
Istana Kekaisaran Caracal.
Setelah datang secara tiba-tiba dan membunuh Kaisar Cleo dalam satu kali serangan, Reinar membakar habis tubuh sang Kaisar menggunakan elemen apinya.
Melihat tubuh Kaisar Cleo yang telah menjadi abu, Reinar berbalik dan melihat dua wanita yang masih tidak rela mainannya di bakar Reinar.
Reinar tersenyum melihat mereka. “Bukannya masih banyak mainan lainnya?. Aku ingatkan pada kalian, hampir seluruh petinggi Kekaisaran memiliki sifat dan perilaku yang sama dengan Kaisar mereka, jadi tentu kalian tahu apa yang harus kalian lakukan pada mereka.” Kata Reinar menyeringai.
Mata Freya dan Helena kembali berbinar, dan mereka tahu siapa yang selanjutnya akan menjadi mainan mereka.
Setelah Freya dan Helena pergi, Reinar menatap kepergian mereka sambil menggelengkan kepala. “Aku tidak berharap memiliki nasib seburuk Kaisar Cleo.” Kata Reinar melihat abu sisa pembakaran tubuh sang Kaisar.
[Mereka tidak akan pernah melakukan hal seperti itu pada tuan, tapi aku tidak tahu dengan wanita lainnya.]
“Wanita lainnya?. Apa maksudmu dengan wanita yang lainnya?.”
[Rahasia....]
Lilia selalu punya seribu cara untuk membuat Reinar kebingungan.
***
Kediaman Jenderal Ken.
Seorang wanita mengendap-endap memasuki kediaman Jenderal Ken yang malam ini hanya di jaga beberapa prajurit Kekaisaran.
Dengan mudah wanita itu membunuh seluruh prajurit penjaga kediaman sang Jenderal tanpa menimbulkan suara.
Setelah membunuh seluruh prajurit penjaga, si wanita memeriksa seluruh ruangan di kediaman sang Jenderal, dan akhirnya dia menemukan ruangan yang dia cari-cari.
“Tuan, anda sangat kuat, saya sudah tidak sanggup lagi.” Terdengar suara wanita dari ruangan yang berada di ujung kediaman Jenderal Ken.
“Hahahaha.... Lihatlah, aku masih begitu kuat, dan kalian bertiga sudah kewalahan memuaskan ku.” Suara tawa Jenderal Ken terdengar dari ruangan itu.
“Dasar, Jenderal dan Kaisar tak ada bedanya.” Kata si wanita yang tak lain adalah Freya.
Freya memilih mendatangi kediaman Jenderal Ken dan menjadi mimpi buruknya. Sedangkan Helen, dia pergi ke kediaman Jenderal Dasa untuk mengambil kepala sang Jenderal.
“Aku mau lihat, apa setelah ini kamu masih bisa tertawa dan bersikap sombong di depanku.” Kata Freya yang berubah menjadi bayangan dan menerobos masuk ke kamar Jenderal Ken yang terlihat sibuk bermain dengan tiga wanita yang dia culik dari rumah mereka.
“Apa benda kecil itu yang dia katakan sangat kuat?. Oh astaga, mata suciku ternoda. Aku harus membunuhnya supaya aku tidak menikah dengan Jenderal yang sangat menjijikkan.” Kata Freya keluar tepat di belakang tubuh sang Jenderal, dan sekali ayunan pedangnya, Freya dengan mudah mencabut nyawa Jenderal Ken.
“Aku tidak akan lagi bermain-main dengan pria-pria menjijikkan di Kekaisaran ini.” Kata Freya melihat tiga wanita yang ketakutan melihat apa yang baru terjadi di depan mereka.
“Ambillah seluruh kekayaan Jenderal Ken, dan cepat pergi dari tempat ini!. Kalian bukan orang yang akan aku lenyapkan, jadi aku akan membiarkan kalian pergi.” Kata Freya yang kemudian pergi menghilang.
Kediaman Jenderal Dasa.
Helena tengah menunjukkan tarian indah di halaman kediaman Jenderal Dasa. Tarian itu memang indah, tapi bagi seratus prajurit yang telah kehilangan kepala, tarian itu adalah tarian kematian, dan sangat menakutkan.
“Aku sangat ahli menggunakan sihir, tapi akhir-akhir ini karena sering bersama Freya, aku jadi ketagihan bermain pedang. Mungkin ini bakat terpendam ku.” Kata Helena sambil mengibaskan pedangnya yang bermandikan darah.
Puas membantai seluruh prajurit penjaga kediaman Jenderal Dasa, Helena berjalan perlahan mendekati sang Jenderal yang melihat bagaimana Helena dengan mudah menbantai seluruh prajurit di kediamannya.
“Kau sangat jorok!.” Kata Helena melihat Jenderal Dasa ngompol.
Jenderal Dasa tahu sekuat apa wanita di depannya. Membayangkan kematian yang semakin dekat, membuat sang Jenderal ketakutan sampai dia kencing di celana.
“Karena kau begitu jorok, aku akan memberikan kematian yang cepat kepadamu.” Kata Helena.”
Bughhh....
Helena menonjok wajah Jenderal Dasa, tapi justru tangannya yang sakit.
