The World Emperor System

The World Emperor System
Pergi Berkunjung Ke Kekaisaran Tang



Malam hari di aula pertemuan istana Kekaisaran Ling.


“Paman Kaisar Ling Mou...” Reinar kembali melakukan pertemuan dengan Kaisar Ling Mou dan para petinggi Kekaisaran Ling.


Ada juga Ling Feng dan Ling Zhe yang hadir di pertemuan yang diadakan untuk membahas tentang ancaman dari Kekaisaran Tang.


Kaisar Ling Mou mempersilahkan Reinar dan dua istrinya yang ikut untuk duduk di tempat yang disediakan khusus untuk mereka. “Keponakan ku, kamu memang memintaku untuk tidak ikut campur dalam permasalahan mu dengan Kekaisaran Tang, tapi aku tidak bisa berdiam diri dan aku dan semua petinggi Kekaisaran Ling telah memutuskan akan membantumu...” Kaisar Ling Mou menunjukkan keseriusan di dalam perkataannya, dan Reinar juga melihat petinggi Kekaisaran Ling menganggukkan kepalanya tak lama setelah Kaisar Ling Mou menyelesaikan apa yang perlu dia katakan.


“Sebelumnya aku berterimakasih atas bantuan yang akan Paman berikan. Bukannya aku menolak, tapi aku benar-benar yakin bisa mengatasi masalah dengan Kekaisaran Tang tanpa bantuan Kekaisaran Ling, dan aku berharap Kekaisaran Ling lebih berfokus untuk meningkatkan kekuatan...”


“Keponakan ku, Kekaisaran Tang memang Kekaisaran terlemah di Benua Zhongjian, tapi mereka tetaplah sebuah Kekaisaran dan setidaknya mereka punya lebih dari satu juta prajurit dan ribuan Jenderal...”


Reinar tersenyum lalu dia mengeluarkan kristal memori dan menunjukkan bagaimana dia menghancurkan Kekaisaran Qing dan Sekte Lentera Dewa.


“Kekaisaran Qing dan Sekte Lentera Dewa yang jauh lebih kuat dari Kekaisaran Tang berhasil aku hancurkan hanya dengan beberapa orang. Apa Paman dan yang lainnya masih meragukan kekuatanku dan orang-orang yang bersama ku?.” Reinar tersenyum, tapi dia sama sekali tidak terlihat sombong di hadapan orang-orang yang berperilaku baik padanya.


Kaisar Ling Feng dan seluruh petinggi Kekaisaran Ling masih terdiam setelah melihat kehancuran dua kekuatan besar di Benua Zhongjian.


“Sungguh kuat, kejam, dan tanpa ampun. Beruntung Kekaisaran Ling memiliki hubungan baik dengan orang sepertinya...”


“Tanpa bantuannya Kekaisaran kita ini mungkin telah hancur oleh Kekaisaran Han. Hubungan baiknya dengan tuan Ling Feng dan putri Ling Zhe membuat Kekaisaran kita selamat dari Kekaisaran Han, dan fakta jika dia merupakan suami dari putri Ling Yue membuat semakin baik hubungan Kekaisaran Ling dengannya...”


Dua Jenderal Kekaisaran Ling saling membicarakan Reinar, dan mereka diam-diam mengagumi sosok yang masih begitu muda tapi telah memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


Di atas singgasananya Kaisar Ling Mou hanya bisa duduk dengan tenang dan dia tak sedikitpun bisa membantah apa yang menjadi keinginan Reinar setelah melihat apa yang di tayangkan kristal memori milik Reinar.


“Sepertinya kamu memang mampu melakukannya, dan benar katamu, lebih baik aku meningkatkan kekuatan Kekaisaran ini dan membuktikan pada seluruh kekuatan di Benua Zhongjian jika Kekaisaran Ling bukanlah Kekaisaran yang lemah...”


“Kelak di masa depan mungkin akan muncul musuh yang sesungguhnya, dan aku berharap Kekaisaran Ling sudah siap untuk menghadapi mereka...” Reinar tak tahu musuh seperti apa yang akan datang di masa depan, tapi dia yakin musuh yang datang bukanlah musuh yang mudah untuk di atasi.


Kaisar Ling Mou menganggukkan kepalanya lalu dia mengakhiri pertemuan yang sudah membuahkan sebuah keputusan.


***


Di kediaman khusus yang ada di istana Kekaisaran Ling, Reinar dan sembilan istrinya tengah menikmati waktu bersama di tempat baru.


Reinar benar-benar di manjakan para istrinya sesaat setelah dia memasuki kamarnya. Dia yang awalnya ingin langsung istirahat justru menikmati pelayanan yang tengah di berikan para istrinya.


“Freya, Helena, apa kalian tidak bosan melakukan itu?.” Reinar melihat Freya dan Helena yang berjongkok di depannya dan memainkan benda miliknya yang sudah tegang.


“Apa suamiku ingin memulainya?.” Freya bertanya sambil tangannya terus bergerak tanpa henti menyentuh milik Reinar.


Reinar sejenak memejamkan matanya, lalu dengan pasti dia menganggukkan kepalanya.


Dari arah belakang tiba-tiba Vexia dan Bella membuka seluruh pakaian yang di gunakan Reinar, lalu mereka membuka pakaian mereka sendiri.


Dari tempatnya, Reinar dapat melihat keindahan para istrinya yang mulai membuang kain yang menutupi tubuh mereka. Reinar benar-benar tidak menyangka jika istri-istrinya masih saja liar walau sedang mengandung.


“Sepertinya suami kita sudah siap...” Ungkap Freya sambil melihat benda milik Reinar yang ada di genggaman tangannya, tak hanya tangan Freya, tapi tangan mungil Sania juga mengambil jatahnya.


“Eemm... Eemm...” Tiga istri Reinar secara bersamaan mencium bibirnya dengan sedikit berebut.


“Kalau tidak ada yang keberatan, aku akan menjadi yang pertama...” Freya sudah memposisikan di tempat yang tepat dan tak lama milik Reinar dengan sempurna masuk menyatu dengan bagian tubuhnya.


“Ouh, itu pasti sangat sempit...” Gumam Luna melihat apa yang tengah Freya nikmati.


“Freya, aku akan membantumu supaya cepat selesai...” Luna tiba-tiba duduk tepat di belakang Freya dan dengan nakal dia memainkan sepasang gunung kembar milik Freya.


“Luna sialan, kau membuatku cepat selesai...” Teriak Freya dengan wajahnya yang memerah, dan setelah Freya selesai istri-istri Reinar saling bergantian untuk mendapatkan nafkah dari suami mereka.


Suasana kamar Reinar baru benar-benar tenang beberapa waktu sebelum matahari pagi menunjukkan wujudnya.


***


Halaman istana Kekaisaran Ling.


“Kakak Feng dan adik Zhe, apa kalian akan ikut denganku?.” Reinar bertanya pada dua orang yang ada di sampingnya.


Setelah pertarungan hebat dengan para istrinya, siang ini Reinar berniat pergi ke Kekaisaran Tang untuk memulai permainannya di Kekaisaran yang telah membuatnya kesal.


“Adik ipar, tentu aku akan ikut dengan mu...” Ling Feng melirik Alice sang Ratu Mermaid yang juga akan pergi mengikuti Reinar.


Reinar tersenyum melihat tingkah empat orang di sekitarnya. “Sepertinya aku harus segera menikahkan mereka...” Batin Reinar lalu dia melihat kearah sembilan istrinya yang berdiri berjajar di samping Permaisuri Qin Xia.


“Paman Kaisar Ling Mou aku titip istri-istri ku di Kekaisaran Ling untuk sementara waktu.” Reinar menatap Kaisar Ling Mou.


“Keponakan ku, kamu tenang saja, Kekaisaran Ling akan menjaga dan melindungi seluruh istrimu...”


“Aku berterimakasih untuk itu, tapi dengan kekuatan mereka, mungkin justru Kekaisaran Ling yang akan mereka jaga...” Bibir Kaisar Ling Mou seketika berkedut saat mendengar apa yang dikatakan Reinar.


“Hah, kau selalu benar keponakan ku. Dengan keberadaan istrimu, Tak akan ada yang mampu berbuat macam-macam dengan Kekaisaran Ling...” Kaisar Ling Mou mengakui kebenaran perkataan Reinar.


“Kaisar Ling Mou, kami pergi dulu, dan kami pasti akan kembali dengan kabar baik...” Ungkap Reinar yang sedikit menyombongkan dirinya.


“Berhati-hatilah, mungkin saja saat ini Kekaisaran Tang tengah dalam kewaspadaan tinggi, dan kalian akan sedikit kesulitan untuk memasuki wilayah mereka...”


“Paman Kaisar, mungkin saja itu benar, tetapi aku punya banyak cara untuk memasuki Kekaisaran itu tanpa ada yang mengetahuinya.” Balas Reinar dengan wajah tenangnya lalu dia dan empat orang yang bersamanya menghilang dari pandangan mata semua orang.


***


Setelah seharian melakukan perjalanan dengan mengerahkan kecepatan puncak mereka, akhirnya Reinar dan kelompok kecilnya sampai di kota yang masuk dalam wilayah Kekaisaran Tang.


Di atas benteng kota Reinar dapat melihat prajurit yang berjaga sangat banyak, bahkan terlihat tak ada jarak yang terlampau jauh antara prajurit yang satu dengan yang lainnya.


“Bukannya jumlah mereka cukup banyak?. Ini sangat kebetulan, bukannya dengan membunuh mereka semua kita bisa sedikit mengurangi kekuatan Kekaisaran Tang?.” Reinar menunjukkan seringaian kejamnya saat melihat prajurit Kekaisaran Tang yang tengah berjaga di benteng kota yang akan dia masuki.


“Adik ipar, kali ini biarkan kami berempat yang membereskan mereka...” Ling Feng dan tiga orang lainnya terlihat sangat bersemangat.


“Pakai ini sebelum kalian pergi menyerang mereka!...” Reinar menyerahkan topeng setengah wajah pada empat orang yang akan melakukan penyerangan.


Argust dan Alice belum menguasai teknik perubahan wajah, jadi terpaksa Reinar memberi mereka topeng, termasuk pada Ling Feng dan Ling Zhe yang sudah menguasai teknik perubahan wajah.


Mereka segera memakai topeng pemberian Reinar dan dalam sekejap mata mereka menghilang dari pandangan Reinar.


Di atas benteng kota.


Ling Feng dan Alice sejenak menatap ribuan prajurit Kekaisaran Tang yang berjaga, dan Ling Feng mulai mengukur kekuatan mereka.


“Jangan terlalu jauh dariku...” Ling Feng melihat Alice yang melayang di udara tepat di sampingnya.


Alice tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar yang dikatakan Ling Feng.


Wusshh... Wusshh... Ling Feng dan Alice langsung menyerang prajurit Kekaisaran Tang yang ada di atas benteng. Prajurit Kekaisaran Tang yang tidak siap dengan serangan yang datang secara tiba-tiba, mereka panik dan bingung harua melakukan apa, dan pada akhir prajurit Kekaisaran Tang harus mati di tangan dua orang yang menyerang mereka.


Di sisi lain Argust dan Ling Zhe juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukan serangan cepat dan dalam waktu singkat ribuan prajurit Kekaisaran Tang mati di tangan mereka.


Suasana kota yang tenang seketika dipenuhi suara kepanikan para penduduk kota saat mereka mendengar suara pertarungan di benteng kota. Banyak penduduk kota yang mengungsi dengan meninggalkan kota melalui gerbang belakang, dan beberapa Jenderal yang berada di kediaman tuan kota segera pergi ke benteng kota untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


“Orang-orang yang sedikit kuat mulai berdatangan...” Kata Reinar yang merasakan aura sepuluh orang dengan kekuatan di tingkat Abadi Langit menengah bergerak mendekati benteng kota.


“Tapi mereka bukan lawan yang sepadan untuk mereka berempat...” Reinar lalu melayang di udara dan mengamati pertempuran yang tengah terjadi.


Wusshh... Wusshh... Sepuluh Jenderal Kekaisaran Tang sampai di benteng kota dan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat di atas benteng kota.


“Siapa mereka?. Kenapa tiba-tiba menyerang kota ini?.” Salah satu Jenderal bertanya pada Jenderal yang lainnya.


“Jenderal Tang Dong, kami tidak tahu siapa mereka, tapi yang jelas mereka telah membunuh banyak prajurit kita...” Balas Jenderal lainnya.


Melihat semakin banyak prajurit yang di bunuh empat orang penyerang, Jenderal Tang Dong yang merupakan Jenderal utama Kekaisaran Tang yang bertugas di kota perbatasan, dia segera memerintahkan para Jenderal bawahannya untuk menghentikan empat orang yang terus melakukan penyerangan pada prajurit Kekaisaran Tang.


“Tangkap mereka hidup-hidup kalau bisa, dan kalian boleh membunuh mereka kalau mereka melakukan perlawanan!...”


“Baik Jenderal....”


Wusshh... Sembilan Jenderal Kekaisaran Tang memisahkan diri menjadi dua kelompok dan mereka segera menyerang orang-orang yang menjadi lawan mereka.


“Mereka hanya mencari kematiannya sendiri...” Batin Reinar yang hanya menjadi penonton.


***


Bersambung...