
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Dua orang Jenderal Besar yang dimiliki Kekaisaran Shin tiba-tiba muncul di tempat Reinar yang baru membunuh salah satu Jenderal Besar Kekaisaran mereka.
“Kita terlambat!... Dari lukanya yang masih baru, kematiannya belum lama ini terjadi...” Kata Jenderal Besar dengan armor perang berwarna hitam yang membuat penampilannya terlihat mengerikan.
Jenderal Besar dengan armor perang berwarna biru hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia melihat banyaknya mayat prajurit khusus yang juga turut mati bersama pemimpin mereka.
Di hutan yang menjadi tempat pembantaian, Kedua Jenderal Besar mencoba untuk mencari petunjuk siapa yang telah berani menyerang bahkan membunuh salah satu Jenderal Besar Kekaisaran Shin.
Lama mencari, mereka berdua benar-benar tidak menemukan satupun petunjuk.Penyerangan yang sangat misterius, para penyerang seolah datang dengan cepat, dan pergi tanpa meninggalkan jejak.
“Ini akan menjadi masalah yang sangat serius bagi Kekaisaran Shin...”
“Tindakan yang kita lakukan sepertinya telah menyinggung kekuatan tersembunyi yang selama ini mendiami Benua Kage...”
“Apa kau takut?...” Jenderal Besar dengan armor perang berwarna hitam bertanya pada rekan sesamanya.
Jenderal Besar dengan armor perang berwarna biru tersenyum sinis. “Apa yang harus kita takutkan selama masih ada sosok Dewa yang menjadi panutan kita?...”
Jenderal Besar dengan armor perang berwarna hitam menganggukkan kepalanya. “Kau benar, selama ada sosok Dewa yang menjadi tuan kita, tak akan ada satupun kekuatan yang perlu kita takuti...”
“Hanya butuh sedikit waktu untuk membuat Kekaisaran Shin menjadi penguasa tunggal di Benua Kage, dan saat itu tiba, kekuatan tersembunyi sekalipun tak akan bisa menghentikan kita!...”
Kedua Jenderal Besar Kekaisaran Shin tertawa bersama saat membayangkan kejayaan yang sebentar lagi akan mereka capai.
°°°°
Ibukota Kekaisaran Shin.
Reinar dan kesepuluh bawahannya dengan mudah berhasil menyusup sampai ke wilayah Ibukota Kekaisaran Shin.
Dia dengan mudah menyusup masuk ke wilayah ibukota Kekaisaran setelah dirinya menyerap kekuatan dan ingatan yang dimiliki oleh Jenderal Besar yang baru dia bunuh.
Reinar menyembunyikan keberadaan kesepuluh bawahannya begitu dia memasuki wilayah ibukota Kekaisaran Shin, lalu dia terus bergerak melihat-lihat apa saja yang ada di kota besar yang merupakan ibukota dari Kekaisaran terkuat yang ada di Benua Kage.
Di ibukota Kekaisaran Reinar pergi ke restoran untuk menikmati makan siang sambil mencari informasi tentang keadaan ibukota Kekaisaran Shin. Sambil menikmati makanan yang telah dia pesan, sesekali Reinar mencuri dengar dari obrolan pengunjung restoran.
Setelah cukup banyk mendapatkan informasi yang sebagian besar hanyalah informasi sampah, Reinar pergi mencari penginapan yang cukup nyaman untuk dia tempati selama dia berada di ibukota Kekaisaran Shin.
Berjalan ke wilayah pinggiran kota yang terlihat sedikit lebih sepi dan tenang, Reinar akhirnya menemukan sebuah penginapan dan akhirnya dia menyewa sebuah kamar di penginapan itu.
Di dalam kamarnya, dia menyuruh keluar dua bawahannya dari tempat persembunyian. Begitu dua sosok bawahan dengan topeng berwarna hitam yang menutupi seluruh wajah mereka muncul, Reinar menginstruksikan mereka untuk mengawasi keadaan Istana Kekaisaran Shin dari dekat.
“Lakukan penyelidikan pada seluruh penghuni Istana Kekaisaran Shin!...”
“Laporkan padaku kalau diantara kalian ada yang menemukan keanehan pada mereka!... Dan yang lebih penting, coba selidiki keberadaan Kaisar Kekaisaran ini serta cari tahu sumber kekuatan yang telah meningkatkan kekuatannya!...”
“Baik tuan, kami mengerti...”
“Jangan membuat keributan!... Ingat baik-baik, tugas kalian hanya mengamati dan mencari informasi!... Dengan kekuatan kalian, akan sangat sulit bagi mereka menemukan keberadaan kalian...”
Keduanya mengangguk dan pada detik berikutnya keberadaan mereka telah menghilang dari kamar yang ditempati Reinar.
Reinar tersenyum dan sejenak ingin bersantai di dalam kamar sambil menunggu laporan kedua bawahannya.
***
Malam hari, Istana Kekaisaran Shin.
Dua bawahan Reinar telah sampai di bagian dalam Istana Kekaisaran Shin. Saat ini mereka tengah berdiam diri di bayangan prajurit yang menjaga kediaman Kaisar yang sepertinya tidak ada penghuninya, terapi mereka bisa merasakan kekuatan besar berada di dalam kediaman sang Kaisar.
Mereka kemudian masuk kedalam kediaman Kaisar dan kekuatan besar itu semakin jelas bisa mereka rasakan. Terus memasuki ruangan, mereka melihat sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh lima prajurit bayangan yang kekuatannya tidak bisa dikatakan lemah, tetapi mereka berdua masih jauh lebih kuat dari mereka.
Menemukan kekuatan besar yang dijaga ketat oleh prajurit berkemampuan khusus, mereka segera menggunakan kristal telekomunikasi yang mereka miliki untuk menghubungi Reinar dan melaporkan apa yang mereka temukan.
“Kekuatan ini sangat mirip dengan kekuatan kristal kematian yang ada di kota Tengkorak Hitam..” Kata Reinar membatin sambil merasakan aura kekuatan dari ruangan yang hanya berjarak 10 langkah dari tempat kemunculannya.
“Swusshh...” Empat bawahan kembali keluar dari tempat persembunyiannya, dan kini jumlah mereka menjadi berenam.
“Lakukan dengan cepat!...” Kata Reinar pada keenam bawahannya.
Mereka berenam yang tahu maksud dari perkataan tuannya, mereka segera mengangguk dan melakukan apa yang menjadi keinginan tuan mereka.
“Mereka bisa diandalkan, dengan begini aku tidak perlu susah-susah membuat tubuh bayangan yang cukup menguras energi Qi dan mana milikku...” Kata Reinar saat melihat keenam bawahannya dengan mudah meringkus, dan memusnahkan enam prajurit bayangan yang menjaga ruangan penuh misteri di dalam kediaman sang Kaisar.
“Tuan, kami menemukan benda aneh ini di dalam ruangan...” Kata salah satu bawahannya sambil menyerahkan sebuah bola kristal dengan aura kematian yang begitu pekat.
“Kristal kematian, lagi?...” Reinar menggelengkan kepalanya lalu dia menyimpan kristal itu kedalam cincin penyimpanan miliknya.
“Tuan, kami juga menemukan ini...” Bawahannya yang lain menyerahkan sebuah benda terbuat dari batu giok dengan bentuk lingkaran mirip dengan logo Yin Yang, namun bukan dengan warna hitam dan putih, melainkan warnanya biru dan kuning keemasan.
“Swusshh...” Lilia tiba-tiba muncul di dekat Reinar.
“Tuan, itu adalah artefak tingkat Dewa yang berfungsi untuk menyerap kekuatan dari benda yang memiliki kekuatan. Karena tidak memiliki teknik penyerap seperti tuan, orang-orang Kekaisaran Shin sepertinya menggunakan artefak itu untuk menyerap kekuatan yang berada di dalam Kristal Kematian...” Kata Lilia memberi penjelasan.
Reinar mengangguk lalu dia menyimpan artefak yang baru dia dapatkan. “Lebih baik kita segera pergi dari tempat ini!...” Kata Reinar.
Keenam bawahan Reinar kembali ke tempat persembunyian mereka, dan Lilia kembali menyatu dengan tubuh Reinar. Sedangkan Reinar, dengan teknik teleportasi nya dia telah kembali di kamar penginapan yang telah dia sewa.
“Malam yang indah...” Kata Reinar lalu dia beristirahat di atas tempat tidurnya.
***
Pagi hari di Istana Kekaisaran Shin.
Kaisar Shin Rai kembali ke Istana Kekaisarannya setelah mengamati jalannya peperangan di wilayah timur.
Baru juga Kaisar Shin Rai memasuki wilayah Istana Kekaisarannya, dia tak lagi merasakan aura kuat dari kekuatan yang selama ini menjadi sumber kekuatan bagi Kekaisarannya.
“Sepertinya ada sesuatu yang terjadi?... Atau jangan-jangan!...” Kaisar Shin Rai tak melanjutkan apa yang ingin dia katakan, dan dengan kecepatan tinggi dia kini tengah menuju tempat kediamannya berada.
“Sial, apa yang sebenarnya sudah terjadi selama kepergian ku?...” Kata Kaisar Shin Rai saat melihat kediamannya masih utuh dengan penjagaan lengkap, tetapi dia tetap tidak merasakan kekuatan yang tersimpan di dalam kediamannya.
Kaisar Shin Rai masuk kedalam kediamannya melalui jalan rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan para Kaisar sebelumnya.
Memasuki kediamannya, Kaisar Shin Rai tidak menemukan kejanggalan di dalan kediamannya. Semua terlihat sama saja, tidak ada yang berubah dari kediamannya.
Kaisar Shin Rai mengganti pakaian perangnya dengan pakaian yang lebih santai, dan setelahnya barulah dia berjalan menuju ruangan khusus yang dia gunakan untuk menyimpan harta paling berharga bagi Kekaisarannya.
Bau amis darah tercium saat Kaisar Shin Rai hampir sampai ketempat yang dia tuju.
Merasa hal buruk telah terjadi, Kaisar Shin Rai segera mempercepat langkah kakinya dan tak lama matanya membulat sempurna saat dia melihat enam prajurit bayangan miliknya mati dengan kepala terpenggal.
Kaisar Shin Rai masuk ke dalam ruangan yang kini telah kosong. “Ba.. bagaimana mungkin ada yang bisa mengambilnya?...” Teriak Kaisar Shin Rai yang tentu dapat di dengar prajurit yang berjaga di luar kediaman Kaisar.
Kaisar Shin Rai kemudian menatap mayat keenam prajurit bayangan miliknya. “Kemampuan mereka hampir setara dengan Jenderal Besar yang aku miliki, tetapi dari luka mereka, aku yakin mereka semua mati hanya dalam satu kali tebasan. Mungkinkah ada orang sekuat itu di Benua ini?...”
“Ya..Yang Mulia Kaisar!...” Kata prajurit yang baru masuk dan seketika mereka terkejut melihat Kaisar mereka berada di tengah-tengah enam mayat tanpa kepala.
“Kalian sekumpulan prajurit bod*h!... Apa yang kalian lakukan selama menjaga kediamanku?... Bagaimana bisa ada orang yang masuk kedalam kediaman ku dan mengambil harta berharga milik Kekaisaran?...” Teriak Kaisar Shin Rai dengan aura kuat yang keluar dari tubuhnya.
Lima prajurit seketika terjatuh tak kuat menahan aura kekuatan Kaisar mereka, terapi ada salah satu prajurit yang dengan sekuat tenaga mencoba bertahan dan menjawab pertanyaan Kaisar Shin Rai.
“Ya..Ya..Yang Mulia, sebenarnya penjagaan Istana telah di perketat termasuk penjagaan di kediaman Yang Mulia. Se..semua itu kami lakukan setelah Jenderal Besar kelima gugur saat melawan penyusup...” Kata prajurit yang setelahnya jatuh tak sadarkan diri dengan darah keluar dari lubang hidung dan telinganya.
Kaisar Shin Rai terdiam saat mendengar apa yang disampaikan prajurit Kekaisarannya. “Sialan, ternyata kepergian ku ke medan perang justru mendatangkan bencana bagi Istana Kekaisaran!...”
“Aku harus mencarinya sebelum Kekaisaran lainnya tahu apa yang sudah terjadi di Kekaisaran ku...” Kaisar Shin Rai membatin lalu dia akan pergi membicarakan masalah Kekaisaran dengan para petinggi Kekaisarannya.
°°°
Bersambung...