dewa Surgawi.


Yang Zi, Yang Mi, Jasmin, dan Rose, mereka sudah menyiapkan dirinya untuk saat ini. Dengan penuh keyakinan mereka masuk ke lantai pertama, dan mereka punya waktu sepuluh hari untuk menyelesaikan ujian di dalam pagoda sembilan lantai.


Reinar telah membuat kubah ilusi yang menyelimuti seluruh langit di wilayah Kota Bulu Angsa. Jadi, kapanpun mereka berempat berhasil menerobos ke tingkat Dewa Surgawi, hanya orang-orang di Sekte Mawar Putih lah yang mengetahuinya.


Setelah mengantar Yang Zi dan tiga orang lainnya memasuki bangunan pagoda sembilan lantai, mereka bertiga pergi ke aula Sekte untuk menyambut kedatangan perwakilan pemimpin tertinggi Ras Malaikat yang akan mengantarkan surat balasan atas surat yang sebelumnya dikirimkan oleh Yang Yifei melalui tangan Yang Zi dan Yang Mi.


“Istriku, kenapa kamu terlalu terburu-buru meminta bantuan kepada mereka, bahkan kamu tidak lebih dulu menungguku keluar dari bangunan pagoda sembilan lantai?...” Tanya Reinar heran dengan keputusan yang diambil oleh Yang Yifei.


Yang Yifei mengaku salah karena tidak lebih dulu meminta persetujuan dari suaminya, tetapi dia meyakini apa yang dia lakukan itu adalah demi kebaikan Sekte Mawar Putih. “Di Benua ini, aku merasa hanya kekuatan merekalah yang pantas kita ajak bekerjasama. Selain mereka, tak ada lagi yang layak untuk kita ajak bekerjasama...”


“Kalau bagimu itu yang terbaik, aku hanya bisa menunggu balasan dari mereka, dan setelah itu baru aku akan menyimpulkan baik buruknya bekerjasama dengan mereka...”


Baru juga selesai dengan kata-katanya, Reinar melihat pintu aula terbuka dan masuklah tiga orang dimana dua dari mereka adalah utusan dari pemimpin tertinggi Ras Malaikat, sedangkan satu lainnya, dia adalah penjaga yang kebetulan hari ini merupakan jadwalnya menjaga pintu aula Sekte Mawar Putih.


Mereka bertiga melihat dua orang utusan yang berperilaku cukup sopan, tetapi tetap saja mereka berdua masih sering mencuri pandang kearah Yang Yifei dan Qinyu walau keduanya sudah memakai cadar untuk menutupi sebagian wajahnya.


Satu dari dua utusan penguasa tertinggi Ras Malaikat maju dengan sebuah surat yang akan dia berikan langsung kepada Yang Yifei selaku Patriak Sekte Mawar Putih. “Patriak Sekte yang terhormat, bersama dengan surat balasannya, pemimpin tertinggi secara pribadi mengundang Patriak untuk datang ke acara pesta penjamuan yang akan diadakan di kediaman pemimpin tertinggi. Kalau Patriak berkenan, kami berdua secara pribadi akan mengawal anda...”


Yang Yifei menoleh dan melihat kearah Reinar bermaksud meminta pendapatnya. Saat melihat Reinar menganggukkan kepala, Yang Yifei kembali melihat kearah dua utusan pemimpin tertinggi Ras Malaikat.


“Aku pasti akan datang, tetapi aku akan datang bersama suami dan saudariku, dan untuk pengawalan, aku rasa kalian tidak perlu melakukannya...” Kata Yang Yifei dengan tutur kata lembutnya.


“Kami mohon maaf, tapi undangan itu hanya dikhususkan untuk Patriak...” Ujar utusan pemimpin tertinggi Ras Malaikat yang sebenarnya sangat terkejut saat tahu kebenaran tentang Patriak Sekte Mawar Putih yang telah bersuami.


“Tidak mungkin aku datang tanpa suami dan saudariku. Kalau aku tidak diperbolehkan datang bersama mereka, dengan berat hati aku harus menolak undangan tuan kalian!...” Balas Yang Yifei yang masih menunjukkan kelembutan dan ketenangannya, walaupun terlihat tenang, Yang Yifei susah bisa menyimpulkan adanya sesuatu yang salah dari undangan yang dia terima.


“Patriak tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan, biarkan kami lebih dulu bertanya pada pemimpin tertinggi...”


Mereka berdua tiba-tiba meminta izin meninggalkan aula Sekte Mawar Putih dengan alasan ingin menghubungi pemimpin mereka.


Reinar melihat kepergian mereka sambil menggelengkan kepalanya, dan dia sudah memberi penilaian buruk pada pemimpin tertinggi Ras Malaikat. “Apa sekarang kamu sudah menyadarinya?... Mereka memang berasal dari Ras Malaikat, satu dari lima Ras suci di alam semesta, tetapi itu hanya Ras mereka yang suci. Untuk kelakuan mereka, kamu bisa menilainya sendiri dari perilaku pemimpin mereka!...”


Yang Yifei menatap Reinar dengan perasaan bersalah. Dia hanya melihat semua dari luarnya tanpa melihat apa yang ada di dalamnya, dan dia sadar kalau sudah membuat kecewa sang sumi. “Apa masih ada maaf untuk ku?... Aku sungguh menyesalinya!...” Kata Yang Yifei menyesal.


Meski kecewa tetapi Reinar tetap memberinya maaf. Dia dapat memaklumi sifat Yang Yifei yang masih begitu polos, dan sudah menjadi tugasnya sebagai suami untuk membimbing istrinya supaya kedepannya bisa lebih baik dalam mengambil setiap keputusan.


Yang Yifei lega saat mendapatkan maaf dari Reinar, dan dia berjanji tak akan mengulangi kebod*hannya. Setelah itu, mereka bertiga mulai membaca surat balasan yang dikirim pemimpin tertinggi Ras Malaikat.


Membaca isi dari surat balasan pemimpin tertinggi Ras Malaikat, hanya membuat ketiganya menggelengkan kepala. Bagaimana mungkin mereka akan menyetujui kerjasama yang justru membuat Sekte Mawar Putih semakin banyak mengalami kerugian?...


Reinar mengambil surat yang ada di tangan Yang Yifei lalu dia merobeknya dengan kasar, seketika surat itu berubah menjadi potongan kecil dan setelahnya Reinar membakar kertas itu sampai berubah menjadi abu.


Sementara itu di tempat lainnya, dua utusan penguasa tertinggi Ras Malaikat tengah menghubungi Austin, nama pemimpin tertinggi Ras Malaikat yang mereka layani. Keduanya menghubungi Austin untuk menyampaikan kabar tentang Patriak Sekte Mawar Putih yang ternyata sudah bersuami.


Mereka berdua kemudian berjalan kembali ke arah aula Sekte Mawar Putih. Begitu sampai dan masuk ke dalam aula Sekte Mawar Putih, keduanya mengatakan tentang Austin yang mengizinkan Yang Yifei membawa Reinar dan Qinyu dalam penjamuan di kediaman Austin.


Yang Yifei mengangguk dan berjanji akan datang ke acara yang akan diadakan sepuluh hari lagi. Reinar sebelumnya sudah mengatakan padanya kalau syaratnya pasti di setujui, dan karena rencana dari Reinar lah dia setuju untuk datang di acara penjamuan yang diadakan oleh Austin.


“Karena Patriak tidak ingin kami menjadi pengawal dalam perjalanan menuju wilayah Ras Malaikat, kami berdua mohon undur diri untuk kembali ke tempat kami!...”


“Berhati-hatilah di perjalanan balik kalian!... Sampaikan juga ucapan terimakasih ku untuk undangan pemimpin kalian, dan untuk jawaban surat balasannya, aku akan membalasnya saat langsung bertemu dengannya...”


Kedua utusan Austin menganggukkan kepalanya lalu mereka pergi meninggalkan aula Sekte Mawar Putih, dan mereka langsung pergi untuk kembali ke wilayah kekuasaan Ras Malaikat.


“Sejak awal mereka sudah memiliki niatan buruk kepada Sekte kita, dan aku yakin dalam pertemuan itu mereka akan melakukan sesuatu yang pastinya itu bertujuan untuk merugikan pihak kita...” Kata Qinyu yang akhirnya bersuara setelah sejak tadi hanya diam.


Qinyu percaya kalau pemimpin tertinggi Ras Malaikat akan melakukan sesuatu yang buruk saat nantinya dia, Reinar, dan Yang Yifei, saat mereka berkunjung ke kediamannya. Tetapi dengan adanya Reinar dan keberadaan Lilia, bisa dipastikan semua rencananya akan gagal.


Mereka bertiga lalu melanjutkan kegiatan mereka untuk meningkatkan kekuatan Sekte Mawar Putih, dan mereka juga akan mengawasi persiapan pembukaan Sekte untuk umum, di saat Sekte Mawar Putih membuka pendaftaran calon murid baru yang tak lama lagi akan dilakukan.


°°°


Reinar pergi meninggalkan Sekte Mawar Putih saat kedua istrinya saling membatu mengurus permasalahan Sekte yang tidak membutuhkan tenaganya. Dia pergi untuk melihat keadaan Kota Bulu Angsa sekaligus mencari keberadaan orang-orang yang memiliki niat buruk pada Sekte Mawar Putih, namun selama ini mereka justru bersembunyi di Kota Bulu Angsa.


“Pertahanan Kota Bulu Angsa lumayan baik, tetapi mereka kurang teliti dalam menerima pengunjung yang memasuki Kota...” Kata Reinar yang tengah melayang di atas awan sambil mengawasi pergerakan orang-orang dengan niatan buruk yang ada di diri mereka.


Reinar membuat dua tubuh bayangan yang kekuatannya setara dengan ahli tingkat Dewa Surgawi tahap awal. Kedua tubuh bayangan itu dia beri perintah untuk menyingkirkan hama yang ada di Kota Bulu Angsa.


Reinar memberi pesan pada kedua tubuh bayangannya sebelum mereka pergi. “Bawa dan bunuh mereka di dalam hutan, dan yang lebih jangan sedikitpun meninggalkan jejak!...”


Dua tubuh bayangannya menganggukkan kepalanya lalu mereka memakai topeng, dan setelahnya mereka berdua menghilang dari pandangan Reinar. “Selain membersihkan yang ada di dalam Kota, aku juga akan membersihkan kumpulan hama yang ada di luar kota...” Reinar kemudian pergi mencari sekumpulan bandit yang selama ini membuat resah penduduk Kota Bulu Angsa.


Reinar melesat pergi meninggalkan Kota Bulu Angsa, dan sesaat setelah berada di luar Kota, dia melihat Lilia muncul di sebelahnya dengan wujud manusianya.


Lilia tersenyum melihat Reinar yang tengah melihat ke arahnya. “Tuan, kali ini biarkan aku sedikit merenggangkan tubuh!... Setidaknya ratusan bandit itu cukup untuk membuat tubuh kaku ini kembali berfungsi seperti seharusnya...” Kata Lilia yang sudah cukup lama tidak menunjukkan wujudnya.


Reinar menganggukkan kepalanya, lalu mereka melesat ke hutan yang ada di barat Kota Bulu Angsa untuk mendatangi secara langsung markas para bandit. Bandit menggunakan wilayah barat Kota Bulu Angsa sebagai tempat mendirikan markas mereka, karena wilayah itu sering dimasuki penduduk Kota yang ingin mencari tumbuhan yang berfungsi untuk membuat obat-obatan.


Tak lama keduanya telah berdiri tak jauh dari sebuah gua yang dijadikan markas oleh para bandit. “Kalian semua keluarlah kalau tidak ingin aku panggangan hidup-hidup di dalam gua!...” Teriak Lilia dan tak lama puluhan bandit penjaga langsung menunjukkan wujudnya.


“Tuan, apa orang-orang ini yang dinamakan bandit?... Mereka sangat lemah bahkan jauh lebih lemah dari seekor semut...” Kata Lilia yang menatap jijik sekumpulan bandit penjaga yang tak berkedip menatap lekuk tubuhnya.


Reinar menganggukkan kepalanya. “Aku dengar mereka semua berada di tingkat Dewa Penguasa, tetapi sepertinya kabar itu adalah sebuah kesalahan. Nyatanya anak kecil sekalipun dapat membunuh mereka...” Kata Reinar menatap remeh bandit penjaga yang di keningnya terlihat kerutan setelah mendengar perkataan Reinar.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya...