The World Emperor System

The World Emperor System
Memberi Sedikit Hiburan



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


BOOMMM...


BOOMMM...


Dua wanita menghancurkan formasi tempur prajurit Kekaisaran Qing yang masih tersisa di istana Kerajaan Dark Elf.


Rena dan Rina, dua wanita yang terlihat semakin sempurna penampilan sebagai seorang wanita setelah segel kekuatan mereka terbuka tengah mengamuk dan tanpa ampun mereka membunuh seluruh prajurit Kekaisaran Qing yang ada di istana Kerajaan Dark Elf.


Tak sampai setengah hari istana Kerajaan Dark Elf telah bersih dari orang-orang Kekaisaran Qing, bahkan tak satupun prajurit Kekaisaran berhasil meninggalkan istana Kerajaan Dark Elf karena mereka telah kehilangan nyawa terlebih dahulu sebelum berpikir untuk lari.


“Apa ini benar-benar ulah manusia?.” Tanya Reinar setelah kedua kakaknya selesai melakukan pembersihan total istana Kerajaan Dark Elf.


Di dalam penjara tempat Reinar saat ini berada, dia melihat tumpukan mayat menggunung dan sebagian besar mayat itu adalah wanita serta ada banyak mayat anak kecil yang harus mati dengan cara tidak manusiawi.


Reinar lalu memeriksa setiap ruang penjara berharap ada yang bisa dia selamatkan, tapi harapan Reinar sangat sia-sia karena penjara itu hanya dipenuhi ratusan mayat ras Dark Elf, dan kebanyakan mereka adalah wanita. Banyak wanita yang mati dalam keadaan tanpa busana, dan terlihat tubuh mereka penuh luka lebam, bahkan ada beberapa wanita ras Dark Elf yang mati dengan sesuatu menancap di bagian kew*nit*annya.


Wajah Reinar seketika memerah melihat keadaan di dalam penjara. Aura kegelapan keluar dari tubuhnya, dan aura itu terus meluas sampai menyelimuti seluruh bangunan istana Kerajaan Dark Elf.


“Aku tidak tahu apa kesalahan mereka pada Kekaisaran Qing, tapi aku bisa memastikan Kekaisaran Qing tak akan lagi nyaman untuk di tinggali.” Kata Reinar begitu dingin dengan aura mencekam di sekitarnya.


“Kalian tidurlah dengan tenang, dan percayakan sisanya padaku. Aku pasti akan membalaskan apa yang telah mereka lakukan pada kalian. Yang salah haruslah mendapatkan hukumannya.” Kata Reinar lalu dia memejamkan matanya, dan tank lama muncul lima tubuh bayangan di depannya.


Kalau saja dia tidak melihat pemandangan kejam di depan matanya mungkin Reinar akan sedikit bermain-main dengan Kekaisaran Qing, tapi apa yang dia lihat telah memancing amarahnya ke tingkat tertinggi, dan amarah Reinar adalah kabar buruk bagi Kekaisaran Qing.


“Pergilah ke istana Kekaisaran Qing, dan hibur mereka dengan pertunjukkan kalian. Setidaknya buat mereka tertawa sebelum kalian mengakhiri pertunjukkan.” Kata Reinar dengan senyum semirik yang menghiasi wajahnya.


Wusshh... Wusshh... Lima tubuh bayangan Reinar melesat kearah istana Kekaisaran Qing dengan kecepatan penuh. “Nikmati malam kalian.” Batin Reinar lalu dia pergi meninggalkan penjara dengan aura kegelapan yang sudah dia tarik kembali kedalam tubuhnya.


Tak lama setelah kepergian Reinar, Robert dan beberapa pemuda ras Dark Elf datang lalu mereka memasuki penjara. Beberapa saat setelah Robert dan pemuda yang mengikutinya masuk ke dalam penjara, dari kejauhan Reinar dapat mendengarkan teriakan penuh amarah Robert dan pemuda yang ikut bersamanya.


Reinar menggelengkan kepalanya saat mendengar teriakan Robert dan yang lainnya, tapi dia tak menghentikan langkah kakinya. Dia terus melangkah untuk menemui kedua kakaknya, dan di tempat yang sama Ling Feng dan Ling Zhe juga tengah menunggu kedatangannya.


***


Wusshh... Wusshh... Lima cahaya melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah ibukota Kekaisaran Qing.


Reinar menunjukkan apa yang dia temukan dalam penjara pada empat orang yang bersamanya menggunakan kristal memori.


Ling Feng yang ada di samping Reinar seketika geram dan marah melihat apa yang diperlihatkan kristal memori padanya, sedangkan tiga wanita yang bersama mereka, mereka juga terlihat marah, bahkan sangat sulit menggambarkan seberapa besar kemarahan mereka.


Mereka terus melesat ke arah Kekaisaran Qing dengan emosi dan amarah yang tak lagi bisa dikendalikan.


Kekejaman Kekaisaran Qing telah menutup rapat pintu maaf untuk mereka, da hanya memisahkan satu pintu yang terbuka khusus untuk orang-orang Kekaisaran Qing. Pntu itu tak lain adalah pintu kematian.


Seratus meter sebelum memasuki ibukota Kekaisaran Qing, Reinar dan empat orang yang ikut bersamanya mengurangi kecepatannya saat ratusan prajurit berdiri menghadang perjalanan mereka.


“Berhenti!.” Teriak salah satu prajurit menghentikan perjalanan Reinar. “Tunjukkan identitas kalian!. Dan katakan apa tujuan kalian mendatangi ibukota Kekaisaran Qing?.” Kata prajurit Kekaisaran yang dengan sok berkuasa menghentikan perjalanan Reinar.


Tapi tak lama setelah mengeluarkan kata-katanya, pandangan prajurit itu tiba-tiba bergerak turun sampai akhirnya kepalanya menghantam tanah dan dia melihat tubuhnya sendiri yang masih berdiri tegak di tempatnya.


“Aku Dewa Kematian yang kebetulan ingin mengurangi jumlah orang bod*h di kota kalian.” Kata Reinar datar dan dingin.


Ratusan prajurit yang tersisa seketika merinding saat mendengar suara Reinar. Lutut mereka tiba-tiba bergetar, dan mengikuti insting, mereka perlahan mundur menjaga jarak dengan Reinar dan empat orang yang bersamanya.


Melihat ratusan prajurit mundur perlahan, Reinar tersenyum kecil karena dia tahu kalau mereka berniat untuk kabur, tapi tentu dia tak akan membiarkan mereka kabur.


Di depan mata ratusan prajurit Kekaisaran Qing, Reinar dan empat orang lainnya tiba-tiba menghilang, dan tak lama mereka kembali muncul di tempatnya bersamaan dengan tumbangnya ratusan prajurit Kekaisaran Qing yang sebelumnya menghadang perjalanan mereka.


“Ini baru permulaan.” Kata Reinar lalu dia mengajak empat orang yang bersamanya memasuki ibukota Kekaisaran Qing melalui gerbang samping yang mana seluruh penjaganya telah mereka singkirkan.


“Kota yang megah dan juga ramai, berbanding terbalik dengan keadaan Kerajaan Dark Elf yang baru mereka taklukkan.” Batin Reinar saat melalui jalanan ibukota Kekaisaran.


Reinar dan empat orang yang bersamanya memasuki kawasan pasar yang cukup ramai walau hari sudah gelap. Di dalam pasar, banyak pria dengan mata penuh nafsu menatap kedua kakak Reinar yang memiliki tubuh sangat sempurna bagi seorang wanita.


Ditambah warna kulit abu-abu kehitaman yang mereka miliki, semua orang tahu jika mereka adalah ras Dark Elf, dan mereka mengira kedua kakak Reinar adalah budak, dan Reinar adalah tuan dari mereka.


Kasak-kusuk segera terjadi di pasar setelah kedatangan Reinar dan empat orang yang bersamanya. “Lihat dua Dark Elf itu, mereka akan sangat sempurna untuk menemani malam kita!.” Kata seorang pria dengan tubuh kekar, dan dia membawa sebuah pedang besar yang terikat di punggungnya.


“Mereka ada dua, dan lihatlah gadis bercadar itu, setidaknya ketiga wanita itu bisa membuat hangat malam kita.” Ujar pria yang lainnya lalu dia dan si pria kekar mengajak sepuluh orang lainnya untuk menghadang perjalanan Reinar.


Mereka yang rata-rata memiliki kekuatan di tingkat Kaisar Langit awal, mereka sangat yakin akan mendapatkan apapun yang mereka inginkan di pasar yang sudah bertahun-tahun menjadi wilayah kekuasaan mereka.


“Sangat kebetulan ada yang mendatangiku saat aku sedang butuh informasi.” Kata Reinar dengan tenang saat beberapa pria berperawakan sangar menghadang perjalanannya.


Belasan pria di depan Reinar tersenyum mendengar perkataan Reinar. “Di dunia ini tidak ada yang gratis, satu informasi dari kami setidaknya senilai dengan harga tiga wanita yang bersama kalian.” Kata pria bertubuh kecil dengan wajah penuh dengan luka sayatan benda tajam.


Reinar tersenyum. “Karena aku sedang baik, bagaimana kalau pengampunan untuk kalian sebagai bayaran sebush informasi kecil yang akan aku butuhkan.”


“Hahahaha....” Belasan pria di depan Reinar tertawa keras mendengar apa yang di katakan Reinar. “Sejak kalian memasuki tempat ini, sebenarnya kami mampu mengambil apa yang kami inginkan karena tempat ini adalah wilayah kekuasaan kami. Kamu barusan mengatakan akan mengampuni kami?. Asal kamu tahu, dua orang dari kami sudah cukup untuk membunuh mu.” Kata pria bertubuh kekar.


“Dasar bod*h, di beri hadiah yang jarang sekali di berikan pada mangsanya, tetapi mereka justru menolaknya.” Batin Ling Feng melihat kebodohan pria otak otot yang ada di depan Reinar.


“Aku tidak punya waktu untuk menghadapi dua orang dari kalian, lebih baik kalian semua langsung maju secara bersamaan, atau aku saja yang maju lebih dulu.” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang orang-orang yang menghadangnya.


“Sebenarnya aku tidak butuh informasi dari kalian, karena aku sudah tahu apa yang ingin aku ketahui.” Kata Reinar dan membuat semua orang yang menghadangnya terkejut karena sosok pemuda yang kini berada di belakang mereka.


“Ucapkan selamat tinggal pada kehidupan indah kalian.” Gumam Ling Feng saat melihat belasan orang yang kini telah terbaring tak berdaya di tengah-tengah jalanan pasar di ibukota Kekaisaran Qing.


“Hanya sekumpulan tikus got yang merasa dirinya seekor singa.” Batin Reinar lalu dia mengajak Ling Feng, Ling Zhe, serta kedua kakaknya untuk melanjutkan perjalanan.


***


Istana Kekaisaran Qing.


Aula istana Kekaisaran.


Pesta besar tengah berlangsung untuk merayakan pernikahan Kaisar Qing Qian dengan Ratu Sally, Ratu Kerajaan Dark Elf.


Acara pernikahan yang seharusnya berlangsung beberapa hari lagi, terpaksa dipercepat saat Qing Qian mendengar kabar yang dibawa Qing Yan saat wakil dari Jenderal Qing Jun itu berhasil melarikan diri dari pertempuran di hutan yang ada di barat Kerajaan Dark Elf.


Qing Yan mengatakan jika ada orang kuat yang berhasil mengalahkan Jenderal Qing Jun, dan kemungkinan orang itu adalah bala bantuan Kerajaan Dark Elf.


Mendengar itu, Qing Qian yang sudah terlanjut terpesona akan kecantikan Ratu Sally, dia mempercepat pernikahan dirinya dengan sang Ratu, demi menghindari kekacauan yang mungkin akan segera dilakukan oleh ras Dark Elf.


Saat prosesi pernikahan di aula Kekaisaran tengah berlangsung, semua orang mendengar suara jeritan seorang wanita bersamaan dengan terlemparnya tubuh wanita cantik yang tepat menghantam tubuh Qing Qian.


“Uh, itu sangat tepat sasaran.” Kata pria bertopeng yang tiba-tiba muncul di aula istana Kekaisaran.


Tak hanya satu, tapi ada lima pria bertopeng dengan penampilan serupa muncul dan membuat kacau prosesi pernikahan yang baru setengah berjalan.


Suasana aula Kekaisaran semakin kacau saat Qing Qian melihat siapa wanita cantik yang terlempar ke arahnya.


“Lan Jia....” Kata Qing Qian menatap sendu wanita yang jatuh pingsan di pelukannya.


“Itu sangat mengharukan.” Kata salah satu pria bertopeng lalu dia melemparkan dua pasang tangan kearah. “Itu sedikit kado indah dari ku.” Lanjutnya.


Melihat cincin yang melingkar di jari lentik tangan yang di lemparkan padanya, tiba-tiba wajah Qing Qian menggelap dan mata penuh amarahnya menatap tajam ke arah pria bertopeng yang baru melemparkan dua potongan tangan ke arahnya.


“Bagus-bagus, sepertinya aku berhasil memberi sedikit hiburan padamu.” Kata pria bertopeng dengan santainya.


***


Bersambung....