The World Emperor System

The World Emperor System
Para Pengkhianat Kekaisaran Dewa Langit



Hari telah berganti, keadaan Ibukota Kekaisaran Dewa Langit telah sepenuhnya pulih walau masih terlihat beberapa reruntuhan di gerbang Ibukota yang saat ini tengah dibersihkan oleh para prajurit Kekaisaran.


Reinar yang ditemani Lilia, mereka tengah menikmati suasana kedamaian pagi di Ibukota Kekaisaran. Dalam beberapa hari kedepan Reinar telah memutuskan untuk tinggal di Ibukota Kekaisaran, sambil menanti kedatangan sosok yang di panggil tuan oleh enam Raja yang saat ini tengah dalam penjagaan beberapa prajuritnya.


Melihat suasana ramai Ibukota Kekaisaran Dewa Langit walau sempat di landa kekacauan, membuat Reinar berkeinginan untuk membuat Kerajaannya lebih ramai dari Ibukota Kekaisaran Dewa Langit. Dia telah memiliki banyak rencana untuk Kerajaannya, dan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan dia akan berusaha keras mewujudkan semua yang telah direncanakannya.


“Terlebih dahulu aku akan mengurus sosok yang mereka panggil tuan, dan setelah itu baru aku akan memulai rencana yang telah aku susun bersama kakek Wei Kong. Setelah kerjasama dengan Kekaisaran Dewa Langit berjalan sesuai rencana, barulah setelah itu aku akan memperluas pengaruh Kerajaan Yang ke wilayah tiga Benua yang lain....” Gumam lirih Reinar sambil terus menikmati keramaian Ibukota Kekaisaran Dewa Langit.


°°°


Kabar tentang keenam Kerajaan yang ingin memberontak terhadap kekuasan Kekaisaran Dewa Langit telah menyebar ke wilayah kerajaan yang senantiasa setia dengan Kekaisaran Dewa Langit. Semua Raja dari Kerajaan itu terkejut dengan apa yang dilakukan keenam Raja yang selama ini terkenal sangat setia dengan Kekaisaran Dewa Langit.


Hanya berselang beberapa saat, kabar pemberontakan keenam Raja segera berganti dengan kabar kekalahan mereka dikarenakan adanya kekuatan misterius yang membantu Kekaisaran Dewa Langit di saat kondisi tak lagi menguntungkan bagi pihak Kekaisaran.


Para Raja yang berniat mengirimkan prajuritnya segera mengurungkan niat mereka setelah mendengar kabar itu, dan kini para Raja itu mempertanyakan, kiranya kekuatan misterius darimana yang telah membantu Kekaisaran Dewa Langit?....


Di saat para Raja dilanda kebingungan, sosok Reinar yang merupakan pemilik kekuatan misterius yang telah membantu pihak Kekaisaran Dewa Langit, saat ini dia justru tengah menikmati pertunjukan di penjara Kekaisaran tempat keenam Raja dipenjara.


Reinar saat ini tengah melihat beberapa sosok berkulit merah yang mencoba membebaskan keenam Raja dari penjara yang tengah dijaga oleh beberapa prajuritnya. “Pemimpin mereka sepertinya terlalu bodoh dengan mengirim sosok lemah seperti mereka!...” Kata Reinar yang terdengar di telinga Lilia yang ada di sampingnya.


Lilia langsung menganggukkan kepalanya setuju. Dia sendiri tahu seberapa kuat prajurit milik tuannya yang selama ini berlatih di dalam kalung dimensi, dan belasan sosok berkulit merah tentu bukan lawan sepadan untuk para prajurit tuannya.


“Padahal mereka tahu sekuat apa lawannya, tapi aku heran, kenapa mereka tetap melawan walau akhirnya mereka hanya akan mendapatkan kekalahan?....” Ujar Lilia yang menoleh dan menatap keberadaan Reinar di sebelahnya.


Reinar tersenyum sebelum membalas apa yang disampaikan oleh Lilia. “Mereka sepertinya berada diantara dua pilihan yang sama berat. Ibarat kata maju kena, mundur juga kena....” Balas Reinar.


Lilia sejenak terdiam sambil memikirkan maksud dari balasan Reinar. “Bukannya itu terlalu egois?.... Tuan mereka memberi mereka perintah, dan di satu sisi tuan mereka juga mengancam keselamatan mereka kalau perintah itu gagal mereka lakukan. Aku harap di masa depan tuan tidak memiliki sikap egois seperti tuan mereka!....”


“Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan egois kecuali itu menyangkut kebahagiaan dan keselamatan anggota keluargaku, dan tentunya kamu serta para bawahan ku juga termasuk dalam anggota keluarga ku. Lagipula selama ini aku juga tidak terlalu egois dalam banyak hal....” Kata Reinar dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


“Aku harus mengakui kalau apa yang tuan katakan adalah sebuah kebenaran, dan aku merasa bahagia karena tuan ternyata selama ini menganggap ku sebagai bagian dari keluarga tuan....”


Lilia menunjukkan senyuman yang sudah terlalu lama tidak dia tunjukkan kepada siapapun. Dan sekali senyum itu dia tunjukkan, senyuman itu membuat Reinar teringat akan senyuman seseorang yang terasa tidak asing si penglihatannya.


°°°


Dengan cepat Reinar muncul di hadapan satu-satunya sosok berkulit merah yang masih belum kehilangan kesadarannya. “Katakan, dimana tuanmu saat ini berada?....” Kata Reinar dengan tangan mencengkeram leher sosok berkulit merah, dan diwaktu bersamaan cahaya redup berwarna keemasan keluar dari kedua bola matanya.


“Cepat atau lambat tuan akan datang dan membunuhmu!....” Balas sosok berkulit merah yang setelah dia langsung mati dengan darah segar yang mengalir keluar dari mulut, hidung, serta kedua telinganya.


Bukannya takut begitu mendengar balasan dari sosok berkulit merah yang kini telah mati, Reinar justru tersenyum lebar saat mendengar itu. “Aku mau lihat, seberapa kuat sosok tuan mereka, dan apa benar dia mampu melakukan apa yang baru saja dikatakan oleh salah satu bawahannya!.... Kalau dia benar-benar kuat, tentu dengan senang hati aku akan bersungguh-sungguh saat melawannya....” Kata Reinar lalu dia melemparkan tubuh sosok berkulit merah yang ada di tangannya.


“Tuan, apa perlu kami bergerak mencari keberadaan tuan mereka, lalu menyeretnya ke hadapan tuan?....” Tanya salah satu bawahan Reinar yang memimpin prajurit yang melakukan penjagaan pada penjara yang ditempati oleh keenam Raja pengkhianat.


Reinar menggelengkan kepalanya, lalu dia menyentuh pundak bawahannya yang kebetulan berada di dekatnya. “Kalian tidak perlu mencari, karena aku yakin sosok yang mereka panggil tuan akan datang menemuiku dalam waktu dekat....” Jawab Reinar sambil menatap ruang penjara yang terlihat sangat gelap dan lembab.


Letak penjara Kekaisaran Dewa Langit berada di bawah tanah, tepat dibawah bangunan markas besar prajurit Kekaisaran. Jadi bukan hal aneh jika keadaan penjara Kekaisaran Dewa Langit terlihat gelap dan lembab.


Tapi patut di sayang kan, keamanan penjara masih sangat rapuh sehingga dapat diterobos oleh sosok berkulit merah. Beruntung ada orang-orang Reinar yang menjaga penjara, dan berhasil memusnahkan belasan sosok berkulit merah yang ingin membebaskan keenam Raja yang berada di dalam penjara.


Lima prajurit dan salah satu bawahannya memang sengaja dia tempatkan di dalam penjara untuk menjaga keberadaan keenam Raja yang berada di dalam penjara. Keputusan Reinar tidak salah, dan terbukti mereka dapat menjaga keenam Raja agar mereka tetap berada di dalam penjara.


Bukan hanya sekelompok sosok berkulit merah, tetapi sebelum kedatangan mereka, terlebih dahulu ada beberapa sosok yang berusaha membebaskan keenam Raja dari penjara Kekaisaran. “Kekaisaran ini benar-benar di selimuti berbagai masalah....” Kata Reinar begitu melihat lambang di pakaian beberapa orang yang lebih dulu ingin membebaskan keenam Raja sebelum datangnya belasan sosok berkulit merah.


Reinar menyimpan beberapa mayat dengan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya. “Pangeran itu akan bekerja sangat keras untuk membersihkan Kekaisarannya dari benalu yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan Kekaisarannya....” Gumam Reinar lalu dia mengajak Lilia pergi meninggalkan penjara Kekaisaran Dewa Langit.


Muncul di depan aula Kekaisaran Dewa Langit, Reinar dan Lilia melangkahkan kakinya menuju pintu masuk aula. Tetapi langkahnya dihentikan oleh beberapa petinggi Kekaisaran yang kemarin sempat berselisih dengannya. Sepertinya para petinggi Kekaisaran itu tidak menyukai keberadaan Reinar di aula Kekaisaran.


“Sekalipun Kaisar terdahulu yang membawamu ke Kekaisaran ini, kamu tetap bukan siapa-siapa di Kekaisaran ini, jadi aku harap kamu segera pergi meninggalkan Kekaisaran ini!....” Kata salah satu petinggi Kekaisaran dengan menunjukkan sikap sombongnya, dan dia menatap rendah sosok Reinar yang berada di hadapannya.


Para petinggi Kekaisaran yang lain tersenyum dan mereka secara bersamaan mengarahkan tatapan sinis kearah Reinar tanpa mengetahui kekuatan orang yang mereka tatap. Hanya orang-orang kepercayaan Wei Jian lah yang tahu identitas asli Reinar, jadi wajar banyak petinggi Kekaisaran yang tak tahu akan kekuatan Reinar.


Reinar tak menghiraukan keberadaan mereka, dia lebih memilih langsung mendekat ke arah pintu masuk aula Kekaisaran. Tetapi sebelum masuk kedalam aula Kekaisaran, Reinar sejenak berhenti lalu dia sedikit membocorkan aura kekuatannya.


“Setelah pertemuan ku dengan Pangeran Wei Jian, aku pastikan kalian semua tak akan dapt menikmati apa yang namanya kehidupan!.....”


°°°


Jangan lupa like, vote, serta komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....