The World Emperor System

The World Emperor System
Serangan Ras Malaikat Jatuh



Reinar baru saja sampai ke kediaman milik Yang Yifei yang merupakan Patriak Sekte Mawar Putih. Suasana kediaman Yang Yifei yang tenang dan nyaman membuat Reinar betah berlama-lama tinggal di tempat itu. Tak lama setelah kedatangan Reinar, Yang Yifei serta Qinyu muncul di dekatnya saat kedua istrinya itu merasakan hawa keberadaannya.


Keduanya penasaran dengan apa yang baru dilakukan Reinar, namun saat melihat senyum lembut Reinar yang ditujukan kepada mereka, keduanya lupa dengan apa yang ingin ditanyakan pada Reinar, dan mereka lebih memilih menikmati kehangatan tubuh Reinar saat keduanya telah jatuh kedalam pelukan Reinar.


Reinar membawa kedua istrinya menuju taman di belakang kediaman Yang Yifei untuk menikmati indahnya matahari sore. Empat pelayan segera menyiapkan minuman dan cemilan saat tiga orang yang mereka layani ingin menikmati waktu bersantai di taman.


Yang Yifei langsung menuangkan teh ke cangkir milik Reinar, sementara Qinyu tengah asik menyiapkan beberapa kue ke mulut Reinar. Keduanya dengan sepenuh hati melayani sang suami yang sangat mereka sayangi, namun mereka tak bisa melanjutkan kemesraan sampai ke atas ranjang karena keduanya dalam waktu bersamaan tengah memasuki fase bulanan seorang wanita.


Wajah Reinar tiba-tiba memerah saat kedua istrinya mencium kedua sisi pipinya di hadapan empat orang pelayan yang melayani mereka.


“Kalian cukup nakal, tapi sayang malam ini aku tidak bisa menghukum kalian!...” Ungkap Reinar kemudian dia meminta keempat pelayan untuk meninggalkan mereka bertiga.


Dengan menundukkan kepala, keempat pelayan meninggalkan Reinar dan kedua istrinya, dan mereka tidak berani memikirkan yang tidak-tidak tentang tuan dan nyonya yang mereka layani.


“Apa aku bisa memberikan di sisi lain selama milik kalian tidak bisa di gunakan?... Lebih baik kalian segera membersihkan diri, dan bersiap karena mungkin malam ini aku akan membuat kalian kesusahan!...” Kata Reinar sambil meremas benda kenyal di dada Yang Yifei dan Qinyu.


Sejujurnya Yang Yifei dan Qinyu cukup terpancing dengan sentuhan tangan Reinar, tetapi keduanya hanya bisa bertahan karena mereka tahu kalau saat ini tidak bisa meminta sesuatu yang lebih dari suami mereka.


Reinar melepaskan genggaman tangannya pada benda kenyal milik kedua istrinya, lalu dia menarik kedua wajah istrinya mendekat ke arahnya, dan kemudian dia secara bergantian mencium bibir hangat kedua istrinya secara bergantian.


Mereka hanya saling berciuman bibir ketemu bibir, dan sama sekali tidak melakukan gerakan yang memancing gairah ketiganya.


Puas berciuman, Yang Yifei dan Qinyu pergi meninggalkan Reinar untuk membersihkan diri mereka. Sementara Reinar yang di tinggal sendirian, dia hanya bisa tersenyum geli melihat kedua istrinya yang masih malu-malu saat berciuman dengannya, walau mereka sudah cukup sering melakukan.


“Dua keindahan yang harus aku jaga, dan secepatnya aku akan segera membawa keindahan lainnya ke tempat ini...” Kata Reinar mengingat kesembilan istri dan keluarganya yang masih ada di Dunia bawah.


°°°


Satu hari telah berlalu, dan saat ini seluruh tetua dan murid Sekte Mawar Putih telah berkumpul di halaman Sekte, dan hanya menyisakan lima ratus murid yang bertugas menjaga keamanan Sekte beserta Kota Bulu Angsa.


Semua tetua dan murid Sekte Mawar Putih langsung menundukkan kepalanya dengan hormat saat Reinar, Yang Yifei, dan Qinyu muncul di tengah-tengah mereka.


Sun Li, tetua pertama Sekte Mawar Putih datang mendekat ke arah Yang Yifei dengan membawa sebuah gulungan kertas. “Patriak, semua sudah saya tulis di gulungan kertas itu...” Ujar Sun Li.


“Tetua pertama, apa seluruh persiapan pendaftaran calon murid baru sudah selesai?...” Tanya Yang Yifei yang tadinya sempat menemukan beberapa kekurangan dalam persiapan menyambut acara besar Sekte Mawar Putih yang hanya akan diadakan setiap empat tahun sekali.


Sun Li sedikit menundukkan kepalanya lalu mulai menjawab pertanyaan Yang Yifei. “Semua persiapan telah selesai. Kita saat ini hanya perlu menunggu tetua ke tujuh belas dan ketua ke delapan belas yang tengah melakukan ujian. Dan kita juga menunggu kehadiran saudari Jasmin, dan saudari Rose yang juga tengah melakukan ujian...”


Mendengar itu Yang Yifei segera menganggukkan kepalanya. “Kembalilah ke tempat mu karena aku akan segera menyampaikan apa yang harus aku sampaikan pada seluruh murid Sekte kita!...”


Sun Li mengangguk lalu dia berjalan ketempatan. Sun Li dan tiga tetua lainnya telah berhasil meningkatkan kekuatannya sampai ke tingkat Dewa Penguasa tahap puncak, dan keempatnya akan melakukan ujian setelah acara penerimaan murid baru Sekte mereka.


Melihat semua orang telah berada di tempatnya, Yang Yifei mulai membuka gulungan kertas di tangannya, tapi belum juga sempat membaca, tiba-tiba sebuah anak panah melesat mengarah langsung ke jantungnya, tetapi panah itu seketika terhenti saat Reinar dengan mudah berhasil menangkapnya.


“Ras Malaikat Jatuh, sepertinya mereka begitu menginginkan kematian!...” Kata Reinar yang dapat merasakan jejak aura dari anak panah yang ada di tangannya.


Reinar dan Qinyu tiba-tiba menghilang dari tempatnya, sementara Yang Yifei bertugas mengarahkan para tetua untuk bersiap melindungi wilayah Kota Bulu Angsa dan wilayah Sekte Mawar Putih.


Di tempat lain, Reinar dan Qinyu yang telah membunuh sosok yang melepaskan anak panah kearah Yang Yifei, mereka berdua pergi meninggalkan Kota Bulu Angsa menuju hutan di utara Kota untuk melihat wujud dari pasukan Ras Malaikat Jatuh yang ingin menyerang Sektenya, bahkan mereka berani ingin membunuh salah satu istrinya.


Tak menghabiskan banyak waktu, Reinar dan Qinyu yang telah menyembunyikan keberadaannya telah sampai di hutan yang ada di utara Kota Bulu Angsa, dan mereka dapat melihat puluhan ribu prajurit yang berasal dari Ras Malaikat tengah berbaring rapi bergerak menuju Kota Bulu Angsa.


Dari puluhan ribu prajurit Ras Malaikat Jatuh, Reinar dapat merasakan kekuatan dari tiga pemimpin mereka, tetapi dia sedikit kecewa dengan kekuatan mereka yang hanya setara dengan ahli di tingkat Dewa Surgawi tahap awal, walau ada satu yang berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, itu sama sekali tidak akan berpengaruh pada hasil akhir peperangan.


“Bergerak lebih cepat!... Kita akan segera mengahancurkan Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih, dan setelah itu kita akan memiliki bangunan pagoda sembilan lantai yang hanya boleh di gunakan oleh Ras kita untuk memperkuat kekuatan kita...” Teriak Oscar, pemimpin tertinggi Ras Malaikat Jatuh yang kekuatannya setara dengan ahli di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah.


Seluruh prajurit Ras Malaikat Jatuh berteriak dengan lantang membalas apa yang dikatakan Reyes. Mereka sudah bosan di pandang lemah olen Ras lainnya, dan mereka yakin kalau hari ini akan menjadi awal bagi Ras mereka untuk kembali diakui menjadi Ras terkuat di seluruh daratan Benua Selatan.


Namun saat mereka baru saja melihat puncak menara pengawas yang berada di tengah-tengah Kota Bulu Angsa, suara tegas dengan tekanan aura yang sangat kuat membuat mereka semua terdiam membeku di tempatnya.


“Kembalilah ketempat kalian dan mungkin aku akan tetap memberi kehidupan kepada kalian!...” Kata Reinar yang muncul di depan barisan terdepan prajurit Ras Malaikat Jatuh.


Suara yang tadinya ramai dengan derap langkah prajurit Ras Malaikat Jatuh, seketika menjadi hening saat mereka semua terhenti setelah merasakan tekanan dari aura kuat yang dikeluarkan Reinar.


“Aku hanya memberi satu kesempatan kepada kalian. Selama kalian berputar arah aku akan membiarkan kalian, tetapi selangkah saja kalian maju, aku pastikan itu adalah akhir dari hidup kalian!...” Kata Reinar sambil menunjukkan senyuman ramahnya.


“Hanya satu orang berani mengancam puluhan ribu prajurit ku!... Kalian semua lebih baik minggir dan biarkan aku menjadikan dia santapan pedang kematian milik ku!...” Prajurit Ras Malaikat Jatuh membuka jalan saat salah satu wakil Oscar berjalan maju untuk menghadapi Reinar.


Sebenarnya dia sedikit merasa tertekan oleh aura yang dikeluarkan Reinar, tetapi demi harga diri Ras Malaikat Jatuh dia tidak mempedulikan tekanan yang dia rasakan, dan dengan pedang berwarna merah di tangan kanannya di maju dan mengayunkan pedangnya untuk mengakhiri hidup Reinar.


BOOMMM...


KRAAK...


PRANG...


Suara ledakkan yang memekakkan telinga terdengar saat pedang wakil pemimpin prajurit Ras Malaikat Jatuh berbenturan dengan tangan kosong Reinar. Tapi bukannya berhasil memotong tangan Reinar, pedang yang bersentuhan dengan tangan Reinar telah hancur berkeping-keping, dan saat itu juga prajurit baris depan melihat wakil pemimpin mereka terjatuh dengan dada berlubang bekas sebuah pukulan.


“Aku sudah baik memberi kalian kesempatan, tetapi sepertinya kalian semua memang sangat menginginkan kematian, oleh karena itu dengan senang hati aku akan memberikan kematian pada kalian semu!...”


“Sial, ini buruk!...” Gumam Oscar sedikit merasa ketakutan saat melihat kekuatan Reinar yang mampu membunuh satu dari tiga wakilnya hanya dengan satu kali serangan yang bahkan dia sendiri tidak dapat melihatnya.


Tetapi rasa takut Oscar seketika memudar saat dia melihat puluhan ribu prajurit yang dia miliki, bahkan dia masih punya dua wakil yang hanya sedikit lebih lemah darinya. Oscar kembali tenang, dan dia menganggap kematian salah satu wakilnya adalah buah dari kesombongan yang terlalu meremehkan musuh.


Oskar menatap Reinar yang masih terlihat tenang di hadapan puluhan ribu prajuritnya. “Anak muda, aku akui kamu cukup kuat karena berhasil mengalahkan salah satu wakil ku, tetapi aku masih punya puluhan ribu prajurit di sisiku, jadi untuk apa aku berbalik disaat aku bisa membunuhmu?...” Oscar tersenyum sinis dengan tatapan nya yang seolah tengah meremehkan Reinar.


Mendengar itu Reinar tersenyum sambil menggelengkan kepala. “Jangan katakan kalau aku tidak memberikan kesempatan kepada kalian!... Kesempatan sudah aku berikan, tetapi sepertinya kalian hanya menginginkan kematian, karena itu ucapkan saja selamat pada Dunia ini...”


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya...