
Istana Kekaisaran Selatan.
BOOMMM...
Tubuh sang Kaisar jatuh menghantam tanah saat Reinar kembali menyerangnya.
“Cih...” Kaisar Selatan meludahkan darah yang memenuhi mulutnya. “Kau memang kuat, tapi kau akan kalah di tanganku biarpun aku harus mengorbankan nyawaku sendiri.” Teriak Kaisar Selatan lalu dia membuat gerakan yang tidak di mengerti oleh Reinar.
“Skill penyerap jiwa.” Teriak sang Kaisar.
“Argghh....” Teriak kesakitan para pelindung Kekaisaran sebelum tubuh mereka berubah menjadi abu setelah jiwa dan kekuatan mereka di serap oleh sang Kaisar.
BOOMMM...
Kekuatan sang Kaisar meningkat, dia sekarang dua kali lebih cepat dari yang sebelumnya. Aura kuat juga keluar dari tubuh sang Kaisar, dan Reinar merasa sedikit tertekan oleh kekuatan sang Kaisar. Reinar yakin kini kekuatan sang Kaisar setara dengan setengah kekuatan penuhnya.
“Sekarang kau lumayan kuat, tapi aku penasaran selama apa tubuhmu bisa menahan kekuatan sekuat itu.” Kata Reinar sambil tersenyum.
“Aku tahu batasan ku, dan aku akan membunuhmu sebelum semua kekuatan ini menghilang.” Kata sang Kaisar.
“Kalau begitu, kemari dan buktikan kata-kata mu!.” Ungkap Reinar memberikan tantangan terbuka pada Kaisar Selatan.
“Kau akan mati di tanganku....”
Wusshh...
Sosok Kaisar Selatan muncul di samping Reinar dan langsung mengayunkan pedang di tangannya ke arah leher Reinar. Melihat serangan datang, dengab gerakan cepat Reinar menahan serangan sang Kaisar menggunakan pedangnya.
“Serangan yang bagus, tapi masih terlalu lambat.” Kata Reinar melompat menjauhi lawannya.
Kaisar Selatan kembali melesat dan menyerang Reinar dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya, tapi lagi-lagi kecepatannya masih terlalu pelan bagi Reinar, dan dengan mudahnya dia menghadang serangan Kaisar Selatan.
“Kau lebih cepat, tapi kau harus sepuluh kali lebih cepat daripada barusan untuk sedikit membuatku kerepotan.” Kata Reinar.
Reinar tersenyum melihat sang Kaisar yang semakin emosi setelah mendengar apa yang dia katakan.
“Kau yang meminta, jadi jangan menyesal akan kematian mu setelah ini.” Kata Kaisar Selatan begitu serius.
Sang Kaisar memperkuat kuda-kudanya, dan dia menyelimuti pedangnya menggunakan elemen angin, elemen khusus yang dimiliki ras elf. Lalu dalam satu kedipan mata, sosok Kaisar Selatan kembali melesat dengan lebih cepat kearah Reinar.
BOOMMM...
BOOMMM...
Serangan beruntun sang Kaisar berhasil di tahan Reinar, tapi sang Kaisar pantang menyerah, dia terus menyerang Reinar dengan semua yang dia miliki.
“Keluarkan semua yang kau miliki, bukannya kau ingin membunuh ku?.” Kata Reinar yang terus menahan serangan Kaisar Selatan dengan pedang di tangannya.
Kaisar Selatan tak menanggapi apa yang Reinar katakan, tapi dia semakin gencar melakukan serangan kearah Reinar, dan semakin lama serangannya semakin cepat dan mematikan.
Tang... Tang... Tang... Tang...
Besi bertemu besi, pedang bertemu pedang. Entah sudah berapa kali pedang mereka saling bertemu dan beradu kekuatan, tapi terlihat jelas jika pedang Kaisar Selatan sudah cukup banyak mengalami kerusakan.
Retakan setipis helaian rambut terlihat dari ujung sampai pangkal pedang yang dimiliki sang Kaisar. Sosok Kaisar Selatan yang hanya peduli akan kemenangan, dia tak sedikitpun memperhatikan kondisi pedagangnya.
“Wind sword dance...” Teriak Kaisar Selatan yang kembali menyerang Reinar setelah sejenak berhenti.
“Fire sword dance...” Kata Reinar mengeluarkan skill yang sama dengan apa yang dikeluarkan oleh Kaisar Selatan, namun dia menggunakan elemen yang berlawanan.
BOOMMM...
Akibat benturan dua kekuatan yang kurang berimbang, tubuh Kaisar Selatan terpental puluhan meter dan dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
“Kau sangat kuat, bahkan kekuatan pinjaman yang ku ambil dengan mengorbankan nyawaku sendiri tak mampu mengimbangi kekuatan mu.” Kata sosok Kaisar Selatan yang wajahnya mulai memucat.
Ras elf adalah ras ter sombong di seluruh daratan Benua Nebula, tapi kesombongan itu hanya dimiliki para penghuni istana Kekaisaran, dan Kaisar Selatan kini sadar jika kesombongan itulah penyebab utama runtuhnya dua Kekaisaran yang selama ini dikatakan sebagai Kekaisaran terkuat di Benua Nebula.
“Hanya sebuah kekalahan lah yang bisa menyadarkan kami.” Gumam Kaisar Selatan yang bangkit berdiri dengan sisa-sisa kekuatannya.
“Apa kau tidak ingin menyerah dan menikmati kematian seperti saudara mu?.” Tanya Reinar tak sedikitpun merasa iba melihat kondisi lawannya.
Kaisar Selatan tersenyum saat Reinar bertanya padanya. “Lebih baik aku mati secara terhormat daripada mati memalukan di tangan para penduduk yang selama ini aku manfaatkan untuk kesenanganku.” Kata Kaisar Selatan lemah.
Reinar bertepuk tangan saat mendengar pengakuan sang Kaisar tentang dia yang memanfaatkan penduduk Kekaisarannya untuk kepentingannya sendiri.
“Dengan kau mengakui kesalahan mu, aku dengan tanpa penyesalan akan memberikan kematian yang cepat padamu.” Kata Reinar.
“Kau orang terkuat yang pernah aku hadapi, bahkan Kaisar Utara tak akan mampu mengalahkan ku saat aku menggunakan seluruh kemampuanku. Dengan mati di tanganmu, aku tak akan lagi memiliki penyesalan karena telah mati di tangan orang yang tepat.” Kata Kaisar Selatan lalu dia mengeluarkan skill terakhir dengan memanfaatkan sisa mana miliknya.
Awan yang berubah menjadi hitam saat Kaisar Selatan mengeluarkan skill yang menguras seluruh kekuatannya.
“Kau tidak akan mati, tapi aku berharap kamu sedikit terluka oleh skill ku.”
“Gigantic sky storm....” Teriak Kaisar Selatan yang langsung jatuh ketanah begitu menyelesaikan skill kuatnya yang lain.
Angin badai yang sangat besar muncul dari langit yang gelap, dan membuat Reinar terperangkap di tengah badai yang kecepatan angin di dalamnya mampu mengoyak sebuah zirah baja.
Reinar berdiri dengan santai di tengah badai ganas yang mengerikan. “Seandainya bukan aku yang menjadi lawannya, dia akan mendapatkan kemenangan sejak dia memulai serangan di awal pertempuran, tapi sayangnya akulah lawannya, dan aku masih belum ingin mati.” Kata Reinar lalu mengangkat tangan kanannya keatas.
“Black hole....” Kata Reinar pelan.
Lubang berwarna hitam muncul di atas kepala Reinar dan langsung menyedot badai angin di sekitar Reinar. Dalam hitungan detik seluruh badai angin yang mengerikan lenyap bersama dengan hilangnya awan hitam yang sempat membuat cuaca menjadi mencekam.
“Kau sangat kuat.” Ungkap Kaisar Selatan sambil tersenyum, dan kemudian dia jatuh tak sadarkan diri.
“Terimakasih atas pujiannya, dan istirahatlah dengan tenang di alam kematian.” Kata Reinar setelah mendarat di samping tubuh Kaisar Selatan yang tak lagi bernyawa.
***
“Yang Mulia, kita telah memenangkan peperangan.” Kata Argust menundukkan kepala di hadapan Reinar.
Reinar menatap Argust dan tersenyum melihat sosok pria bertubuh besar yang menjadi teman pertamanya setelah dia dampai di Benua Nebula.
“Apa sekarang aku bisa istirahat?.” Tanya Reinar dengan wajah pucat setelah menggunakan berbagai skill yang menguras simpanan mananya, termasuk skill tubuh bayangan yang sangat banyak menghabiskan simpanan mana yang dia miliki.
Argust tak terlalu khawatir akan kondisi tuannya, karena dia tahu jika tuannya hanya sedang dalam keadaan lelah. “Tuan bisa istirahat....” Ungkap Argust.
Reinar mengangguk, dan tak lama dia terjatuh. Belum sempat Argust berpindah tempat, seorang wanita datang dan langsung menangkap tubuh Reinar sebelum jatuh menyentuh tanah.
“Istirahatlah, dan birkan kami yang menyelesaikan semuanya.” Kata Freya, sosok wanita yang tiba-tiba muncul dan kini dia tengah memeluk erat tubuh Reinar.
***
***Bersambung...***