The World Emperor System

The World Emperor System
Perkembangan Tiga Kota



Kota Babylon.


Aula pertemuan kota Babylon.


Reinar mengumpulkan seluruh bawahannya, serta orang-orang yang dia anggap penting, selain itu ada juga perwakilan dari kota Touloun dan kota Avalon yang ikut serta di aula pertemuan.


Melihat semua sudah berkumpul, Reinar mulai membicarakan rencana yang selama ini sudah dia susun secara diam-diam, demi mengembangkan ketiga kota yang sudah mengakui dirinya sebagai pemimpin tertinggi mereka.


Biarpun kota Avalon memiliki Walikota sendiri, tetapi Walikota telah mengakui jika dirinya akan mengabdikan dirinya pada Reinar, dan bersumpah setia menjadi pengikutnya, jadi secara tidak langsung kota Avalon juga mengakui Reinar sebagai pemimpin tertinggi mereka.


Reinar selama ini telah mempelajari kelebihan dan kekurangan ketiga kotanya, dan Reinar punya jalan terbaik untuk membuat ketiga kotanya tumbuh menjadi kota besar dengan cepat.


Memulai langkah pertama dari kota Babylon, Reinar akan menjadikan kota ini sebagai kota akademi, dan juga kota tambang. Di kota Babylon sendiri sudah berdiri dua akademi yang perkembangannya sangatlah pesat, dan akhir-akhir ini di hutan sekitaran kota Babylon juga di temukan beberapa gua dengan batu berharga yang sangat berlimpah.


Untuk mengembangkan kota Babylon, Reinar menyerahkan tugas itu pada Emil dan keempat temannya. Mereka berlima telah di latih Freya dan Argust secara bergantian, dan menjadikan mereka sebagai lima sosok yang kuat serta cerdas dalam waktu yang sama.


Mendengar tugas yang akan dia emban, Emil segera menganggukkan kepalanya, dan dalam hati dia berjanji tak akan mengecewakan Reinar.


Beralih ke kota Touloun, Reinar menunjuk Serena dan Scarla untuk mengembangkan kota itu dengan memanfaatkan aliran sungai yang bersebelahan dengan kota itu sendiri.


Reinar memberikan pada mereka sebuah buku yang berisi tatacara membudidayakan ikan, selain membudidayakan ikan, di buku itu juga di jelaskan cara berternak yang baik. Buku yang Reinar berikan merupakan buku yang dia beli dari Lilia.


Semakin kuat dirinya, Reinar merasa jika Lilia juga bertambah kuat, dan kini barang-barang apapun dapat Reinar pesan darinya, termasuk buku pengetahuan.


Tanah kota Touloun tidaklah terlalu subur, dan hutan di sekitarnya juga tidak menghasilkan barang tambang. Karena itu Reinar akan mengembangkan peternakan dan budidaya ikan, sehingga kota Touloun nantinya akan menjadi produsen ikan dan binatang ternak.


Serena dan Scarla akan bekerjasama dengan tiga bangsawan kota Touloun untuk menjalankan tugas yang mereka terima dari Reinar.


Terakhir kota Avalon, kota dengan kesuburan tanah yang tinggi, serta adanya hutan dengan binatang buas berlevel tinggi di dalamnya. Reinar akan mengembangkan pertanian, perkebunan, serta kemiliteran di kota itu.


Argust Reinar tunjuk secara langsung untuk mewakili keberadaan di kota Avalon, dan dia akan membantu Walikota kota Avalon untuk menjalankan apa yang Reinar perintahkan. Lyon yang ingin meningkatkan level dengan membunuh binatang buas, akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan argus pergi ke kota Avalon.


Freya, Helena, dan Rhea, mereka tidak mendapat tugas dari Reinar karena mereka akan ikut dengan Reinar ke kota yang baru dia temukan.


***


Dua hari berlalu begitu saja, pagi-pagi sekali Reinar dan tiga wanita yang akan ikut dengannya telah bersiap untuk pergi meninggalkan kota Babylon.


Sebelum pergi, Reinar ingin meningkatkan beberapa skill nya ke tingkat yang lebih tinggi, dan dia akan menghapus skill yang terlalu lemah.


“Lilia, apa kau bisa meningkatkan seluruh skill ku ke tingkat yang lebih tinggi?.” Tanya Reinar melalui pikirannya.


[Aku bisa melakukan itu, dan itu terlalu mudah.]


Reinar sejenak terdiam untuk berpikir, lalu dia mulai berkata. “Hapus skill Healing dan Skill Double Slash, dan tingkatkan skill teleportasi menjadi skill teleportasi yang bisa memindahkan banyak orang.”


[Itu sangat mudah, dan tuan juga tidak akan kehilangan koin sistem.]


[Skill Healing dan skilk Double Slash berhasil di hapus. Meningkatkan skill teleportasi ke tingkatan selanjutnya. Skill teleportasi berubah menjadi skill memecah ruang dan waktu. Membutuhkan 10 000 poin mana untuk memindahkan lima orang dalam jarak 5.000 kilometer.]


“Itu lebih baik dari skill teleportasi biasa.” Kata Reinar sambil bersiap menemui tiga wanita yang akan menemani perjalanannya.


***


Terlihat tiga wanita sedang menunggu kedatangan Reinar di halaman kediaman Walikota.


Emil dan keempat rekannya juga ada di tempat itu untuk mengantar kepergian tuan mereka. Di atas langit juga ada Zein dan Zet yang ingin melihat tuan mereka sebelum pergi. Untuk dua naga kecil dan dua naga langit, mereka sengaja tidak mengantar kepergian Reinar karena mereka masih berburu makanan di hutan, dan tidak tahu menahu akan kepergian Reinar.


Reinar sengaja tidak membawa keenam naganya karena dia ingin mereka membantu menjaga kota Babylon, dan Reinar berharap Zein dan Zet menjalin hubungan baik dengan kedua naga langit.


Dari dalam kediaman Walikota, akhirnya sosok yang sedang di tunggu-tunggu menunjukkan wujudnya dan tersenyum melihat orang-orang yang tengah menanti kedatangannya.


Dari atas langit, Zein dan Zet segera turun dan menundukkan kepalanya menyambut kedatangan tuan mereka.


Di barisan orang-orang yang mengantar kepergian Reinar, Emil dan keempat rekannya juga ikut menundukkan kepala, dan di ikuti oleh seluruh prajurit yang ada di halaman kediaman Walikota.


Saat matahari pagi mulai meninggi, akhirnya Reinar pergi meninggalkan kota Babylon bersama dengan tiga wanita yang mengikutinya.


Reinar tak menggunakan skill barunya di hadapan banyak orang, dan dia memilih menggunakan skill barunya setelah berada di dalam hutan.


Merasa sudah cukup jauh masuk ke dalam hutan, Reinar menghentikan langkahnya, dan di ikuti tiga wanita pengikutnya.


“Freya, Helena, Rhea, kita akan mengubah arah tujuan. Kita akan lebih dulu pergi ke Ibukota Kekaisaran Gloria, dan melihat tontonan menarik di tempat itu.” Kata Reinar menjelaskan tujuan barunya. “Aku berharap mereka tidak melihat rekaman kejadian di dua kristal memori yang terakhir.” Lanjut Reinar dalam hati.


Saat ketiga wanita yang mengikutinya sudah berada di dekatnya, dengan tenang Reinar mengayunkan tangan dan membelah ruang hampa di sampingnya. Sebuah retakan besar muncul dan Reinar mengajak ketiga wanita masuk ke dalam retakan.


Whushh...


Tubuh mereka berempat lenyap setelah memasuki retakan yang Reinar buat.


***


Di hutan sebelah barat kota Glory.


“Selain bisa membawa ke tempat tujuan secara cepat, skill ini ternyata bisa membawaku pergi ke tempat acak, bahkan ke tempat yang belum pernah aku datangi.” Gumam Reinar.


Whushh...


Whushh...


Whushh...


Reinar dan tiga wanita keluar dari sebuah retakan dan mendarat di hutan tak jauh dari gerbang kota Glory.


“Tuan, kita ada di mana?.” Tanya Freya penasaran.


“Kita ada di hutan yang tidak jauh dari kota Glory, ibukota Kekaisaran Gloria.” Jawab Reinar.


Helena dan Rhea mengangguk mengerti, sedangkan Freya, dia menunjukkan emosinya mendengar nama Kekaisaran Gloria.


“Apa tuan ingin menghancurkan Kekaisaran ini setelah mereka berani mengusik kota kita?.” Tanya Freya dengan menunjukkan semangat api membara di matanya.


Reinar menatap Freya dan tersenyum. “Kita tidak akan menyerang mereka, karena mereka akan menjadi sekutu kita. Kedatangan kita ke ibukota Kekaisaran Gloria ini hanya untuk melihat sekelompok tikus yang akan segera di eksekusi”


“Kenapa kita harus melihat sekumpulan tikus yang akan di eksekusi?. Dan apa yang menarik dari para tikus itu?.”


Reinar kembali tersenyum. “Asal kalian tahu, pemimpin para tikus itu adalah pemimpin Jenderal yang membuat ulah di kota kita, dan tentunya akan sangat menyenangkan melihatnya mendapat hukuman dari orang yang ingin dia singkirkan.”


“Jika demikian, mari kita melihatnya.” Kata Freya bersemangat.


***


Di tempat lain.


Aula penghakiman Kekaisaran Gloria.


Putra Mahkota dan seluruh antek-antek nya telah selesai menghadapi persidangan, dan hukuman mati telah di jatuhkan pada mereka.


Dengan adanya bukti yang berasal dari kristal memori, Putra Mahkota dan antek-anteknya tak lagi punya kesempatan untuk mengelak dari tuduhan perencanaan pemberontakan.


“Suamiku, apa tidak ada pengampunan untuk putra kita?.” Tanya sosok Permaisuri Kekaisaran Gloria yang menatap sendu ke arah Putra Mahkota.


Kaisar Octavius menyentuh dan membelai lembut rambut Permaisurinya. “Hukum tidak bisa di rubah. Berani melanggar hukum, tentu dia harus berani menanggung perbuatannya. Bahkan jika aku yang seorang Kaisar berbuat salah, aku akan tetap mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.”


Permaisuri mengangguk dan menghapus air mata yang keluar dari sudut-sudut matanya. “Hukum memang harus di tegakkan.” Kata Permaisuri yang menatap Putra Mahkota untuk terakhir kalinya.


***


***Bersambung...***


* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊


* Rate ⭐ 5


* Vote / Kado seikhlasnya 😊


* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...


* Terimakasih.....😊😊