
* Jangan lupa kasih 👍
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Baru juga ingin memulai penyelidikan, Reinar mendengar pintu kamarnya di ketuk. Saat Reinar membuka pintu, dia melihat dua sosok wanita dengan penampilan yang begitu panas berdiri di depan pintu kamarnya.
Bentuk tubuh sempurna serta bagian dada yang ingin tumpah dari tempatnya, membuat Reinar menelan kasar air liurnya saat melihat pemandangan dua wanita di depannya.
“Apa tuan muda ingin melakukannya dengan salah satu dari kami, atau tuan ingin memakan kami berdua sekaligus.” Kata wanita genit.
Reinar segera tersadar dari pikiran kotornya saat mendengar suara genit wanita di depannya. “Si... Siapa sebenarnya kalian, dan apa tujuan kalian mendatangi kamarku?.” Tanya Reinar tergagap.
“Bukannya tuan sudah membayar kami, karena itu kami datang untuk melakukan yang semestinya.” Kata si wanita dengan wajah begitu dekat dengan wajah Reinar.
Seketika wajah Reinar memerah, dan berjalan mundur satu langkah. “Aku tidak merasa pernah membayar kalian, dan jangan terlalu dekat!.” Kata Reinar menjaga jarak.
“Tuan sudah memesan pelayanan spesial, dan kami akan memberikan apa yang tuan pesan. Kami yakin tuan tak akan kecewa dengan pelayanan spesial kami.”
Mendengar apa yang di katakan si wanita, mata Reinar terbuka lebar, dan kini dia tahu maksud dari pelayanan spesial di penginapan Black Rose. “Kalian berdua pergilah, dan bilang pada resepsionis yang ada di bawah kalau aku tidak butuh pelayanan spesial.” Kata Reinar sambil menutup rapat dan mengunci pintu kamarnya.
“Sial, sial, sial.... Hampir saja kesucian ku terenggut.” Kata Reinar.
[Bukannya mereka cukup bulat besar dan menggoda?. Aku curiga tuan mengalami kelainan karena tidak tertarik dengan keindahan yang begitu sempurna.]
Mendengar suara Lilia, tiba-tiba tubuh Reinar merinding. “Kau lebih baik diam!. Lagipula kau tak melihat seberapa menyeramkan dua wanita tadi.” Kata Reinar yang masih menjaga pintu kamarnya, karena dia takut dua wanita tadi menerobos masuk ke dalam kamarnya.
[Hahahaha... Ayolah tuan, sedikit menikmati hidup juga tak akan membuat tuan rugi, dan lagi ekspresi wajah tuan tadi sangat lucu.]
Reinar tidak menanggapi Lilia, dia memilih melihat situasi di luar kamarnya. Saat dia tak lagi melihat keberadaan dua wanita di depan pintu kamarnya, Reinar segera mengunci pintu kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
***
Beberapa jam telah berlalu, dan saat ini Reinar tengah duduk di atas atap bangunan penginapan Black Rose.
Reinar telah menyebar empat tubuh bayangan ke setiap lantai yang ada di penginapan, dan sekarang dia sedang menunggu hasil dari pengamatan tubuh bayangannya.
“Lilia, apa kamu punya alat yang bisa di gunakan untuk merekam kejadian yang sedang terjadi?.”
[Aku punya kristal memori. Dengan kristal memori tuan bisa merekam kejadian yang sedang terjadi, bahkan tuan bisa melihat apa saja yang di lakukan orang lain di masa lalu dengan mentransfer ingatan mereka ke kristal memori.]
“Alat yang sangat bagus. Lilia, berikan aku satu kristal memori!.”
[Membeli kristal memori >> -500.000 coin sistem.]
Muncul bola kristal seukuran kepala balita di hadapan Reinar dan dia langsung menangkapnya.
“Dengan ini pekerjaan ku akan lebih mudah.” Gumam Reinar.
Saat merasa pekerjaannya akan cepat selesai, Reinar mendapatkan informasi dari salah satu tubuh bayangannya tentang kedatangan Putra Mahkota Kekaisaran Gloria.
Putra Mahkota dan beberapa orang berjubah yang mengikutinya menyewa sebuah kamar yang ada di lantai empat penginapan Black Rose.
Mendengar itu, Reinar menyuruh seluruh tubuh bayangannya untuk segera menemui dirinya, dan tak butuh waktu lama mereka telah muncul di tempat Reinar menunggu.
Reinar memberi mereka masing-masing satu kristal memori, dan menyuruh mereka untuk terus mengikuti dan merekam semua yang di lakukan oleh Putra Mahkota.
***
Pagi hari, di kamar penginapan Reinar.
Di dalam ruang kamar, Reinar sedang duduk di atas ranjangnya, dan kedua tangannya memegang dua kristal memori terakhir yang belum dia periksa.
[Tuan, bukannya semua bukti sudah lengkap, bahkan siapa-siapa saja yang terlibat dalam rencana Putra Mahkota juga sudah terungkap, lalu kenapa tuan masih ingin melihat apa yang terekam di bola kristal memori yang ada fi tangan tuan?.]
“Aku penasaran dengan rekaman kejadian yang terekam di kedua kristal ini.” Kata Reinar.
[Aku sarankan tuan tidak melihatnya, karena aku rasa itu isi rekaman itu sesuatu yang tak penting untuk di lihat.]
“Aku tetap akan melihatnya.” Kata Reinar tegas dan dia mulai mengalirkan mananya ke bola kristal memori.
Gambaran kegiatan Putra Mahkota terlihat jelas di kristal memori, dari putra mahkota mempersilahkan beberapa petinggi Kekaisaran meninggalkan ruangan pertemuan mereka, sampai saat Putra Mahkota menerima dua wanita yang tadi sempat mengunjungi kamar Reinar.
Sampai di adegan selanjutnya, Reinar begitu saja membuang bola kristal memori yang ada di tangannya. “Selain serakah, dia juga seorang Putra Mahkota bejat. Sialan, aku melihat lagi kejadian yang tak seharusnya aku lihat.”
[Kan aku sudah memperingatkan tuan, tapi tuan sendiri yang keras kepala melihat.]
Reinar mengambil kembali bola kristal memori yang baru dia lempar, dan menyimpannya. Reinar kembali duduk di atas ranjang mencoba melupakan apa yang baru dia lihat.
Lilia yang jarang keluar dari tubuh Reinar, kali ini dia keluar dan duduk di punggung Reinar.
“Kapan tuan mengunjungi Pangeran Lucius untuk menyerahkan barang bukti dan mengambil hadiah tuan?.” Tanya Lilia.
“Aku sudah menyuruh satu tubuh bayangan untuk mencari keberadaan Pangeran. Begitu ketemu, aku akan langsung menemuinya.” Balas Reinar yang di waktu bersamaan tubuh bayangannya melaporkan di mana keberadaan Pangeran Lucius.
“Kenapa tuan tidak pergi keluar sambil menunggu informasi dari tubuh bayangan?.”
Reinar tidak langsung menjawab karena dia sedang menyerap informasi dari tubuh bayangannya. Begitu semua informasi yang dia butuhkan sudah dia peroleh, Reinar bangkit berdiri dan membuka jendela kamarnya.
“Mari kita pergi, aku sudah tahu di mana Pangeran Lucius berada.” Kata Reinar dan dia melompat keluar melalui jendela kamarnya.
Reinar tidak ingin bertemu dengan resepsionis maupun dua wanita yang kemarin mengunjungi kamarnya, karena itu dia memutuskan keluar penginapan dengan cara melompat dari jendela kamar.
Lilia tersenyum geli melihat tingkah Reinar yang ketakutan saat mengingat kejadian yang kemarin dia alami.
Meninggalkan penginapan Black Rose, Reinar akhirnya sampai di istana Kekaisaran Gloria. Lalu setelahnya dia menuju kediaman khusus milik Pangeran Lucius.
Pangeran Lucius terkejut dengan kedatangan Reinar yang tiba-tiba, tapi dia segera bersikap biasa-biasa saja, dan mempersilahkan Reinar masuk ke dalam kediamannya.
Dua bola kristal memori yang akan menjadi bukti rencana pemberontakan Putra Mahkota di berikan Reinar pada Pangeran Lucius, Reinar juga memberitahu cara penggunaan kristal memori.
Reinar juga memberikan dua kristal jiwa yang berisi gambaran kejadian Putra Mahkota dengan dua orang wanita kepada Pangeran Lucius, tapi Reinar mengingatkan untuk tak melihat sembarangan kejadian di dua kristal memori yang baru dia berikan.
Sebelum Reinar pergi, Pangeran Lucius sempat menanyakan nama Reinar. Saat tahu nama Reinar, Pangeran Lucius menyadari sesuatu yang cukup familiar baginya.
”Mata itu, entah kenapa mata itu mengingatkan ku pada mata Putra Mahkota Kekaisaran Arkana.” Kata Pangeran Lucius begitu Reinar sudah meninggalkan kediamannya.
***
”Aku mendapatkannya. Bukan hanya satu kota, tapi tiga kota sekaligus, dan lagi satu kota merupakan kota besar.”
“Menjadi Kaisar dan menguasai seluruh dunia. Itu tak akan mudah, tapi aku akan mewujudkan nya.”
Reinar mendapatkan tiga plakat atas kepemilikan tiga kota, dan dia mendapatkan suatu plakat tambahan yang menunjukkan dia memiliki jabatan setara dengan seorang Duke. Dengan tiga kota tambahan, Reinar hanya membutuhkan empat kota lagi untuk mendirikan sebuah Kekaisaran.
***
***Lanjut***