The World Emperor System

The World Emperor System
Pembalasan Reinar



Aula istana Kekaisaran Arkana.


Reinar dapat melihat sebagian petinggi Kekaisaran yang ketakutan menatap dirinya, tapi ada beberapa petinggi yang menunjukkan senyum bahagia melihat sosok Reinar, karena mereka tahu jika sosok yang baru muncul adalah sosok Pangeran yang mereka cintai.


“Pangeran kedua....” Lima orang petinggi Kekaisaran Arkana maju dan berlutut di hadapan Reinar.


“Paman sekalian silahkan berdiri dan kembali ke tempat kalian.” Kata Reinar menerima penghormatan mereka, dan dia meminta lima orang itu kembali ke tempat mereka masing-masing.


Petinggi Kekaisaran yang lain semakin ketakutan mengetahui identitas pemuda di depan mereka, bagaimanapun juga mereka adalah orang-orang yang menganggap Reinar adalah aib Kekaisaran, dan mereka semua terlibat dengan rencana Putra Mahkota untuk menyingkirkan Reinar.


“Paman-paman sekalian apa kaliab merindukanku?. atau kalian justru menyukai kabar palsu tentang kematian ku?.” Tanya Reinar tersenyum dan duduk di kursi yang dulu selalu dia duduki.


Tak ada yang menjawab, mereka semua menunduk terdiam dengan keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.


Kematian... Kematian... Kematian... Saru kata itu terus terdengar di telinga petinggi Kekaisaran yang semakin ketakutan melihat ketenangan yang Reinar tunjukkan.


Reinar hanya menggelengkan kepalanya melihat banyak wajah pucat di depannya.


Saat semua orang di aula terdiam, seorang pemuda dengan gelar Putra Mahkota Kekaisaran Arkana masuk menerobos aula istana dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih.


Melihat kondisi Ayahandanya yang lebih memprihatikan dari kondisinya, Putra Mahkota marah dan langsung menerjang untuk menyerang Reinar.


BOOMMM...


BOOMMM...


Bukannya serangannya memgenai Reinar, Putra Mahkota justru di kirim terbang setelah menerima pukulan dan tendangan Reinar.


“Uhuk....” Putra Mahkota memuntahkan seteguk darah, tapi dia mencoba bangkit.


“Kau anak tidak tahu diri, teganya kau melukai Ayah mu sendiri!.” Teriak Putra Mahkota bangkit dan berdiri.


Reinar tersenyum sinis dan berkata dengan lantang. “Lalu apa kata yang tepat untuk seorang Ayah yang ingin membunuh anaknya sendiri, dan apa kata yang tepat untukmu yang merupakan otak dari rencana pembunuhan ku?.” Kata Reinar begitu tenang.


Putra Mahkota kehabisan kata-kata untuk membalas apa yang Reinar katakan, dan dengan wajah menggelap, dia kembali menyerang Reinar dengan putus asa.


“Kau sungguh lemah....” Kata Reinar memukul tanpa tenaga perut Putra Mahkota dan membuatnya kembali terbang membentur dinding aula istana.


Belasan petinggi Kekaisaran yang melihat kegigihan Putra Mahkota, akhirnya belasan petinggi Kekaisaran memutuskan untuk menyerang Reinar dengan kekuatan penug yang mereka miliki.


Swusshh....


Swusshh....


Swusshh....


Berbagai skill tingkat tinggi di keluarkan dan melesat kearah Reinar, dan menghantam tubuh Reinar tanpa ada perlawanan.


Belasan petinggi Kekaisaran tersenyum melihat itu, dan merasa Reinar telah mati oleh skill mereka.


Tapi saat debu akibat serangan mereka menghilang, semua orang dapat melihat Reinar masih berdiri di tempatnya dan tak terlihat sedikitpun luka di tubuhnya. Jangankan luka, baju Reinar pun masih terlihat bersih tanpa ada noda sedikitpun.


“Apa!....” Seluruh orang terkejut melihat Reinar.


Reinar tersenyum melihat ekspresi terkejut orang-orang yang menyerangnya. “Itu yang kalian namakan serangan?. Kalau itu yang kalian maksud sebuah serangan, kalian benar-benar lemah dan tak pantas berdiri di depanku.” Kata Reinar mengeluarkan aura terkuatnya dan mengarahkan ke orang-orang yang menyerangnya.


BOOMMM....


Aura kuat keluar dari tubuh Reinar dan menekan semua orang yang tadi menyerangnya, termasuk Putra Mahkota.


Mereka yang terkena aura Reinar segera jatuh berlutut dengan kening menyentuh lantai aula istana.


“Bagaimana mungkin Pangeran kedua bisa sekuat ini dalam beberapa bulan?. bahkan hanya dengan membocorkan auranya, dia berhasil menekan sebelas petinggi Kekaisaran yang setidaknya mereka berada di tingkat Pahlawan.” Lima petinggi Kekaisaran pendukung Reinar terkejut melihat kekuatan junjungan mereka.


