
Reinar dan Kaisar Ling Mou masuk ke aula pertemuan Istana Kekaisaran Ling, dan tak lama datang Kaisar Tang Hui beserta Putra Mahkota Tang Yuan.
Di aula pertemuan juga hadir beberapa Jenderal besar dari kedua Kekaisaran. Para Jenderal dari Kekaisaran Ling menaruh hormat saat melihat kedatangan Kaisar Ling Mou yang di dampingi Reinar. Sedangkan Jenderal Kekaisaran Tang, mereka menatap penuh kebencian pada Reinar yang telah berani melukai Kaisar dan Putra Mahkota Kekaisaran mereka.
“Yang Mulia Kaisar Ling Mou, siapa sebenarnya pemuda itu?. Apa benar dia merupakan suami dari putri Ling Yue?.” Kaisar Tang Hui melayangkan sebuah pertanyaan pada Kaisar Ling Mou.
Kaisar Ling Mou menatap Kaisar Tang Hui dan putranya. “Dia adalah keponakanku, selain itu dia memang suami dari putri Ling Yue, dan saat ini putri Ling Yue telah mengandung calon anaknya...”
Kaisar Ling Mou memberikan jawaban sambil menatap Reinar yang menunjukkan senyuman hangat padanya.
“Apa kamu punya bukti jika putri Ling Yue benar-benar istri mu?.” Putra Mahkota Tang Yuan menatap tajam kearah Reinar yang terlihat begitu tenang.
Kaisar Ling Mou dan para Jenderal Kekaisaran Ling menunjukkan rasa ketidaksenangan mereka atas pertanyaan yang layangkan oleh Putra Mahkota Tang Yuan, tapi mereka hanya bisa diam dan menanti apa yang akan di lakukan Reinar.
“Putra Mahkota Tang Yuan semua bukti yang kamu inginkan ada di benda ini, dan ini akan membuktikan bahwa aku memang suami dari putri Ling Yue.” Reinar mengeluarkan kristal memori yang telah merekam semua prosesi pernikahan dirinya dengan para istrinya.
“Apa yang bisa kamu buktikan dengan menunjukkan benda konyol itu?.” Putra Mahkota Tang Yuan meremehkan kristal memori yang Reinar taru di meja yang berada di tengah-tengah aula pertemuan.
“Lebih baik kamu diam dan melihat!...” Kata Reinar dengan aura dingin yang mengelilinginya.
Aura yang Reinar keluarkan menunjukkan jika hatinya dalam keadaan kurang baik.
“Keponakanku, kau bisa memulainya...” Kata Kaisar Ling Mou.
Reinar menganggukkan kepalanya dan dia mulai mengalirkan energi Qi ke kristal memori. Tak butuh waktu lama kristal memori bersinar dan mulai menayangkan rangkaian pernikahan Reinar dengan kedelapan istrinya.
Kaisar Ling Mou dan para Jenderalnya tercengang sekaligus kagum saat melihat Reinar yang menikahi delapan wanita sekaligus dalam satu waktu, tetapi pemandangan yang berbeda terlihat jelas pada orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Tang.
Kaisar Tang Hui merasa iri melihat kecantikan istri Reinar, dan dia merasa kalau pemuda itu tak pantas mendapatkan istri yang begitu cantik dan menggoda. Di sisi lain Putra Mahkota Tang Yuan tidak terima melihat wanita pujaannya telah menjadi istri orang lain, dan dia sangat marah pada Reinar yang telah merebut wanita yang sudah dia cintai sejak kecil.
Melihat kristal memori telah menayangkan apa yang perlu di lihat semua orang, Reinar segera menyimpan kembali kristal memori miliknya.
“Sungguh pemuda yang rakus dan tak tahu malu. Hal menjijikkan seperti apa yang kamu lakukan sampai para wanita itu mau menjadi istri mu?.” Kaisar Tang Hui menunjukkan rasa tidak sukanya pada Reinar dengan melempar sebuah pertanyaan yang akan membuat orang-orang berpikiran buruk tentang Reinar.
“Kaisar Tang Hui, kami menikah atas dasar suka sama suka, dan aku tidak melakukan hal apapun yang membuat mereka terpaksa menikah denganku. Lebih baik anda jangan menuduh seseorang tanpa bukti, kalau anda tidak tahu apa konsekuensinya." Balas Reinar dengan nada suara datarnya.
“Cih, kau mengancam ku?. Ancaman mu justru membuatku semakin kalau para wanita itu memang terpaksa menikah dengan mu.” Kaisar Tang Hui menunjukkan tatapan mata jijiknya ke arah Reinar.
“Ayahanda Kaisar benar, aku punya keyakinan kalau putri Ling Yue juga terpaksa menikah denganmu. Aku tidak tahu cara seperti apa yang kamu gunakan untuk memaksa mereka, tapi aku yakin cara itu pasti sangat menjijikkan.” Putra Mahkota Tang Yuan menunjukkan ekspresi yang sama dengan Kaisar Tang Hui, begitu juga dengan para Jenderal Kekaisaran Tang yang selalu mempercayai perkataan pemimpin mereka.
“Entah kenapa aku merasa Kekaisaran Tang penuh dengan orang yang tak tahu malu...” Reinar terkekeh geli melihat ekspresi yang di tunjukkan orang-orang dari Kekaisaran Tang.
“Selain sifat buruk mu pada para wanita, ternyata mulut mu juga sama buruknya dengan sifat mu. Menghina Kekaisaran Tang, sama artinya kau mencari mati!...” Kaisar Tang Hui murka mendengar hinaan Reinar.
Renar manatap tajam semua orang yang berasal dari Kekaisaran Tang sambil sedikit mengeluarkan aura kekuatannya yang baru meningkat sampai ke tingkat Dewa Bumi awal. Selain aura Dewa Bumi nya, Reinar juga mengeluarkan aura Kaisar Naga Kegelapan yang seketika membuat semua orang di aula pertemuan istana Kekaisaran Ling tak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Kau pikir aku takut dengan Kekaisaran mu?. Asal kau tahu, Kekaisaran Ling yang di bantu leluhur Ling Long sekalipun tak akan bisa mengalahkan ku. Kekaisaran Tang kalian yang begitu lemah mengatakan kematian padaku?. Kalau kalian ingin mati lebih cepat, dengan senang hati aku bisa melakukannya.” Sorot mata dingin Reinar membuat merinding siapapun yang melihatnya.
Kaisar Ling Mou sebenarnya merasa terhina akan perkataan Reinar, tapi dia harus mengakui jika perkataan Reinar adalah sebuah kebenaran.
“Ke-keponakan ku, apa kamu bisa kembali menarik auramu?. Ini membuatku seperti tercekik...” Kata Kaisar Ling Mou dengan suara yang begitu pelan.
“Maaf kan aku Paman, aku terlalu terbawa emosi...” Reinar menarik kembali auranya, tapi dia tak sedikitpun mengalihkan tatapannya pada Kaisar Tang Hui dan orang-orang yang bersamanya.
“Haaah, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega...” Kaisar Ling Mou menarik nafas dalam-dalam setelah terbebas dari tekanan aura Reinar.
Setelah aura Reinar yang memberi tekanan hebat hilang, Kaisar Tang dan orang-orangnya kembali menunjukkan sifat arogan mereka. Tapi kali ini mereka tak akan secara langsung memprovokasi Reinar, karena mereka tahu seberapa mengerikan nya pemuda itu.
Pada saat suasana aula pertemuan hening, dari arah pintu masuk dua wanita memasuki aula pertemuan, dan mereka langsung mengambil tempat berdiri di samping kanan serta kiri Reinar. Tak ingin melihat kedua istrinya berdiri, Reinar membuat satu tubuh bayangan dan menyuruhnya untuk mengambilkan kursi untuk kedua istrinya. Setelah kedua istrinya mendapatkan kursi dan duduk dengan anggun di dekatnya, Reinar segera menghilangkan tubuh bayangannya.
Freya dan Ling Yue dengan tenang menemani Reinar, lalu secara bergantian mereka menyediakan cemilan dan minum untuk Reinar.
Dari sudut matanya, Reinar dapat melihat Putra Mahkota Tang Yuan yang terbakar api cemburu melihat kemesraannya dengan Ling Yue.
“Kalian orang-orang dari Kekaisaran Tang, apa lagi yang ingin kalian lakukan di tempat ini?.” Tanya Reinar sambil menikmati teh yang baru dituangkan dalam cangkir miliknya oleh Ling Yue.
Freya dan Ling Yue hanya terkekeh melihat ekspresi wajah Reinar yang bisa membuat banyak orang tersulut emosi saat melihatnya, tetapi tiba-tiba Freya merasa kesal mendengar teriakkan seseorang saat dia ingin menyuapkan sepotong kue ke mulut Reinar.
“Kau pemuda yang tidak jelas asal usulnya, aku menantang mu dalam pertarungan kematian. Hanya orang yang masih hiduplah yang akan memenangkan pertarungan ini...” Putra Mahkota Tang Yuan berteriak dengan suara lantangnya.
“Aku menolak....” Kata Reinar singkat dan jelas.
Mendengar itu Putra Mahkota Tang Yuan menunjukkan senyumannya yang begitu meremehkan Reinar. “Kau hanya berani menggertak, tapi kau tidak berani menerima tantangan ku...”
Reinar tak langsung membalas, dia justru menikmati potongan kue yang di suap kan Freya kedalam mulutnya. “Kau lemah, dan lagi aku tidak melihat keuntungan apapun kalaupun aku menerima tantangan mu.” Balas Reinar lalu dia kembali melahap kue manis yang di sodorkan Freya.
