
Di hutan yang dipenuhi pepohonan besar yang menjulang tinggi, dua sosok manusia muncul dari kekosongan. Mereka berdua tak lain adalah Reinar dan Qinyu.
Reinar merasakan energi mana dan Qi di sekitarnya puluhan lebih padat dari yang ada di dunia yang sebelumnya dia tempati. Selain keberadaan dua energi yang sudah tak asing baginya, Reinar juga merasakan energi spiritual yang membuat jiwanya semakin kuat hanya dengan sedikit menyerapnya.
Mereka berdua benar-benar merasa asing di tempat yang masih begitu baru. Qinyu yang terus menggandeng tangan Reinar, dia terus mengamati area sekelilingnya dengan menggunakan kesadaran jiwanya, dan dia merasa lega saat tidak merasakan adanya bahaya di sekitar tempat yang sekarang dia tempati.
Qinyu memeluk lengan Reinar saat merasakan beberapa orang masuk dalam jangkauan pengamatannya. “Ada lima orang bergerak ke arah kita, kekuatan mereka hanya di tingkat Raja Dewa puncak, seharusnya kita tidak akan kesusahan kalau harus melawan mereka...”
Reinar menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan Qinyu, tetapi daripada mencari masalah di tempat yang masih asing, lebih baik dia mengajak Qinyu bersembunyi dan menghilangkan hawa keberadaan yang dia miliki, begitu juga dengan Qinyu yang sudah menyembunyikan hawa keberadaannya.
Ketika mereka menemukan tempat persembunyian yang cukup aman, mereka samar-samar dapat melihat lima orang turun dari langit dan mendarat di tempat yang semula mereka tempati. Pakaian yang dipakai kelima orang itu terlihat mirip dengan pakaian Sekte yang ada di Benua Zhongjian.
Setelah kelimanya muncul, datang lagi lima orang dengan pakaian yang sangat mirip dengan pakaian yang digunakan oleh orang-orang di Benua Nebula, dan pakaian mereka biasanya lebih sering digunakan oleh seorang penyihir dari Akademi sihir.
Dua kelompok yang terlihat memiliki kekuatan berbeda terlibat dalam perdebatan dan mereka saling mengejek satu sama lain, dan semua yang keluar dari mulut mereka dapat di dengar oleh Reinar dan Qinyu yang tengah bersembunyi.
“Kalian hanyalah sekelompok penyihir lemah dari Akademi tak bernama. Keberadaan sekelompok penyihir lemah seperti kalian adalah aib bagi kota ini, lebih baik kalian angkat kaki dan pergi sejauh mungkin dari kota ini...” Teriak Yang Kai, pemimpin lima pemuda dari kelompok para kultivator.
Ronald, pemimpin pemuda dari kelompok Akademi penyihir hanya menatap malas pada Yang Kai yang baru menghina seluruh orang yang ada di Akademi penyihir, termasuk dirinya beserta keempat orang yang bersamanya.
“Terus kalau kami lemah apa bedanya dengan kalian berlima yang hanya kultivator di tingkat Raja Dewa puncak?... Dan lagi kelompok siapa yang lebih sering membuat malu dan menjadi aib yang harus di bersihkan?... Kami berlima baru satu tahun berada di Akademi penyihir dan sudah mencapai tingkatan Grand Sorcerer, yang artinya kekuatan kami hampir menyamai kalian, tetapi lihat diri kalian!... Sudah belasan tahun belajar di Sekte dan hanya bisa mencapai tingkat Raja Dewa puncak. Jika kalian hidup di kota yang lebih besar, kalian hanya akan dianggap sampah dan beban keluarga...” Balas Ronald.
Merasa terhina, Yang Kai dan empat orang yang bersamanya mengeluarkan aura kekuatannya beserta aura kematian yang mereka miliki. Tak ingin tinggal diam, Ronald dan orang-orangnya segera mengeluarkan aura kehidupan untuk melindungi tubub mereka dari kekuatan aura seorang kultivator.
Puluhan ribu tahun yang lalu para penyihir di Dunia Immortal tak sekuat sekarang. Dulu mereka bukanlah lawan sepadan untuk seorang kultivator. Tetapi setelah ditemukannya energi kehidupan yang bisa dibangkitkan oleh para penyihir, sedikit demi sedikit dominasi kultivator di Dunia Immortal mulai terkikis, dan kini kekuatan para kultivator hanya memiliki sedikit perbedaan dengan kekuatan para penyihir.
