
Kota Touloun.
Kediaman Walikota.
Serena dan Scarla menggelengkan kepalanya saat melihat Reinar datang bersamaan dengan empat wanita yang berjalan di belakangnya.
“Tuan sudah menambah satu lagi wanita cantik.” Kata Serena berbisik.
Scarla mengangguk. “Dan sepertinya masih akan ada banyak wanita lainnya.” Balas Scarla.
“Apa yang sedang kalian bicarakan?.” Tanya Reinar melihat Serena dan Scarla berbicara sendiri saat melihat kedatangannya.
Jelas mereka berdua tidak menjawab dengan kejujuran, dan mereka hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Reinar.
Reinar menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua wanita pengikutnya. “Di luar benteng kota sedang terjadi keributan, lalu kenapa kalian berdua berdiam diri di tempat ini?.” Tanya Reinar begitu tenang.
“Kami akan menjadi pertahanan terakhir kota ini, jadi kami bertugas di tempat ini, melindungi penduduk yang berlindung di kediaman anda tuan.” Jawab Serena menunjukkan keberadaan penduduk kota yang berlindung di kediaman Reinar yang ada di kota Touloun.
“Hanya serangan orang-orang lemah, kenapa juga penduduk harus berlindung?.” Kata Reinar pelan, lalu dia bersama empat wanita yang mengikutinya melesat pergi menuju benteng kota Touloun.
Suasana keributan di benteng kota Touloun seketika mereda saat kedatangan Reinar, melihat pemimpin kita mereka datang, prajurit kota Touloun memberikan penghormatan pada pemimpin mereka, sedangkan untuk para Jenderal Kekaisaran Arkana, mereka sangat mengenali sosok yang baru datang melalui warna pupil mata Reinar.
“Kalian sungguh lancang, beraninya kalian terus menerus membuat keributan di kotaku!.” Kata Reinar dengan senyum dingin.
“Hanya Pangeran sampah, tapi terlalu banyak bicara.” Kata salah satu Jenderal memaki Reinar.
Reinar tersenyum sinis. “Apa kau ingin mencoba melawan sampah ini?.” Kata Reinar mengeluarkan aura agung Kaisar Naga kegelapan.
Semua orang yang merasakan aura Reinar, mereka segera tertunduk karena tekanan yang keluar dari aura yang di keluarkan Reinar. Mereka semua melihat Reinar layaknya Dewa kegelapan yang bisa menelan mereka dalam kegelapan tak berdasar.
Tubuh Jenderal yang baru memaki Reinar bergetar merasakan aura Reinar, dan tak lama dia jatuh tersungkur mencium tanah.
“Jenderal sialan, berani menghina tuanku, kau harus mati.” Kata Freya yang muncul di samping sang Jenderal dan langsung menendangnya.
BOOMMM....
Tubuh sang Jenderal di kirim terbang ratusan meter hanya dengan sedikit kekuatan yang Freya keluarkan.
“Kau harus mati.” Teriak Freya sekali lagi dia muncul di dekat tubuh sang Jenderal dan kembali dia menendangnya, tapi dia sedikit menaikkan kekuatannya.
BOOMMM...
Tubuh sang Jenderal terbang ke langit dan jatuh menghantam bumi dengan keadaan tak lagi bernyawa.
***
Kereta kuda Kaisar Denis.
“Keputusanku untuk datang ternyata bukan keputusan yang salah. Aku bisa melihat kekuatannya secara langsung, dan dia jauh lebih layak untuk menggantikan ku daripada Putra Mahkota yang sangat lemah.” Kata Kaisar Denis tersenyum senang.
“Wanita di sekitarnya juga cukup layak untuk menghangatkan ranjang ku.” Imbuh Kaisar Denis melihat penuh nafsu para wanita di sekitar Reinar.
“Kau jangan terlalu banyak bermimpi Kaisar Denis.” Kata sosok yang tiba-tiba muncul di samping Kaisar Denis.
Kaisar Denis melihat sosok yang ada di sampingnya dengan tatapan keheranan. Baru kali ini Kaisar Denis mendengar pelindungnya yang begitu kuat mengatakan jika keinginannya hanyalah sebuah mimpi yang artinya tidak mungkin bisa di wujudkan.
“Apa yang kau katakan?. Kau menganggap keinginanku akan para wanita itu hanya mimpi?. Asal kau tahu, semua yang aku inginkan akan menjadi milikku.” Kata Kaisar Denis sombong.
Sosok di samping Kaisar Denis hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian menghilang. “Berhati hatilah, aku bahkan tidak akan mampu melindungi mu kalau kamu salah langkah.” Kata sosok yang telah menghilangkan dalam kekosongan.
Kaisar Denis tersenyum sinis mendengar pesan dari sosok yang selama ini selalu melindunginya dari balik bayang-bayang.
***
Benteng kota Touloun.
Tiga wanita lainnya yang melihat kemarahan Freya, mereka segera mendekati Freya dan mencoba menenangkannya.
“Masih banyak yang lainnya, kenapa kamu buang-buang tenaga hanya untuk orang yang sudah mati?.” Kata Rhea yang membawa Freya kembali ke benteng kota Touloun.
Freya mengangguk mendengar apa yang di katakan Rhea, dan kini dia menatap ribuan prajurit Kekaisaran Arkana yang masih jatuh tertunduk karena tekanan aura Reinar.
***
Reinar melayang di tengah-tengah ribuan prajurit Kekaisaran Arkana, dia tidak menyerang, tapi dia justru melesat pergi ke barisan paling belakang dari prajurit Kekaisaran Arkana, dimana di tempat itu ada sebuah kereta kuda yang terparkir dengan penjagaan sangat ketat.
Saat Reinar mendekati kereta kuda itu, lima orang Jenderal muncul dan mengajarkannya.
“Menyingkirlah!...." Teriak Reinar melambaikan tangan dan membuat kelima Jenderal terpental ke berbagai arah.
“Putraku, kenapa kamu terlihat begitu marah?.” Tanya Kaisar Denis yang keluar dari kereta kudanya.
“Kita tidak sedekat itu Kaisar Denis, jadi tolong rubah cara kamu memanggilku.” Kata Reinar menatap tajam wajah Kaisar Denis yang masih menampilkan sebuah senyuman.
Dulu jiwa yang meninggali tubuh Reinar selalu mengejar Kaisar Denis demi mendapatkan sedikit perhatiannya, bahkan dia rela mati-matian berlatih untuk membuat bangga sang Kaisar, tapi Kaisar Denis justru penyebab kematiannya.
Namun sekarang semua telah berubah, hanya amarah yang Reinar rasakan saat melihat rupa Kaisar Denis. Kenangan dari tubuh yang dia tempati, mengungkap seperti apa keburukan sang Kaisar, dan itu membuatnya muak serta dia ingin segera melenyapkan pria yang ada di depannya.
“Kaisar Bodoh....” Kata Freya dan yang lainnya saat mereka melayang di samping Reinar.
“Apa kau lupa kalau aku ini Ayahmu?. Sudah sewajarnya aku memanggil mu seperti itu.” Kata Kaisar Denis dengan menunjukkan senyum lembutnya.
Tapi sayangnya Reinar sudah terlalu sering melihat senyum kebohongan, jadi dia tak akan termakan senyum palsu Kaisar Denis.
“Jika aku anakmu, mana mungkin kamu tega membunuhku!. Ingat wahai Kaisar bodoh, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa setelah kamu merencanakan pembunuhan kepadaku.” Kata Reinar, lalu dia menghilang dan muncul di samping Kaisar Denis dengan tendangan yang sudah dia arahkan ke tubuh sang Kaisar.
BOOMMM...
Kaisar Denis sempat menahan tendangan Reinar, tapi karena tendangan itu terlalu cepat dan kuat, tubuh Kaisar Denis terlempar dan baru berhenti saat menghantam sebuah pohon.
“Cepat dan sangat kuat.” Kata Kaisar Denis bangkit dan mengelap darah ysng keluar dari sela bibirnya.
Melihat kekuatan Reinar yang berada di atasnya, Kaisar Denis mulai menyesali keputusannya ikut datang ke kota Touloun, tanpa menbawa kekuatan utama Kekaisarannya.
Saat Kaisar Denis ingin meminta tolong pada sosok yang bersembunyi di balik bayangannya, dia terkejut merasakan jika sosok di bayangannya telah menghilangkan dan dia mencoba mencari kemana perginya sosok itu.
“Kau mencarinya?.” Kata Freya menunjukkan pria tuan yang tengah berada di cengkeraman tangannya.
“Bagaiman kau bisa melakukan itu padanya?.” Tanya Kaisar Denis ketakutan. Dia kini mulai sadar akan perkataan sosok pelindung yang sebelumnya sudah memperingati dirinya akan kekuatan para wanita yang ingin dia jadikan penghangat ranjang.
“Ini sangat mudah, dan ini semua karena kalian sangatlah lemah.” Balas Freya yang membanting tubuh pria tua di tangannya, sampai kepalanya hancur, dan kemudian melemparkannya ke arah Kaisar Denis.
BOOMMM....
“Ini tidak mungkin!.” Kata Kaisar Denis melihat pria tua yang selalu melindunginya mati dengan sangat mudah.
Dia lalu menatap Freya yang seketika membuatnya ketakutan, dan setelahnya dia menatap Reinar untuk memohon belas kasihan darinya.
“Jangan pernah berharap aku akan mengampuni mu!.” Teriak Reinar melesat ke arah Kaisar Denis dan kembali menendangnya.
BOOMMM....
***
***Bersambung...***
Jangan lupa like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊....