The World Emperor System

The World Emperor System
Peperangan Di Kekaisaran Dewa Langit



Ting... Ting... Ting...


Suara dentingan logam yang saling beradu terdengar di seluruh Ibukota Kekaisaran Dewa Langit. Jutaan prajurit dari berbagai Kerajaan telah mengepung benteng pertahanan Ibukota Kekaisaran Dewa Langit. Jutaan prajurit itu terus mencoba merangsek masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran yang hanya dijaga kurang dari dua juta prajurit.


“Jumlah mereka terlalu banyak, sepertinya hanya sebuah keajaiban yang mampu membuat Kekaisaran ini selamat dari kejatuhan. Sekalipun kakek berada di tempat ini, itu tak akan mengubah apa yang akan segera menimpa Kekaisaran ini...” Wei Jian yang belum resmi di angkat menjadi Kaisar, dia harus memikirkan cara terbaik untuk mempertahankan Kekaisaran Dewa Langit dari gempuran gabungan beberapa Kerajaan kuat yang sebelumnya menjadi bagian dari Kekaisaran Dewa Langit.


Dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh Kekaisarannya, Wei Jian akan mati-matian mempertahankan Kekaisaran yang dengan susah payah didirikan oleh para leluhurnya. Bermula dari sebuah desa kecil di tengah hutan belantara, setelah ratusan ribu tahun berlalu kini desa kecil itu telah berganti menjadi sebuah kota besar dengan istana megah yang berdiri di tengah-tengahnya.


Sementara itu di langit Ibukota Kekaisaran Dewa Langit. Reinar, Wei Kong, beserta belasan prajurit baru saja muncul dari portal teleportasi, dan mereka dibuat terkejut dengan keadaan Ibukota Kekaisaran. “Apa sebenarnya yang tengah terjadi selama kepergian ku?... Bagaimana bisa semua Kerajaan itu bekerja sama dan melakukan penyerangan kepada Kekaisaran yang selama ini telah menjadi pelindung mereka?... Dan lagi, sepertinya mereka selama ini telah menyembunyikan kekuatan yang mereka miliki...” Kata Wei Kong yang melihat Ibukota Kekaisaran tengah dilanda kekacauan.


Wei Kong dan belasan prajurit yang mengikutinya ingin segera pergi ke medan peperangan, tetapi langkah mereka dihentikan oleh Reinar yang sudah memiliki cara terbaik untuk menghentikan kekacauan yang tengah terjadi di Ibukota Kekaisaran Dewa Langit.


Setelah melihat Wei Kong dan belasan prajuritnya berdiam diri di tempatnya, Reinar dengan santai melambaikan tangan, dan detik berikutnya lima ratus prajurit dengan zirah berwarna emas muncul di atas langit Ibukota Kekaisaran Dewa Langit. Aura kekuatan lima ratus ribu prajurit milik Reinar sangatlah besar, bahkan aura mereka dapat dirasakan oleh semua prajurit yang tengah berperang.


Hanya dengan anggukan kepala dari Reinar, lima ratus ribu prajurit itu segera menyebar menjadi lima kelompok, dan masing-masing kelompok dipimpin oleh salah satu bawahan Reinar. Tujuan prajurit milik Reinar hanya satu, yaitu membantu prajurit yang tengah mempertahankan keberadaan Kekaisaran Dewa Langit.


Empat kelompok menyebar ke empat penjuru gerbang yang ada di Ibukota Kekaisaran Dewa Langit, sedangkan satu kelompok yang tersisa, mereka pergi menuju tempat berkumpulnya para Raja yang saling bekerjasama untuk menjatuhkan keberadaan Kekaisaran Dewa Langit.


Wei Kong dan belasan prajurit yang bersamanya hanya bisa menatap penuh kekaguman kepada prajurit yang dimiliki Reinar, dan sampai sekarang mereka tak ada yang tahu darimana munculnya seluruh prajurit itu. Memikirkan darimana munculnya prajurit Reinar, Wei Kong teringat akan adanya sebuah dimensi yang dapat digunakan untuk menyimpan jutaan makhluk hidup, dan setahunya hanya Penguasa Dunia Immortal sebelumnya lah yang memiliki sebuah dimensi yang dia gunakan untuk menyimpan seluruh prajuritnya.


“Yang Mulia, apa tidak seharusnya aku turun tangan dan ikut membantu mereka menyelesaikan perang ini?...” Tanya Wei Kong yang masih berdiam diri di tempatnya.


Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Reinar menjawab apa yang ditanyakan Wei Kong. “Lebih baik kamu kembali ke Istana dan menjaga keberadaan orang-orang mu yang mungkin sangat membutuhkan kehadiranmu. Untuk urusan perang ini, kamu bisa mempercayakannya kepadaku...”


Wei Kong menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah beberapa waktu mengenal Reinar, Wei Kong tahu kalau sosok Raja Kerajaan Yang itu sangat keras kepala dan tak bisa dibantah, karena itu dia berpikiran untuk melakukan apa yang di perintahkan nya tanpa adanya keinginan untuk membantahnya.


“Baiklah, kalau begitu aku akan melihat keadaan Istana terlebih dahulu!... Begitu aku selesai memastikan keamanan seluruh penghuni Istana Kekaisaran, aku pasti akan segera kembali menemui tuan!...” Kata Wei Kong lalu dia pamit dan langsung pergi menuju Istana Kekaisaran Dewa Langit.


Reinar hanya menganggukkan kepalanya lalu dia membiarkan Wei Kong dan prajurit yang bersamanya pergi menuju Istana Kekaisaran Dewa Langit.


Setelah kepergian Wei Kong dan prajuritnya, Reinar terus memperhatikan peperangan di gerbang Ibukota Kekaisaran, dan sesekali dia juga memperhatikan kekacauan yang tengah terjadi di dalam Ibukota Kekaisaran. Melihat beberapa penduduk Ibukota ketakutan, Reinar mengeluarkan ribuan prajurit wanita untuk menenangkan penduduk Ibukota Kekaisaran yang tengah dilanda ketakutan.


°°°


Istana Kekaisaran Dewa Langit.


Keadaan Istana Dewa Langit terlihat sangat kacau. Banyak prajurit yang mengalami luka tengah dirawat di halaman Istana Kekaisaran. Kekacauan yang terjadi di istana Kekaisaran membuat beberapa petinggi Kekaisaran kelimpungan mengatasi kekacauan yang tengah terjadi. Tidak ada lagi yang namanya bangsawan atau penduduk kasta bawah, semua orang terlihat saling bahu membahu mengobati prajurit yang terluka.


Di atas benteng terakhir yang dimiliki Kekaisaran Dewa Langit, Wei Jian terlihat tersenyum saat melihat kedatangan kakeknya bersama dengan sebelas prajurit yang sebelumnya bertugas mengawal adiknya. “Kakek, keadaan semakin kacau, aku tidak yakin sampai kapan kita bisa mempertahankan Kekaisaran ini!...” Ujar Wei Jian begitu Wei Kong berada di hadapannya.


Wei Kong sejenak menghela nafas lalu dia tersenyum. “Cucuku, semua akan baik-baik saja, Kekaisaran ini pasti akan selamat dan kekacauan ini pasti segera berakhir. Raja Kerajaan Yang telah datang, dan saat ini dia bersama prajuritnya tengah melawan prajurit yang mencoba menguasai Kekaisaran kita...”


Mendengar perkataan Wei Jian, Wei Kong hanya bisa memakluminya karena bagaimanapun juga cucunya itu belum mengenal sosok Reinar. “Tidak ada yang aneh dengan bantuan yang diberikan Raja Kerajaan Yang. Semua yang terjadi akan aku ceritakan kepadamu, tetapi itu setelah kekacauan ini berakhir...” Balas Wei Kong.


Wei Jian menganggukkan kepalanya mengerti, tetapi dia belum bisa merasa tenang dengan keberadaan Raja Kerajaan Yang di Kekaisarannya. “Kakek, lalu di mana adikku?... Sejak kedatangan kakek, aku tidak melihat sosoknya, bahkan aku tidak dapat merasakan aura keberadaan di Istana Kekaisaran!... Kakek, apa telah terjadi sesuatu kepada adikku?...” Raut wajah Wei Jian terlihat menunjukkan raut kekhawatirannya.


Wei Kong tersenyum lalu dia menjawab apa yang ditanyakan Wei Jian. “Wei Luaning memutuskan untuk tetap tinggal di Kerajaan Yang karena dia ingin menjadi murid dari Sekte Mawar Putih. Awalnya kakek cukup berat mengizinkannya tinggal di tempat yang jauh dari wilayah Kekaisaran ini, tetapi setelah mendengar kabar darimu, akhirnya kakek dengan berat hati membiarkannya tinggal di Kerajaan Yang, dan lagi di sana adalah tempat paling aman untuknya saat ini...”


°°°


Reinar melihat peperangan yang hampir selesai begitu prajurit yang dipimpin bawahannya turun tangan membantu prajurit Kekaisaran. “Sekarang saatnya menangkap dan mengamankan para Raja mereka!...”


Dengan gerakan yang terlalu cepat untuk dapat terlihat oleh mata, Reinar bergerak menuju perkemahan tempat berkumpulnya para Raja yang saat ini telah dikuasai oleh salah satu bawahannya, dan tentunya tempat itu juga telah menjadi ladang pembantaian yang dilakukan oleh para prajuritnya.


Hanya butuh beberapa saat untuknya sampai ke tempat tujuannya. Begitu sampai, dia langsung mendarat di tanah dan berjalan kearah sebuah tenda yang masih terlihat utuh di saat tenda yang lainnya telah hancur. Walau utuh, tetap saja tenda itu terlihat menyedihkan dengan pemandangan puluhan mayat yang berserakan di sekelilingnya.


Dia memasuki tenda dengan langkah santainya. Begitu berada di dalam tenda, dia dapat melihat keberadaan enam sosok Raja yang tengah berlutut di hadapan bawahannya. Keenam Raja itu tidak terlihat senang saat melihat keberadaannya yang begitu dihormati oleh orang yang telah memukuli mereka. Walau di sambut dengan tatapan tidak senang dari keenamnya, dia tetap menunjukkan senyum ramah kepada mereka.


Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Reinar kemudian duduk di tempat yang semula menjadi tempat duduk mereka, lalu tanpa mempedulikan keberadaan mereka berenam, dia mulai mencicipi buah-buahan segar yang tersaji di atas meja. Dengan lahap Reinar menghabiskan beberapa butir buah anggur, sebelum akhirnya dia menatap tajam kearah keenam Raja yang seketika ketakutan saat melihat tatapan mata Reinar yang tertuju kepada mereka.


“Kalian memang kuat, prajurit kalian juga banyak, tetapi kalian salah mencari musuh!... Kekaisaran Dewa Langit telah menjadi sekutu ku, dan tentunya aku akan membantu Kekaisaran Dewa Langit di saat orang-orang seperti kalian ingin menguasai Kekaisaran yang kini telah berada di tangan yang tepat. Aku tidak tahu apa tujuan kalian ingin menguasai Kekaisaran Dewa Langit, tetapi kalian tetap saja salah karena ingin mengambil apa yang bukan milik kalian...” Ujar Reinar sambil menyesap teh yang disajikan oleh bawahannya.


Salah seorang Raja menatap Reinar dengan geram setelah mendengar apa yang dikatakannya. “Kau tidak tahu tengah berurusan dengan siapa!... Kalau tuan kami tahu kamu ikut campur dalam perang ini, aku dapat memastikan kalau kamu dan seluruh orang terdekatmu akan dimusnahkan oleh tuan!...” Kata Raja itu memberikan sebuah ancaman.


Reinar sejenak diam saat mendengar Raja itu menyebutkan tentang adanya tuan yang terlihat sangat diagungkan oleh Raja itu. Belum juga Reinar membalas, Raja itu kembali berkata kepadanya. “Kamu lebih baik bekerja sama dengan kami untuk menguasai Kekaisaran Dewa Langit. Mungkin dengan membantu kami, tuan kami akan menjadikanmu salah satu petinggi prajuritnya...”


Reinar kembali menunjukkan senyum diwajahnya menanggapi perkataan dari Raja yang terlalu mengagungkan sosok tuannya. “Aku tidak tertarik bekerjasama dengan kalian!... Aku justru tertarik dengan kekuatan orang yang kau panggil tuan. Kalau dia benar-benar kuat, mungkin dia akan menjadi lawan yang pantas sebelum aku menjadi Penguasa dunia ini...”


“Kau kuat, tapi kau juga terlihat bod*h!... Tuan kami sangatlah kuat, satu juta orang sepertimu hanya akan menjadi tumpukan mayat tak berguna saat berhadapan dengan kekuatan tuan kami...” Raja yang lain membalas perkataan Reinar dengan senyum meremehkan yang terlihat di wajahnya.


Reinar tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh salah satu Raja yang ada di hadapannya. Dia saat ini justru lebih tertarik dengan sosok tuan mereka, dan ada keinginan kuat di dirinya untuk menaklukkannya.


Selama di Dunia Immortal Reinar belum pernah menemukan lawan yang benar-benar kuat. Walaupun Ratu Wei Luan dan roh kakeknya kuat, tetapi mereka tetap berhasil dikalahkan Reinar dengan mudah setelah mereka meremehkan kekuatan yang di milikinya.


Melihat tingkah tenang yang ditunjukkan Reinar, keenam Raja itu merasa kalau sosok di hadapan mereka tak sedikitpun takut dengan sosok tuan mereka. Bahkan keenamnya kini mulai merasa kalau sosok yang di hadapan mereka jauh lebih mengerikan dari sosok yang mereka panggil tuan.


Tiba-tiba keenam Raja itu dikejutkan dengan suara yang keluar dari mulut sosok yang berada di hadapan mereka. “Sudah aku putuskan, aku akan bertarung dengan tuan kalian, dan aku akan membiarkan kalian berenam menjadi saksi kematiannya...”


°°°


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...