The World Emperor System

The World Emperor System
Malam Kelam Kaisar Cleo



Freya dan Helena yang geram akan kekejaman Kaisar Cleo pada kaum wanita, mereka langsung mendatangi Kekaisaran Caracal untuk memberi pelajaran pada Kaisar mereka.


Namun langkah mereka terhenti di luar wilayah hutan kematian yang masuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Caracal.


Di tempat mereka berhenti, mereka melihat ribuan prajurit dengan dua orang pemimpin yang memiliki level 6 ribu. Freya dan Helena yakin jika mereka berasal dari Kekaisaran Caracal, dan dua orang yang memimpin mereka adalah Jenderal Kekaisaran, sama dengan pria bod*h yang telah Freya bunuh.


Seorang prajurit berjalan mendekati salah satu Jenderal, saat dia melihat dua wanita yang berdiri menghadang perjalanan mereka


“Tuan, mereka dua wanita itu.” Kata prajurit yang sebelumnya juga melaporkan kejadian di hutan kematian pada Kaisar.


Kedua Jenderal tersenyum mendengar apa yang di katakan si prajurit.


“Kita tidak perlu jauh-jauh pergi, mereka justru datang sendiri menemui kita.” Kata Jenderal Dasa.


“Kau benar saudara ku, sepertinya mereka tahu sedang berurusan dengan siapa.” Balas Jenderal Ken.


Kedua Jenderal mendekati Freya dan Helena. Semakin mereka mendekat, mereka semakin merasa tidak nyaman dengan keberadaan dua wanita yang mereka dekati, tapi karena kedua wanita itu hanya berdiam diri di tempatnya, kedua Jenderal memberanikan diri mendekati mereka.


Kedua Jenderal turun dari kuda dan menyapa Freya dan Helena. “Kaisar kami mengundang nona berdua ke Kekaisaran.” Kata Jenderal Dasa langsung ke tujuan kedatangan mereka.


Freya ingin langsung menyerang pria tak punya sopan santun yang ada di depannya, tapi dengan cepat Helena menahannya. “Kami akan ikut kalian.” Kata Helena yang sudah memiliki rencana indah untuk sang Kaisar.


Kedua Jenderal tersenyum dan menyuruh prajurit pembawa kereta kuda untuk mendekat.


“Silahkan kalian naik....” Kata Jenderal Ken dengan tatapan merendahkan pada Freya dan Helena.


Freya yang sudah kesal segera masuk kedalam kereta dan menunggu penjelasan dari Helena.


“Mereka memang cantik, tapi mereka hanya wanita jal*ng yang akan menjadi mainan Kaisar.” Kata Jenderal Dasa meremehkan, dan tentu Freya dan Helena mendengar apa yang Jenderal itu katakan.


“Kau tenang saja. Kita hanya perlu duduk santai dan mereka akan membawa kita langsung menemui Kaisar yang menjadi tujuan utama kita.” Kata Helena menenangkan Freya.


“Apa rencana yang ingin kau lakukan?.” Tanya Freya berbisik.


“Kita turuti saja kemauan mereka, dan saat kita hanya bertiga dengan Kaisar, kita bisa menyiksanya sampai kita puas.” Jawab Helena menjelaskan.


Freya yang tahu rencana Helena, dia segera menyeringai dan menunjukkan seberapa kejam dirinya melalui seringaian nya.


***


Istana Kekaisaran Caracal.


Setelah setengah hari perjalanan, kereta kuda yang di naikin Freya dan Helena akhirnya sampai di istana Kekaisaran Caracal saat matahari sudah tak lagi bersinar.


Jenderal Ken membukakan pintu kereta dan membawa Freya serta Helena menuju ruang makan di kediaman Kaisar Cleo.


Melihat kedatangan Jenderal Ken yang di ikuti dua wanita cantik, mata Kaisar Cleo langsung berbinar dan dia menatap kedua wanita itu dengan tatapan penuh nafsu, bahkan dia sesekali mengelap air liurnya yang menetes.


“Jenderal Ken, tinggalkan mereka di sini bersamaku, dan pergilah.” Kata Kaisar Cleo.


Jenderal Ken menunduk dan pergi meninggalkan kediaman Kaisar, dan kini di kediaman itu hanya tersisa Kaisar Cleo bersama dua wanita yang merasa jijik dengan cara Kaisar menatap mereka.


Memulai aktingnya, Helena dengan gerakan lemah gemulai mendekati Kaisar Cleo. “Yang Mulia, ada apa sampai Yang Mulia mengirim dua Jenderal untuk menjemput kami?.” Tanya Helena memainkan rambut panjangnya.


“Kalian terlalu cantik untuk tinggal di dalam hutan, karena itu aku ingin kalian berada di istana dan menemani hari-hari indah bersamaku.” Kata Kaisar Cleo berjalan mendekati Helena.


Helena tersenyum dan bergerak menjauhi Kaisar Cleo seolah dia mengajak Kaisar bermain kejar-kejaran dengannya.


Freya yang melihat akting Helena, dia hampir memuntahkan seteguk darahnya karena dia benar-benar melihat Helena layaknya seorang wanita jal*ng yang sedang menggoda pria hidung belang.


“Apa dia bisa menyudahi ini dengan cepat?.” Kata Freya membatin.


Bughhh....


Tubuh Kaisar Cleo terjatuh di atas lantai saat Helena mendorongnya. Dengan senyum genit yang begitu menggoda, Helena terus menggoda Kaisar.


“Kau begitu lemah Yang Mulia, aku tidak yakin kau bisa memuaskan kami." Kata Helena sambil menggunakan kedua telapak tangannya untuk menutupi bibirnya yang tengah tersenyum.


Kaisar Cleo bangkit berdiri dan kembali mengejar Helena yang terus berlari kesana-kemari.


Freya yang usil mengulurkan kakinya dan membuat Kaisar terjatuh setelah tersandung kaki Freya.


“Hihihihi....” terdengar tawa Helena yang begitu genit.


“Tuan sepertinya terlalu menginginkan adikku, jadi melupakan keberadaan ku.” Kata Freya dengan wajah datarnya.


Biarpun ekspresi wajah Freya begitu datar dan terkesan dingin, tapi itu tidak mempengaruhi kecantikannya yang mana dia adalah seorang Dewi.


“Apa gadis yang cantik ini juga ingin bermain-main dengan sang Kaisar tampan?.” Tanya Kaisar Cleo sambil mencoba mengelus wajah Freya, tapi sebelum tangan Kaisar Cleo menyentuh wajahnya, Freya berhasil berkelit dan menghindari sentuhan sang Kaisar.


“Tidak semudah itu menyentuh wajahku, dan aku sudah bosan bermain.” Kata Freya yang langsung menendang benda pusaka milik sang Kaisar.


“Padahal aku ingin sedikit lebih lama bermain.” Balas Helena yang memasang dinding pelindung dan membuat semua orang tak akan melihat atau mendengar kejadian di kediaman Kaisar.


Sedangkan sang Kaisar, saat ini dia sedang meringkuk memegangi benda pusakanya yang kemungkinan tak lagi bisa berfungsi dengan semestinya.


“Aduduh adik kecil kasian, sakit ya?.” Tanya Freya membalik tubuh Kaisar Cleo dan menginjak benda pusaka sang Kaisar dengan kasar.


“Arrrgghhh....” Kaisar Cleo meraung merasakan jika benda pusakanya telah hancur.


“Uhhh.... Kau cukup kejam.” Kata Helena berjongkok dan dengan sekuat tenaga dia menampar wajah Kaisar Cleo tanpa henti.


“Ini untuk semua kejahatan mu pada para wanita yang telah kau rusak masa depannya.” Ungkap Helena yang terus menampar wajah Kaisar Cleo, dan membuat wajah rupawan sang Kaisar menjadi hancur dan tak layak di pandang.


“Apa Yang Mulia Kaisar menginginkan ini?.” Tanya Freya memegang bagian menonjol di dadanya.


“Atau Yang ini.” Helena menjilati bibirnya sampai basah.


Kaisar Cleo hanya melotot tanpa bisa membalas apa yang kedua di lakukan kedua wanita itu padanya.


Rasa sakit setelah hancurnya benda pusaka penakluk ribuan wanita, serta wajahnya yang telah dibuat babak belur, membuat Kaisar Cleo terbaring tak berdaya di atas lantai.


“Kau terlalu lemah, tapi kenapa kau begitu sombong?. Bahkan kau tega membantai sebuah ras hanya karena kesalahan kecil. Aku memang membenci ras dengan darah campuran iblis, tapi aku tak akan membunuh mereka dengan alasan yang tak jelas.” Kata Freya sambil memotong kedua lengan Kaisar Cleo.


Kaisar Cleo teriak kesakitan, tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya.


“Apa itu sakit?. Lalu sakit seperti apa yang di rasakan wanita yang telah kamu bunuh?.” Teriak Helena memotong kedua kaki Kaisar Cleo.


Lagi-lagi Kaisar Cleo berteriak, tapi kembali tak ada suara yang keluar dari mulutnya.


“Bunuh saja aku.” Kata Kaisar Cleo dengan suara yang begitu lirih.


“Kau ingin kami membunuh mu?.” Tanya Freya sambil tersenyum lembut, tapi senyum lembutnya terlihat mengerikan bagi Kaisar Cleo.


Kaisar Cleo menggangguk, berharap kedua wanita yang menyiksanya segera mengakhiri siksaan mereka dan membunuhnya.


“Kematian yang cepat akan terlalu menyenangkan bagimu.” Kata Freya memainkan pedangnya di depan wajah Kaisar Cleo.


“Aku ingin membuat ukiran di tubuhnya.” Kata Helena berusaha membuka pakaian sang Kaisar.


Srekkk....


Kepala Kaisar terpisah dengan lehernya, dan menghentikan Helena yang ingin membuka pakaian Kaisar Cleo.


“Kalian terlalu lama, dan aku tak mengizinkan mata kalian melihat tubuhnya.” Kata seseorang yang kedatangannya membuat Freya dan Helena tersenyum malu.


“Kami mengerti, tuan.”


***


***Bersambung...***


Jangan lupa like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊....