
“Kenapa?. Kenapa kalian masih lebih kuat dariku?.” Teriak Kaisar Felix kembali bangkit dan menyerang wanita lainnya.
“Kau sangat lemah dan menjijikkan.” Kata Helena yang dengan mudah menghindari serangan Kaisar Felix, bahkan dia sesekali berhasil melukai Kaisar Felix dengan skill yang dia miliki.
Pria tuan dan Jenderal Kekaisaran hanya bisa menatap sendu Kaisar mereka yang sudah menggunakan seluruh kekuatannya, tapi tetap dia tak bisa mengimbangi para wanita yang menjadi lawannya.
“Lebih baik kau mati.” Teriak Luna mengeluarkan salah satu skillnya, dan membuat Kaisar Felix kembali terlempar, namun kali ini dia tak langsung bisa segera bangkit.
BOOMMM...
BOOMMM...
Reinar hampir memusnahkan seluruh prajurit Kekaisaran Dark Demones di saat Kaisar Felix tak lagi bisa menggerakkan tubuhnya.
Melihat kondisi yang semakin memburuk, pria tua mencoba mencari celah dan membawa Kaisar Felix pergi meninggalkan tempat pertempuran, tapi bukannya mendapatkan celah, pria tua justru terpukul mundur dengan keras oleh tubuh bayangan Reinar.
Pria tua memegangi dadanya yang terasa sesak. “Sepertinya ini adalah hari runtuhnya kekuatan Kekaisaran Dark Demones.” Kata pria tua menahan sakit di dadanya.
Reinar dari kejauhan mendengar apa yang pria tua katakan, tapi dia tetap diam sambil memandang sisa-sisa prajurit Kekaisaran Dark Demones. Terlihat tatapan kebencian para iblis yang di tujukan pada Reinar, dan itu justru membuat Reinar ingin segera menghabisi mereka.
“Kalian yang mulai, tapi aku yang akan mengakhiri ini semua.” Teriak Reinar dan langsung menyerang kearah sisa prajurit Kekaisaran Dark Demones yang hanya bisa pasrah biarpun mereka begitu membenci Reinar.
BOOMMM...
Satu persatu prajurit Kekaisaran Dark Demones kembali mati dengan hanya satu kali tebasan pedang yang di lakukan Reinar. Melihat itu, para Jenderal ingin menolong prajurit mereka, tapi mereka masih di sibukkan dengan terus menghindari serangan tubuh bayangan Reinar.
Kondisi para Jenderal Kekaisaran Dark Demones tidaklah baik, mereka setidaknya sudah mengalami luka yang cukup parah. Mereka selama ini mencoba bertahan, tapi kekuatan mereka terlalu lemah jika dibandingkan dengan kekuatan tubuh bayangan ciptaan Reinar.
“Mereka bukan lawan yang sepadan bagi kita. Aku rasa Kekaisaran elf juga tak akan mampu mengimbangi kekuatan mereka.” Kata salah satu Jenderal yang mencoba berdiri dengan bertumpu pada tombak yang merupakan senjata miliknya.
“Menyerah juga sudah terlambat, lebih baik aku mati dengan penuh kebanggaan.” Kata Jenderal lainnya.
Sedangkan di posisi Kaisar Felix, saat ini dia tengah berbaring di atas tanah, dan hanya menunggu kematian yang tak kunjung menjemputnya.
“Apa ini akhir dari hidup ku?.” Kata Kaisar Felix menatap enam wanita yang tak begitu jauh darinya.
BOOMMM...
BOOMMM...
Ledakan terdengar sampai ke telinga Kaisar Felix saat seluruh Jenderal Kekaisaran Dark Demones takluk di tangan para tubuh bayangan Reinar.
“Bahkan para Jenderal ku tak mampu mengalahkan tubuh bayangan yang menjadi lawan mereka.” Kata Kaisar Felix tersenyum putus asa.
“Sekarang apa kamu sudah sadar akan keb*dohan mu?.” Tanya Vexia yang menatap Kaisar Felix dari kejauhan. “Kebod*han dan sifat sombong yang kamu miliki adalah alasan aku selalu menolak mu.” Imbuh Vexia.
“Ya aku sadar akan semua itu. Kini aku tahu betapa bod*h dan lemahnya diriku, dan Kekaisaran ku yang sudah ribuan tahun berdiri, hari ini akan mencapai akhirnya.” Kata Kaisar Felix menyesali apa yang sudah dia lakukan.
“Sekarang kau bisa mati dengan tenang, dan biarkan pria ku mengambil alih Kekaisaran mu.” Balas Vexia yang tiba-tiba muncul di samping Kaisar Felix sambil menghunuskan pedang kearah leher Kaisar Felix.
Slashh....
Kracckk....
Bughh....
Kepala Kaisar Felix terpisah dari lehernya, dan menandakan berakhirnya peperangan yang tengah terjadi.
“Kita sudah berakhir....” Kata pria tua dan tak lama dia mengikuti tuannya ke alam kematian setelah dadanya tertusuk pedang milik tubuh bayangan Reinar.
Kekaisaran Dark Demones mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan mereka kehilangan 90 persen kekuatan Kekaisaran, dan bisa dipastikan kalau hari ini adalah hari keruntuhan Kekaisaran Dark Demones.
Reinar melihat sisa-sisa prajurit Kekaisaran Dark Demones yang berasal dari ras manusia setengah iblis. Mereka berbeda dengan ras iblis murni yang sangat membenci Reinar, ras manusia setengah iblis justru merasa beruntung karena mereka memilih meninggalkan tempat peperangan.
“Tuan, kami menyerah.” Kata Jenderal yang berasal dari ras manusia setengah iblis.
Sang Jenderal berlutut dan diikuti seluruh prajurit yang berada di belakangnya, tak lupa sang Jenderal dan para prajurit menaruh di tanah semua senjata yang mereka miliki.
Reinar tersenyum dan mengangguk melihat ribuan prajurit Kekaisaran Dark Demones yang berasal dari ras manusia setengah iblis memilih menyerah daripada kembali ke Kekaisaran mereka, dan bersiap untuk peperangan selanjutnya.
Sang Jenderal dan para prajurit yang mengira mereka akan mendapatkan hukuman, mereka segera bernafas lega saat Reinar mengampuni mereka, bahkan mereka di tawari Reinar untuk bergabung dengan Kekaisarannya.
Tak lama Reinar muncul di samping sang Jenderal, dan menyuruh sang Jenderal bangkit berdiri.
“Kembalilah dan bawa seluruh prajurit untuk mengamankan Kekaisaran Dark Demones, jika ada yang mengganggu Kekaisaran, kamu bisa menghubungiku dengan alat ini.” Reinar menyerahkan kristal komunikasi pada sang Jenderal.
Sang Jenderal menunduk menerima pemberian Reinar, dan dia segera melakukan apa yang menjadi tugasnya.
Setelah kepergian sang Jenderal Kekaisaran Dark Demones yang tersisa, Reinar membakar habis seluruh mayat prajurit yang dia bunuh, dan dia menyisakan mayat para Jenderal dan Kaisar Felix untuk di jadikan oleh-oleh peperangan, tak lupa Reinar juga membawa tubuh pria tua asisten pribadi Kaisar Felix.
“Kekaisaran besar pasti punya pelindung, aku rasa tak lama lagi mereka akan datang, dan mungkin aku bisa meraih banyak keuntungan dari mereka.” Batin Reinar menatap arah dimana terletak Kekaisaran Dark Demones.
***
Istana tersembunyi Kekaisaran Dark Demones.
Tiga orang pria tua dengan jenggot panjang tengah duduk di kursi mereka masing-masing dengan raut wajah penuh kekecewaan.
“Bocah itu benar-benar bod*h dan terlalu menuruti emosinya.” Kata pria tua berjubah hitam.
“Tapi aku merasa aura yang familiar dari seseorang yang ada di tempat itu.” Kata pria tua menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Dua pria tua lainnya mengangguk karena mereka juga merasakan hal yang sama, tapi saat ini mereka mengabaikan itu, dan lebih berfokus pada langkah yang akan mereka ambil.
“Sebagian besar kekuatan Kekaisaran ini lenyap dalam peperangan itu, biarpun ada salah satu Jenderal yang kembali bersama ribuan prajurit, tapi mereka kembali juga karena perintah dari orang yang mengalahkan hampir seluruh prajurit kita.” Ungkap pria tua berpakaian putih dengan aura kekuatan lebih besar dari dua pria tua lainnya.
“Apa kita perlu menyerang balik mereka?.” Tanya pria tua berjubah hitam.
Kedua pria tua yang diberi pertanyaan kompak menggelengkan kepalanya. “Kekuatan mereka terlalu misterius, dengan kita bertiga pun aku belum yakin bisa mengalahkan mereka.” Jawab pria tua bertopeng.
“Aku merasa mereka masih menyembunyikan kekuatan yang bahkan bisa membalik benua ini.” Kata pria tua berpakaian putih.
“Kalau begitu, biarkan aku menyelidiki seberapa besar kekuatan mereka, dan setelah itu kita akan menentukan langkah seperti apa yang akan kita ambil.” Kata pria tua bertopeng.
“Lakukan yang terbaik untuk Kekaisaran kita....” Balas seorang pria tua, dan kemudian mereka menghilang bagai tertiup angin.
***
***Bersambung...***
>> Jangan lupa kasih like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊..
>> Rate ⭐ lima, dan jangan ketinggalan untuk kasih kado serta vote seikhlasnya 😊😊..
>> Terimakasih...