Putra Mahkota Tang Yuan menggertak-kan giginya saat mendengar balasan Reinar. Dia akui kekuatan Reinar memang jauh di atasnya, tapi dia punya banyak cara untuk membuatnya menang, termasuk menggunakan berbagai cara licik yang tentunya sudah dia pikirkan.
“Kalau kau menang, seluruh hartaku akan menjadi milikmu, tapi kalau kau kalah, putri Ling Yue harus kau berikan padaku...” Kata Putra Mahkota Tang Yuan.
“Putra Mahkota Tang Yuan, aku sama sekali tidak tertarik dengan hartamu, dan aku tidak akan pernah mempertaruhkan istri yang aku cintai untuk hal konyol seperti tantangan yang kau berikan padaku, tapi aku tertarik dengan nyawamu, dan aku menerima tantangan mu.” Kata Reinar tapi dia sama sekali tidak melihat Putra Mahkota Tang Yuan. Baginya, pemandangan di kanan dan kirinya lebih menarik daripada melihat wajah menjijikkan Putra Mahkota Tang Yuan.
“Apa kau yakin menantangnya Putra ku?.” Kaisar Tang Hui terkejut dengan keputusan yang di ambil putranya, dan dia bertanya untuk memastikan jika putranya memang sungguh-sungguh akan tantangan yang dia berikan pada Reinar.
“Ayahanda tenang saja, aku punya banyak cara untuk mengalahkannya, dan aku pastikan Ayahanda bisa mengambil istrinya yang lain setelah kematiannya.”
Kaisar Tang Hui tersenyum. “Kau memang putraku!...” Memukul ringan punggung putranya penuh kebanggaan.
“Apa kalian sudah selesai?.” Reinar melihat dua orang yang saling berbisik, tetapi sepelan apapun suara mereka, Reinar masih dengan jelas dapat mendengarnya.
“Kau, dua hari lagi kita akan bertemu di area kematian mu!...” Teriak Putra Mahkota Tang Yuan.
“Kematian ku?. Aku memang akan mati, tapi aku tidak akan mati dalam waktu dekat, apalagi mati di tanganmu, itu sangat tidak mungkin terjadi.” Balas Reinar dengan malas.
“Terlalu sombong, kesombongan biasanya menunjukkan jika kau hanyalah orang lemah..”
“Aku sombong karena aku punya banyak hal yang bisa aku sombongkan, tapi lihat dirimu, wajar kalau kau tidak sombong, karena memang kau tidak punya apa-apa untuk si sombongkan...”
Kaisar Ling Mou dan para Jenderalnya terdiam, tapi sebenarnya sejak tadi mereka menahan diri untuk tidak menertawakan orang-orang Kekaisaran Tang.
“Yang Mulia Kaisar Ling, hamba Tang Yuan mohon kesediaan Yang Mulia untuk menjadi saksi pertarungan kami...” Putra Mahkota Tang Yuan berkata sopan pada Kaisar Ling Mou.
“Dengan senang hati aku akan menjadi saksi pertarungan kalian, dan aku akan menjadi saksi yang seadil-adilnya...” Balas Kaisar Ling Mou menatap bergantian antara Reinar dan Putra Mahkota Tang Yuan.
“Hei kau pemuda yang asal usulnya tidak jelas, ingat dua hari lagi adalah hari kematian mu. Nikmatilah sisa harimu bersama istri-istri mu sebelum kamu menikmati hari-hari indah di alam neraka...” Kata Putra Mahkota Tang Yuan lalu dia pergi meninggalkan aula pertemuan Kekaisaran Ling setelah dia memberi penghormatan pada Kaisar Ling Mou.
“Cara licik seperti apapun tak akan bisa membuatnya mendapat apa yang dia harapkan, dia justru tengah menggali kuburannya sendiri...” Kaisar Ling Mou dan dua istrinya mendengar apa yang baru di katakan Reinar, dan mereka setuju dengan itu.
“Anak itu terlalu bod*h, dia tidak bisa mengukur seberapa jauh perbedaan kekuatan mereka...” Kaisar Ling Mou menghela nafasnya saat dia mengingat kedekatan Putra Mahkota Tang Yuan dengan Kekaisarannya.
“Dia jauh berubah, aku bahkan merasa dia bukanlah orang yang dulu aku kenal..” Ungkap Ling Yue.
“Dia sudah di buat buta oleh perasaannya sendiri. Dari sekedar cinta, dia sudah terobsesi untuk memiliki mu, dan dia pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu. Tetapi sayangnya dia berurusan dengan orang yang salah, dan aku pastikan dia akan menerima kematian yang akan membuatnya menyesal karena telah berani berurusan dengan ku.”
Freya dan Ling Yue tersenyum mendengar apa yang dikatakan suaminya, sedangkan Kaisar Ling Mou, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat nasib buruk yang akan menimpa putra sahabatnya.
“Yang akan terjadi maka terjadilah...” Batin Kaisar Ling Mou.
***
Bersambung....