“Sialan, dia sepertinya sengaja menyembunyikan kekuatannya selama ini.” Kata Putra Mahkota.


Bibir Reinar berkedut mendengar apa yang dikatakan perdana menteri, dia berpikir jika perdana menteri adalah orang yang bod*h dan tidak berkompeten di bidangnya.


“Kau bukan orang yang berhak menentukan siapa-siapa yang boleh di cap sebagai penghianat Kekaisaran, tapi jika kau dan orang-orang di sini menganggapku penghianat, maka hari ini adalah kudeta, dan kalian akan aku singkirkan dari Kekaisaran ini.” Kata Reinar tersenyum sinis.


***


Di balik pintu aula istana, seorang wanita dan pria tua tersenyum lebar mendengar dan merasakan semua kejadian yang terjadi di dalam aula istana.


“Putriku, kapan kita masuk?. aku sungguh tidak sabar melihat wajah Kaisar bodoh itu.” Tanya pria tua pada wanita di sampingnya.


“Ayahanda sabarlah sedikit lagi, kita akan masuk di saat yang paling tepat.” Balas si wanita tersenyum santai.


***


Di dalam istana Kekaisaran.


Belasan petinggi Kekaisaran masih jatuh berlutut tertekan aura yang Reinar keluarkan.


“Siapa yang ingin lebih dulu bertemu penjaga alam kematian?.” Tanya Reinar tersenyum dan duduk santai di tempat duduknya.


Semua orang tidak ada yang bersuara karena belum ada yang siap untuk merasakan kematian, tapi mereka berbeda dengan Putra Mahkota yang dengan lantang berteriak kearah Reinar. “Kau cuma mengancam, tapi kau tak akan mampu membunuh kami kare....”


Bughh....


Suara tubuh jatuh dengan kepala menggelinding di lantai membuat Putra Mahkota menghentikan kata-katanya dan menatap horor Reinar yang membunuh sambil tetap tersenyum.


“Kau... Kau bukan Pangeran kedua, tapi kau iblis. Ya.... kau iblis.” Teriak Putra Mahkota dan melihat lima orang pendukung Reinar. “Kalian lihat, dia bukan Pangeran kedua, tapi iblis. Bantu aku menyingkirkan iblis itu demi kejayaan Kekaisaran Arkana.” Teriak Putra Mahkota menuding Reinar sebagai iblis.


Lima petinggi Kekaisaran pendukung Reinar menggelengkan kepalanya. “Dia Pangeran kami, dan bukan iblis.” Balas salah satu pendukung Reinar.


“Kalian lebih memilih mendukung iblis itu, maka kalian pantas mati.” Putra Mahkota mengerahkan sisa kekuatannya dan mencoba menyerang kelima petinggi Kekaisaran yang terang-terangan tak memberi dukungan kepadanya.


“Bugh...." Pukulan keras mengenai wajah Putra Mahkota dan menghentikan pergerakannya.


“Sabarlah menanti kematianmu, biarkan mereka yang lebih dulu mendapatkannya, dan kau akan menjadi hidangan penutup, Putra Mahkota.” Kata Reinar dan kembali dia menendang tubuh Putra Mahkota sampai sang Putra Mahkota hampir kehilangan kesadarannya.


Reinar menarik auranya dan membiarkan para petinggi Kekaisaran yang memusuhinya kembali menyerangnya.


“Kau lebih baik mati!....” Delapan orang bersamaan menyerang Reinar, tapi hanya dalam hitungan detik mereka semua terbunuh dengan anggota tubuh bercerai berai.


“Kau benar-benar iblis.” Seluruh orang yang tersisa menyerang Reinar secara bersamaan tapi kekuatan mereka bukanlah tandingan Reinar, dan mereka bernasib sama dengan delapan orang lainnya.


Reinar mengibaskan pedang di tangannya. “Kalian hanya membuat kotor pedangku.” Kata Reinar menyarungkan kembali pedangnya.


Putra Mahkota geram melihat seluruh orang-orangnya mati, tapi dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun untuk menolong atau membalaskan dendam mereka.


Reinar berjalan santai mendekati Putra Mahkota. “Kamu ingin aku siksa atau memilih kematian penuh siksaan?.” Tanya Reinar berjongkok di samping Putra Mahkota.


“Lebih baik kau membunuhku.” Kata Putra Mahkota.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Kematian terlalu indah bagimu, bagaimana jika kamu hidup dengan penuh penderitaan?.” Reinar mengeluarkan kembali pedangnya.


“A... Apa yang mau kau lakukan?.” Tanya Putra Mahkota menggeser tubuhnya menjauhi Reinar.


“Penderitaan mu!.”


Sring... Sring... Bugh...


***


***Bersambung...***


Jangan lupa kasih like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊....