The World Emperor System

The World Emperor System
Akhir Dari Kekaisaran Qing



Semalaman Reinar melayani keliaran istrinya saat di atas ranjang, dan menjelang pagi mereka mengakhiri pertarungan yang membuat mereka ingin terus dam terus melakukannya.


Wusshh... Wusshh... Muncul empat tubuh bayangan Reinar saat Sally telah istirahat dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Reinar membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengamati keadaan Sekte Lentera Dewa, dan satu kelompok mengamati Kekaisaran Qing. Jika mereka mendapati hal buruk masih terjadi di tempat yang mereka amati, mereka Reinar persilahkan menghancurkan tempat itu.


“Kalian pergilah!... dan ingat, kalian hanya punya waktu sampai besok untuk menyelesaikan tugas yang aku berikan. Lakukan tugas kalian secara sembunyi-sembunyi, dan bereskan semua masalah sebersih mungkin.”


“Baik tuanku....” Kata keempat tubuh bayangan ciptaan Reinar lalu mereka pergi lewat jendela kamar yang telah terbuka.


Reinar menatap kepergian tubuh bayangan ciptaannya. “Semoga saja Kekaisaran Qing dan Sekte Lentera Dewa tak lagi melakukan kesalahan yang sama, aku sudah sangat bosan berurusan dengan mereka.”


Sepasang tangan hangat tiba-tiba memeluk Reinar dari belakang disaat dia berdiri di dekat jendela kamar. “Kenapa suamiku belum juga beristirahat?. Apa kamu menginginkannya lagi?.” Goda Sally yang entah sejak kapan terbangun dan dengan nakalnya dia meraba area milik Reinar yang cukup sensitif.


“Jangan menggodaku, karena aku bisa saja membuatmu pingsan....” Kata Reinar lalu dia dengan cepat membalikkan badannya dan berhadapan dengan Sally.


“Setidaknya kita bisa menikmati waktu sampai matahari terbit.” Ujar Sally sambil menggigit bibir bawahnya.


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan....” Kata Reinar lalu dia menggendong Sally dan perlahan membaringkannya di atas tempat tidur. “Entah sudah berapa kali, tapi ini masih sangat sempit.” Kata Reinar yang telah menyatukan kembali miliknya dengan milik Sally.


“Sayang, itu terlalu besar!...” Kata Sally manja sambil memejamkan mata.


Reinar tak tahan melihat ekspresi wajah Sally, dan dengan lembut dia kembali melakukan tugasnya sebagai seorang suami. “Ini terlalu sempit, tapi cukup basah....” Kata Reinar di tengah-tengah aktivitas ranjangnya dengan Sally.


Sally tersenyum mendengar itu, lalu tiba-tiba dia mendorong Reinar dan gini giliran dia menindih Reinar. “Sekarang giliran ku....” Kata Sally yang kini bergerak liar diatas tubuh Reinar.


Suara desahan dan teriakan memenuhi kamar yang di tempati Reinar dan Sally, beruntung Reinar telah memasang sebuah perisai yang membuat kamarnya kedap suara, jadi sekeras apapun suara yang Sally keluarkan, tak akan ada orang lain yang mendengarkannya.


***


Setelah melanjutkan pertempurannya dengan Sally sampai pagi. Menjelang siang Reinar dan Sally keluar kamar dengan penampilan yang begitu menawan.


Ling Feng hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka, karena dia sangat tahu apa yang semalaman mereka lakukan. Pendengaran Ling Feng sangatlah tajam, biarpun ada perisai kedap suara, dia tetap mendengar apa yang terjadi di kamar Reinar, dan itu membuatnya kesulitan untuk tidur.


Dengan langkah pasti, Reinar dan Sally mendekati empat orang yang tengah terbengong melihat kedatangan mereka berdua.


Semakin dekat, Reinar dapat melihat wajah mereka berempat bersemu merah saat bertatap muka dengannya. Reinar mengira mereka tahu tentang apa yang sudah dia lakukan dengan Sally, tapi dia tidak mempedulikannya.


“Segera menikah supaya kalian bisa merasakan apa yang kami rasakan....” Kata Reinar lalu dia berlalu begitu saja meninggalkan empat orang yang masih terbengong di tempatnya.


Menuruni tangga ke lantai dasar, tak sedikitpun Sally melepaskan pelukannya pada lengan Reinar. Sampai akhirnya mereka sampai di lantai dasar, ada segerombol pemuda tiba-tiba mendatangi Reinar dan tanpa banyak berkata dia mencoba memisahkan Sally dengan Reinar.


“Hei wanita cantik, kau tidak pantas dengan pria kecil ini, kau lebih pantas denganku!... Lihatlah betapa besar tubuhku, dan tentunya aku punya senjata yang besar juga untuk memuaskan mu.” Kata pria berpakaian mewah yang kini berdiri tepat di depan Sally dan dia tak sedikitpun menganggap keberadaan Reinar.


Dengan senyum yang menghiasi bibirnya Reinar menarik mundur Sally dan membuatnya berada di belakang tubuhnya.


“Pergilah, kau merusak suasana pagiku!....”


Baammm....


Reinar menampar wajah pria yang hanya berjarak satu langkah di depannya, tapi kini pria itu telah terlempar sampai keluar tempat penginapan.


“Pangeran!....” Teriak beberapa orang yang merupakan pengawal dari pria yang baru di tampar Reinar.


“Kau berani memukul Pangeran Kekaisaran Qing?. Kau harus mati!...” Pria dengan tombak besar di tangannya langsung menyerang Reinar.


Mata tombak yang runcing dan tajam terus mengarah pada Reinar, tetapi setiap serangan dapat dihindari nya dengan sangat mudah, bahkan Reinar tak sedikitpun bergerak dari tempatnya berdiri.


“Kau cukup kuat dan terampil, tapi sayang gerakan mu masih begitu kaku dan terdapat banyak celah.” Kata Reinar dengan santainya, lalu hanya dengan tangan kosong dia membuat patah tombak yang di pegang lawannya.


“Mu... Mustahil, bagaimana senjata tingkat tinggi bisa hancur dengan begitu mudah?.” Kata pria yang menyerang Reinar setelah dia mengambil lima langkah mundur menjauhi Reinar.


“Senjata yang lemah sekalipun bisa mengalahkan senjata yang lebih kuat, itu semua tergantung seperti apa orang yang menggunakannya. Selama ini kau hanya bergantung pada senjatamu, dan lebih baik sekarang kau mati menyusul senjatamu yang telah hancur.” Kata Reinar lalu dia muncul di belakang pria yang kini tubuh nya bergetar setelah dia sadar seberapa kuat orang yang menjadi lawannya.


Sebuah belati yang baru Reinar beli dari sistem dia genggam dan dia arahkan bagian tajamnya ke leher pria yang ada di depannya. “Matilah dengan tenang....” Kata Reinar datar.


Pria yang ada di depan Reinar tiba-tiba melihat tubuhnya sendiri dengan kepala jatuh menghantam lantai penginapan. “Kekaisaran Qing akan membunuhm...” Kematian lebih dulu menjemputnya sebelum dia menuntaskan kata-katanya.


“Kekaisaran mu mungkin saat ini sudah hancur....” Kata Reinar lalu menendang tubuh dan kepala pria yang baru dia bunuh keluar dari penginapan.


“Jenderal!....” Teriak pria yang di panggil Pangeran oleh orang-orang yang bersamanya.


Wusshh.... Reinar dan Sally muncul di hadapan mereka. “Kekaisaran Qing, aku sebelumnya telah memberikan kesempatan pada kalian untuk berubah, tapi dengan kekuatan yang begitu lemah kalian tetap berperilaku buruk....” Reinar menjeda perkataannya lalu menatap pria yang merupakan Pangeran ketiga Kekaisaran Qing.


“Saat ini orang-orang ku tengah melakukan pembersihan di Kekaisaran Qing, dan biarkan aku yang mempertemukan kalian dengan mereka.” Kata Reinar, dan hanya dengan mengibaskan tangannya, belasan orang di depannya telah berubah menjadi abu termasuk sosok Pangeran yang dengan kebod*hannya berani mencari masalah dengannya.


***


Istana Kekaisaran Qing.


BOOMMM... BOOMMM...


Ledakan keras menggema saat dua sosok menghancurkan istana megah Kekaisaran Qing.


Puluhan ribu dan ratusan Jenderal telah menjadi korban kebrutalan dua sosok yang tiba-tiba menyerang istana Kekaisaran Qing setelah mereka mendapatkan perintah penyerangan dari orang yang telah menciptakan mereka.


Dua Pangeran Kekaisaran Qing yang dibantu delapan Jenderal terkuat Kekaisaran Qing dibuat tak berdaya oleh dua orang yang kekuatannya sama sekali tidak bisa mereka ukur.


“Sialan, siapa mereka sebenarnya?.” Teriak Pangeran pertama.


“Maaf yang mulia, hamba benar-benar tidak tahu siapa mereka, yang hamba tahu mereka tiba-tiba datang dan langung menyerang siapapun yang mendekati mereka.” Ungkap salah satu Jenderal.


Wusshh... Wusshh... Dua sosok pria bertopeng muncul di depan kedua Pangeran Kekaisaran Qing dan delapan Jenderal yang menemaninya.


Aura yang di keluarkan dua orang bertopeng sangatlah kuat, dua Pangeran dan delapan Jenderal yang menemaninya terasa tercekik hanya dengan merasakan aura yang di keluarkan dua pria bertopeng yang ada di hadapan mereka.


“Mereka bukan lawan yang bisa kita hadapi. Aura mereka saja mampu membunuh kita.” Kata Pangeran kedua yang mencoba tetap berdiri dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.


Kedua Pangeran dan delapan Jenderal yang bersama mereka hanya bisa berdiam diri di tempatnya. Pergerakan mereka benar-benar dihentikan oleh aura dari dua pria bertopeng yang kini menatap tajam kearah mereka.


“Hanya kematian yang pantas untuk kalian dapatkan.” Kata salah satu pria bertopeng lalu dia menyerang dua Jenderal yang melindungi Pangeran pertama.


“Sialan, aku tidak akan mati semudah ini....” Dua Jenderal yang berada di depan Pangeran pertama mencoba memberi perlawanan, tapi semua yang mereka lakukan hanya perbuatan yang sia-sia setelah benda tajam memisahkan kepala dan tubuh mereka.


Dua tumbang, di sisi lain pria bertopeng yang satunya juga berhasil menumbangkan dua Jenderal yang ada di depan Pangeran kedua. Kini tersisa dua Pangeran dan empat Jenderal terakhir yang dimiliki Kekaisaran Qing.


Wusshh... Wusshh... Dua siluet bayangan melesat kearah para Jenderal yang tengah melindungi tuan mereka.


Slashh... Slashh... Tebasan yang begitu cepat mengarah pada keempat Jenderal yang dengan susah payah terus menghindari serangan yang mengarah kearah mereka.


Baammm... Baammm... Tendangan dari pria bertopeng mampu membuat empat Jenderal yang menjadi lawannya terpental dan menghantam dinding istana Kekaisaran Qing yang sangat kokoh.


Wusshh... Wusshh... Dua pria bertopeng melesat kearah dua Pangeran Kekaisaran Qing dengan belati tajam di tangan mereka.


“Ja... Ja... Jangan mendekat!...” Teriak Pangeran pertama yang menyeret adiknya untuk pergi menjauh.


Satu pria bertopeng terus bergerak mengejar mereka, sedangkan satu pria bertopeng lainnya, dia mengurus para Jenderal yang mulai bangkit kembali.


Wusshh.... Slashh... Slashh... Dua Jenderal mati dengan kepala menggelinding sebelum mereka benar-benar bangkit dan bersiap untuk bertahan.


“Sialan!... Mereka benar-benar ingin menghabisi seluruh penghuni istana Kekaisaran Qing...” Teriak salah satu Jenderal.


Sang Jenderal sama sekali tidak menyangka, ketenangan yang beberapa saat yang lalu mereka nikmati kini justru menjadi tempat pembantaian untuk mereka semua. Sesaat yang lalu mereka menindas beberapa penduduk dan mengambil anak gadis mereka, tapi sekarang mereka justru tengah menanti kematian yang pasti akan mendatangi mereka.


Wusshh... Slashh... Slashh... Dua Jenderal yang sudah pasrah akhirnya mati menyusul semua rekannya, dan hanya menyisakan dua sosok Pangeran yang kini sudah berada di tangan salah satu pria bertopeng.


“Cukup sampai di sini kalian berlari!...”


BOOMMM... BOOMMM...


Dua Pangeran Kekaisaran Qing terlempar dan menghantam dinding istana saat terkena gelombang serangan yang dilepaskan pria bertopeng yang mengejar mereka.


Wusshh... Wusshh... Dua pria bertopeng muncul di depan dua Pangeran Kekaisaran Qing yang sudah tak berdaya.


“Si... Si... Siapa?. Kalian sebenarnya siapa?.” Tanya Pangeran kedua.


“Kalian tidak perlu tahu siapa kami, tapi yang jelas Kekaisaran Qing akan berakhir hari ini.” Kata salah satu pria bertopeng.


Slashh... Slashh... Dua kepala menggelinding dan langsung di injak oleh pria bertopeng yang baru menyelesaikan tugasnya. “Ini lebih baik daripada kalian terus menerus menjadi momok bagi penduduk Kekaisaran....”


***


Bersambung....



Teman2, jangan lupa main ke novel teman author, terimakasih 😊😊😊