“Dasar kepala batu!.”
Bughhh....
“Siapa sebenarnya kau ini?.” Tanya Jenderal Dasa mencoba bangkit.
“Daripada kau mati penasaran, aku akan menjawab pertanyaan mu.” Helena sejenak terdiam dan menunjukkan senyum sinis nya. “Aku adalah Dewa Kematian mu.” Kata Helena mengarahkan jari telunjuk kearah Jenderal Dasa, dan dari ujung jari itu meluncur sebuah bara api yang langsung membakar tubuh Jenderal Dasa.
“Heavenly Fire.... Biarkan api surgawiku akan membakar mu sampai menjadi abu, dan seperti janjiku, aku tidak akan menyiksa mu, tapi api itulah yang akan memberimu siksaan, bahkan jiwamu akan hancur oleh api itu.” Kata Helena tersenyum lebar melihat penderitaan Jenderal Dasa.
“Kematian mu bahkan tidak bisa mengembalikan orang-orang tak berdosa yang telah kau bunuh.” Gumam Helena sebelum dia pergi meninggalkan Jenderal Dasa yang tengah meregang nyawa.
***
Ibukota Kekaisaran Caracal.
Suasana tenang ibukota Kekaisaran Caracal berbanding terbalik dengan kondisi beberapa kediaman yang ada di wilayah inti ibukota Kekaisaran.
Suara tangis dan raungan kesakitan dapat di dengar di tiap kediaman yang di lalui oleh dua wanita yang menebar kematian.
Kedua wanita itu melakukan pembersihan. Semua yang bersalah akan mereka singkirkan dengan kejam, dan mereka akan membiarkan siapa saja yang tak bersalah.
Reinar yang beberapa hari ini telah mengirimkan tubuh bayangan untuk menyelidiki Kekaisaran Caracal, dia tahu siapa saja yang bersalah, dan dia sudah memberitahukan itu semua pada Freya dan Helena. Tak ingin dian dan cuma menunggu, diam-diam Reinar membantu mereka dengan menggunakan tiga tubuh bayangannya.
Menjelang pagi kekacauan di ibukota Kekaisaran Caracal telah berakhir, tapi belum ada satupun penduduk ibukota yang menyadari kejadian memilukan yang menimpa Kaisar dan para petinggi Kekaisaran mereka.
Kehidupan pagi ibukota Kekaisaran berjalan lancar seperti biasa. Kediaman dan tawa menghiasi wajah-wajah penduduk ibukota. Biarpun mereka merasa kehilangan akan menghilangnya ribuan penduduk ibukota, tapi hidup tetaplah hidup, dan mereka harus terus menjalaninya.
Reinar yang melihat kehidupan penduduk ibukota Kekaisaran Caracal, dia tersenyum dan menghilang dari tempat persembunyiannya. “Entah kenapa kedamaian dan tawa mereka, membuatku ingin melindungi itu semua.” Kata Reinar setelah kembali ke istana kota Sky Dragon.
Freya, Helena, dan Rhea yang merasakan kedatangan Reinar, mereka segera menuju ke tempat Reinar berada dan menyambut kedatangannya.
“Aku tidak menyangka jika kalian bisa kompak seperti sekarang.” Kata Reinar melihat tiga wanita yang dulunya saling bermusuhan, kini mereka telah akur satu sama lain.
“Tuan, kita memang sudah seperti ini sejak lama, tapi kita tetap bersaing dalam satu hal, dan itu bukan ranah tuan untuk mengetahuinya.” Kata Freya sambil melirik dua wanita lainnya, lalu mereka tersenyum bersama.
“Sudahlah, aku tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran kalian.” Kata Reinar yang setelahnya dia menghilang begitu saja.
Freya dan dua wanita lainnya tidak terkejut dengan Reinar yang tiba-tiba menghilang, karena mereka dapat merasa jika Reinar saat ini tengah berada di kamarnya.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang?.” Tanya Helena yang tak mempunyai rencana apapun hari ini.
“Jangan bertanya padaku, karena aku pun sama, tidak tahu harus melakukan apa.” Balas Freya melihat Rhea yang memiliki ekspresi wajah serius sejak beberapa saat yang lalu.
“Ada yang kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak.” Kata Rhea tersenyum.
“Hehehe.... Apa sekarang kami boleh ikut?.” Freya melirik Helena dan setelahnya melihat kearah Rhea.
Rhea mengangguk. “Sebelumnya aku dan tuan telah bersenang-senang di kota Touloun, dan semalam kalian juga sudah bersenang-senang di istana Kekaisaran Caracal, jadi kita sudah impas, dan kali ini kita akan pergi bersama.” Kata Rhea.
Swusshh....
Muncul satu lagi wanita di dekat Freya dan yang lainnya.
“Apa kalian tidak mengajakku?.” Tanya Ling Yue yang tiba-tiba muncul.
Freya dan yang lainnya tersenyum, dan setelahnya mengangguk. “Tentu, kami juga akan mengajak saudari Yue.” Kata Freya dan mengajak mereka semua menemui Reinar.
***
***Bersambung...***
Jangan lupa like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊....