
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Istana Kekaisaran Naga.
Kamar Reinar dan para istrinya.
Bella yang tengah membersihkan tubuhnya di kamar mandi melihat portal teleportasi yang tiba-tiba muncul di dekatnya.
Senyum bela mengembang merasakan aura yang akan keluar dari portal teleportasi, tetapi dia dengan cepat memakai pakaian gantinya saat merasakan aura lain yang cukup tidak asing baginya berada di dekat pemilik aura yang sangat ingin dia temui sepanjang waktu.
Wusshh... Reinar dan Sally keluar dari portal teleportasi dan melihat Bella yang tengah tersenyum kearah mereka.
“Bella!...” Teriak Sally yang langsung berlari kearah sahabat yang telah begitu lama tidak bisa dia temui.
Sally dengan erat memeluk Bella, begitu juga Bella yang langsung membalas pelukan Selly. “Aku sangat beruntung bisa bertemu lagi denganmu.” Ujar Bella.
“Ehem...” Reinar berdehem setelah cukup lama melihat adegan dua wanita saling berpelukan di depan kedua matanya.
Bella dan Sally mengakhiri pelukan mereka dan bersamaan mereka melihat kearah Reinar. “Ada apa?.” Tanya Bella menatap lembut suaminya yang begitu dia cintai.
Reinar tersenyum. “Kalian bisa melanjutkan acara melepas rindu diantara kalian. Aku cuma ingin minta izin untuk kembali ke Kekaisaran Qing karena aku masih punya sedikit urusan di sana.” Kata Reinar.
“Aku ikut, bagaimanapun juga aku juga urusan dengan Kaisar Qing Qian.” Kata Sally.
“Kali ini aku juga harus ikut, karena ini ada hubungannya dengan sahabatku.” Ungkap Bella yang penasaran dengan apa urusan yang dimaksud suaminya.
Reinar sejenak berpikir, kalau dia mengajak Bella bagaimana dengan istrinya yang lain?. Apa mungkin mereka akan marah?.
“Yang lain tidak akan marah karena aku sudah punya kesepakatan dengan mereka jika ada masalah yang berhubungan dengan sahabatku, aku mereka izinkan untuk pergi ikut bersama mu.” Kata Bella seolah dia tahu apa yang sedang di pikirkan Reinar.
Reinar menghela nafas lega mendengar apa yang dikatakan Bella. “Kalau begitu kita kembali ke Kekaisaran Qing, dan kita akan melihat pertunjukkan apa saja yang tengah berlangsung di tempat itu.” Kata Reinar lalu dia membuat portal teleportasi dan membiarkan Bella dan Sally lebih dulu memasuki portal.
“Setelah urusan dengan Kekaisaran Qing selesai, aku pasti akan membawa kalian semua menikmati Benua Zhongjian.” Kata Reinar pada Vexia dan Luna yang mendengarkan pembicaraan Reinar dan Bella dari balik pintu kamar mandi.
“Kami menunggu saat itu tiba.” Kata Luna dengan wajah berseri-seri lalu dia mengajak Vexia untuk melanjutkan aktifitas mereka yang sempat tertunda setelah merasakan aura keberadaan Reinar.
Merasakan aura dua istrinya telah menjauh, Reinar bergegas menyusul masuk ke dalam portal mengikuti Bella dan Selly yang telah lebih dulu memasuki portal.
***
Aula istana Kekaisaran Qing.
Wusshh... Bella dan Selly muncul di tengah-tengah aula istana Kekaisaran Qing bersama dengan Reinar yang berada di belakang mereka. Kedatangan mereka yang sangat tiba-tiba, membuat banyak pasang mata terkejut saat melihat cara kedatang mereka.
Reinar mengernyitkan dahinya melihat banyak tatapan aneh yang tertuju ke arahnya, tetapi dia segera senyumnya melihat Ling Feng dan ketiga wanita lainnya tengah duduk santai sambil melihat Kaisar Qing Qian yang tengah merangkak di depan mereka bagai seekor b*bi.
“Apa pertunjukkan utama sudah di mulai?.” Tanya Reinar lalu dia mengajak dua wanita yang bersamanya mendekat kearah Ling Feng.
Sambil berjalan Reinar dapat melihat seluruh tubuh bayangannya yang tengah mengumpulkan beberapa wanita penghuni istana Kekaisaran, lalu mereka menyuruh para wanita pergi menemui pasangan mereka masing-masing.
Seluruh wanita dengan cepat berlari ke arah suami ataupun tunangan mereka, bahkan tak sedikit wanita yang berlari kearah suami orang lain yang selama ini menjadi selingkuhannya.
Reinar menahan tawanya saat melihat para istri yang marah melihat suami mereka mempunyai wanita simpanan, dan tak sedikit para istri yang menghadiahi tendangan penuh kenikmatan ke benda pusaka milik suami mereka.
“Itu pasti menyakitkan.” Batin Reinar sambil terus melangkahkan kakinya.
Melihat beberapa kursi kosong di dekat Ling Feng, Reinar menyuruh Bella dan Selly duduk di tempat itu bersebelahan dengannya.
“Bagaimana pertunjukkan utama bisa di mulai kalau aktor utamanya baru datang.” Balas Ling Feng menjawab pertanyaan Reinar.
Mendengar itu Reinar segera berdiri dari tempat duduknya lalu dia mendekati Qing Qian dan membuat pria itu melihat kearah Permaisurinya yang telah sadar namun wanita itu kini justru berada di pelukan seorang Jenderal yang lebih gagah dan lebih tampan darinya.
Qing Qian mengepalkan tangannya melihat apa yang diperlihatkan sosok Permaisuri yang sangat dia cintai dan seorang Qing Qian akan terlihat lemah saat berada di hadapan Permaisurinya.
“Lihat tubuh tegap dan otot kekarnya!. Aku yakin Permaisuri mu selalu menjerit penuh kenikmatan saat mereka berdua tengah berada di atas ranjang.” Apa yang di katakan Reinar benar-benar sebuah bom yang seketika meledakkan seluruh emosi Qing Qian.
“Kalian berdua harus mati!.” Teriak Qing Qian lalu dia memukul Jenderal yang bersama istrinya, dan tanpa belas kasihan dia mengeluarkan sebuah pedang dan menggunakannya untuk menusuk dada Permaisurinya.
Tak berhenti dengan menusuk dadanya, Qing Qian dengan sadis menebaskan pedangnya ke arah bawah dan membuat Permaisurinya mati dengan tubuh terbelah menjadi dua.
Qing Qian tertawa keras melihat kematian Permaisurinya, lalu tak lama dia melihat sosok sang Jenderal, tapi bukannya sosok Jenderal dengan tubuh tegap dan otot kekar, yang saat ini dia lihat justru Selir keduanya, dan si Selir tengah pingsan akibat pukulannya.
Tubuh Qing Qian lemas lalu dia kembali menatap Permaisurinya. “Apa sebenarnya yang terjadi?.” Teriak Qing Qian bagai orang gila.
Semua orang menatap aneh kearah Qing Qian. Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat Qing Qian sangat marah setelah mendengar apa yang dibisikkan seorang pria padanya, dan setelah itu mereka melihat dengan brutal Qing Qian menendang Selir kedua, lalu dengan keji dia membunuh sosok Permaisuri Kekaisaran Qing.
“Hahahaha...” Tawa keras Reinar membuat semua orang melihat kearahnya. “Aku tidak menyangka kau terlalu b*doh sampai termakan ilusi buatan ku.” Kata Reinar, lalu dia berpindah tempat kearah Qing Qian.
“Lihat wanita yang ada di aula ini!. Mereka semua Permaisurimu, dan pria yang bersama mereka adalah pria yang selalu menemani malam Permaisurimu saat kamu tengah asik memadu kasih dengan para Selir. Lihat, lihatlah kemesraan mereka!.” Kabut ilusi kembali menyelimuti pandangan Qing Qian setelah mendengar bisikan Reinar, dan sosok Kaisar kejam kembali marah dan menatap tajam orang-orang di aula istana.
“Kalian semua pantas mati....” Teriak Qing Qian.
BOOMMM...
Aura puncak kekuatan Qing Qian keluar dari tubuhnya dan membuat semua orang tak bisa bergerak akibat tekanan kekuatan Qing Qian.
Sringg...
Krekk...
Baamm...
BOOMMM...
Aaargg...
Suara gesekan pedang, suara pukulan, suara ledakan serta suara jeritan membuat gaduh aula istana Kekaisaran Qing.
Prajurit di luar tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam aula istana, karena mereka saat ini tengah terjebak dalam ilusi dunia mimpi yang diciptakan Reinar.
“Yang Mulia, apa yang anda lakukan?. Hamba Qing Sha, sahabat anda dari kec.... Aarghh...” Sosok Perdana menteri Kekaisaran Qing mati dengan kepala terpenggal sebelum menuntaskan kata-katanya.
Qing Qian menatap sinis kepala Qing Sha yang ada di bawah kakinya. “Kau memang sahabatku, tapi kau sudah berani menikmati tubuh Permaisuri ku. Jangankan kematian mu, nyawa seluruh keluargamu tak akan mampu membayar kesalahan mu.” Kata Qing Qian lalu dia melesat kearah pria dan wanita di aula istana, dan dia membawa kematian pada orang-orang yang selama ini selalu setia berdiri di sampingnya sebagai sosok bawahan.
“Ini kejam, tapi entah kenapa aku menyukainya.” Kata Selly yang menikmati pertunjukkan penuh darah yang tengah berlangsung di aula istana Kekaisaran Qing. “Setidaknya mereka akan tersenyum melihat ini.” Batin Selly mengingat ribuan ras nya yang di bantai orang-orang Kekaisaran Qing.
***
Menjelang pagi keheningan melanda aula istana Kekaisaran Qing saat Qing Qian telah membunuh semua orang yang membuat emosinya meledak.
Qing Qian yang tengah menghabiskan seluruh energi Qi nya, dia duduk berlutut dengan lutut menyentuh lantai aula istana Kekaisarannya. Nafas Qing Qian terdengar tak beraturan, tetapi Reinar dan yang lainnya bisa mendengar tawa lirih dari mulut Qing Qian.
“Aku... Aku... Aku yang membunuh mereka semua...” Teriak Qing Qian yang telah terbebas dari ilusi beberapa saat yang lalu, dan akhirnya dia bisa melihat hasil dari perbuatan kejamnya.
Mata sembab Qing Qian melihat tubuh Permaisuri nya yang kini telah terbelah menjadi dua. Dia masih dapat melihat wajah cantik Permaisurinya, tapi saat melihat mata sang Permaisuri yang melotot ke arahnya, Qing Qian seketika teringat akan ribuan wanita ras Dark Elf yang dia bunuh dengan cara yang sangat kejam, bahkan dia membunuh sebagian besar dari mereka setelah dia merenggut kesuciannya.
Qing Qian menundukkan kepalanya, dan tak lama dia tertawa dengan keras setelah kehilangan kendali atas kesadarannya. Kaisar kejam dalam semalam telah berubah menjadi Kaisar gila dengan penampilan layaknya seorang gelandangan.
Selly menatap jijik Qing Qian, lalu dia bertanya pada Reinar yang ada di sebelahnya. “Teknik apa yang kamu gunakan padanya?.”
“Aku baru mempelajari teknik itu, dan setelah melihat kematian mereka, aku tahu nama yang tepat untuk teknik baruku.” Reinar sejenak melirik ke arah Selly, tetapi dia segera melihat kearah lain saat melihat tubuh Selly yang semakin menggoda saat terkena sinar matahari pagi. “Teknik ilusi pembawa kematian, nama itu sepertinya cocok untuk teknik baruku.” Kata Reinar yang tak lagi berani melirik kearah Selly.
***
Bersambung...