
Yuan Jin segera melompat ke arah lain menjauhi keberadaan Reinar, lalu dia berkata. “Jangan berkata ingin membunuhku kalau kamu tidak bisa melukaiku!.... Sekalipun kau saat ini lebih kuat dari ku, bukan berarti kau bisa dengan mudah melukaiku atau bahkan membunuh ku. Aku masih punya banyak cara untuk mematahkan kesombongan mu itu....”
Yuan Jin melihat keberadaan banyak orang yang masih setia menjadi bawahannya. Melihat keberadaan mereka, senyum Yuan Jin mengembang menghiasi wajahnya yang sempat berputus asa. Bukan hanya tersenyum, tetapi dia juga melihat secercah harapan untuk meningkatkan kekuatannya secara cepat. Dengan meningkatnya kekuatan yang dia miliki, dia yakin dapat mengalahkan pemuda yang saat ini berada tak terlalu jauh dari hadapannya.
Reinar merasakan akan adanya sesuatu yang buruk saat dia melihat senyuman yang menghiasi wajah Yuan Jin. Tetapi dia sangat penasaran, kiranya apa yang akan dilakukan oleh Yuan Jin untuk mengalahkannya?....
“Apa kau kira saat ini aku sudah menunjukkan semua yang aku miliki?.... Kalau kau berpikir seperti itu, itu adalah sebuah kesalahan besar, karena saat iniaku memang belum menunjukkan apapun kepadamu. Dan asal kau tahu, aku tidak sesederhana seperti yang ada di pikiranmu!....” Kata Reinar dengan senyum cerah yang menghiasi wajahnya.
Yuan Jin terkekeh saat mendengar perkataan Reinar. Baginya, apa yang dikatakan Reinar hanyalah sebuah omong kosong, dan tujuannya mengatakan itu adalah untuk menggertak dirinya. Namun dia mungkin akan mempertimbangkan perkataan Reinar kalau saat ini ada sosok yang paling dia takuti berada di sisi Reinar.
Bagi Yuan Jin, dia lebih takut pada Ayah dari Reinar yang merupakan sosok Penguasa tiga dunia. Seandainya dia tahu kalau sosok yang dia takuti memiliki ketakutan kepada sosok Reinar, mungkin saat ini dia sudah terkencing di celananya dan memilih mengakhiri sendiri kehidupannya.
“Kau masih terlalu muda dan terlalu lemah. Kau belum benar-benar melihat seberapa banyak sosok di alam semesta ini yang jauh lebih kuat dari mu, dan asal kau tahu, aku adalah salah satu sosok yang jauh lebih kuat dari mu di saat aku mengerahkan seluruh kekuatanku. Dengan semua yang aku miliki, aku dengan mudah akan mengalahkan mu!....” Ujar Yuan Jin dengan menunjukkan senyum meremehkannya.
Mata hitam Yuan Jin seketika berubah warna menjadi merah terang bersama dengan aura energi berwarna merah yang keluar dari dalam tubuhnya. Begitu energi yang di keluarkan sudah stabil, dia dengan cepat melesat ke arah Reinar. Namun serangan yang di lancarkan Yuan Jin dengan kecepatan tinggi masih dapat di tahan Reinar dengan sangat mudah.
Yuan Jin kembali mengambil jarak aman dari Reinar begitu beberapa serangannya dapat ditahan dengan mudah oleh Reinar. “Kau hanya bisa bertahan, tapi itu sangat wajar karena kenyataannya kau memang jauh lebih lemah dariku....” Kata Yuan Jin.
Reinar hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Yuan Jin. Lalu tanpa membalas apa yang dikatakan oleh Yuan Jin, Reinar dengan santainya melayang mendekat ke arah Yuan Jin. Semua orang dapat melihat pergerakan Reinar, namun anehnya mereka juga melihat Yuan Jin yang tak mencoba menghindari Reinar yang akan melakukan serangan ke arahnya.
Lilia tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh tuannya, dari sekian banyak orang di aula Kekaisaran Dewa Langit mungkin hanya dia yang tahu apa yang tengah terjadi kepada sosok Yuan Jin.
Sebelum melayangkan sebuah pukulan ke arah Yuan Jin, Reinar menyempatkan dirinya mengatakan sesuatu kepada sosok Yuan Jin. “Kau bahkan tidak akan mampu bertahan dari serangan lima persen kekuatanku....”
Yuan Jin sendiri mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Reinar, tetapi anehnya dia tak bisa menggerakkan tubuhnya dengan leluasa seolah ada kekuatan kasat mata yang tengah mengekang pergerakannya. Dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk menghindari serangan Reinar yang terlihat jelas oleh kedua matanya.
“Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan kepada tubuhku?.... Kenapa aku sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh ku sesuai keinginan ku?.... Sialan, aku kira kau orang yang adil dalam pertarungan, ternyata kau sangatlah licik!....” Teriak Yuan Jin sambil terus berusaha menggerakkan tubuhnya.
“Aku kira kau benar-benar kuat, ternyata kau masih jauh dari harapan ku, bahkan kau tidak tahu tentang apa yang telah aku lakukan kepadamu!.... Tetapi karena aku baik, aku akan menjawab pertanyaan mu, dan selamat karena saat ini kau tengah terjebak dalam teknik pengendali ruang dan waktu milik ku....” Ujar Reinar dengan santainya.
Mendengar semua itu, membuat Yuan Jin semakin kesal karena kini dia dihadapkan pada lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkannya. Seumur hidup hanya Penguasaan tiga dunia lah yang paling dia takuti, tetapi kini dia juga di buat takut oleh pemuda yang merupakan putra dari sosok yang paling dia takuti.
Namun Yuan Jin tidak ingin menyerah tanpa perlawanan. Dengan sekuat tenaga dia mencoba lepas dari jeratan teknik ReinarReinar. Otot-otot di tubuhnya membesar bersamaan dengan hancurnya pakaian yang dia kenakan, dan tak lama semua orang dapat melihat wujud asli Yuan Jin yang merupakan sosok iblis bertubuh tinggi besar dengan dua tanduk melengkung yang berada di kepalanya.
Energi merah kehitaman keluar dari tubuh besar Yuan Jin, bersama dengan aura kuat yang sanggup membuat bangunan aula Kekaisaran bergetar hebat. Setelah wujudnya bertransformasi sempurna, Yuan Jin menunjukkan senyumannya yang sangat mengerikan.
Reinar hanya berdiam diri di tempatnya setelah dia menarik pukulan yang akan dia lesatkan ke tubuh Yuan Jin. Walau lawannya telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, Reinar masih saja terlihat tenang, bahkan masih terlihat sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya. Dengan menggunakan seluruh kekuatannya, sosok Yuan Jin masih belum bisa menjadi lawan yang akan menyusahkannya. Karena itu dalam diamnya Reinar masih senantiasa menunggu kejutan apa yang kiranya akan ditunjukkan oleh Yuan Jin.
Lilia yang berada di dekat Wei Jian, dia memerintahkan sosok Pangeran itu untuk membawa orang-orangnya pergi meninggalkan aula Kekaisaran, termasuk dengan Wei Kong yang terlihat enggan meninggalkan pertarungan antara Reinar dan Yuan Jin. Tetapi demi keselamatannya, dia akhirnya memilih melihat pertarungan dari jarak yang cukup aman.
“Peperangan ini pasti di menangkan oleh tuan, jadi kita tidak perlu pergi meninggalkan tempat ini seperti Pangeran pengecut itu!....” Kata salah satu petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang mengabdikan diri sebagai bawahan Yuan Jin.
Di sisi lain, Yuan Jin dengan sombong menunjukkan wujud aslinya yang terlihat begitu mendominasi. “Dengan wujud asli ku, sekalipun kau memiliki teknik pengendali ruang dan waktu, kau tetap bukan lawan sepadan untuk sosok yang Agung ini!.... ” Teriak Yuan Jin disertai dengan tawa keras yang membuat merinding orang-orang yang mendengarnya.
Reinar lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya. Mengalahkan dirinya yang memiliki teknik pengendali ruang dan waktu?.... Teriakan Yuan Jin justru terdengar seperti sebuah lawakan baginya, bagaimanapun juga dia tadi hanya menggunakan teknik pengendali ruang dan waktu hanya dengan lima persen kekuatannya.
“Kau terlalu pandai berkata omong kosong, namun pada kenyataannya kaulah yang akan mati di tanganku!....” Aura kekuatan yang sangat luar biasa keluar dari tubuh Reinar bersama dengan kedua bola mata Reinar yang memancarkan cahaya terang berwarna putih keemasan.
Bangunan aula Kekaisaran Dewa Langit kembali bergetar, namun kini bangunan itu terlihat mulai mengalami keretakan dan sewaktu-waktu bisa runtuh. Di saat aula Kekaisaran mulai runtuh di beberapa sisi, semua orang termasuk Yuan Jin dapat melihat sosok Reinar yang diselimuti cahaya yang terlihat begitu suci dan agung.
Lilia tersenyum semakin lebar melihat wujud tuannya. “Walaupun dulu aku sering melihat perubahan wujud sempurna tuan, tetapi perubahan awal tuan memang terlihat paling memukau....”
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....