
Dua juta pasukan gabungan dari empat Kekaisaran bergerak menuju Kekaisaran elf wilayah selatan.
Ratusan Jenderal memimpin di barisan tengah, sedangkan di bagian depan ada sembilan wanita dan seorang pria yang melaju kencang dengan mengendarai salah satu jenis kuda angin, kuda yang dipelihara ras elf, dan kuda itu termasuk dalam ras binatang buas.
Di atas langit sendiri ada sebuah pulau besar melayang yang dikelilingi ribuan naga dengan seorang pemuda menunggangi salah satu naga.
“Tuanku, di depan ada dinding pelindung yang akan menghambat perjalanan kita, apa tuan bisa menghancurkan dinding itu?.” Tanya Zein pada Reinar yang duduk di punggungnya.
“Itu sangat mudah.” Kata Reinar sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah dinding pelindung yang mulai terlihat olehnya.
“Fire Canon....” Teriak Reinar dan bersamaan dengan teriakannya muncul bola api padat di ujung jari Reinar dan langsung melesat kearah dinding pelindung yang menutupi wilayah Kekaisaran Selatan.
BOOMMM...
Dinding pelindung wilayah Kekaisaran Selatan hancur berkeping-keping dan terlihatlah pasukan besar yang sudah dalam formasi menyambut kedatangan pasukan besar yang dipimpin langsung oleh Reinar.
“Semuanya, kita beri mereka kejutan....” Teriak Reinar pada pasukan naganya. “Serang dan hancurkan formasi mereka.” Kata Reinar sambil menembakkan bola-bola api kearah pasukan Kekaisaran Selatan.
Di bawah tatapan ketidak percayaan pasukan Kekaisaran Selatan yang baru pertama kali melihat naga, mereka harus menghadapi serangan membabi-buta para naga yang menyerang mereka tanpa belas kasian.
Suara jeritan terdengar saat para naga mencengkeram dan menggigit serta memakan hidup-hidup prajurit yang tergabung dalam pasukan Kekaisaran Selatan.
Ratusan prajurit serta beberapa Jenderal mencoba menyerang para naga yang masuk dalam jangkauan serangan mereka, tapi naas bagi mereka, bukannya melukai naga yang mereka serang, mereka justru menjadi santapan para naga yang begitu rakus memakan prajurit disekitarnya.
“Zein, apa nafsu makan ras naga sebesar itu?.” Tanya Reinar yang melihat pertempuran di bawahnya sambil berdiri di atas punggung Zein.
“Hahahaha.... Tuanku, mereka hanya seperti itu saat bertemu dengan musuh yang banyak. Setelah makan sebanyak itu, mereka bisa tidak makan untuk sepuluh tahun kedepan, dan sepertinya jumlah mereka akan semakin banyak dalam beberapa tahun kedepan.” Kata Zein menjawab pertanyaan Reinar.
“Itu kabar yang sangat baik.” Balas Reinar sambil tersenyum.
Di wilayah perbatasan, pasukan naga Reinar dengan mudah menghancurkan formasi pasukan Kekaisaran Selatan, dan para naga yang mengamuk berhasil memusnahkan seperempat pasukan Kekaisaran Selatan dalam beberapa menit.
Saat pasukan Kekaisaran Selatan dibuat kerepotan oleh para naga, dari arah utara muncul pasukan besar yang bergerak mengarah pada pasukan Kekaisaran Selatan yang tak lagi bisa mempertahankan formasi yang telah mereka susun untuk menyambut musuh yang akan datang.
“Bunuh mereka semua!.” Teriak Freya yang langsung menerjang kearah prajurit Kekaisaran Selatan.
“Bunuh semuanya, jangan biarkan ada yang kabur.” Kata Luna yang dengan gerakan anggun mulai membunuh prajurit Kekaisaran Selatan hanya dengan satu kali tebasan pedang.
“Mati, dan temui lah penjaga alam kematian.” Teriak Helena yang membombardir prajurit Kekaisaran Selatan dengan skill sihir jarak jauhnya.
Kelima wanita Reinar yang lain tak mau kalah, dan mereka semua ikut mengamuk membuat medan pertempuran seolah menjadi milik mereka berdelapan.
“Aku akan menjauh, kekuatan para istri adik iparku sangat mengerikan.” Kata Marco yang memilih menyerang musuh di sisi lain.
Nina dan dua bawahannya mengikuti Marco yang menjauhi tempat pertarungan para wanita Reinar. “Mereka para wanita mengerikan.” Gumam Nina.
Jenderal dan prajurit Kekaisaran Selatan terkejut dengan kekuatan delapan wanita yang menyerangnya, tapi bagi mereka yang tahu identitas beberapa wanita yang menyerang, mereka dengan cepat menjauhi wanita yang menyerang, dan pergi ke sisi lain medan pertempuran.
Pertempuran semakin menjalar ke berbagai sisi saat pasukan gabungan dari empat Kekaisaran mulai menyerang pasukan Kekaisaran Selatan.
BOOMMM...
BOOMMM...
Suara ledakan, suara besi yang saling beradu, serta suara jeritan terus terdengar dari medan pertempuran.
Pasukan Kekaisaran Selatan yang mental bertarungnya menurun setelah melihat kekejaman pasukan naga Reinar, dengan mudah mereka di bantai oleh pasukan dari gabungan empat Kekaisaran.
“Kalian sangat lemah.” Teriak salah satu Jenderal Kekaisaran Demones yang semakin membuat lemah mental prajurit Kekaisaran Selatan.
“Seperti perintah Yang Mulia Ratu, bunuh mereka semua.” Kata Jenderal Kekaisaran Roh yang telah membunuh ratusan prajurit Kekaisaran Selatan.
“Delapan wanita itu sepertinya berhasil membangkitkan keberingasan prajurit yang mereka pimpin.” Kata Reinar melihat prajurit Kekaisaran Selatan yang jumlahnya semakin menyusut, dan tak ada satupun dari mereka yang bisa kabur dari medan pertempuran.
“Di tempat ini telah berakhir, kemenangan besar akan kita dapatkan dan itu hanya menunggu waktu.” Gumam Reinar. “Zein, kita pergi ke istana mereka, dan kita lihat apa yang dua wanita kejam lainnya lakukan di sana.” Kata Reinar lalu dia memimpin pasukan naganya menuju istana Kekaisaran Selatan.
***
Istana Kekaisaran Selatan.
BOOMMM...
BOOMMM...
Ledakan besar terjadi saat peledak yang dipasang para assasin bawahan Serena mulai meledak dan menghancurkan beberapa bangunan istana Kekaisaran.
“Sialan, siapa yang berani melakukan serangan ke istana ku.” Teriak Kaisar geram melihat hancurnya sebagian bangunan istananya.
BOOMMM...
Ledakan besar terjadi di tengah-tengah aula pertemuan istana Kekaisaran Selatan dan seketika membuat bangunan besar itu runtuh dan rata dengan tanah.
“Arrgghhh....” Teriak sang Kaisar yang langsung melesat terbang ke langit untuk mencari penyerang istananya dari ketinggian.
Bukan hanya Kaisar, tapi para pelindung Kekaisaran dan juga Jenderal Selatan ikut melayang di langit mencoba mencari pelaku penyerangan istana Kekaisaran.
“Siapa yang sebenarnya menyerang istana Kekaisaran ku?. Kenapa aku tidak bisa menemukannya.” Teriak penuh amarah Kaisar Selatan.
Serena, Scarla, serta pasukan assasin yang mereka bawa telah pergi meninggalkan area istana Kekaisaran, dan tentu tak ada yang mengetahui keberadaan mereka kecuali Reinar.
Bukannya melihat orang-orang yang menghancurkan istana nya, sang Kaisar dan pengikutnya justru melihat ribuan naga tengah terbang menuju arah mereka dengan kecepatan tinggi.
“Naga!.... Bagaimana di dunia ini masih ada naga sebanyak itu?. Firasat ku buruk, aku merasa mereka tak bersahabat dengan Kekaisaran ku.” Gumam sang Kaisar yang tubuhnya gemetaran melihat ribuan naga semakin mendekat ke arahnya.
Rasa takut akan sosok naga semakin menguasai diri sang Kaisar saat dia melihat dua sosok naga berwarna hitam yang langsung terbang ke arahnya.
“Yo, apa kabar Yang Mulia Kaisar!.” Kata Reinar melompat dari punggung Zein dan langsung menyerang sosok Kaisar Selatan yang dengan susah payah berhasil menghindari serangan Reinar.
“Siapa kau?.” Tanya sang Kaisar merasakan kekuatan besar orang yang menyerangnya.
“Aku?.” Reinar menunjuk dirinya. “Perkenalkan, aku Kaisar dari Kekaisaran Naga, Reinar Alfonsius, dan mereka yang tengah terbang adalah pasukan utama Kekaisaran ku.” Ungkap Reinar memperkenalkan dirinya.
“Kau?.” Kaisar Selatan terkejut saat tahu identitas Reinar. Dia tak menyangka jika pemuda yang dia sungguh adalah sosok kuat yang kini ada di depannya, ditambah dia punya ribuan naga yang hanya butuh beberapa detik untuk membuat para pelindung Kekaisaran berlutut di hadapan mereka.
“Apa kau ingin bertarung denganku?. Atau kamu ingin mati seperti saudaramu?. Aku tahu ada salah satu mata-mata mu yang menyaksikan kematian saudaramu, dan aku sengaja membiarkannya pergi supaya dia menyampaikan kabar bahagia itu padamu.” Ungkap Reinar sambil tersenyum.
Wajah sang Kaisar menggelap bersamaan dengan aura kuat yang keluar dari tubuhnya, tapi sayangnya aura itu tak berlaku pada Reinar.
“Kau, MATI!....” Teriak sang Kaisar lalu dia menyerang Reinar menggunakan pedang yang dia keluarkan dari kantong penyimpanannya.
Tanggg....
Reinar dengan mudah menangkis serangan sang Kaisar menggunakan pedangnya.
Tubuh Kaisar Selatan terlempar puluhan meter saat beradu kekuatan pedang dengan Reinar.
“Kau sangat lemah.” Kata Reinar lalu dia melesat kearah Kaisar Selatan yang sudah mempersiapkan diri untuk menerima serangannya.
***
***Bersambung...***