Banyak penyihir yang kini memiliki kedudukan penting di Dunia Immortal, walau jumlah mereka tak sebanyak para kultivator yang memiliki kedudukan sama pentingnya dengan mereka, tetapi kedudukan yang mereka miliki dapat membuktikan jika kekuatan para penyihir mulai di akui oleh para pemimpin di Dunia Immortal.
Seorang pemuda dengan pakaian mewah muncul saat kedua kelompok ingin mengadu kekuatan yang mereka miliki. Dengan tenang pemuda itu berdiri di tengah-tengah dua kelompok yang ingin memulai keributan.
Segera saja kedua kelompok mengambil beberapa langkah mundur dan membungkukkan badan mereka saat melihat siapa sosok yang berdiri dan menghentikan apa yang akan mereka lakukan. Tubuh Yang Kai dan tubub Ronald merinding merasakan aura pemuda yang tak bisa mereka singgung.
“Kita saat ini tengah menikmati masa-masa damai setelah perang panjang ribuan tahun yang telah merugikan banyak pihak. Kalian sudah dewasa dan seharusnya sudah mengetahui seburuk apa sebuah peperangan, dan seharusnya kalian juga tahu kalau apa yang akan kalian lakukan bisa menyulut terjadinya perang. Mungkin perang besar akan kembali terjadi hanya karena kebodohan kalian...” Teriak Huang Chen, Putra walikota Kota Sungai Bambu, kota tingkat menengah yang merupakan tempat berdirinya Sekte Harimau Putih, dan Akademi Eagle.
Yang Kai dan Ronald menyadari kesalahan mereka, tetapi karena harga diri yang mereka junjung tinggi, mereka sama-sama memikirkan suatu cara untuk menunjukkan siapa yang terkuat diantara mereka.
Yang Kai dan Ronald segera membawa orang-orang yang mereka bawa untuk kembali ke tempat mereka masing-masing setelah Huang Chen membubarkan mereka.
Reinar yang berada di tempat persembunyiannya hanya bisa menghela nafas perlahan saat melihat ketegangan yang terjadi antara para penyihir dan para kultivator. Tepat seperti yang telah dia duga, para penyihir dan para kultivator di Dunia Immortal bukanlah dua kelompok yang akur, dan hubungan keduanya akan lebih sering diwarnai dengan banyak keributan.
Hubungan mereka bagaikan air dan minyak, tak akan bisa menyatu. Di saat para penyihir sedang meningkatkan kekuatannya untuk menunjukkan keberadaan mereka, di saat yang sama para kultivator tidak ingin ada kekuatan lain yang mengusik kekuasaan mereka, dan karens itulah mereka sulit untuk hidup saling berdampingan dalam damai.
Reinar mengajak Qinyu keluar dari tempat persembunyian mereka, lalu dia berkata pada Qinyu. “Tak jauh dari tempat ini sepertinya ada kota yang ditinggali oleh orang-orang barusan. Untuk sementara waktu mungkin kita akan tinggal di tempat itu dan mengumpulkan informasi tentang Dunia yang sekarang kita tempati...” Kata Reinar lalu dia berjalan ke arah kota terdekat dengan bantuan Lilia yang tengah bekerja sebagai penunjuk arah.
Reinar sebenarnya sudah diberitahu oleh Lilia kalau dia dan Qinyu saat ini berada di Benua Selatan Dunia Immortal, tetapi hanya itu yang diketahuinya. Sedangkan untuk lebih rincinya seperti mereka saat ini berada di Kekaisaran atau Kerajaan yang mana, baik Lilia atau Reinar belum bisa mengetahuinya. Reinar akan tahu segalanya dari bantuan Lilia, tetapi saat ini Lilia sedang mengolah berbagai data, dan butun beberapa hari untuk mengetahui 50% informasi mendasar tentang Dunia Immortal.
Reinar dan Qinyu berjalan santai melewati jalanan yang mengarah ke kota setelah mereka melewati rimbunnya pepohonan hutan. Reinar memberikan Qinyu sebuah cadr untuk menyembunyikan kecantikannya sesaat sebelum mereka melihat gerbang kota yang tengah mereka tuju. Biarpun Reinar belum bertemu dengan wanita di Dunia Immortal, tetapi dia punya keykinan kalau kecantikan istrinya bisa menimbulkan banyak masalah kedepannya.
Biarpun Kota tingkat menengah, Kota Sungai Bambu kekuatannya dapat di setarakan dengan kekuatan penuh milik Kekaisaran Ling, bahkan mereka akan memiliki sedikit keunggulan.
Saat berada di depan gerbang Kota, empat penjaga menghadang perjalanan Reinar dan Qinyu. Empat penjaga gerbang kota mengamati Reinar dan Qinyu sebelum mereka melayangkan sebuah pertanyaan.
“Siapa kalian dan apa tujuan kalian datang ke Kota Sungai Bambu?...”
Reinar tersenyum lalu menjawab. “Kebetulan kami hanyalah pengelana yang kebetulan melewati Kota ini. Kalau tuan-tuan berkenan mengizinkan kami masuk, mungkin kami akan istirahat satu atau dua hari di dalan Kota...”
Penjaga gerbang Kota Sungai Bambu menganggukkan kepalanya. “Hanya penduduk asli kota yang bebas keluar masuk wilayah Kota Sungai Bambu. Untuk pendatang seperti kalian diwajibkan membayar masing-masing 10 koin emas, atau kalian bisa membayar dengan kristal jiwa...”
Reinar tidak masalah menbayar 20 koin emas untuk biaya masuk, tetapi dia cukup terkejut dengan kristal jiwa yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Namun saat dia bertanya pada Lilia dan melihat keberadaan kristal jiwa di toko sistem, kini dia tahu seperti apa kegunaan kristal jiwa di Dunia Immortal.
Dua penjaga membukakan pintu gerbang setelah Reinar memberi 20 keping koin emas kepada mereka, sedangkan dua penjaga akan mengantarkan mereka sampai di jalan yang akan mengarahkan mereka ke pusat Kota Sungai Bambu.
Setelah sampai di jalan menuju pusat Kota Sungai Bambu, dua pengawal meninggalkan Reinar dan Qinyu, tak lupa Reinar memberi mereka empat koin emas untuk dibagi rata. Reinar cukup puas dengan keramahan mereka, karena itu dia memberikan bonus pada mereka.
Saat memasuki pusat Kota Sungai Bambu, mereka berdua dapat melihat keramaian kota yang lebih ramai dari yang ada di Kota Sky Dragon. Suara keramain dan banyaknya orang yang berlalu lalang semakin membuat ramai Kota Sungai Bambu.
Sambil menikmati keindahan Kota, Reinar menyempatkan diri mendengar obrolan hangat penduduk Kota yang tengah berjalan tepat di depannya.
“Apa kamu sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk Sekte Harimau Putih?... Aku dengar kali ini para Tetua Sekte meningkatkan persyaratan untuk bisa menjadi bagian dari Sekte mereka...”
“Aku kurang berbakat dalam kultivasi. Bukannya kamu tahu kalau Dantian ku mengalami kerusakan. Mungkin aku akan menjatuhkan pilihan pada Akademi penyihir untuk mengembangkan kekuatan ku...”
“Akademi penyihir juga melakukan pendaftaran dan ujian di hari yang sama dengan Sekte Harimau Putih. Semakin ke sini perkembangan kekuatan Akademi penyihir semakin pesat, dan munkin sepuluh tahun dari sekarang mereka bisa menguasai Kota ini, dan menempatkan Sekte Harimau Putih di urutan kedua...”
“Bukannya kamu bagian dari Sekte Harimau Putih, kenapa kamu menganggap rendeh Sekte mu sendiri?...
“Apa yang saat ini bisa dibanggakan dari Sekte Harimau Putih?... Semua orang juga tahu seperti apa keadaan Sekte yang selama ini menjadi kekuatan utama yang melindungi Kota Sungai Bambu. Para Tetua hanya menyuruh kami terus berlatih tanpa memberikan kami sumberdaya yang kami butuhkan, dan tentunya kamu tahu apa yang kami dapatkan hanya dengan berlatih...”
Reinar yang mendengar obrolan mereka hanya bisa mengasihani para murid Sekte Harimau Putih. Dalam diamnya dia tahu kalau para murid itu hanya menjadi korban dari keegoisan para Tetua Sekte.
Jika keadaan seperti itu terus di biarkan, bisa jadi apa yang dikatakan oleh pemuda di depannya akan menjadi srbuah kenyataan, dan itu akan berakibat semakin buruknya hubungan antara para penyihir dan para kultivator.
Reinar menoleh kearah Qinyu yang tiba-tiba membisikkan sesuatu padanya. “Istriku, apa kamu yakin mengajakku berpartisipasi dalam ujian yang diadakan Sekte Harimau Putih?...”
Qinyu mengangguk sambil tersenyum.
“Baiklah, sepertinya kita memang akan terlibat dalam masalah diantara mereka...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya....