
Benteng Timur Kekaisaran Utara.
Reinar yang menunggangi Zein terbang jauh diatas benteng yang dijaga ketat ratusan ribu prajurit Kekaisaran Utara. Dari dalam benteng Reinar merasakan adanya lima orang kuat dengan level setara dengan naga langit terlemah yang ada di pasukan naga Reinar.
“Kekuatan mereka memang kuat, tapi mereka bukan lawan sepadan untuk para naga yang begitu buas saat bertarung. Mungkin hanya para pelindung Kekaisaran yang mampu menahan serangan pasukan naga ku.” Kata Reinar yang bahkan tak menganggap kekuatan Kaisar Utara sebagai sebuah ancaman.
Helena yang duduk di belakang Reinar hanya terus memeluk pinggang Reinar tanpa peduli dengan apa yang dikatakan oleh Reinar. Bagi Helena, berduaan dengan Reinar seperti saat ini adalah sesuatu yang sangat langka.
“Helena, mari kita kembali dan mempersiapkan serangan untuk menghancurkan mereka.” Kata Reinar.
Helena hanya mengangguk, dan tetap memeluk erat pinggang Reinar.
“Heeeh.... Entah kenapa mereka menjadi manja saat bersamaku.” Pikir Reinar melihat sifat manja Helena saat bersamanya yang tak ada bedanya dengan sifat manja Freya saat bersamanya.
[Wanita hanya akan manja dan menunjukkan sifatnya yang lain di depan orang yang mereka cintai. Tuan beruntung karena mereka semua mencintai tuan. Di dunia ini pasti banyak yang iri dengan tuan karena tuan memiliki delapan wanita cantik yang begitu luar biasa.]
Reinar mendengar suara Lilia di pikirannya. ” Selain beruntung memiliki mereka, aku juga beruntung memiliki mu, Lilia.” Kata Reinar. “Tanpamu, mungkin akau tak akan sampai di titik ini.” Imbuh Reinar.
[Sudah sewajarnya aku membantu tuan, dan aku memang tercipta hanya untuk tuan.]
Kata Lilia yang membuat Reinar tersenyum. “Kau memang yang terbaik, Lilia.” Kata Reinar mengakhiri obrolan dengan sistem yang ada di tubuhnya.
***
Di tempat berkumpulnya prajurit penunggang naga milik Kekaisaran Naga.
Ling Yue yang tengah duduk sambil menatap langit tiba-tiba melihat Zein yang datang dengan dua orang yang ada di punggungnya.
Ling Yue berdiri dan segera berlari kearah Reinar yang baru turun dari naga tunggangannya. “Selamat datang kembali suamiku.” Kata Ling Yue yang langsung memeluk lengan tangan kanan Reinar.
Helena yang berjalan di sisi lain hanya tersenyum melihat sifat manja Ling Yue yang tak jauh beda dengan sifat manjanya saat bersama Reinar.
“Yue kecil, kenapa kamu terlihat sangat manja hari ini?.” Tanya Reinar yang entah kenapa dia sangat ingin memanggil Ling Yue dengan panggilan itu.
Ling Yue tersenyum dan semakin erat memeluk lengan Reinar saat mendengar panggilan Reinar pada dirinya. “Aku sangat merindukan suamiku.” Ungkap Ling Yue.
Reinar tersenyum melihat betapa manjanya wanita dengan tubuh kecil yang tengah memeluk lengannya.
Tubuh Ling Yue memang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan tubuh wanita Reinar yang lainnya, tapi Ling Yue punya lingkar dada yang tak sesuai dengan ukuran tubuhnya.
“Kita akan menyerang benteng timur Kekaisaran Utara.” Kata Reinar yang sudah bertemu dengan Argust dan dua Jenderal Kekaisarannya yang ikut dalam prajurit penunggang naga.
“Apa tuan ingin mengerahkan kami semua, atau tuan hanya ingin membawa separuh dari kami?.” Tanya Argust yang merasa jika dengan separuh kekuatan yang Reinar bawa sudah lebih dari cukup untuk menaklukkan benteng timur Kekaisaran Utara.
“Aku akan membawa lima ratus prajurit penunggang naga, dan sisanya tetap menunggu di sini.” Kata Reinar menatap tajam Argust yang berlutut di hadapannya. “Kamu tetap tinggal di sini bersama mereka yang tak aku bawa, dan satu lagi, jangan pernah berlutut di hadapan ku karena aku tidak menyukainya.” Kata Reinar tegas tak terbantahkan.
Argust mengira tuannya akan berubah setelah menjadi seorang Kaisar, tapi dia salah, tuannya tetap orang yang sama, dan dia tidak gila akan hormat bawahannya.
“Maaf tuan, aku tidak akan mengulanginya kembali.” Kata Argust yang tak lagi berlutut, tapi dia tetap menundukkan kepalanya.
“Kalau begitu, kamu tunggu sebentar di tempat ini, dan biarkan aku serta lima ratus prajurit penunggang naga menghancurkan benteng timur Kekaisaran Utara.” Kata Reinar dengan tenang.
Argust menundukkan kepala dan dia akan menunggu di tempat berkumpul di saat Reinar dan lima ratus prajurit penunggang naga menyerang benteng timur Kekaisaran Utara.
***
Hari semakin siang, dan seluruh benteng Kekaisaran Utara mulai mendapatkan serangan dari ratusan ribu prajurit yang sudah sejak kemarin mengamati benteng milik Kekaisaran Utara.
Luna, Freya dan Rhea mengamuk di benteng barat milik Kekaisaran Utara. Puluhan ribu prajurit yang menjaga benteng wilayah timur tak mampu menahan amukan tiga wanita Reinar, bahkan tiga Jenderal penjaga benteng di siksa tanpa ampun oleh tiga wanita yang begitu kejam pada musuh yang mereka hadapi.
“Hanya sekumpulan elf yang banyak bicara, tapi berani berurusan dengan calon suamiku, bukannya kalian hanya mencari mati!.” Kata Luna yang tengah menguliti seorang Jenderal yang menjadi lawannya, dan terlihat Luna tak sedikitpun merasa jijik dengan darah yang keluar dari tubuh sang Jenderal.
Di sisi lain, Freya dan Rhea juga melakukan penyiksaan pada dua Jenderal yang menjadi lawan mereka. Bedanya, Freya dan Rhea menyiksa dua Jenderal yang masih hidup. Mereka membiarkan dua Jenderal itu tetap hidup karena mereka sangat menikmati jeritan kesakitan dua Jenderal yang mereka siksa.
“Sepertinya Ratu kita memiliki teman dengan kebiasaan yang tak beda jauh dengannya.” Ungkap salah satu Jenderal Kekaisaran Roh.
“Sungguh ketiga Jenderal itu memiliki nasib yang sangat buruk karena bertemu dengan tiga wanita yang begitu kejam pada lawannya.” Kata wakil sang yang merinding saat melihat Freya dan Rhea menendang dan menginjak bagian ************ Jenderal yang mereka siksa.
“Uhhhh, mereka yang tersiksa, tapi aku merasa ngilu.” Ungkap sang Jenderal sambil memegangi area selangkangannya.
BOOMMM...
BOOMMM...
BOOMMM...
Sebagian besar bangunan benteng hancur begitu terkena serangan Vexia dan para Jenderal Kekaisaran nya. Sedangkan di sisi benteng yang lain, lima orang berjubah tengah membantai ratusan prajurit yang ada di sekitarnya.
“Semuanya, serang dan hancurkan mereka.” Teriak Vexia menyuruh prajuritnya merangsek masuk ke bagian dalam benteng.
“Menyerang secara diam-diam, dengan keberadaan ku di tempat ini, jangan harap rencana kalian berhasil.” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar yang langsung menyerang ratusan assasin yang akan melakukan serangan tiba-tiba kearah Vexia dan kelompok Bella.
Bughhh...
Crackkk...
Sringg....
BOOMMM....
Dengan cepat lima tubuh bayangan Reinar menyerang ratusan assasin yang belum bergerak, dan hanya dalam satu kali serangan puluhan assasin mati karena tak siap menerima serangan mendadak dari lima sosok tubuh bayangan Reinar.
“Persiapan mereka lebih sempurna dari pertahanan yang sudah lama kita persiapkan utuk menghadapi serangan musuh.” Kata seorang Jenderal pemimpin tiga Jenderal lainnya yang bertugas menjaga benteng utara milik Kekaisaran Utara.
“Kirim seseorang untuk meminta bantuan.” Teriak salah satu Jenderal, dan seorang assasin segera melesat pergi untuk mengabarkan keadaan benteng utara pada sang Kaisar.
Salah satu tubuh bayangan Reinar melihat seorang assasin yang pergi meninggalkan peperangan, tapi dia begitu saja membiarkan assasin itu pergi. “Pergi dan sampaikan pada Kaisar mu tentang apa yang terjadi di tempat ini.” Kata tubuh bayangan Reinar.
***
Istana Kekaisaran Utara.
Aula pertemuan Kekaisaran Utara.
“Braghhh...” Kaisar memukul meja di depannya sampai hancur berkeping-keping.
“Wilayah selatan berhasil mereka kuasai, dan seluruh bantuan yang dikirim Kekaisaran Selatan berhasil mereka kalahkan, sekuat apa mereka sebenarnya?.” Tanya Reinar pada assasin yang baru datang dari wilayah selatan.
“Jumlah mereka lebih dari tujuh ratus ribu prajurit, dan dari armor yang mereka kenakan, hamba yakin mereka adalah bagian dari Kekaisaran terdahulu.” Ungkap si assasin yang masih berlutut di hadapan Kaisar.
Wajah Kaisar semakin tidak enak dipandang saat dia mendengar informasi dari si assasin. “Kurang ajar, ternyata selama ini mereka masih memiliki kekuatan sebesar itu, tapi di mana mereka selama ini bersembunyi?.”
Saat seseorang ingin menjawab, 10 bayangan putih muncul bersamaan dengan seorang assasin yang baru tiba dari benteng utara.
Kaisar dan seluruh petinggi Kekaisaran Utara menunduk dengan hormat pada 10 pelindung Kekaisaran yang datang secara bersamaan, tapi mereka sedikit heran saat melihat seorang assasin yang diseret oleh salah satu pria tua anggota pelindung Kekaisaran.
“Hanya menghadapi sekumpulan sampah, kau terlihat begitu kewalahan.” Kata salah satu pelindung Kekaisaran mengejek Kaisar yang hanya bisa menunduk di hadapannya.
“Lihatlah bahkan wilayah utara Kekaisaran juga tengah di serang, tapi kamu tidak mengetahuinya.” Lanjut si pelindung Kekaisaran.
Kaisar terkejut mendengar kabar jika wilayah utara Kekaisaran nya juga diserang oleh musuh yang sama sekali tidak dia ketahui.
“Siapkan seribu gadis untuk biaya pergerakan kami. Ingat kami butuh seribu gadis yang masih suci dan kami akan mengambil mereka setelah menyelesaikan sekumpulan sampah yang tidak bisa kamu bersihkan.” Kata pemimpin pelindung Kekaisaran, dan dalam sekejap mata mereka bersepuluh telah menghilang.
Kaisar tersenyum melihat sepuluh pelindung Kekaisaran nya bergerak tanpa dia mintai pertolongan.
“Sepertinya mereka sangat merindukan wanita untuk menghangatkan gua tempat mereka tinggal. Seribu gadis, itu sangat mudah aku dapatkan dan tak sebanding dengan hasil kerja mereka.” Kata Kaisar tertawa penuh kemenangan saat dia merasa masalahnya akan segera terselesaikan.
Puas tertawa, Kaisar menyuruh para petinggi Kekaisarannya untuk mengumpulkan seribu gadis yang masih suci dengan cara apapun, bahkan Kaisar mengizinkan mereka membunuh orangtua yang tidak mau menyerahkan anak gadis mereka.
“Pelindung Kekaisaran yang sangat sombong, serta Kaisar yang gila akan kekuatan dan kekuasaan. Kehancuran kalian tak akan lama lagi.” Kata sosok wanita assasin yang ditugaskan langsung oleh Reinar untuk memata-matai keadaan istana Kekaisaran Utara.
Dengan keahlian menyamar yang sangat sempurna, seorang pelindung Kekaisaran sekalipun tak akan dapat merasakan kehadiran assasin yang Reinar kirim.
***
***Bersambung...***