The World Emperor System

The World Emperor System
Dewa Kematian Baru



“Siapa yang berani melakukan ini pada Paman ku?.” Kata sosok pria gagah di dekat tubuh Han Muji yang tak lagi bisa di kenali, tapi pria itu dapat mengenalinya setelah merasakan aura Han Muji.


“Yang Mulia, wanita itu yang melakukannya, dan dua pria yang ada di sana juga menghina tetua Han Muji sejak tadi.” Kata pria muda yang tadi melihat apa yang terjadi di dalam restoran, dan dia adalah murid dari Han Muji.


Pria gagah yang tak lain adalah Kaisar Han Liong melihat wanita yang memukuli Han Muji, dan tak lama dia tersenyum saat mengetahui identitas wanita yang dia lihat. “Kekaisaran Ling terlalu berani dengan menyusupkan putri Kekaisaran mereka ke wilayah ku, tapi sayangnya dia cuma akan menjadi penghangat ranjang ku.” Batin Han Liong lalu dia menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Ling Zhe.


Saat tangan Han Liong ingin menyentuh pinggang Ling Zhe, sebuah pukulan tiba-tiba melayang kearahnya dan dengan teknik teleportasi dia bisa menghindari serangan yang mengarah padanya.


“Kurang ajar!. Siapa kau beraninya diam-diam menyerangku?.” Kata Han Liong melihat kearah Reinar yang baru saja melakukan serangan ke arahnya.


Melihat Reinar hanya dian, Han Liong semakin marah dibuatnya. “Bagus, sepertinya kau sangat ingin mati, dan aku akan mengabulkan keinginan mu.” Kata Han Liong yang baru datang dari istananya menggunakan teknik teleportasi, begitu dia mendapat pesan dari lima orang bawahannya yang dia kirim ke kota Gunung Batu.


Dengan kekuatannya yang telah mencapai puncak tingkatan Kaisar Langit, Han Liong memiliki kecepatan yang sangat luar biasa saat menyerang, tapi sayangnya dia salah memilih lawan. Serangan Han Liong tak satupun mengenai Reinar, bahkan saat dia menggunakan teknik teleportasi untuk memberi efek kejut, justru dia yang terkejut karena Reinar tetap berhasil menghindari serangannya.


Di tempat Ling Feng dan Ling Zhe, mereka hanya menonton pertarungan Reinar dan Han Liong sambil menikmati makanan mereka. Pelanggan restoran yang masih berada di restoran, mereka tidak percaya dengan Ling Feng dan Ling Zhe yang tetap tenang saat salah satu rekan mereka tengah bertarung dengan Kaisar Han Liong, sosok Kaisar yang terkenal tak pernah mengampuni lawannya kecuali untuk seorang wanita.


“Rekan mereka pasti akan segera mati, tapi lihatlah, mereka masih begitu santai.” Kata salah satu pelanggan restoran.


“Mungkin mereka sedang menikmati makanan terakhir yang bisa mereka makan sebelum nasib mereka akan sama dengan rekan mereka yang saat ini tengah bertarung dengan Yang Mulia Kaisar.” Kata pelanggan lainnya yang terlihat sombong dan angkuh.


“Kecuali untuk si wanita. Mungkin wanita itu akan lebih dulu menikmati ranjang Yang Mulia Kaisar, dan nasibnya tergantung seberapa dia pintar memuaskan Yang Mulia Kaisar Han Liong.” Kata pelanggan yang lainnya lagi.


Ling Feng dan Ling Zhe tidak mempedulikan kata-katanya yang mereka dengar dari orang yang ada di sekitarnya. “Jika dia menginginkannya, Kekaisaran Han akan musnah dengan sedikit usaha yang dia keluarkan, tapi adik ipar bukanlah tipe orang yang membunuh tanpa sebab, dan dia tak akan membunuh yang tak pantas untuk dia bunuh. Masih ada beberapa orang baik di Kekaisaran ini, dan karena merekalah adik ipar tak langsung melenyapkan Kekaisaran ini.”


Ling Zhe hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Ling Feng. Dia tahu seberapa kejam Reinar pada lawannya, dan dia juga tahu jika Reinar adalah sosok yang baik bagi orang-orang yang memiliki kebaikan di hatinya.


Di tempat pertarungan.


“Bisakah kamu pergi dari sini sebelum aku berbuat buruk padamu?.” Kata Reinar pada Han Liong yang terlihat kelelahan setelah beberapa kali menggunakan teknik teleportasi yang menyerap banyak Qi miliknya.


“Aku akan pergi setelah membunuhmu!.” Teriak Han Liong marah mendengar kata-kata Reinar yang menganggap rendah dirinya.


Reinar hanya bisa bersiap melihat Han Liong yang kembali ingin menyerangnya.


“Sudahlah, sepertinya kali ini aku akan sedikit memberinya pukulan.” Kata Reinar lalu dia mengalirkan sedikit Qi ke genggaman tangan kanannya.


Melihat Han Liong melesat kearahnya, Reinar mengayunkan tinjunya menyambut tinju Han Liong yang mengarah padanya. Han Liong tidak menarik tinju tangannya saat melihat Reinar juga mengayunkan tinjuan ke arahnya, dan itu adalah kesalahan besar bagi Han Liong.


BOOMMM...


BOOMMM...


Krek..


Teedengar jari-jari tulang yang remuk saat tinju mereka saling beradu, dan setelahnya tubuh Han Liong dikirim mundur puluhan meter karena kuatnya pukulan Reinar. Semua orang menatap tidak percaya dengan apa yang baru terjadi di depan mata mereka, tapi apa yang mereka lihat adalah kenyataan, dan nyatanya Kaisar mereka berhasil dipukul mundur oleh pria yang menjadi lawannya.


Han Liong masih meringis kesakitan, lalu dia mengkonsumsi dua pil yang sedikit bisa mengurangi rasa sakitnya, tapi dia butuh pil regenerasi untuk meregenerasi tulang tangannya sebelum melewati batas waktu dua hari. Kalau dalam waktu dua hari dia tidak mengkonsumsi pil regenerasi, tulang-tulang tangannya tak akan lagi bisa di regenerasi.


Reinar seketika menghilangkan energi Qi di genggaman tangannya saat melihat Han Liong mengangkat tangan kirinya sebagai tanda jika dia menyerah. “Kali ini kau menang, tapi tidak untuk pertemuan selanjutnya. Kalau kita bertemu lagi, aku pastikan kau mati di tanganku.” Kata Han Liong, lalu dia segera berteleportasi ke istananya dengan sisa-sisa kekuatannya.


Sementara Han Muji, dia sudah sejak tadi dibawa pergi muridnya, dan tak ada yang tahu kemana perginya mereka.


“Akhirnya selesai, kini aku bisa melanjutkan makanku dengan tenang.” Kata Reinar lalu dia kembali masuk kedalam restoran dan melanjutkan acara makan yang sempat tertunda.


Melihat Reinar dan kelompoknya telah memprovokasi pihak Kekaisaran, banyak pelanggan restoran menjauhi Reinar dan kelompoknya. Di mata orang-orang, Reinar dan yang lainnya adalah musuh Kekaisaran yang artinya juga musuh mereka, tapi karena tak memiliki kekuatan, mereka tak berani menyinggung kelompok Reinar.


Reinar tahu jika banyak mata menatapnya dengan aura permusuhan yang sangat kental, tapi dia membiarkan mereka karena tak ada satupun dari mereka yang mengganggu ketenangannya.


“Adik ipar, hari ini kamu tak seperti biasanya. Biasanya kamu akan membunuh pengganggu dengan cara keji, tapi hari ini kamu membiarkan dua pengganggu pergi hanya dengan sedikit luka.” Kata Ling Feng yang baru menghabiskan makanannya.


Bibir Reinar melengkung membentuk sebuah senyuman saat dia mendengar apa yang di katakan Ling Feng. “Belum saatnya membunuh mereka. Kau tahu, membunuh banyak orang itu lebih menyenangkan, lalu dua orang yang baru aku bebaskan adalah pancingan. Aku yakin tak lama lagi pasti mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih banyak, lalu saat itulah kita akan berpesta dengan suara jeritan dan darah mereka.” Senyuman Reinar berubah menjadi seringaian kejam yang akan ditakuti semua lawannya.


Ling Feng menggelengkan kepalanya saat melihat adik iparnya yang begitu kejam pada musuh-musuhnya. Ling Feng tahu jika Reinar lebih suka membunuh banyak musuh sekaligus, daripada membunuh mereka satu persatu.


“Kau memang kejam pada musuh, julukan Dewa Kematian mungkin akan cocok untukmu, kakak ipar.” Kata Ling Zhe yang juga telah selesai menghabiskan makanannya.


“Aku rasa julukan itu pantas diberikan untukmu, dan Benua Zhongjian akan kembali memiliki sosok berjuluk Dewa Kematian setelah sekian lama tak ada yang memakai julukan itu.” Ujar Ling Feng mengingat sosok Ayahnya yang berjuluk Dewa Kematian, namun setelah Ayahnya pergi ke dunia yang lebih tinggi, tak ada lagi yang pantas menyandang julukan itu walaupun ada ribuan orang yang menjuluki dirinya sendiri sebagai Dewa Kematian.


“Dewa Kematian ya?. Bukannya julukan itu terdengar sangat menakutkan?. Aku takut tidak ada yang berani mendekatiku karena julukan itu.” Kata Reinar sambil menelan suapan terakhir makanan yang telah dia pesan.


Ling Feng dan Ling Zhe ingin memuntahkan kembali makanannya mendengar Reinar takut dijauhi musuh karena julukan yang mereka berikan padanya.


“Dia benar-benar menggilai pertarungan.” Batin Ling Zhe.


“Jika ada sejuta musuh di depannya, aku yakin dia akan tersenyum lebar dan menganggap mereka adalah kado terindah yang pernah dia dapat.” Gumam Ling Feng yang bisa di dengar Ling Zhe.


“Dia tak ada bedanya dengan Ayah, dan pantas saja kakak Yue menjadikan dia sebagai suaminya, karena memang kakak Yue ingin memiliki suami mirip dengan Ayah.” Kata lirih Ling Zhe yang hanya bisa di dengar Ling Feng.


Mereka tersenyum dan saling mengangguk saat saling melihat satu sama lain, tapi saat menyadari Reinar menatap kearah mereka, mereka berdua kembali tersenyum dan tak melanjutkan apa yang sedang mereka bahas.


“Sungguh tidak sopan, membicarakan ku langsung di depan mukaku.” Batin Reinar yang sejak tadi ternyata mendengar apa yang sedang di bahas Ling Feng dan Ling Zhe.


Selesai membayar makanan, Reinar dan dua orang yang bersamanya keluar dari restoran lalu mereka menghilang dan membuat banyak orang terkejut dengan menghilangnya mereka bertiga.


“Dulu ada sosok yang berjuluk Dewa Kematian yang selalu bepergian dengan dua pengikutnya. Dewa Kematian bisa muncul di mana saja, dan dia bisa menghilang tanpa meninggalkan jejak. Entah kenapa aku merasa mereka bertiga bukan orang yang bisa di singgung, dan perasaanku mengatakan jika Kaisar Han Liong telah membuat kesalahan dengan berani menyinggung mereka.” Kata pria tua berjubah putih menatap awan kelabu yang menghiasi langit kota Gunung Batu.


***


Bersambung...