
Satu hari kembali berlalu, dan kini Reinar yang hanya berdua dengan Qinyu telah berada di lantai kesembilan pagoda sembilan lantai. Dengan segala persiapan yang telah mereka lakukan sejak masih berada di lantai kedelapan, saat ini mereka telah siap untuk menyelesaikan ujian terakhir, dan mereka bertekad menjadi dua orang yang pertama kali berhasil menaklukkan pagoda sembilan lantai.
Lantai kesembilan terlihat seperti kuburan senjata dengan banyaknya senjata yang tergeletak di sisi kanan dan kiri jalan yang dilewati Reinar dan Qinyu. Ada berbagai jenis senjata, dan anehnya setiap senjata itu mengeluarkan aura kekuatan yang berbeda-beda.
Sejak keduanya masuk ke lantai kesembilan, sebenarnya keduanya merasakan adanya dua kekuatan aneh yang seolah terus menarik mereka untuk datang mendekat ke arahnya, dan mereka dapat memastikan kekuatan aneh itu bukanlah kekuatan yang dimiliki oleh Spirit Beast karena di lantai kesembilan mereka tidak merasakan keberadaan makhluk hidup selain mereka sendiri.
Berbeda dengan lantai-lantai sebelumnya yang langsung memberikan mereka ujian setelah beberapa saat berada di dalam lantai itu. Lantai kesembilan benar-benar membuat keduanya kebingungan, dan yang jelas mereka tak tahu ujian apa yang harus mereka selesaikan.
Kini mereka hanya terus berjalan, dan mereka sebisa mungkin tidak kehilangan aura kuat yang sejak awal terus menarik mereka untuk mendatanginya. Reinar sebenarnya bisa dengan mudah membawa Qinyu keluar dari pagoda sembilan lantai dengan teknik teleportasi nya, tetapi dia masih penasaran dengan apa yang menantinya di ujung lantai kesembilan.
Qinyu memeluk erat lengan Reinar saat energi di tubuhnya bergejolak, dan kejadian itu sangat membuatnya tidak nyaman.
“Aku merasa akan menerobos ke tahap yang lebih tinggi, tetapi aku juga merasa ada sesuatu yang terus membuat elemen petir ku bergejolak, dan semakin aku melangkah kedepan, aku merasa elemen petir ku juga mengalami peningkatan...” Ujar Qinyu.
“Bukan hanya kamu, aku pun merasakan hal yang sama, tetapi aku tidak merasakan adanya peningkatan pada elemen api ku. Sepertinya elemen api ku sudah berada di tingkat tertinggi, dan mungkin karena itu hanya elemen lainnya yang mengalami peningkatan...” Balas Reinar yang juga merasakan apa yang Qinyu rasakan.
“Apapun yang ada di depan sana, aku yakin itu berhubungan dengan apa yang sedang terjadi kepada diri kita. Semoga saja apa yang ada di sana benar-benar memberikan kebaikan pada kita, dan bukan sebaliknya!...” Kata Qinyu.
“Aku jadi semakin penasaran, kira-kira siapa pemilik aura aneh yang seolah terus menarik kita untuk mendekat ke arahnya, di saat tak ada satupun makhluk hidup selain kita yang berada di tempat ini...” Ungkap Reinar.
“Suamiku, bagaimana kalau kita sedikit menambah kecepatan?... Berjalan lambat seperti ini sepertinya akan banyak memakan waktu kita untuk melihat apa yang sudah menanti kita di depan sana...”
Mendengar itu Reinar mengangguk, dan setelahnya mereka bergerak dengan kecepatan tercepat yang bisa mereka lakukan untuk segera mencapai tempat yang mereka tuju. “Sepertinya tempat ini memang layak dikatakan sebagai kuburan senjata...” Gumam Reinar saat terus melihat tumpukan senjata di sekitarnya jalan yang dia lewati.
