The World Emperor System

The World Emperor System
Perdamaian Di Benua Kage



Kabar hancurnya Istana Kekaisaran Shin telah menyebar sampai ke Kekaisaran lainnya.


Empat Kekaisaran yang semula tengah berperang dengan Kekaisaran Shin segera mengirim mata-mata untuk memastikan keaslian kabar yang beredar.


Tiga hari berlalu mata-mata yang dikirim setiap Kekaisaran telah kembali dan mereka melaporkan kalau kabar hancurnya Istana Kekaisaran Shin adalah sebuah kebenaran.


Para mata-mata Kekaisaran juga mengatakan seluruh penghuni Istana Kekaisaran Shin turut musnah bersamaan dengan musnahnya Istana mereka.


Selain penghuni Istana, para petinggi Kekaisaran juga musnah termasuk kelima Jenderal Besar yang dimiliki Kekaisaran Shin, beserta ribuan prajurit khusus yang berada dibawah kepemimpinan para Jenderal Besar.


Mendengar kabar itu, seluruh Kekaisaran segera menyiapkan pasukan besar untuk melakukan serangan besar-besaran ke wilayah perbatasan,


Serangan besar yang akan mereka lakukan bertujuan untuk mengambil kembali wilayah mereka yang sebelumnya diambil alih secara paksa oleh Kekaisaran Shin.


Melihat pasukan besar empat Kekaisaran yang mengepung perbatasan Kekaisaran Shin dari empat arah yang berbeda, prajurit Kekaisaran Shin yang ada di perbatasan tak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah mereka masuk ke wilayah yang mereka jaga.


Tanpa adanya Kaisar yang mereka layani, dan kematian seluruh Jenderal Besar membuat prajurit di perbatasan tak tahu harus melakukan apa selain menjatuhkan senjata dan menyerah.


Ratusan ribu prajurit Kekaisaran Shin yang berjaga di perbatasan akhirnya menyerah, dan saat ini mereka menjadi tawanan perang empat Kekaisaran.


Setelah mengambil alih perbatasan, prajurit dari keempat Kekaisaran merangsek maju untuk mengambil alih wilayah Kekaisaran Shin yang kini tak lagi memiliki penjagaan.


Dalam waktu dua hari, seluruh wilayah Kekaisaran Shin telah jatuh ketangan empat Kekaisaran yang menyerangnya. Keempat Kekaisaran sepakat membagi wilayah Kekaisaran Shin menjadi empat wilayah sama luas.


Hari itu juga nama Kekaisaran Shin resmi terhapus dari daratan Benua Kage, dan kini hanya tersisa empat Kekaisaran Besar yang menjadi penguasa di seluruh daratan Benua Kage.


Setelah berakhirnya perang, tiga Kekaisaran masih bingung mencari pelaku yang memusnahkan penghuni dan Istana Kekaisaran Shin, tetapi berbeda dengan Kekaisaran Azuma yang sudah tahu siapa pelaku yang melakukan itu.


“Kekuatan Yang Mulia Kaisar sangatlah luar biasa!... Hanya dengan segelintir orang yang pergi bersama anda, Yang Mulia dapat memuaskan seluruh kekuatan yang ada di Kekaisaran Shin...” Kata Heisuke Hanzo, Jenderal Besar Kekaisaran Azuma.


Saat ini Reinar tengah bersama dengan Hanzo yang kebetulan berada di kota yang beberapa hari yang lalu masih menjadi Ibukota Kekaisaran Shin.


Mendengar itu Reinar hanya tersenyum dan memukul ringan punggung Hanzo. “Tingkatkan seluruh kekuatan orang-orang yang ada di bawah kepemimpinan mu. Kamu dan mereka akan menjadi perisai Benua ini setelah dinding pembatas benua berhasil aku hancurkan...” Reinar memberikan sebuah cincin penyimpanan yang didalamnya terdapat berbagai sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatan Hanzo dan orang-orangnya.


“Jangan membuatku kecewa di saat nanti aku kembali lagi ke tempat ini!...” Kata Reinar lalu dia menghilang.


Hanzo membungkukkan tubuhnya setelah kepergian Reinar. “Hamba Hanzo tidak akan berani membuat Yang Mulia kecewa...” Kata Hanzo lalu dia kembali berdiri normal dan melihat apa yang ada di dalam cincin penyimpanan pemberian Reinar.


“I...ini!...” Tangan Hanzo gemetaran saat kedua matanya melihat banyaknya sumberdaya yang ada di dalam cincin penyimpanan pemberian Reinar.


Tiba-tiba Hanzo berlutut kearah tempat yang sebelumnya di tempati Reinar. “Hamba, Hanzo bersumpah akan selalu menjadi pelayan Yang Mulia Kaisar Benua sampai nafas terakhir yang hamba hembuskan...” Kata Hanzo bersungguh-sungguh.


Reinar yang berada di balik awan tersenyum melihat kesungguhan yang terpancar dari sorot mata Hanzo. “Semoga kamu tidak menjadi seseorang yang lupa diri dan membuatku kecewa...” Gumam Reinar lalu dia pergi meninggalkan kota yang beberapa hari ini telah menjadi tempat singgahnya.


Reinar melayang di udara sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepannya untuk menjaga perdamaian di dunia yang dia tempati.


“Mengambil sisa warisan Kaisar Naga dan pergi ke wilayah Benua Utara untuk memusnahkan monster yang tersegel di tempat itu. Mungkin itu akan menjadi dua tugas terakhir sebelum aku membuka dinding pembatas benua dan setelahnya aku akan pergi menuju alam immortal...” Kata Reinar.


“Apa aku akan mengajak seluruh keluarga ku pergi ke alam immortal?...” Reinar menggelengkan kepalanya.


“Untuk sementara waktu hanya aku sendiri yang akan pergi ke alam immortal, lalu setelah aku memiliki pondasi yang kuat di alam immortal, barulah aku akan membawa mereka ke sana. Dengan begitu, keamanan mereka selama di alam immortal akan terjamin...” Kata Reinar menyunggingkan senyuman


°°°


Satu minggu telah berlalu.


Reinar telah mendapatkan seluruh warisan para Kaisar Naga, dan saat ini dia tengah berada di Benua Utara menatap monster tersegel yang berasa di tengah-tengah lautan es.


[Tuan, Qilin itu masih berusia ratusan ribu tahun, usia itu menandakan kalau dia masih sangat muda, dan dari aura yang dia keluarkan sepertinya dia tertarik dengan keberadaan tuan...]


“Tertarik denganku?... Apa maksudmu dengan dia tertarik dengan keberadaan ku?...” Kata Reinar penasaran.


[Ras Qilin berada di urutan Ras terkuat ketiga setelah Ras Immortal dan Ras Dewa. Qilin yang tuan lihat adalah Qilin betina, dan akan sangat wajar mereka tertarik dengan tuan yang merupakan Ras Immortal murni...]


“Lilia, apa kamu tidak sedang membohongiku?... Bagaimana mungkin makhluk menyeramkan seperti itu bisa tertarik dengan aku yang berwujud manusia?...” Kata Reinar.


[Tuan, wujud itu adalah wujudnya yang lain. Layaknya nona Ling Yue yang bisa merubah wujud dirinya menjadi seekor naga, sebaliknya Qilin itu juga bisa berubah menjadi sosok manusia, dan aku pastikan kalau tuan akan tertarik dengan wujud manusianya...]


“Aku tidak akan tertarik untuk menambah pekerjaan diatas ranjang. Kau tahu, aku bahkan tak ingin mencari wanita dari ras immortal seperti yang mereka inginkan...” Kata Reinar mengingat keinginan aneh para istrinya.


[Aku yakin tuan sanggup melayani lima belas orang Istri dengan kekuatan yang saat ini tuan miliki. Sekarang baru sembilan, tambah enam lagi juga tidak akan menjadi masalah, hahahaha...]


Reinar tersenyum kecut mendengar tawa Lilia yang menggema di pikirannya. “Meski kamu bilang aku sanggup melayani lima belas orang istri, tetapi aku akan tetap merasa kasihan pada junior ku. Dia pasti akan bekerja lebih keras untuk memuaskan mereka...” Kata Reinar membayangkan ada lima belas wanita sedang mengerubunginya.


Di saat mereka berdua tengah asik berbicara, tiba-tiba muncul sosok wanita yang kecantikannya setara dengan para istri Reinar, atau bahkan dia lebih cantik dari mereka.


Wanita bergaun putih itu muncul tepat di depan Reinar dengan wajah memerah, dan saat ini dia tengah menatap wajah Reinar dengan bola mata berwarna abu-abu kebiruan.


“Aku sangat menyukai aura mu!...” Wanita itu tersenyum lebar lalu dengan cepat dia melompat dan memeluk erat tubuh Reinar seolah telah menemukan apa yang selama ini tengah dia cari.


“Auramu sangat menenangkan. Biarkan aku terus di sisimu!...” Wanita itu terus menempel ke tubuh Reinar setelah dia melepas pelukannya.


Reinar tahu wanita yang terus menempel padanya adalah wujud manusia dari Qilin yang baru dia lihat, tetapi dia tidak menyangka kalau wanita ini akan sangat merepotkan dengan tingkah manjanya.


[Di usianya saat ini bisa dikatakan kalau dia setara dengan umur seorang gadis remaja. Sikap manjanya menunjukkan bahwa dia sangat menyukai tuan dan dia telah menganggap tuan sebagai pasangannya...]


“Apa pasangan?... Lebih baik aku segera menolaknya!...” Kata Reinar yang sedikit kurang nyaman dengan wanita manja yang tak mau melepaskan tubuhnya.


[Tidak ada penolakan bagi Ras Qilin. Mereka akan mengakhiri hidupnya saat pasangan yang mereka pilih tidak bisa menerimanya. Apa tuan tega membiarkan wanita secantik itu mengakhiri hidupnya karena penolakan yang tuan lakukan?...]


Mendengar itu Reinar menatap wajah wanita Qilin yang terlihat begitu menggemaskan di saat dia menunjukkan senyuman di wajahnya. Melihat senyumnya pasti membuat semua pria ingin segera menyembunyikannya di dalam rumah.


Reinar menggelengkan kepala dan menghela nafas panjang. “Baiklah, kamu menang. Aku bukan pria sekejam itu yang membiarkan wanita polos sepertinya mengakhiri hidup hanya gara-gara penolakan dariku, tetapi aku akan tetap meminta persetujuan para istriku, dan keputusan mereka lah yang akan menentukan segalanya...” Kata Reinar.


[Aku yakin mereka akan menerimanya. Lagian mana mungkin mereka menolak kecantikan dan keimutan yang dimilikinya...]


Reinar menganggukkan kepalanya. “Apa kamu ingin ikut denganku?...” Kata Reinar pada wanita yang terlihat begitu manja.


“Kamu sekarang adalah suamiku, jadi aku akan ikut kemanapun suami ku pergi...” Kata Wanita Qilin menjawab pertanyaan Reinar.


“Sekalipun kamu tahu aku memiliki banyak istri apa kamu akan tetap ingin bersama ku?...”Kata Reinar.


Wanita itu menganggukkan kepalanya. “Asalkan kita bisa tetap bersama, aku tidak masalah dengan seberapa banyak wanita yang menjadi istri dari suami ku...”


“Haaahhh...” Reinar menghela nafas.


“Dia dan mereka bersembilan tidak ada bedanya. Di saat para istri di luaran sana tidak ingin berbagi suami, mereka justru menyuruhku menambah jumlah mereka...” Kata Reinar membatin lalu dia membuat sebuah portal yang akan membawanya langsung menuju kediamannya yang berada istana Kekaisaran Naga.


°°°


Bersambung...