The World Emperor System

The World Emperor System
Kelicikan Kepala Keluarga Zhou



Reinar muncul di dekat Zhou Jiang dengan tinju yang mengarah ke wajah tua nya yang sudah dipenuhi kerutan. Zhou Jiang yang melihat gerakan cepat Reinar, dia menggunakan kecepatan penuhnya untuk menghindar. “Sangat cepat, kecepatannya bahkan menyamai kecepatan penuh ku.” Gumam Zhou Jiang mengambil jarak beberapa langkah dari Reinar.


Zhou Jiang mengeluarkan dua pedang kembar yang merupakan senjata tingkat bumi dari cicin penyimpanannya, terlihat dua pedang kembar berwarna merah berada di genggaman kedua tangannya.


Dari tempatnya berdiri setelah gagal memukul Zhou Jiang, Reinar masih saja terlihat santai saat lawannya mengeluarkan dua senjata tingkat bumi untuk melawannya. Hanya senjata tingkat bumi, bagi Reinar itu bahkan tak akan mampu menggores kulitnya.


“Sungguh malam nasib mu nak, saat saudara Zhou Jiang sudah mengeluarkan pedangnya, hanya kematian yang akan kamu dapatkan.” Kata Zhou Yu, tetua keempat keluarga Zhou, dan dia adalah sosok yang tadi berada di depan Reinar.


Mendengar itu Reinar hanya tersenyum dan tak sedikitpun dia memberi tanggapan, kata-kata yang keluar dari mulut mereka hanyalah sebuah kebohongan bagi Reinar.


“Pedang api kehancuran, mengamuk lah....” Teriak Zhou Jiang melesat kearah Reinar.


Pedang kembar berlapiskan api di genggaman tangan Zhou Jiang membuat suhu udara sedikit meningkat, gelombang panas bisa Reinar rasakan saat Zhou Jiang mengayunkan pedangnya untuk menebas tubuh Reinar.


Reinar dengan santai berhasil menghindari serangan Zhou Jiang yang terus mengarah ke titik-titik Vital di tubuhnya. Dengan melompat dan bergerak zig-zag, Reinar berhasil menghindari semua serangan Zhou Jiang, dan saat Zhou Jiang sedikit lengah, Reinar berhasil melakukan serangan balasan dengan sebuah tinju berhasil mengenai perut Zhou Jiang.


BOOMMM...


Tubuh Zhou Jiang terpental dan menghantam salah satu dinding penginapan. Dari bekas pukulan Reinar tercium bau gosong yang menandakan Reinar melapisi tinjunya dengan elemen api, dan itu cukup untuk melukai tubuh seorang kultivator sekuat Zhou Jiang.


Merasakan luka akibat pukulan Reinar yang membuatnya sulit bernafas, Zhou Jiang dengan cepat meminum sebuah pil dan tak lama dia kembali pulih seperti sedia kala.


“Sepertinya aku membuat sebuah kesalahan karena telah meremehkan mu, aku merasa tingkat kultivasi kita berada ti titik yang sama, tapi kekuatanmu sedikit lebih kuat dariku. Beruntung aku membawa keempat saudaraku, biarpun kamu kuat, kematian tak akan bisa kamu hindari.” Kata Zhou Jiang dengan arogan.


“Kalau begitu, kenapa kalian tidak langsung menyerang ku?. Atau kalian cuma kuat di mulut tapi kekuatan kalian lembek seperti ayam petelur.” Balas Zhou Jiang yang memantik api kemarahan lima orang yang mengepungnya.


Zhou Yu dan Zhou Cu menyerang Reinar dalam waktu bersamaan. Berhasil menghindari serangan mereka, Zhou Chu dan Zhou Ma langsung menyerang Reinar yang terlihat dalam kondisi tidak siap menerima sebuah serangan.


BOOMMM...


Zhou Chu dan Zhou Ma terdorong mundur puluhan langkah setelah Reinar menyerang mereka sebelum mereka berhasil menyerangnya. Melihat kecepatan Reinar dalam menghindar dan menyerang, keempat orang yang baru menyerang Reinar mulai ragu untuk kembali menyerangnya.


Mereka benar-benar tidak menyangka jika pemuda yang usianya belum genap dua puluh tahun berhasil menghindari serangan dua orang tetua tingkat tinggi keluarga Zhou, dan berhasil memukul mundur dua lainnya.


Suara berisik pertarungan Reinar dan lima orang tetua keluarga Zhou memancing beberapa kultivator datang ke tempat pertarungan, termasuk Ling Feng dan Ling Zhe.


“Mereka lima tetua tingkat tinggi keluarga Zhou, kakak Feng, apa tidak sebaiknya kakak membantu kakak ipar?.” Tanya Ling Zhe yang merasa khawatir pada Reinar.


“Coba kau lihat, siapa dari mereka yang membutuhkan pertolongan.” Ujar Ling Feng.


Di tempat para kultivator lainnya, mereka sangat penasaran dengan sosok yang telah berani menyinggung keluarga Zhou, keluarga terkuat di Kekaisaran Ling yang bahkan seorang Kaisar Ling Mou tak berani menyinggung mereka.


Mereka mengasihani orang itu. Namun sebenarnya mereka ingin membantu orang yang berani melawan keluarga Zhou, tapi mereka tak punya kekuatan untuk melakukannya.


Di tempat pertempuran, lima tetua keluarga Zhou saling bekerjasama untuk mengalahkan Reinar. Zhou Chu dan Zhou Ma melesat kearah Reinar dengan senjata kapak berada di genggaman tangan mereka.


Dengan seluruh kekuatannya, mereka mengayunkan kapak yang merupakan senjata tingkat bumi ke arah tubuh Reinar. Ayunan senjata mereka sangat cepat dan kuat, tapi sayangnya kecepatan mereka masih sangat lambat dimata Reinar, dan kekuatan mereka masih jauh dari kata bisa menyamai setengah kekuatan yang dimiliki Reinar.


Dari jauh, banyak orang yang melihat jika Reinar tak akan mampu menghindari serangan yang datang bertubi-tubi padanya, dan mereka yakin jika tak lama lagi tubuh Reinar akan menjadi makanan bibatang buas peliharaan keluarga Zhou.


Tak lama setelah begitu berisik, orang-orang seketika terdiam dengan mata melotot saat melihat Reinar berhasil memukul mundur lima tetua keluarga Zhou yang menyerangnya.


“Apanya yang membunuhku, bahkan kalian tak mampu mengalahkan seperempat kekuatan ku.” Kata Reinar.


Reinar lalu mengambil senjata tingkat bumi milik kelima lawannya, dan merubah senjata itu menjadi debu setelah dia menggunakan api hitam untuk membakar senjata yang sebelumnya ada di genggaman tangannya.


“Aku sudah berbaik hati tidak menggunakan senjata, tapi kalian tetap bukan lawan sepadan untukku.” Kata Reinar santai.


Semua orang yang diam semakin rapat menutup mulut mereka, saat melihat senjata tingkat bumi yang sangat kuat hancur di genggaman tangannya.


Kelima tetua yang merasa tertekan setelah serangan gabungan mereka tak dapat mengalahkan Reinar, kini tubuh mereka bergetar melihat pemuda yang sebelumnya ingin mereka bunuh untuk membalas kematian putra Zhou Jiang.


Bukan hanya berhasil mengalahkan mereka dengan dua kali serangan, bahkan senjata terkuat yang mereka miliki harus lenyap di tangan pemuda yang berbalut api berwarna hitam. Elemen api hitam dulunya hanya di miliki sang penguasa Benua Zhongjian, tapi kini mereka melihat pemuda yang mereka singgung memiliki elemen api itu, dan tentu ini akan menjadi kabar buruk bagi keluarga Zhou.


Reinar tak bernafsu membunuh lima orang tetua keluarga Zhou yang sudah dia kalahkan, tapi dia punya rencana yang lebih baik dari sebuah kematian setelah mendapat bisikan dari Lilia.


“Kematian terlalu menyenangkan untuk kalian. Dari pada membunuh kalian, lebih baik aku membuat kalian menjadi orang yang tak berguna.” Kata Reinar enteng.


Wusshh....


Reinar menghilang dari tempatnya dan muncul di samping Zhou Jiang. Sebuah bola api sebesar kelereng muncul di telapak tangan Reinar, dan dengan sedikit paksaan bola api itu berhasil Reinar masukkan kedalam tubuh Zhou Jiang melalui mulutnya.


“Arrgghhh....” Zhou Jiang berteriak saat bola api Reinar memasuki tubuhnya dan menghancurkan dantian nya.


Bukan hanya Zhou Jiang, keempat tetua lainnya juga mengalami hal yang sama, dan kini mereka berlima hanyalah manusia biasa yang tak lagi bisa berkultivasi.


Tanpa banyak berkata, Reinar meninggalkan mereka berlima dan melangkah kembali menuju kamarnya. Banyak mata melihat kepergian Reinar, tapi orang yang mereka lihat tak sedikitpun mempedulikannya.


“Mereka masih beruntung karena adik ipar tidak menyiksa mereka dengan brutal.” Kaga Ling Feng.


Bibir Ling Zhe berkedut mendengar apa yang di katakan Ling Feng. “Hancurnya dantian adalah mimpi buruk bagi seorang kultivator, dan mereka pasti lebih memilih di siksa sampai mati daripada dantian mereka dihancurkan.” Ujar Ling Zhe.


Ling Feng sejenak tersenyum. “Kamu tidak akan mengatakan itu setelah tahu seperti apa kekejaman adik ipar. Orang yang sudah sekarat bahkan dapat dia sembuhkan saat dia masih ingin menyiksanya, dan dia bisa melakukan itu sepanjang hari sampai dia puas.” Kata Ling Feng yang membuat berdiri bulu-bulu halus di tubuh Ling Zhe.


“Aku tidak akan berani menyinggungnya.” Kata Ling Zhe mantap.


“Jangankan kamu, dewa saja tak akan mau bersinggungan dengannya.” Batin Ling Feng lalu dia mengajak Ling Zhe kembali ke kamar mereka masing-masing.


***


Kediaman keluarga Zhou.


Kepala keluarga Zhou sangat geram setelah mendengar kabar buruk yang menimpa lima tetua tingkat tinggi keluarganya, bahkan adiknya sendiri Zhou Jiang harus mengalami hal buruk itu.


“Siapa yang berani melakukan hal buruk itu pada lima tetua keluargaku?.” Tanya Zhou Ziang menatap tajam prajurit penjaga kediaman keluarga Zhou.


Prajurit itu menundukkan kepalanya. “Tuaku, orang yang melakukan itu semua adalah seorang pemuda yang menginap di penginapan yang berada di kota Bulan Perak. Pemuda itu sebelumnya juga yang membunuh sepuluh pasukan pengejar yang ditugaskan menangkap nona Ling Zhe.”


“Kurang ajar!....”


Braakk....


Meja besar di depan Zhou Ziang hancur berkeping-keping saat terkena pukulannya.


“Sepertinya pemuda itu ada hubungannya dengan Kekaisaran Ling.” Batin Zhou Ziang.


“Baiklah, aku akan membumi hanguskan Kekaisaran Ling, dan membuat keluarga Ling hilang dari daratan Benua Zhongjian kalau mereka tidak segera menyerahkan Ling Zhe pada kita, dan kita biarkan keluarga Ling yang membereskan pemuda itu.” Kata Zhou Ziang yang terkenal akan kelicikannya.


***


Bersambung...


Nama : Ling Yue


Ras : Manusia Naga