Aura yang menarik mereka terasa semakin kuat saat mereka berdua mendekati tempat yang keadaannya berbeda jauh dengan tempat yang saat ini sedang mereka lalui. “Baiklah, mungkin ini yang disebut oasis di tengah lautan pasir, tetapi ini lautan senjata, dan sangat wajar kalau oasis itu juga dalam wujud senjata...” Reinar lalu membawa Qinyu pergi ke tempat itu, karena sepertinya aura yang menarik mereka berada atau bersumber dari tempat itu.
Mereka berdua sejenak memperhatikan tempat yang di kelilingi pilar tinggi berbentuk pedang dengan tinggi mencapai lebih dari 10 meter. Di tengah tempat yang mereka singgahi, keduanya melihat dua buah senjata yang terlihat sama tetapi juga terlihat berbeda.
“Kedua pedang itu bentuknya sama, tetapi warna dan auranya sangat berbeda. Satu pedang berwarna ungu dengan diselimuti aura petir yang sangat kuat, dan pedang yang satunya hanya berwarna putih polos dengan aura berwarna-warni seolah pedang itu memiliki banyak kekuatan yang bisa disatukan menjadi satu...” Ujar Reinar menjelaskan dari apa yang dia lihat dengan kedua matanya.
Penjelasan dari Reinar sangat masuk akan, dan Qinyu setuju dengan isi dari penjelasan suaminya itu.
Reinar dan Qinyu merasa kedua pedang itu sangatlah kuat, dan mungkin keduanya merupakan senjata tingkat tinggi. Keduanya juga merasa kalau kekuatan di tubuh mereka sedikit demi sedikit meningkat saat berada di dekat kedua senjata itu.
Kedua pedang itu tiba-tiba melesat kearah Reinar dan Qinyu di saat mereka sedang mengamatinya. Belum juga sempat untuk menghindar, kedua pedang itu telah menusuk dada mereka lalu tiba-tiba kedua pedang itu menghilang, dan anehnya baik Reinar ataupun Qinyu, keduanya tak sedikitpun mengalami luka walau sudah tertusuk sebuah pedang.
Di tempat yang tepat berada di tengah-tengah pilar berbentuk pedang, Reinar dan Qinyu saling menatap dengan perasaan kebingungan. Baru juga merasakan sebuah bahaya, kini mereka dibuat kebingungan dengan bahaya yang berlalu begitu saja.
Hingga tiba-tiba kebingungan mereka menghilang saat merasakan ledakan energi yang memenuhi Dantian milik mereka. Keduanya segera mengambil posisi lotus untuk melakukan kultivasi karena mereka merasakan kalau kekuatan mereka akan meningkat ke tahap yang lebih tinggi.
Energi kuat di dalam tubuh mereka mulai beraksi, dan perlahan mulai memperlebar ukuran Dantian milik keduanya.
Pedang yang menusuk mereka sebenarnya tidak menghilang, kedua pedang itu saat ini telah menyatu sempurna dengan tubuh mereka, dan energi kuat di dalam tubuh mereka itu semua berasal dari energi pedang yang kini sudah menyatu dengan tubuh mereka.
“Aarggh...” Teriak Reinar dan Qinyu secara bersamaan saat kekuatan mereka terus meningkat bersamaan dengan peningkatan elemen yang mereka miliki.
Kedua pedang yang menyatu dengan tubuh mereka telah menyerap energi dari semua senjata yang ada di lantai kesembilan selama jutaan tahun, dengan energi yang ada di dalam pedang itu, bukan kemustahilan kalau Reinar dan Qinyu dapat meningkatkan kekutan mereka sampai ke tahap menengah tingkat Dewa Surgawi, dan lagi elemen di tubuh mereka akan meningkat ke tingkat tertinggi.
Walaupun harus menahan rasa sakit, keduanya terus berkonsentrasi membiarkan tubuh mereka menyerap energi dari sebuah pedang yang mana di masa depan nanti akan sangat membantu mereka dalam menghadapi musuh yang akan datang.
“Swusshh...” Kekuatan besar keluar dari tubuh Reinar dan Qinyu bersamaan dengan munculnya dua pedang yang melayang di atas kepala mereka. Bersamaan dengan itu muncul tanda berbentuk pedang di tengah kening mereka berdua.
“Petir kehidupan dan petir kematian!...” Batin Qinyu sambil tersenyum saat dia dapat melihat derak petir berwarna kuning dan merah yang mengelilingi tubuhnya.
Tak seperti Qinyu yang tubuhnya hanya di kelilingi oleh derak petir, karena memiliki semua jenis elemen, tubuh Reinar dikelilingi seluruh elemen yang dia kuasai dan yang menakjubkan dari itu adalah tingkat elemen milik Reinar yang semuanya berada di tingkat tertinggi.
Sehari telah berlalu, Reinar dan Qinyu sebelumnya telah menerobos ke tahap awal tingkat Dewa Surgawi, tetapi kini mereka merasa akan kembali melakukan terobosan ke tahap yang lebih tinggi.
“Tahap menengah tingkat Dewa Surgawi, apa mungkin dalam waktu sesingkat ini aku dapat mencapai tingkat itu?...” Reinar tidak percaya kalau kultivasi singkatnya dapat memberinya hasil yang jauh dari apa yang dia harapkan, tetapi nyatanya kekuatannya memang terus meningkat dan hampir meruntuhkan dinding pembatas yang membatasi kekuatan diantara tahap awal dan tahap menengah tingkat Dewa Surgawi, dan hal yang sama juga dialami Qinyu.
“Swusshh...” Tubuh keduanya mulai memancarkan aura keemasan, dan dinding pembatas yang membatasi kekuatan mereka perlahan mulai runtuh.
SWUSSHH...
SWUSSHH...
Kekuatan keduanya meningkat dan membuat bergetar lantai kesembilan bangunan pagoda sembilan lantai, bahkan getaran itu dapat di rasakan di seluruh wilayah Kota Bulu Angsa, dan bersamaan dengan getaran yang mereka rasakan, awan hitam dengan cahaya keemasan mulai menyelimuti Kota Bulu Angsa dan itu membuat kagum orang-orang yang tahu akan peristiwa yang tengah terjadi.
BOOMMM... BOOMMM...
Ledakan keras terdengar saat Reinar dan Qinyu berhasil menerobos ke tahap menengah tingkat Dewa Surgawi, dan kini mereka tengah menyetabilkan aura yang keluar tak beraturan dari dalam tubuh mereka.
Setelah aura di tubuh mereka setabil, hampir secara bersamaan keduanya membuka mata. Sedikit menggerakkan tubuh, keduanya merasa kalau sekarang mereka telah jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan lagi kini mereka juga memiliki pedang yang merupakan senjata tingkat Dewa Sejati, satu tingkat lebih tinggi dari senjata tingkat Dewa Surgawi.
“Sungguh kekuatan yang luar biasa, aku bahkan merasa bisa menghancurkan satu benua di Dunia Bawah hanya dengan satu pukulan...” Kata Reinar senang sambil menggenggam erat tangannya, karena dia mengingat kalau masih banyak yang lebih kuat darinya.
“Swusshh...” Muncul sebuah pintu di dekat Reinar dan Qinyu. Karena telah berada di lantai puncak, keduanya yakin kalau pintu itu akan membawa mereka keluar dari bangunan pagoda sembilan lantai.
“Saatnya untuk keluar dan mencari kehangatan dengan kedua istriku...” Kata Reinar sambil memeluk pinggang Qinyu.
Qinyu wajahnya memerah saat mendengar apa yang dikatakan Reinar, tetapi dia juga menginginkan itu setelah beberapa hari berjuang di tempat yang cukup berbahaya.
°°°
Di Sekte Gagak Perak.
Patriak Sekte Bai Zhong tengah mendengar laporan yang berasal dari mata-mata yang dia susup kan di Kota Bulu Angsa, kota dimana terdapat Sekte Mawar Putih yang sangat ingin dia hancurkan.
Mata-mata yang dia susup kan ke Kota Bulu Angsa melaporkan sebuah peristiwa yang baru terjadi di Kota Bulu Angsa, dan apa yang dia laporkan benar-benar membuat Bai Zhong terkejut.
“Apa?... Bagaimana bisa ada satu orang lagi dari Sekte itu yang berhasil menyelesaikan ujian pagoda sembilan lantai?...”
“Sial, sepertinya aku harus menunda lebih lama lagi untuk menyerang Sekte itu. Dengan adanya dua orang di tingkat Dewa Surgawi, akan sangat sulit untuk menaklukkan mereka...”
Tanpa berpikir panjang, Bai Zhong segera memanggil Huang Dan menggunakan kristal telekomunikasi, dan setelah Huang Dan datang, dia segera menceritakan apa yang sudah dilaporkan oleh mata-matanya.
“Aku semakin yakin akan adanya kekuatan lain yang melindungi Sekte itu, dan sepertinya sekarang mereka sedang melakukan peningkatan besar-besaran pada kekuatan Sekte...” Kata Huang Dan begitu selesai mendengar cerita Bai Zhong.
“Menurut mu, apa ada kemungkinan mereka akan melakukan penyerangan ke Sekte kita?...”
Huang Dan menggelengkan kepalanya. “Akan sangat kecil kemungkinan mereka menyerang Sekte kita. Seharusnya Patriak lebih tahu, bertahan di saat perang akan lebih menguntungkan daripada menyerang...”
Mendengar itu Bai Zhong dengan cepat menganggukkan kepalanya. “Lalu, bagaiman pendapat mu tentang rencana kita yang akan menyerang mereka?...”
“Lebih baik kita menunda rencana itu untuk waktu yang sedikit lebih lama. Setidaknya kita harus mempunyai dua orang di tingkat Dewa Surgawi untuk melawan dua orang tingkat Dewa Surgawi yang mereka miliki, dan karena itu aku akan memasuki pagoda sembilan lantai dalam waktu dekat..."
“Itu kabar yang aku tunggu-tunggu, akhirnya kamu telah siap melakukan ujian pagoda sembilan lantai...” Kata Bai Zhong lalu setelahnya dia dan Huang Dan hanya membicarakan sesuatu yang tak ada hubungannya dengan Sekte Mawar Putih.
°°°
Di tempat lain yang letaknya sangat tersembunyi.
Dua sosok muncul dari langit dan mendarat di depan seseorang yang tengah menunggu kedatangan mereka.
“Tuanku, semua persiapan hampir mendekati sempurna. Kemungkinan besar sepuluh hari lagi kita bisa mulai bergerak...”
“Tuanku, beberapa Sekte tingkat menengah dan Sekte kecil sudah mengirimkan kekuatan penuh mereka, dan dalam dua minggu, 2 juta lebih pasukan kita siap untuk bergerak...”
Di atas singgasananya, seorang pria dengan penampilan wajah dan tubuh layaknya seorang wanita tersenyum mendengar laporan dua orang kepercayaannya.
“Bagus, itu sangat bagus!... Persiapkan semuanya, dan jangan sampai kalian membuatku kecewa!... Oh iya, jangan lupa kumpulkan 1.000 wanita yang masih suci untuk aku serap kekuatannya. Dengan menyerap kekuatan 1.000 wanita yang masih suci untuk terakhir kalinya, kemungkinan itu akan merubah wujud ku seutuhnya menjadi seorang wanita, dan saat itu kalian harus memanggilku Ratu!...”
“Baik tuan ku...” Balas keduanya lalu mereka menghilang.
Setelah kepergian kedua orang kepercayaannya, seorang pria dewasa yang cukup tampan muncul di hadapan pria yang penampilannya terlihat layaknya seorang wanita.
“Sayang, apa kamu datang karena merindukan kehangatan tubuhku?...” Tanya pria berpenampilan wanita pada pria dewasa yang kini tengah memeluknya.
Pria itu mengangguk. “Hanya tubuh indah mu yang bisa memuaskan ku!...” Katanya lalu keduanya menghilang bagai tertiup angin.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya...