
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Hutan kabut, wilayah hutan yang memisahkan kota Gunung Batu dengan kota Kabut Biru.
Reinar, Ling Feng dan Ling Zhe baru saja memasuki wilayah hutan kabut, dan saat ini mereka tengah beristirahat sambil menikmati suasana sejuk di bagian terluar hutan kabut.
“Adik ipar, berapa lama lagi kita akan istirahat?.” Tanya Ling Feng yang melihat hari sudah mulai gelap.
“Malam ini kita akan istirahat di tempat ini, dan aku punya sedikit kejutan untuk kalian.” Kata Reinar lalu dia berjalan mendekati tanah lapang di dekat tempatnya istirahat.
“Lilia, apa aku bisa membeli sebuah rumah kecil yang bisa aku simpan di kantong penyimpanan?.” Tanya Reinar di pikirannya.
[Sudah lama tuan tidak membeli barang, Lilia jadi kelaparan.]
Reinar tersenyum mendengar suara Lilia. “Maafkan aku yang sudah lama tidak membelanjakan koin sistem ku.” Kata Reinar merasa sedikit bersalah pada Lilia.
[Aku memaafkan tuan, asalkan tuan memberiku seribu koin sistem untuk ku setiap harinya.]
Seketika bibir Reinar berkedut mendengar permintaan Lilia. “Apa itu tidak terlalu banyak?.”
[Sejak tuan mencapai puncak tertinggi kekuatan di Benua Nebula, koin sistem tuan telah menjadi unlimited. Seribu poin aku ambil setiap hari pun tak akan mengurangi poin tuan.]
Wajah Reinar seketika dipenuhi bunga-bunga indah saat tahu koin sistemnya menjadi unlimited. “Lilia kau bebas mengambil berapapun koin siatem untuk cemilan mu, tapi sekarang berikan aku sebuah rumah yang bisa aku simpan ke kantong penyimpanan saat tidak aku gunakan.”
[Tuan memang sangat pengertian, lalu untuk yang tuan minta sudah aku taruh di kantong penyimpanan milik tuan.]
Reinar lalu mengeluarkan sebuah artefak tingkat Kaisar berbentuk rumah dan melemparkannya ke tanah lapang di depannya.
BOOMMM...
Sebuah rumah berdesain China kuno muncul di tanah lapang yang ada di depan Reinar, dan itu membuat Ling Feng dan Ling Zhe terkejut saat melihatnya.
“Sebuah artefak tingkat Kaisar?. Dan lagi itu berbentuk rumah.” Kata Ling Feng kagum.
“Kaka ipar memang penuh kejutan.” Kata Ling Zhe lalu dia berlari ke tempat Reinar berada, dan Ling Feng menyusul tepat di belakangnya.
Reinar lalu membawa mereka masuk kedalam rumah yang tak akan tergores walaupun seorang yang kekuatannya telah mencapai tingkatan abadi menyerangnya dengan kekuatan penuh.
“Di sini cuma ada empat kamar. Kamar paling depan akan aku tempati, dan untuk kalian pilihlah kamar yang kalian inginkan.” Kata Reinar yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
“Aku tengah.” Teriak Ling Zhe lalu dia dengan cepat masuk ke kamar yang bersebelahan dengan kamar Reinar.
Ling Feng menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang masih terlihat seperti anak kecil. “Dia memang adik kecilku.” Batin Ling Feng lalu dia masuk ke kamar yang paling belakang dan langsung mengistirahatkan tubuhnya.
***
Kekaisaran Han.
Istana Kekaisaran Han.
“Sial... Sial... Sial... Sial... Siapa sebenarnya bocah itu?. Kekuatan penuhku tak sedikitpun mampu melukainya, sedangkan aku bisa merasakan aura kekuatannya masihlah berada di tingkat Kaisar Bumi puncak.” Kata Han Liong setelah dia memulihkan kondisi tangannya yang terluka.
Selain kebingungan akan kekuatan Reinar, dia juga penasaran akan kekuatan pria lainnya yang tak bisa dia ukur.
“Kekaisaran Ling, sepertinya mereka selama ini menyembunyikan kekuatannya, dan mereka hanya berputar-putar lemah untuk membuat lawannya lengah. Ling Mou, kau benar-benar licik.” Teriak Han Liong.
“Apa yang membuatmu berteriak seperti itu saudara ku?.” Kata seorang pria lalu di duduk di tempat yang berada di samping kursi Han Liong.
Han Liong tersenyum melihat saudara sumpahnya yang saat ini menjabat sebagai Patriak Sekte Gagak Merah, dan dia merupakan seorang dengan kekuatan di tingkat Abadi Bumi puncak.
Zhang Fujian, atau biasa dipanggil saudara Fu oleh Han Liong hanya tersenyum saat mendapatkan sambutan dari Han Liong.
“Saudaraku, kamu tidak perlu berbasa-basi di hadapan ku. Aku tahu kamu sedang menghadapi masalah, lebih baik kamu ceritakan padaku masalah apa yang membuatmu terlihat buruk di hadapanku.” Ujar Zhang Fujian.
Han Liong mengangguk dan kembali duduk di singgasananya, lalu dia mulai menceritakan tentang kekalahannya saat bertarung dengan Reinar yang hanya seorang di tingkat Kaisar Bumi, dia juga menceritakan tentang seseorang yang kekuatannya tak bisa dia ukur, terakhir dia menceritakan tentang kecurigaannya pada Kekaisaran Ling yang selama ini dia anggap telah menyembunyikan kekuatannya.
Zhang Fujian cukup tertarik dengan cerita Han Liong. Seorang Kaisar Bumi bisa mengalahkan seorang Kaisar Langit, pemuda yang kekuatannya tak bisa diukur oleh Han Liong, dan tentang Kekaisaran Ling. “Menarik, ceritamu sungguh menarik, saudaraku.” Ungkap Zhang Fujian.
“Apa saat ini kau telah tertarik untuk membantuku?.” Tanya Han Liong.
Selama ini Zhang Fujian tak pernah tertarik ikut campur dengan urusan Han Liong dengan Kekaisaran Ling, karena baginya Kekaisaran Ling terlalu lemah untuk membuatnya sampai turun tangan membantu saudaranya, tapi setelah mendengar cerita Han Liong, dia mulai tertarik ikut dalam rencana Han Liong untuk menaklukkan Kekaisaran Ling.
“Aku akan membantumu, asalkan aku bisa mendapatkan 100.000 gadis dari Kekaisaran Ling.” Kata Zhang Fujian.
Han Liong tersenyum lebar setelah mendapat angin segar dari Zhang Fujian yang bersedia membantunya. “Jangankan 100.000, kalau kau mau, seluruh gadis di Kekaisaran Ling bisa menjadi milikmu, kecuali Permaisuri mereka.” Kata Han Liong.
Zhang Fujian mengangguk dan tersenyum karena dia tahu jika saudaranya sangat menginginkan Qin Xia, Permaisuri Kekaisaran Ling. “Tiga puluh hari lagi kita akan menyerang.” Kata Zhang Fujian lalu dia menghilang dari tempatnya.
“Tiga puluh hari ya?. Qin Xia, sebentar lagi kau akan menjadi milikku, dan selamanya kamu hanya akan menjadi milikku.” Teriak Han Liong dan tak lama terdengar suara tawa keras dari ruangannya.
***
Hutan kabut.
BOOMMM...
BOOMMM...
“Hahahaha.... Apa kalian selemah itu?. Cih, kalian tak layak menyandang nama binatang buas tingkat Kaisar Langit dengan kemampuan yang lemah seperti itu.” Kata Reinar mengejek dua ular berkepala tujuh yang menjadi teman olahraga paginya.
“Adik ipar, bukan mereka yang terlalu lemah, tapi kamulah yang terlalu kuat bagi mereka. Lebih baik kamu mencari binatang buas tingkat Abadi yang berada di wilayah terdalam hutan kabut, dan biarkan mereka menjadi lawan kami.” Kata Ling Feng.
“Kakak Feng benar, kalau begitu, kalian selesaikan yang di sini dan aku akan pergi ke wilayah terdalam hutan kabut....”
Wusshh...
Reinar melesat dengan kecepatan tertingginya menuju wilayah terdalam hutan kabut yang selama ini belum pernah di jamah oleh manusia, dan konon katanya di wilayah itu ada binatang buas yang tingkatannya sudah melebihi tingkat Abadi Langit.
Semakin dekat ke wilayah terdalam hutan kabut, Reinar bisa merasakan aura besar dan sangat ganas, bahkan dia merasa tertekan oleh aura itu.
“Ini sangat luar biasa, aura puncak ku di tingkat puncak Kaisar Bumi bahkan tak mampu menekan balik aura yang di keluarkan binatang buas penghuni wilayah terdalam hutan ini.” Batin Reinar.
“Lilia, apa aku perlu menggunakan kekuatanku yang tersegel untuk melawan mereka yang berada di wilayah terdalam?.” Tanya Reinar pada sistem yang ada di tubuhnya.
[Kemungkinan tuan menang hanya 50:50, biarpun tuan telah menggunakan kekuatan yang telah tersegel.]
Reinar tersenyum. “Akhirnya aku menemukan lawan yang kuat. Kalau aku boleh tahu, binatang buas sekuat apa yang menghuni wilayah terdalam hutan ini?.” Tanya Reinar penasaran.
[Ada 1.000 binatang buas tingkat Abadi Bumi, dan 500 lebih binatang buas tingkat Abadi Langit. Selain itu ada 5 binatang buas tingkat Dewa, dan yang terkuat adalah binatang buas berwujud Naga Bumi yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Bumi puncak.]
“Lilia, bukannya kamu telah banyak membuat kesalahan selama ini?.”
[Itu benar tuan, aku salah memberi informasi tentang kekuatan di benua ini, dan aku baru tahu jika Benua Zhongjian jauh lebih kuat dari Benua Nebula, dan luas benua ini juga 10 kali lebih luas dari luas Benua Nebula.]
“Lalu bagaimana dengan misi mencari orang yang tahu cara menghancurkan dinding pembatas antar benua?. Apa benar kekuatanku sekarang setara dengannya?.”
[Soal itu, kekuatan tuan bahkan belum sampai setengah dari kekuatannya.]
Reinar menggelengkan kepalanya. “Aku masih terlalu lemah di bandingkan kekuatan tersembunyi yang ada di benua ini.” Kata Reinar.
***
Bersambung...